Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Hari ini Miska sudah kembali masuk sekolah dan merupakan hari pertama untuknya dengan status sebagai isteri seorang laki-laki bernama Roni Aryandra


" Woyyy... kemana aja loe gak masuk-masuk, dipingit loe?" sapa Nicko yang tiba-tiba muncul di belakangnya


"Sialan loe ngagetin gue aja" Miska menoyor kepala Nicko


"Loe kemana aja sih Mis hampir seminggu loe enggak masuk, sakit loe?" tanya Billy yang berjalan di samping Nicko


" Elo berdua pada kenapa sih, gue baru enggak masuk seminggu aja sampai segitu kangennya?" ucap Miska dengan percaya dirinya


"Idih ge'er banget loe, gue mah cuma kasihan tuh sama emak loe nyariin anaknya gak nemu-nemu" sahut Nicko


" Masa?" dengan wajah yang dibuat seimut mungkin


" Bilang aja kalau kalian berdua itu sebenarnya kangen sama gue, enggak usah gengsi deh iya kan?"


" Malas banget" Nicko berjalan mendahului Miska yang tengah tertawa


" Sebenarnya elo kemana aja sih Mis?" tanya Billy yang masih penasaran karena pertanyaannya belum juga dijawab.


" Ada urusan keluarga, kenapa memangnya?"


" Enggak kenapa-napa juga sih cuma ada yang kurang lengkap aja kemarin tuh karena enggak ada elo di geng ceriwit


Seketika Miska menghentikan derap langkahnya dengan raut wajah yang berubah sendu dan hal itu tidak luput dari perhatian Billy


" Elo itu sebenarnya kenapa si Ka, ada masalah atau loe lagi enggak enak badan?" tanya Billy sedikit khawatir


Miska hanya tersenyum lalu kembali melangkah dan pergi begitu saja, Billy setengah berlari mengejar langkah Miska yang berjalan menuju kelas.


" Assalamualaikum temen-temen!" teriak Miska sontak suaranya yang menggelegar ke seluruh ruang kelas membuat Khanza, Nana, Hana dan teman-teman yang lainnya menoleh ke arahnya.


" Miska!" teriak Khanza yang tanpa sadar berlari ke arahnya membuat Nana, Hana dan Miska juga refleks ikut meneriaki Khanza.


" Za jangan lari!" teriak Hana


" Za ingat loe lagi_!" Nana spontan menutup mulutnya yang hampir saja keceplosan


" Za berhenti!" Miska merentangkan tangannya ke depan


Khanza yang disebut namanya pun spontan menghentikan langkahnya.


" Ya ampun Za, biasa aja kali. tuh anak juga pasti nyamperin loe enggak usah lebay gitu deh hampir aja loe_!" Nicko menjeda ucapannya dan Khanza menyengir tanpa dosa


" Gue lupa!" ucap Khanza nyengir


" Udah sana duduk!" tegas Nicko yang akhir-akhir ini memang sedikit posesif pada Khanza setelah mengetahui tentang kehamilan Khanza


" Siap uncle koko!" Khanza langsung menurut dan kembali duduk ke tempatnya.


" Za Loe tuh ya bikin panik aja tau gak!" bisik Miska yang kini sudah duduk di bangku sebelah Khanza


" Ya maaf spontan aja, abisnya gue udah kangen banget sama Loe" Khanza memeluk lengan Miska


" Ka, loe kemana aja sih enggak masuk-masuk selama seminggu?" tanya Hana yang pura-pura tidak tahu


" Gue...!" Miska nampak berpikir dan Nana dengan jelas dapat melihatnya

__ADS_1


" Gue ada urusan keluarga" jawab Miska sedikit salah tingkah


" Kok lama banget, memangnya acara apa? pernikahan?" tanya Nana membuat Miska terkejut


Deg


Miska terdiam pertanyaan Nana begitu menohok " Emmm... itu anu... ah iya!" jawab Miska gugup seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu cengengesan


" Saudara loe yang mana Ka?" tanya Nana lagi membuat Miska menelan salivanya susah payah.


