Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Terkuak


__ADS_3

Lia dan Mario tengah berjalan bersama bahkan tangan Mario tidak ragu-ragu menggandeng tangannya.


Gelak tawa terdengar dari mereka membuat Mia, Mona dan Indah terperangah melihat pemandangan yang ada di depannya.


Zaira hanya tersenyum tipis melihat adik iparnya yang kini sudah kembali ceria.


" Itu?" ucap Indah yang merasa sedikit tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


" Sejak kapan mereka dekat, dan Mario bisa tertawa seperti itu?" tanya Indah dibalik keterkejutannya.


" Gue juga gak nyangka Lia sama Mario bukannya yang selama ini kita tahu Lia dan kak Rangga_?" ucapan Mona terpotong.


" Hati orang tidak akan pernah tahu kemana ia akan berlabuh" ucap Zaira


" Loe benar Za!" ucap Mia menimpali


" Tapi yang kita tahu mereka itu gak pernah terlihat dekat bahkan melihat mereka saling tegur sapa pun gak pernah lalu bagaimana mereka bisa sedekat itu ya?" tanya Indah terheran-heran.


" Gue juga awalnya gak percaya tapi ternyata benar, hubungan mereka benar-benar sedekat itu!" ucap Zaira tersenyum bahagia.


" Tapi bagaimana bisa Lia suka sama Mario, seperti yang kita tahu Mario itu selalu menjadi biang masalah di sekolah" ucap indah yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


" Mungkin karena kita tidak mengenalnya Ndah" ujar Zaira.


" Tak kenal maka tak sayang seperti itulah pepatah mengatakan, Lia sayang karena dia mungkin sudah mengenal Mario dengan baik." tambahnya lagi.


" Yang Za katakan ada benarnya Ndah, mungkin kita hanya menilai Mario dari segi apa yang kita lihat dengan mata kita selama ini, dari telinga yang kita dengar tanpa kita ketahui sisi kebenarannya atau bisa jadi karena kedekatan mereka yang membuat Mario menjadi berubah dan menjadi lebih baik. " ucap Mia sependapat dengan cara berpikir Zaira.


" Terkadang kita hanya menilai sesuatu dari apa yang kita lihat diluarannya saja, tanpa kita tahu isi yang ada didalamnya. Sebagai sahabat kita sudah semestinya mendoakan dan memberi mereka dukungan agar mereka bisa menjalani hubungan mereka dengan baik." ucap Zaira menambahi.


" Tapi yang gue tau dari sepupu gue Mario itu orang yang sangat cuek dan selalu bersikap dingin. gue gak mau Lia sampai sakit hati karena Mario, kita sudah lihat kan tadi belum apa-apa aja Lia sudah dibuat menangis. seperti yang kita tahu Lia itu anak yang seperti apa berapa kali putus cinta gue gak pernah melihat Lia sesedih itu tapi Mario baru sebentar bersamanya sudah membuat seorang Meliani menjadi gadis yang sangat rapuh" ucap Indah yang masih tidak terima jika Lia bersama dengan Mario.


" Terus mau loe apa, memisahkan mereka gitu? kita itu gak tahu permasalahan apa yang terjadi di antara mereka, jangan menilai sesuatu yang belum kita ketahui kebenarannya karena itu bisa menjadi fitnah. kita tidak perlu mengingat Lia yang tadi menangis di kelas tapi kita lihat Lia yang sekarang. Lia yang sedang bahagia bersama malaikat nya" ucap Zaira yang diujung kalimatnya kelepasan bicara.


" Malaikat penolong, maksud loe?" tanya Mia, Mona dan Indah bersamaan.


Zaira nampak terkejut karena dia pun tanpa sadar mengatakan hal itu.


" Selama ini kalian selalu ingin tahukan siapa malaikat penolong itu?" Suara Lia tiba-tiba mengejutkan semuanya.


" Lia" ucap lirih sahabatnya


" Malaikat penolong itu adalah laki-laki yang saat ini berdiri di hadapan kalian." ucap Lia menatap Mario dengan tatapan lembut


Begitu juga dengan Mario yang tengah menatap Lia dengan tatapan hangat.


