Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Gagal lagi


__ADS_3

Zaira turun menemui sahabat-sahabatnya, sementara mama kembali ke dapur membantu bi Sum menyiapkan makan siang.


Azka di dalam kamar membuka laptopnya melihat beberapa pekerjaan kantornya yang baru saja dikirim oleh Sendy lewat emailnya.


Ia sengaja tidak pergi kekantor karena ingin menemani sang isteri di rumah namun rencananya gagal karena Zaira kedatangan sahabat-sahabatnya.


" Za!" ucap ke empat sahabatnya bersamaan ketika melihat Zaira datang dan ya berjalan menghampiri mereka yang tengah duduk di ruang keluarga sambil menonton TV.


" Sorry, lama ya nunggunya ?" tanya Zaira seraya mendudukkan dirinya di sofa dan tidak berselang lama Lia juga sudah bergabung dengan sahabat-sahabatnya setelah tadi mengganti baju terlebih dahulu.


" Ya lumayan, bagaimana keadaan loe sekarang Za udah baikkan?" tanya Mita yang cemas dengan keadaan Zaira sama cemasnya dengan sahabat-sahabatnya yang lain.


" Gue gak kenapa-napa kok, tadi cuma ya sedikit kurang nyaman aja dengan pernyataan Mario yang malah memutar balikkan fakta." jawab Zaira yang sebenarnya malas mengingat kejadian tadi pagi di sekolah.


" Emang gak waras ya tuh anak, tapi kalau boleh tahu Za kejadian yang sebenarnya itu bagaimana si?" tanya Indah yang begitu penasaran.


Zaira menghela napas dalam-dalam sebelum menceritakan kejadian yang sebenarnya.


Semua sahabat Zaira merasa geram dengan Mario setelah menceritakan kejadian yang sebenarnya dari awal sampai akhir. Mona yang awalnya diam-diam sedikit kagum dengan ketampanan seorang Mario sekarang berubah muak karena Mario sudah berani menyakiti sahabatnya.


" Mia, Indah apa kalian masih tertarik sama tuh cowok bereng*ek?" tanya Mona berniat menggoda dua sahabatnya itu.


" Ihhh... amit-amit, dari awal juga gue mah gak minat sama tuh anak, loe kali Mon yang ngefans berat sama dia?" tanya Mia telak membuat Mona yang sedang minum jadi tersedak.


" Sia*an loe Mia, dia mah bukan tipe gue!" elak Mona.


" Masa sih Mon, bukannya dulu loe itu sering ya curi-curi pandang gitu sama dia?" tebak Indah membuat Mona menatapnya tajam.


" Biasa aja kali Mon ngeliatin Indahnya, iya juga gak apa-apa" ucap Lia membuat Mona semakin memberengut dan mencibikkan bibirnya.


" Mon tuh bibir jangan di monyong-monyongin tambah jelek aja tuh muka" ledek Mia membuat yang lain tertawa dan Mona semakin cemberut.


" Sudah... sudah... , kita itu kesini buat menghibur Zaira kenapa jadi ngebahas Mario sama si Mona, emang kalian setuju gitu Mona sama cowok pengecut macam Mario?" ujar Mita menengahi.


" Kalau Mona nya mau, ya mau bilang apa gaess!" sahut Mia.


" Sudah ah kenapa jadi ngebahas gue sama Mario sih. ya jujur sih gue emang sempat kagum sama tuh anak tapi setelah apa yang dia lakuin ke Za sorry aja deh gue jadi muak sama cowok pengecut macam dia." terang Mona.


" Widih cakep, gue suka gaya loe Mon!" Indah mengacungkan ibu jarinya ke Mona.


Ketika mereka tengah asik mengobrol dan diselingi senda gurau mama Maria datang menghampiri mereka.


" Duh para gadis cantik asik benar ngobrolnya. pada ngomongin apa sih seru banget kedengarannya?" Suara lembut mama Maria yang sudah berdiri di dekat mereka.


" Ma!" ucap Zaira tersenyum tipis.


" Sayang, ayo ajak teman-teman kamu semuanya untuk makan siang bareng!" perintah Mama Maria kepada Lia.


" Iya ma!" sahut Lia.


" Duh jadi ngerepotin nih tante!" ucap Mona basa-basi.


" Alah Mona gayanya, padahal mah emang suka ngerepotin!" ucap Indah menggoda Mona.


" Ha.. ha.. Indah buka kartu aja loe Ndah, jadi malu kan si Mona!" tambah Mia menimpali Indah.


" Sudah jangan di goda terus Mona nya, nanti ngambek loh" ucap Lia


" Gak dong seorang Mona mah pantang ngambek. ha..ha.." sahut Mona dengan gelak tawanya.


" Wuuuu...!" sorak semuanya serempak dan seperti biasa Mona selalu mendapat toyoran dari Mita.


" Sudah ... sudah.. ayo makan, nanti keburu dingin." ucap Mama Maria yang sudah lebih dulu pergi ke meja makan.

__ADS_1


" Yuk ah!" ucap Lia yang akhirnya bangun dari duduknya dan berjalan lebih dulu menyusul sang mama.


