Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Miska dengan wajah sayu menatap ke arah cermin, saat ini ia tengah berada di rumah almarhum kakeknya Roni dimana acara pernikahan mereka akan di selenggarakan.


" Miska gue yakin loe pasti bisa, loe jangan pernah menangis dihadapan makhluk yang satu itu, mulai detik ini jadilah wanita yang kuat dan tangguh jangan mudah menyerah pada keadaan selagi loe bisa jangan tunjukkan sisi kelemahan loe sekecil apapun itu dan hadapi semuanya dengan kesabaran. Roni bukanlah siapa-siapa loe nikah hanya untuk kedua orang tua kalian jadi jangan libatkan hati dan perasaan saat loe menghadapinya. bentengi diri loe sebisa mungkin jangan beri celah untuk dia masuk walaupun hanya sedikit sebelum dia benar-benar sadar dan bertobat"


Kata-kata itu selalu terngiang di telinganya saat Khanza datang ke rumahnya sebelum Miska berangkat ke kota x


" Gue akan ingat kata-kata loe Za, gue gak akan biarin tuh makhluk jadi-jadian menghancurkan hidup gue cukup masa depan gue yang dia berantakin tapi tidak dengan kehidupan gue"


" Selama ini sudah banyak cewek-cewek yang dia bikin menangis mengemis-ngemis cintanya tapi kali ini gue yang akan buat dia menangis dan mengemis karena takut dicampakkan"


" Nana maafin gue, mungkin kenyataan ini sangat menyakitkan buat loe tapi gue juga enggak ada pilihan, kalau gue bisa memilih gue udah pasti menolaknya Na" batin Miska yang bermonolog dengan dirinya sendiri.


" Semoga loe dapat laki-laki yang jauh lebih baik Na"


" Gue enggak boleh menangis!" ucap Miska kembali menyemangati dirinya sendiri


Ceklekk


mama Rika masuk ke dalam kamar Miska bersama dengan mommy Sarah


" Sayang, apa kamu sudah siap?" tanya mama Rika setelah menghampirinya


" Insyaallah Allah sudah mah!" ucap Miska memaksakan senyumnya menahan sesak di dadanya berusaha untuk tidak menangis


" Kamu cantik sekali sayang!"puji mommy Sarah


" Terima kasih tante" sahut Miska tersenyum tipis


" Loh kok tante, panggil mommy dong sayang. kamu itukan sebentar lagi akan jadi anak mommy juga sayang"


Miska tersenyum " Iya tante eh.. maksud Miska mommy"


" Nah gitu dong sayang" mommy Sarah memeluk Miska dengan hangat


" Mama kenapa kok nangis?" tanya Miska saat dirinya sudah mengurai pelukannya dengan mommy Sarah


" Mama enggak apa-apa kok sayang, cuma mama sedikit merasa bersalah sama kamu" mama Rika mengusap lembut pipi Miska


" Mah, Miska mohon jangan menangis. ini mungkin sudah takdir Miska mah, bagaimana Miska bisa menjadi gadis yang kuat jika mama sendiri cengeng begini. Miska sudah berjanji pada diri Miska sendiri mah untuk tidak menangis hari ini jadi Miska harap mama jangan membuat Miska menangis dan menjadi lemah" tutur Miska sedikit mencurahkan perasaannya


Mama Rika dengan cepat menghapus air matanya.


" Maafkan mama sayang, mama janji mama tidak akan menangis lagi" ucap mama Rika

__ADS_1


" Terima kasih ma" Miska memeluk mama Rika dengan menahan tangisnya.


Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menangis dan berusaha untuk selalu tersenyum.


Acara ijab qobul pun telah selesai saat semua para saksi mengatakan kata Sah yang menggema di seluruh ruangan tersebut.


Lantunan do'a pun dipanjatkan untuk kedua mempelai, para orang tua mereka tidak bisa menahan tangisnya terutama mama Rika begitu juga sanak saudara yang hadir mereka juga ikut menangis dan mendoakan kebaikan untuk keduanya.


Roni mengerutkan keningnya saat melihat wajah Miska yang terlihat datar dan dingin, apalagi ketika pak penghulu memintanya untuk menyematkan cincin di jari manis Miska, gadis itu hanya diam sampai acara selesai pun Miska tetap diam dia hanya tersenyum kepada yang lain tapi tidak dengan Roni.


Usai acara para tamu dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang tersedia begitu juga kedua orang tua Miska dan Roni.


" Selamat ya buat kalian berdua!" ucap seorang wanita dewasa yang datang menghampiri Roni dan Miska yang baru saja hendak bergabung dengan para orang tua.


" Tante Alya!" pekik Roni yang terkejut dengan kedatangan wanita tersebut yang sedang menggendong seorang bayi laki-laki yang sangat tampan dan juga menggemaskan.


"Tante enggak nyangka loh kamu menikah di usia yang masih terbilang sangat muda!" goda Alya


" Tante.....!" Roni mendelik tajam namun bukannya takut Alya malah tertawa


" Tante datang sama siapa?" tanya Roni


" Ya sama om kamulah Ron" sahut Alya


" Saya Miska tante" jawab Miska dengan senyum yang terlihat manis


" Saya Alya tantenya Roni, semoga kamu kuat dan tahan ya menghadapi anak yang satu ini. bandelnya luar biasa" ucap Alya seraya melirik ke arah Roni dan Miska hanya menjawab dengan senyuman saja.