" Mario, My Io adalah malaikat penolong yang selama ini gue ceritakan ke kalian. gue beruntung banget bisa mengenalnya karena jika tidak ada dia mungkin Meliani saat ini hanya tinggal sebuah nama" ucap Lia membuat Mario langsung meletakkan jari telunjuknya di bibir Lia.


" Sutt, jangan bicara seperti itu!" Mario menggeleng pelan.


" Jangan bicara seperti itu lagi dan jangan pernah mengungkit hal itu lagi. kenangan buruk tidak baik bila terus menerus di ingat. bukankah kita sudah pernah berjanji untuk tidak mengingatnya lagi!" ucap Mario sedikit tegas karena Mario tidak ingin Lia mengingat kejadian buruk itu lagi yang bisa membuat Lia kembali trauma.


Mendengar ucapan Mario membuat para sahabat Lia tertegun, seperti tidak percaya kata-kata itu keluar dari bibir seorang Mario, kata-kata yang lembut dan manis terutama Indah.


" Maaf jika gue gak jujur sama kalian, karena awalnya gue masih belum yakin aja sama perasaan gue. tapi setelah kejadian tadi pagi gue baru merasa yakin dengan perasaan gue sendiri karena mendengar dia bersama cewek lain rasanya tuh nyesek banget" ucap Lia yang jujur mengungkapkan apa yang ada di hatinya saat ini sambil tersenyum ke arah Mario.


" Nyesek sampai seorang Meliani nangis sesenggukan ya?" goda Mario yang merangkul bahu Lia


" Apaan sih!" ucap Lia tersipu malu.


" Gue gak nyangka tau gak kalau kalian bisa sedekat ini, apalagi kalian selama ini gak pernah terlihat bertegur sapa dan jalan bareng tapi tau-tau udah jadian aja kayak gitu!" ucap Mia tersenyum merasa ikut bahagia melihat Lia bahagia.


" Jangan kan loe Mi, gue aja gak nyangka bisa sedekat ini sama orang yang super nyebelin" ucap Lia tertawa kecil melirik ke arah Mario.


" Nyebelin apa ngangenin?" goda Mario menaik turunkan alisnya


" Nyebelin" tegas Lia sambil terkekeh


" Nyebelin yang ngangenin ya" Mario tergelak membuat sahabat-sahabat Lia melongo seakan tidak percaya kalau laki-laki yang di hadapan mereka adalah Mario si biang masalah yang bermuka datar dan dingin.


" Apa gue gak salah lihat ya?" ucap Mia pelan


" Pantas Lia segitu terpesona, tampan gi*a" Mona menimpali dengan suara sepelan mungkin.


" Ternyata yang dikatakan sepupu gue itu gak seperti apa yang gue lihat sekarang!" Indah ikut bersuara.


" Yaitulah cinta, bisa merubah segalanya!" ucap Zaira

__ADS_1


" Gaess, hari ini kita langsung ke rumah sakit atau mau pulang dulu?" tanya Lia membuat sahabatnya terkesiap.


" Apa?" tanya Mona yang mendadak tuli karena terkesiap dengan ketampanan Mario yang tidak terlihat seperti biasanya.


" Yang sebaiknya kamu jangan senyum-senyum kayak gitu deh, lihat tuh mereka jadi ngeliatin kamu terus tuh!" senggol Lia pada Mario yang masih tersenyum kepada Lia.


" Apa Yang?" tanya Mario yang malah tersenyum lebar.


" Ish, jangan senyum-senyum!" Lia mendaratkan cubitan kecil di perut Mario.


" Aww, iya ampun Yang" Mario meringis sambil tergelak.


" Cie sudah panggil sayang-sayangan aja nih, co cweet banat cie!" goda Mia sambil terkekeh.