" Emmm.. saudara jauh" jawab Miska asal


Saat Nana hendak bertanya lagi bertepatan dengan bunyi bel membuat Miska akhirnya bisa bernafas dengan lega.


Tidak lama bel berbunyi Aldy masuk ke dalam kelas dan seperti biasa dia menjelaskan sebentar lalu memberikan tugas untuk segera dikerjakan.


Miska kali ini terlihat berbeda, biasanya selalu fokus dan serius setiap kaki mengikuti mata pelajaran tapi kali ini dia terlihat tidak konsentrasi dan merasa kesulitan untuk mengerjakan tugas yang Aldy berikan.


Hingga jam pelajaran usai dan semua murid sudah selesai mengerjakan tugasnya yang kemudian dikumpulkan dimeja Aldy tapi Miska justru belum mengerjakannya.


" Ka, elo gak salah. Loe belum mengerjakan tugas Loe satu pun!" ucap Miska yang sedetik kemudian membuat Miska terkesiap dari lamunannya dan melihat ke atas meja lembaran soal yang masih bersih belum ada coretan satupun


" Oh ya ampun Za gue_" ucap Miska yang nampak panik


" Yaudah loe santai aja nanti gue yang ngomong" ucap Khanza menepuk bahu Miska


" Thanks ya Za!" ucap Miska lega


" Sama-sama, loe tenang aja ya!" Khanza lalu beranjak dari duduknya dan meraih soal milik Miska lalu memberikannya kepada Aldy


" Maaf pak Aldy, Miska belum mengerjakan tugas-tugasnya" ucap Khanza pada Aldy membuat laki-laki tersebut menoleh ke arah Miska lalu beralih ke Khanza


" Maaf pak Aldy, ini kan hari pertama Miska baru masuk sekolah setelah seminggu kemarin dia izin"


" Lalu hubungannya apa dengan tidak mengerjakan tugas yang saya berikan?" tanya Aldy membuat Khanza memutar bola matanya malas


" Dia sedang tidak enak badan pak " Sahut Khanza dengan sedikit mengerucutkan bibirnya dan menggerutu


" Yaudah kalau begitu bilang pada temanmu itu dia boleh mengerjakannya di rumah dan besok langsung serahkan ke saya!" ucap Aldy yang tidak ingin membuat sang isteri marah dan merajuk karena pasti akan sulit nantinya.


" Terima kasih pak" ucap Khanza yang langsung menghampiri Miska


" Bagaimana?" tanya Miska


"Elo boleh ngerjain di rumah dan besok baru Loe kumpulin" sahut Khanza


" Alhamdulillah, terima kasih ya Za." Miska memeluk Khanza


" Ada apaan sih kok pakai acara pelukan gitu?" tanya Hana yang sudah berjalan menghampiri mereka berdua setelah pak Aldy keluar dari kelas


" Enggak ada apa-apa, kantin yuk!" ajak Miska yang sudah beranjak dari duduknya


" Ayok ah cus, gue juga udah lapar nih!" Khanza pun sudah berdiri


" Pada mau kemana?" tanya Nicko yang bertanya dari tempat duduknya


" Kantin!" jawab Hana

__ADS_1


" Kuy lah ikut" Nicko pun langsung beranjak dari duduknya dan diikuti oleh Billy


Sesampainya di kantin Khanza cs langsung duduk di tempat biasa dan kali ini Nana dan Nicko yang bertugas untuk memesan makan dan minum.


Tidak berapa lama Nana dan Nicko sudah kembali dengan membawa pesanan teman-temannya.


Saat mereka sedang menikmati makanannya tiba-tiba pandangan mereka teralihkan pada sosok laki-laki yang baru saja datang bersama seorang wanita, mereka nampak begitu mesra dan hal itu sudah tidak aneh lagi untuk Khanza cs.


Khansa, Hana dan Nana memusatkan perhatiannya kepada Miska yang terlihat begitu santai dan biasa-biasa saja. Nana yang kemarin sudah memutuskan hubungannya dengan Roni saja merasa sedikit kesal melihat kemesraan Roni dengan pacar barunya tapi seorang Miska yang bahkan kini sudah berstatus isterinya makan bersikap santai seolah tidak ada hubungan apa-apa di antara mereka berdua.


