
" Sayang bangun dong sayang!" Roni panik saat Miska tidak sadarkan diri di pangkuannya
"Roni, Miska kenapa?" Tanya Hana yang ikutan panik melihat Miska dengan mata terpejam
" Miska pingsan, Billy tolong lebih cepat lagi!" ucap Roni disela kepanikannya
" Iya, ini juga sudah sangat cepat kalau gue percepat lagi yang ada kita semua yang akan celaka" sahut Billy
" Loe harus tenang Ron, berdoa saja semoga Miska tidak kenapa-kenapa" sarannya
" Iya betul apa yang Billy bilang Ron" Hana menimpali
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mobil Billy sampai di depan rumah sakit
Roni langsung turun dengan membawa Miska dalam gendongannya
" Suster tolong isteri saya!" ucap Roni saat seorang suster menghampirinya
" Bawa dia ke ruangan UGD, mari ikut saya!" ucap suster tersebut
Roni dengan cepat mengikuti suster tersebut membawa Miska ke ruang UGD
Setelah berada di ruangan tersebut Miska langsung mendapatkan penanganan, Roni diminta untuk keluar selama Miska dalam pemeriksaan dokter.
" Bagaimana Ron?" Tanya Hana yang menghampirinya ketika Roni baru keluar dari ruangan UGD
" Sedang di periksa dokter" jawab Roni lesu
Billy baru datang setelah memarkirkan mobilnya terlebih dahulu " Bagaimana keadaan Miska?" tanya Billy
Roni menggeleng pelan " Gue juga enggak tahu' jawab Roni sendu
" Sebenarnya apa yang terjadi dengan Miska?" tanya Billy yang seketika membuat Roni mengepalkan tangannya kuat
" Gue tidak akan melepaskan Lolly jika terjadi sesuatu pada Miska dan kandungannya, gue pasti akan memberinya perhitungan!" geram Roni mengepalkan tangannya kuat
" Lolly?" tanya Hana bingung
" Lolly yang sudah mendorong Miska sampai terjatuh!" jawab Roni menjelaskan
" Ap... apa? jadi Miska terjatuh? ya Tuhan" Hana membekap mulutnya sendiri dengan pikiran yang tambah khawatir pada keadaan Miska setelah tahu penyebab Miska sampai pingsan karena terjatuh.
" Aku khawatir dengan kandungannya?" gumam Hana pelan tapi masih dapat didengar oleh Roni
Deg
Roni menatap sendu pintu ruang UGD yang didalamnya ada Miska yang sedang menjalani pemeriksaan.
" Sabar dan berdoa saja semoga tidak terjadi apa-apa dengan Miska dan juga kandungannya!" ucap Billy menepuk bahu Roni
Ceklek
Pintu ruangan terbuka keluar dokter yang baru saja menangani Miska.
Roni yang melihat sang dokter keluar pun dengan langkah cepat langsung menghampirinya
" Dokter bagaimana keadaan isteri saya ?" tanya Roni dengan panik dan cemas
Dokter yang menangani Roni mengerutkan keningnya saat mendengar Roni mengatakan isteri.
" Dokter?" panggil Roni lagi seraya mendengus kesal
" Maaf" ucap dokter yang bernama dokter Ali
" Kamu ini suami dari pasien?" bukan menjawab dokter Ali malah balik bertanya pada Roni
__ADS_1
" Iya dokter" jawab Roni dengan rasa cemas yang semakin besar
" Alhamdulillah, keadaan pasien baik-baik saja akan tetapi karena terjadi guncangan dan rasa panik ada sedikit masalah dengan kandungan pasien terlebih karena usia pasien yang masih terbilang sangat muda "
Deg
Jantuh Roni seakan berhenti di tempat, sesak itulah yang Roni rasakan ia sungguh takut kehilangan buah hatinya bersama Miska
Mata Roni sudah berkaca-kaca, rasa sedih, khawatir dan marah kini bercampur menjadi satu.
" Lalu bagaimana dok kandungan isteri saya?" tanya Roni begitu lirih
" Untuk saat ini baik-baik saja, saya sudah memberinya obat penguat kandungan tapi tetap masih dalam pemantauan semoga saja ibu dan bayinya kuat dan bisa bertahan" Roni sedikit lega walaupun masih ada kekhawatiran yang cukup besar akan terjadinya segala kemungkinan yang akan terjadi.
" Loe harus yakin bro kalau mereka akan baik-baik saja!" ucap Billy menguatkan Roni
" Iya, thanks Bill!" ucap Roni menoleh ke arah Billy yang tengah menepuk bahunya
" Kita berdoa saja yang terbaik untuk pasien dan kandungannya!" ucap dokter sebelum pamit pergi
Miska kini sudah berada di ruang perawatan, keadaannya masih sangat lemah tapi sudah sadar dari pingsannya.
Roni duduk di kursi yang berada di samping ranjang pasien.
" Kenapa kamu menangis pih?" tanya Miska yang melihat mata Roni mengembun
Roni dengan cepat menyeka air matanya lalu tersenyum " Tidak apa-apa" jawab Roni
" Jangan bohong!" Miska tau saat ini Roni pasti sedang berbohong dia tahu Roni sangat mengkhawatirkan keadaannya dan juga kandungannya
" Aku tidak bohong sayang, aku tidak apa-apa. Aku hanya khawatir dengan keadaan kamu dan juga bayi kita" ucap Roni mengulurkan tangannya untuk mengelus perut Miska dengan lembut
" Aku dan kandunganku tidak apa-apa, tadi hanya sedikit syok karena tiba-tiba tubuh ku terdorong begitu saja dan panik takut perutku membentur lantai" ucap Miska
" Perut loe enggak sampai membentur lantai kan Ka?" tanya Hana yang berdiri di belakang Roni langsung menyerobot bertanya pada Miska
Caklek
Seorang dokter cantik masuk ke dalam ruang perawatan Miska dengan suster yang mengekor di belakangnya.