" Duh jiwa jomblo gue berontak nih" ucap Mona


" Gak jomblo dong Mon, kan ada babang Yoyo" goda Zaira


" Cie Mona, sama bang Yoyo nih ceritanya?" ucap Lia beralih Mona yang menjadi bahan godaan


" Apaan sih gak lucu deh!" Mona mendengus kesal


" Cie marah!" ledek Indah


" Udah pada ada pasangan berarti gue dong yang jomblo sendirian" ucap Mia pasang wajah sedih


" Sama babang Rangga aja Mia" usul Indah


" Dih ogah, bukan level gue ya" sahut Mia


" Cih, sombong" ucap Zaira


" Biarin"


" Bagaimana dengan Mita, dia juga masih jomblo" ucap Indah


" Siapa bilang Mita jomblo" ucap Zaira membuat sahabat-sahabat menoleh ke arahnya


" Emangnya Mita udah punya pacar?" tanya Mia kepo


" Seriusan loe Za?" ucap Mona terkejut


" Siapa Za calon suami Mita? bukannya selama ini kita tidak pernah melihat Mita jalan sama cowok ya? telponan juga gak pernah" tanya indah yang nampak berpikir


" apa Mita di jodohin?" tanya Mona


" Mita memang sempat di jodohkan sama papanya sebab itulah Mita kini berbaring di rumah sakit sekarang, karena Mita menolak dengan keras perjodohan itu" terang Lia menjelaskan


" Mita menolak di jodohkan karena dia juga sudah mempunyai laki-laki pilihannya sendiri, bahkan mereka sudah berencana setelah Mita lulus mereka akan segera menikah" ucap Zaira lalu menghela napas panjang.


" Kasihan pacar Mita, pasti dia sangat sedih ya melihat kondisi Mita sekarang" ucap Mona


" Bukan hanya sedih, dia juga merasa sangat bersalah karena tidak bisa menjaga dan melindungi Mita, dia selalu menyalahkan dirinya sendiri. Setiap hari dia selalu menjaga Mita sampai tidak sempat mengurus dirinya sendiri dengan segala kesibukannya. bekerja dan juga menemani Mita dengan setia" ucap Zaira membuat teman-temannya merasa terharu.


" Dari mana loe tahu Za?" tanya Mona penasaran


" Iya Za, setiap hari kita ke rumah sakit tapi kita tidak pernah melihatnya ada di sana?" tanya Indah yang juga penasaran.


" Apa kita semua mengenalnya Za?" tanya Lia


Zaira tersenyum tipis sebelum menjawab.


" Apa kalian benar-benar tidak pernah melihat seseorang yang menemani Mita ketika datang menjenguknya?" Zaira balik bertanya


Mona, Mia dan Indah menggeleng.


" Jangan bilang kalau orang yang loe maksud itu_?" tebak Lia yang menggantungkan kata-katanya.


Zaira menganggukkan kepalanya pelan.


" Serius Za?" tanya Lia seakan tidak percaya dengan ucapannya sendiri.


" Iya, gue juga sempat kaget. gue baru tau saat Mita masuk rumah sakit dan gue papasan saat mau masuk ke ruangan Mita terus dia ngajak gue bicara dan menceritakan semuanya"


" Gue udah duga sih, setiap kali melihatnya tatapan matanya begitu sendu dan jelas banget terlihat raut kesedihan dimatanya. " ucap Lia yang tangannya masih berada di genggaman tangan Mario.


" Yang loe berdua omongin siapa sih?" tanya Indah yang merasa bingung dengan percakapan Lia dan Zaira.

__ADS_1


" Dokter Ariel" Jawab Lia lantang


Deg


" Dok.. dokter Ariel?" tanya Mona terbata


" Kakak loe Za?" tanya Mia yang diangguki oleh Zaira


" Masa sih?" Indah menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal merasa dua kali dibuat terkejut oleh kedua sahabatnya.


" Mita dan dokter Ariel?" gumam Mona masih dalam ketidakpercayaannya.


" Awalnya gue juga kaget, dan gak percaya kalau bukan mendengarnya langsung dari kak Ariel" ujar Zaira


" Sejak kapan mereka dekat?" tanya Mona penasaran dengan hati yang bergemuruh.