Miska dengan santainya menikmati makanannya tidak ingin terusik dengan apa yang ada di depan matanya, bagi Miska itu sesuatu yang tidak penting menurutnya.


" Ka elo enggak apa-apa kan?" bisik Khanza yang memang kebetulan duduk bersebelahan dengannya.


Miska menghentikan suapannya dan menoleh ke arah Khanza lalu tersenyum " Emangnya gue kenapa? lagian Loe semua pada kenapa sih kok ngeliatin gue nya gitu banget?" tanya Miska memperhatikan temannya satu persatu.


"Enggak, Loe tumben aja diam, biasanya kalau melihat pemandangan yang begitu langsung komen Loe" ucap Nicko


" Yang kayak begitu mah udah enggak penting di urusin, toh nantinya dosa juga mereka yang akan menanggungnya sendiri" sahut Miska dengan seulas senyum diwajahnya membuat Nicko mengangguk setuju dengan ucapan Miska


" Tapi elo itukan_?" Khanza menjeda ucapannya


" Za udahlah Loe enggak usah khawatir, hal kayak gitu mah udah enggak mempan buat gue, udah basi" Miska masih mengembangkan senyumnya


" Maksudnya apa sih?kalian itu bicarain tentang apa?" tanya Nicko penasaran dan diangguki oleh Billy yang juga tidak paham dengan arah pembicaraan Khanza dan Miska


" Enggak ada, ini urusan wanita kaum laki-laki dilarang masuk!" jawab Miska lalu tertawa dan diikuti oleh Khanza


" Wah jahat kalian" timpal Billy


" Pakai rok dulu sana Bill kalau loe mau tau urusan cewek!" ucap Hana dan Billy langsung mencibikkan bibirnya


" Emang gue cowok apakah?" sahut Billy


" Cowok apa dong" ledek Nana


" Cowok apanya?" goda Hana


" Cowok apalah.... apalah" Khanza ikut menimpali


" Mak inget tuh perut, ponakan gue tuh di dalam jangan sembarang ngatain mak nanti kualat anak Loe gantengnya mirip gue baru tau rasa Loe Mak" oceh Billy


" Eh tuh mulut pingin gue kuncir kali ya, kalau ada yang denger bisa amsyong gue" Khanza ingin mencubit Billy namun karena posisinya yang rada jauh tangan Khanza hanya mencubit di udara


" Lagian loe juga sih Mak, ikut-ikutan aja mulutnya kayak cabe mercon"


" Cabe setan kali?" ucap Nicko yang menekankan kata setannya pada Billy


" Eh somplak setannya ngapa ke arah gue?" Billy menoyor kepala Nicko


" Wah situ merasa sebangsa ya?" ledek Miska


" Eh ini anak lagi satu pakai ikut - ikutan Nicko" ucap Billy dan Miska tertawa


Mereka asik bercanda dan tertawa bersama apalagi Miska yang tidak ingin menyia-nyiakan waktu kebersamaannya bersama para sahabatnya.


Miska merasa lebih tenang dan nyaman saat bersama para sahabatnya,dia tidak ingin memikirkan masalah hidup dan rumah tangganya yang tidak jelas ketika bersama teman-temannya.

__ADS_1


Miska tertawa begitu lepas seperti tidak ada beban hidup yang harus ia tanggung. Khanza, Hana dan Nana menatapnya lekat mereka tahu betapa beratnya beban hidup yang harus ditanggung oleh sahabatnya itu dan demi persahabatan, mereka berusaha untuk menghibur dan membiarkan Miska tertawa selepas mungkin karena hanya itulah yang dapat mereka lakukan untuk menghibur dan memberinya semangat.


Senyum Miska yang begitu lepas terlihat tanpa beban sedikitpun membuat seseorang yang sedari tadi tengah memperhatikannya mengepalkan tangannya kuat


__ADS_2