" Dokter Dinda!" ucap Miska saat melihat dokter cantik itu masuk
"Assalamualaikum cantik!" sapa dokter Dinda dengan tersenyum
" Wa'alaikum salam, dokter!" jawab Miska dan yang lainnya
" Kenapa masuk lagi kesini sih? bandel nih!" ledek dokter Dinda
" Isteri kamu senang banget ya Ron bertemu dengan saya mulu ?" selorohnya membuat Miska tersenyum malu
" Ah dokter Dinda bisa aja!" ucap Miska cengengesan sedangkan Roni hanya tersenyum tipis
" Kita lakukan pemeriksaan dulu ya!"
" Iya dok"
Hana dan Billy keluar sementara Roni ingin terus mendampingi Miska
" Bagaimana dok?" tanya Roni setelah dokter Dinda selesai memeriksa keadaan Miska
" Alhamdulillah keadaannya sudah membaik tapi maminya harus benar-benar bedrest ya, enggak boleh banyak gerak dulu dan tidak boleh banyak pikiran!" terang dokter Dinda
" Iya dok!" jawab Miska dan Roni
" Untuk beberapa hari ini kamu dirawat dulu ya cantik, sampai keadaan kamu dan kandungan kamu benar-benar kuat!" pesan dokter Dinda
__ADS_1
" Iya dokter bagaimana baiknya saja!" ucap Miska
" Ya sudah kalau gitu saya pamit dulu ya, cepat sehat ya !" pamit dokter Dinda
" Iya dokter terima kasih banyak!" ucap Roni
" Sama-sama, lain kali tolong ya jaga Miska dengan baik jangan sampai kejadian ini terulang lagi!" ucap dokter Dinda yang memang sudah menganggap Roni dan Miska seperti keluarganya sendiri
" Iya dokter!" sahut Roni
Setelah dokter Dinda keluar dari ruangannya Roni duduk kembali di samping Miska dengan wajah sendu
" Kenapa?" tanya Miska
" Bagaimana aku memberitahu keluarga kita kalau kamu masuk rumah sakit lagi, ah aku memang bukan suami yang berguna segitu saja aku tidak bisa menjaga dan melindungi isteri dan anakku!" keluhnya membuat Miska terenyuh mendengarnya
" Jangan bicara seperti itu, aku tidak suka" ucap Miska cemberut
" Itu semua kecelakaan dan tidak ada yang tahu akan terjadi"
" Aku tidak suka kamu menyalahkan dirimu seperti itu!"
Roni tersenyum dan mengecup tangan Miska
"Terima kasih sayang, tapi aku tidak bisa membiarkan Lolly lepas begitu saja dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya!" ucap Roni geram saat teringat Lolly
" Kamu boleh menegurnya tapi jangan keterlaluan ya, dia seperti itu karena rasa cemburunya!" ucap Miska
" Kenapa kamu begitu baik hati, tidak salah aku memilihmu sayang!" ucap Roni
" Duh udah dong sayang-sayangannya bikin gue baper aja loe" ucap Nana yang baru masuk bersama Khanza dan yang lainnya.
" Bikin panik aja tau enggak!" keluh Khanza yang langsung menghampirinya
Miska yang hendak duduk langsung dicegahnya " Jangan duduk dulu, loe kan disuruh bedrest jadi jangan banyak gerak!" ucap Khanza mengingatkan
" Iya!" jawab Miska
" Elo tenang aja Ka, tadi Billy sudah cerita semuanya dan Lolly sudah mendapat teguran dari pihak sekolah" terang Khanza memberitahu
" Kok bisa?"
" Ya bisa daddy tidak akan membiarkan siapapun berani menyakiti menantu kesayangan daddy sekalipun dia putra daddy sendiri" ucap Bambang saat baru masuk ke dalam ruangan Miska dan mendengar kata-kata Khanza
" Daddy!" ucap Miska
" Kamu ini bagaimana sih Ron menjaga isteri saja tidak becus!" marah sang mommy
" Maaf mom" ucap Roni
" Bukan salah Roni kok mom , dad... ini namanya juga kecelakaan tidak ada yang tahu akan terjadi seperti ini" Miska membela Roni
" Kau itu terlalu baik sayang membuat suami kamu jadi lalai dalam menjaga kamu dan juga calon bayi kalian" ucap mommy Sarah
" Bagaimana keadaan kamu sayang!" ucap seorang wanita paruh baya yang baru saja masuk dengan tergesa-gesa
" Mamah!" Miska terkejut
" Jangan bingung mama tahu dari mana kamu berada di sini!" ucap Suhendra
" Papa enggak mungkin lepas tangan begitu saja membiarkan kamu tanpa pengawasan" ucap Suhendra jujur
" Jadi papa mengawasi ku selama ini?" Suhendra tersenyum
" Papa hanya khawatir dengan putri papa dan tidak mau kamu sampai tersakiti lagi" jawabnya
__ADS_1
" Papa" ucap Miska terharu
Nana yang melihat keluarga Roni begitu menyayangi Miska akhirnya semakin yakin kalau keputusannya untuk mengikhlaskan Roni adalah keputusan yang tepat, jika dia yang berada di posisi Miska belum tentu kedua orang tua Roni akan memperlakukannya seperti mereka memperlakukan Miska, bahkan Roni yang anaknya saja tidak diperlakukan seistimewa Miska.