" Kalau soal itu gue juga kurang tau pasti " sahut Zaira


" Ternyata dokter Ariel dan Mita bukan hanya sekedar hubungan antara pasien dan dokter saja ya selama ini. pantas setiap kali kita datang menjenguk Mita selalu ada dokter Ariel disana ternyata mereka memang memiliki hubungan yang lebih dari itu." ucap Mia


" Ya kita do'akan saja semoga cinta mereka menemukan jalannya dan mereka bisa bersatu dalam satu ikatan cinta" ucap Lia yang diangguki Mario lalu mengusap-usap kepala Lia dengan lembut.


" Yaudah yuk kita ke rumah sakit sekarang aja!" ajak Zaira.


" Ayok, kamu ikut kan Yang?" tanya Lia kepada Mario.


Baru Mario mau menjawab Mia sudah kembali menggoda dua sejoli yang sedang dimabuk cinta itu.


" Cie yang lagi kasmaran mah beda, gak mau jauh-jauh dari babang Mario" ledek Mia


" Babang Io!" ucap Lia sambil terkekeh


" Uluu... uluuu.... co cweet banget ci panggilan kecayangan neng Lia" goda Mia lagi


" Iya dong biar tambah ke lengket, iya gak Yang?" tanya Lia dan Mario hanya memperlihatkan senyum tampannya.


" Sumpah deh ya, loe beneran kak Mario ?" tanya Mia membuat Lia geleng-geleng kepala


" Emang loe pikir siapa?" Zaira melingkarkan tangannya di leher Mia sambil tertawa


" Ya orang lain, habisnya sumpah demi apapun ya loe berubah banget tau gak" jawab Mia membuat Mario menyunggingkan senyumnya dan geleng-geleng kepala dengan kejujuran Mia


" Begitulah cinta, dia bisa merubah segala apa yang ada" ujar Mario menatap ke arah Lia " Dan sungguh aku merasa sangat beruntung karena cinta yang ku dapatkan justru membawa pelangi yang begitu indah setelah merasakan mendung yang berkepanjangan." ucap Mario menatap Lia dalam-dalam membuat Lia merasa sangat terharu dan berkaca-kaca.


" Baper.. gue baper. gi*a jiwa jomblo gue berontak ini!" teriak Mia melihat keromantisan yang diciptakan Mario untuk Lia dan memancing gelak tawa semuanya kecuali Mona yang ikut tertawa dengan terpaksa.


" Sudah-sudah, kapan berangkatnya ini?" ucap Zaira membuat perhatian beralih ke arahnya.


" Yaudah yuk cus deh!" sahut Mia merangkul lengan Zaira.


" Yang maaf ya aku gak bisa menemani kamu buat ngejenguk sahabat kamu Mita, nanti pulangnya aja ya aku jemput kamu, gak apa-apakan?" ucap Mario membuat Lia mencibikkan bibirnya


" Yang!" panggil Mario selembut mungkin membuat sahabat-sahabat Lia mengulum senyumnya


Mario menarik tangan Lia menjauh sedikit dari sahabat-sahabatnya. " Aku harus ke kantor papa sekarang setelah itu ke kantor papa Sam ada yang mau dibahas dengan sekretaris kakak kamu kak Sendy, papa dan pak Bagaz saat inikan sedang rapat di sekolah ini jadi papa meminta aku menemani kak Sendy untuk mengecek ke lapangan !" Bisik Mario Lia pun lalu mengangguk paham.


" Yaudah gak apa-apa, hati-hati ya bawa motornya" ucap Lia


" Iya sayang" Mario mengusap pucuk kepala Lia sambil tersenyum.


" Aku pergi sekarang ya!"


" Iya"


" Nanti kalau pekerjaannya cepat kelar aku jemput" ucap Mario sebelum pergi


" Tidak usah yang, kamu istirahat aja aku juga kan bawa mobil" ucap Lia


" Baiklah kalau begitu, nanti malam saja aku ke rumah!"


" Terserah kamu saja"


" Aku pergi" ucap Mario


" Iya, udah sana!" Lia mendorong Mario pelan karena sedari tadi hanya bilang pergi tapi masih saja diam di tempat.


Mario tersenyum dan tertawa kecil sebelum pergi membuat teman-teman Lia dibuat geleng-geleng kepala melihat kebucinan keduanya.

__ADS_1


__ADS_2