" Maaf tante saya pamit dulu, mau istirahat sebentar!" ucap Miska dan Roni menoleh ke arah Miska yang sudah berbalik badan hendak pergi ke kamarnya.


" Iya silahkan, kamu pasti capek!" sahut Alya sebelum Miska beranjak pergi


" Kamu enggak ikut isteri mu?" goda Alya


" Tidak ah tante, aku masih ada urusan lain" sahut Roni yang langsung pergi meninggalkan Alya


" Dasar tuh anak masih juga belum berubah!" Alya menggelengkan kepalanya


Di dalam kamar Miska duduk di depan cermin memperhatikan dirinya sendiri " Cantik!" pujinya


" Permainan baru akan dimulai" gumamnya


Setelah lama duduk di depan cermin Miska akhirnya memilih untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Miska masuk ke dalam kamar mandi dan tidak lama dari itu Roni masuk ke dalam kamar tersebut, Roni mengedarkan pandangannya namun tidak melihat keberadaan Miska saat hendak kembali melangkah keluar dia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi


" Pasti dia sedang mandi, gue ingin tahu reaksi tuh cewek saat keluar dari kamar mandi ada gue disini. pasti tuh cewek kaget banget apalagi kalau cuma pakai handuk!" gumamnya


Setelah 20 menit menunggu akhirnya Miska pun keluar dari kamar mandi, Roni mengerutkan keningnya saat melihat Miska sudah rapih saja dengan setelan celana jins dan kaos tangan panjang berwarna putih.


Miska terlihat jauh lebih cantik tanpa riasan wajah nampak begitu natural.


Roni tertegun melihat Miska, namun dengan segera ia mengontrol kembali pikiran dan tujuannya.


Miska tidak menghiraukan keberadaan Roni sikapnya masih cuek dan dingin.


Roni masih terus memperhatikan Miska yang biasanya kalau marah langsung meledak-ledak tapi kali ini gadis yang berada di hadapannya nampak sulit untuk disentuh.


" Elo sekarang sudah menjadi isteri gue, tapi jangan ge'er dulu loe dengan status baru loe itu. kita cuma menikah karena perjodohan konyol ini jadi jangan berharap lebih dan jangan pernah ikut campur dengan urusan gue" ucap Roni membuat Miska menoleh ke arahnya lalu dengan perlahan melangkah maju mendekati Roni yang sedang duduk di tepi tempat tidur


" Gue berharap ini akan segera berakhir, 6 bulan gue rasa adalah waktu yang cukup untuk menjalani permainan ini. Loe juga masih ingat bukan kalau gue sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini jadi tidak usah khawatir kita hanya menikah di atas kertas"


" Elo dan gue bukan siapa-siapa, jadi gue juga peringati loe jangan pernah ikut campur dengan urusan gue"


" Elo...!" geram Roni


" Soal loe yang suka mainin perasaan cewek silahkan aja loe lanjutkan kebiasaan buruk loe itu gue enggak peduli, ya semoga aja loe segera mendapatkan karmanya" Roni semakin tersulut emosi dan beranjak dari duduknya


" Kenapa takut?" Miska berbicara sesantai mungkin


" Ingat loe boleh main cewek sesuka hati loe tapi gue harap loe gak mempermainkan hati sahabat gue Nana. kalau loe beneran cinta sama dia gue akan lepaskan ikatan ini dan jika tidak jangan loe permainkan perasaannya"


Roni tersenyum miring " Jadi loe masih kepikiran sahabat loe itu dan sudah tahu kalau gue sama dia udah balikan lagi?"


Miska hanya diam menatap tajam ke arah Roni


" Gue pingin tahu bagaimana reaksinya tuh cewek saat dia tau sahabatnya yang dulu begitu menentang hubungannya dengan gue ternyata malah sudah nikah dengan gue" Roni tertawa mengejek


" Ya kalau loe memang berencana untuk memberitahunya untuk menjawab rasa penasaran loe itu silahkan saja loe cari tahu jawabannya" ucap Miska nampak tenang


" Gue enggak peduli dia mau marah tau enggak, toh pernikahan ini juga cuma pernikahan palsu. loe sama gue enggak ada hubungan apa-apa, jika dia mau sama loe silahkan saja ambil, gue mah gak minat sama sekali dengan cowok bereng**k macam loe" Roni menatap nyalang dan mengangkat tangannya ke udara namun sebelum tangannya benar-benar sampai menyentuh pipi Miska dengan gerakan cepat Miska sudah mencengkeram kuat pergelangan tangan Roni lalu dengan kasar menghempasnya


Roni terkejut bukan main disaat ia merasakan panas di pipi kanannya.


Setelah menghempaskan tangan Roni dengan cepat Miska yang berbalik melayangkan tangannya dan mendarat sempurna di pipi Roni


" Kalau elo berani main kasar jangan salahkan gue jika akan bersikap lebih kasar dari loe!" tegas Miska lalu pergi meninggalkan Roni begitu saja

__ADS_1


Roni memegangi pipinya yang terasa berdenyut, ternyata tamparan Miska cukup keras membuat Roni terdiam dan menatap punggung Miska yang menghilang di balik pintu.


__ADS_2