Mona, Indah, Mia dan Mita ikut menyusul Lia begitu juga dengan Zaira.


Mereka semua kini tengah duduk di meja makan dan menikmati masakan Mama Maria.


Disaat menikmati makanannya tiba-tiba Zaira teringat dengan Azka suaminya yang sedari tadi berada di dalam kamar.


" Bagaimana dengan mas Azka ya dia juga kan belum makan siang?" gumam Zaira dalam hati dan pandangan matanya mengarah ke lantai atas dimana Azka berada.


" Za!" panggil Mia yang melihat Zaira sedari tadi melamun.


" Ah iya, kenapa Mi?" tanya Zaira yang terperanjat dari lamunannya.


" Loe kaya lagi mikirin sesuatu Za, mikirin apa sih sampai makanan loe gak di makan gitu?" tanya Mia yang sedari tadi memperhatikan tingkah aneh Zaira.


" Ah gak, gue gak lagi mikirin apa-apa kok" jawab Zaira mengelak.


" Za, kalau kamu merasa kurang enak badan kamu sebaiknya istirahat saja di kamar sayang , biar nanti mama suruh bi Sum untuk membawakan makanan kamu ke kamar. " ucap mama Maria dengan lembut. Sebenarnya mama Maria tahu kenapa menantunya itu terlihat gelisah dan tidak berselera makan sejak tadi. penyebabnya tidak lain adalah karena memikirkan suaminya yang saat ini sedang berada di dalam kamar. Zaira pasti merasa selera makannya berkurang karena tahu suaminya di atas juga belum makan siang.


" Emmm... tapi ma" ucapan Zaira menggantung dan menatap teman-temannya satu persatu.


" Benar apa yang dikatakan mama Za, sebaiknya loe istirahat aja sana gih, siapa tau kalau loe balik ke kamar energi loe bisa terisi full!" goda Lia menaik turunkan alisnya.


Mita menahan tawa mendengar ucapan Lia karena dia yakin saat ini Zaira pasti tengah memikirkan suaminya.


" Lah emang Zaira ngapain aja dikamar sampai bisa kembali full energinya?" tanya Indah dengan polos.


" Ya tidurlah Indah, emang ngapain lagi?" sahut Mona


" Ya kali aja di charge sama pak Bagaz gitu?" ucap Indah yang lolos begitu saja membuat semua yang ada di meja makan diam dan menatap lekat ke arah indah.


" Emmmm... salah ngomong ya?" Indah menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil menyengir.


" Iya Za, udah sana kita gak apa-apa kok Za. kalau loe ngerasa gak enak badan sebaiknya loe istirahat aja di kamar" ucap Mita yang tahu kalau Zaira pasti merasa tidak enak dengan teman-temannya.


" Yaudah, ma Za ke kamar dulu ya!" mama Maria tersenyum dan mengangguk. " Maaf ya semuanya dan terima kasih karena sudah datang !" ucap Zaira yang beranjak dari duduknya hendak pergi ke kamar.


" Iya gak apa-apa Za, santai aja!" ucap Mona.


Zaira menaiki anak tangga berjalan menuju kamarnya. Dengan perlahan Zaira membuka pintu matanya mengedar ke seluruh sudut tapi tidak melihat keberadaan suaminya.


Zaira menggaruk kepalanya dan mengerucutkan bibirnya berjalan masuk ke dalam kamar " Kemana dia?" gumamnya pelan namun tiba-tiba ia tersentak kaget saat ada tangan kekar yang melingkar di pinggangnya.


" Suamimu disini sayang!" Azka meletakkan dagunya di bahu Zaira. " Kenapa mencari mas hemm?" Azka semakin mengeratkan pelukannya.


Zaira menggeleng dadanya bergemuruh hebat, detak jantungnya berpacu dengan cepat. meskipun mereka bukan lagi pengantin baru bahkan ritual suami isteri pun bukan hanya sekali dua kali mereka jalani tetap saja setiap kali berada di dekat suaminya Zaira merasa sulit mengendalikan degup jantungnya.


" Mas, lepas ihhh!" ucap Zaira pelan berusaha untuk memberontak.


" Gak mau, mas ingin seperti ini terus sama kamu sayang" Azka mencium lembut pipi Zaira.


" Mas lepas, sebentar lagi bi Sum akan kesini. malu ih!" bukan melepaskan Azka malah menggendong Zaira membawanya ke tempat tidur.


" Aaaaa...!" Teriak Zaira saat tubuhnya melayang ke udara, karena merasa takut dengan refleks Zaira mengalungkan tangannya di leher Azka.


Azka menurunkan Zaira di atas kasur dengan sangat hati-hati, setelah itu ia ikut beringsut naik ke atas kasur tersebut perlahan tapi pasti tubuh kekar Azka kini tengah berada di atas tubuh Zaira.


" Mas, ja.. jangan seperti ini. malu jika nanti ada yang datang mas!" ucap Zaira dengan terbata.


" Gak akan ada yang kemari kok sayang, ten_" belum selesai bicara suara ketukan pintu sudah menggema.


Tokkkk.... tokkkk... tokkkk...

__ADS_1


Azka mendengus kesal lagi dan lagi aksinya bermanja-manja dengan isteri kecilnya gagal.


"Aaaaaaaaaaaaaa...!" Azka mengacak-acak rambutnya frustasi, sementara Zaira mengulum senyumnya mengingat sudah ke tiga kalinya aksi suaminya itu gagal melakukan penyatuan.


" Mas, sabar ya!" ucap Zaira dengan senyum manisnya membuat Azka semakin tidak kuasa menahan hasratnya yang sudah menggebu-gebu.


Azka turun dari tempat tidur dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Zaira hanya menggelengkan kepalanya melihat Azka yang sudah menghilang di balik pintu kemudian ia berjalan untuk membuka pintu kamarnya.


Ceklekk.


" Maaf non ini makan siangnya!" bi Sum menyodorkan nampan yang berisi makan siang untuk Zaira dan Azka.


" Oh iya bi, terima kasih ya bi. maaf jadi ngerepotin bibi" ucap Zaira ramah lalu meraih nampan yang dibawa untuknya.


" Sama-sama non, ini memang sudah menjadi tugas saya" jawab bi Sum dengan sopan. " Apa ada lagi yang bisa bibi bantu non?" tawarnya.


" Tidak ada bi, ini saja terima kasih ya bi" sahut Zaira dan bi Sum pun pamit kembali ke dapur.


Zaira menutup pintu kamarnya lalu membawa masuk makan siang untuk dirinya dan juga suaminya.


Zaira meletakkan nampan yang berisi makan siang di atas meja di depan sofa setelah itu ia mendudukkan dirinya menunggu Azka keluar dari kamar mandi.


Azka keluar dari kamar mandi dan melihat Zaira tengah duduk di sofa sambil bermain ponsel. Azka perlahan berjalan menghampirinya dan tanpa Zaira sadari Azka kini tengah duduk di sampingnya. karena asik dengan ponselnya Zaira sampai tidak menghiraukan keberadaan Azka sampai akhirnya Azka kesal sendiri dan menarik ponsel yang berada di genggaman tangan Zaira.


" Sampai segitunya kamu bermain ponsel bahkan keberadaan suami pun tidak di hiraukan." ucap Azka dengan suara tegas dan sontak saja hal itu membuat Zaira semakin terkejut pasalnya selama menikah Azka tidak pernah bicara keras dengannya.


" Ma.. maaf mas!" ucap Zaira dengan menundukkan kepalanya ia sadar akan kesalahannya.


" Sudahlah!" Azka bangkit dari duduknya dan hendak melangkah pergi.


" Mas mau kemana, mas kan belum makan siang?" Tanya Zaira seraya meraih tangan Azka.


" Mas belum lapar" ucap Azka datar


" Ta... tapi mas!" ucap Zaira terbata


krukkk kukkk kriukkkkk .... 💤💤💤


Zaira langsung melepaskan tangannya dari tangan Zaira ia merasa malu dengan bunyi suara perutnya yang begitu nyaring..


" Ma.. maaf!" Zaira menunduk malu


Azka tersenyum simpul mendengar suara dari perut Zaira.


" Kamu belum makan siang?" tanya Azka membuat Zaira mendongak dan menatap lekat wajah suaminya lalu menggeleng.


" Kau ini!" kesal Azka lalu mendudukkan dirinya di samping Zaira meraih piring yang ada di atas meja.


" Kenapa tidak makan, bukannya mama tadi mengajak teman-temanmu makan siang bersama?" tanya Azka.


" Iya mas tapi_" Zaira malu jika mengaku pada suaminya kalau sebenarnya dia tidak bisa makan karena memikirkan suaminya yang belum makan siang.


" Jangan bilang kalau kamu sengaja tidak makan siang bersama mereka karena kamu memang ingin makan siang bareng mas?" tebak Azka yang langsung membuat wajah Zaira bersemu merah.


" Jadi benar?" Zaira mengaguk pelan dan langsung menunduk tidak ingin Azka melihat wajahnya yang mungkin sudah semerah kepiting rebus.


" Ya ampun sayang, kenapa gak bilang. yaudah sekarang ayo aaaaa..!" Azka menyodorkan sesendok nasi untuk Zaira.


" Aku bisa sendiri mas, mas makan makanan mas Azka sendiri aja!" tolak Zaira secara halus.


" Mas tidak akan makan jika tidak disuapin oleh istri mas" ucap Azka dan tentu saja hal itu membuat Zaira terkesiap pasalnya baru saja suaminya bersikap dingin dan acuh tapi sekarang berubah menjadi manja.


Azka dan Zaira akhirnya makan siang bersama dengan saling menyuapi satu sama lain.

__ADS_1


Ada rasa hangat dan juga menyenangkan setiap kali diperlakukan lembut oleh suaminya. sampai akhirnya karena merasa begitu lelah menunggu suaminya yang masih berkutat dengan laptopnya Zaira pun ketiduran di sofa.


__ADS_2