
Khanza kembali ke kelasnya dengan tergesa karena Miska dan yang lainnya sudah menunggunya.
" Sorry... sorry.. sorry!" ucap Khanza saat memasuki kelas Miska, Hana, Nana dan juga Billy langsung menoleh ke arah Khanza bersamaan.
" Elo tuh ya benar-benar deh Za, kebiasaan banget sih ngilang mulu!" omel Miska seperti emak-emak yang sedang memarahi anaknya.
" Ya maaf, gue enggak niat ngilang tapi ya loe tau sendirilah!" Miska geleng-geleng kepala sedangkan Khanza cengar-cengir seperti tanpa dosa dan duduk di bangkunya.
" Emangnya loe kemana sih Za, untung tadi gue enggak jadi pesenin loe ketopraknya" ucap Nana yang tadi dimintai tolong sama Khanza untuk dibelikan ketoprak namun Miska mencegahnya.
" Gue ada urusan bentar" Khanza berubah datar saat Nicko berjalan menghampirinya
Billy yang melihat raut wajah Khanza berubah langsung mengikuti arah pandang Khanza yang ternyata saat Billy menoleh ada Nicko dibelakangnya.
" Muka loe kenapa Ko melas banget romannya?" tanya Billy
" Bukan urusan loe" jawab Nicko ketus
" Elo kenapa sih Ko jadi enggak asik gitu sama Billy?" kesal Khanza
" Sudah biarin!" jawab Billy setenang mungkin.
" Gue mau kita bicara berdua Za nanti pulang sekolah, biar sekalian pulangnya loe gue yang antar" ucap Nicko to the points
" Gue gak bisa!" jawab Khanza datar bahkan enggan untuk menoleh
" Yang ada bukan bicara tapi loe lancarkan aksi bejat loe!" batin Khanza
" Za please ya mau!" Nicko nampak memohon
" Kalau loe mau bicara sekarang aja" sahut Khanza
" Enggak bisa Za sebentar lagi guru pasti masuk!" jawab Nicko
" Yaudah nanti pulang sekolah " jawab Khanza
Bel pulang berbunyi semua murid bergegas keluar kelas.
Khanza masih setia duduk di kursinya.
" Za loe enggak pulang?" tanya Miska yang hendak beranjak dari duduknya namun urung karena Khanza masih duduk santai disampingnya
" Gue ingin Nicko kembali seperti dulu Mis!" sahut Khanza sendu
" Gue ngerasa dia udah banyak berubah!" lanjutnya
" Terus loe mau bicara sama dia?" Khanza mengangguk.
" Za!" panggil Nicko yang sudah berdiri di hadapannya
" Iya Nick, loe mau bicara apa? bicara aja sekarang!" titah Khanza
" Gue ingin kita bicara berdua Za!" Khanza menoleh ke Miska dan Billy pun yang belum beranjak dari kursinya mengamati interaksi dua sahabatnya itu
" Emang ada urusan apa loe sama Khanza sampai mau bicara berdua segala?" tanya Miska sewot
" Kenapa sih loe selalu ikut campur terus urusan orang? ini urusan gue sama Khanza jadi mendingan loe diam aja deh!" Nicko tersulut emosi
Miska hendak menjawab namun di cegah oleh Billy yang ternyata sudah berdiri di antara mereka
" Khanza itu sahabat kita dan wajar kalau kita peduli sama dia. loe juga kalau masih menganggap kita ini sahabat loe kenapa sih harus ada rahasia-rahasiaan segala?" kini Billy yang mewakili Miska bicara
Nicko tersenyum mengejek " Loe juga enggak usah ikut campur deh, loe bilang sahabat? gue enggak mau hanya sekedar sahabat, paham loe? dan gue juga yakin dalam hati loe sebenarnya loe juga suka kan sama Khanza dan berharap lebih dari sahabat iya kan?" tanya Nicko penuh selidik
Khanza yang mendengar ucapan Nicko langsung menoleh ke Billy dan seakan menunggu jawaban dari laki-laki yang berstatus sahabatnya itu.
Billy tersenyum tipis seraya menoleh ke Khanza dan kembali menatap Nicko lekat
" Loe mau tau hem..?" Billy tersenyum miring
" Jujur gue memang suka sama Khanza tapi rasa sayang dan suka gue ke Khanza itu tulus dan murni dari dalam hati sebagai sahabat dan kalau pun ternyata rasa itu tumbuh lebih dari itu gue juga enggak bisa mengelak jika rasa itu tumbuh untuk siapa." Billy menjeda ucapannya
" Tapi rasa yang gue miliki bukan untuk dipaksakan apalagi membuatnya merasa tidak nyaman bila berada di dekat gue" jawab Billy tulus
" Cinta itu memberi rasa nyaman dan bahagia. jika cinta yang loe punya, loe paksakan itu bukanlah arti cinta yang sebenarnya melainkan hanyalah sebuah obsesi yang dikendalikan oleh hawa nafsu yang berlebih dan nantinya akan membuat loe jauh dari cinta itu sendiri" lanjut Billy
Khanza tercengang dengan penuturan yang diucapkan oleh Billy, sungguh kata-kata yang bijak dan berpikir positif dalam memaknai arti sebuah cinta. Khanza sungguh kagum dengan sikap Billy yang begitu dewasa dan ternyata bukan Khanza saja Miska, Nana dan Hana pun merasa kagum dengan jawaban yang diberikan Billy pada Nicko sungguh diluar dugaan mereka.
Jawaban Billy sungguh menohok, Nicko terdiam dan merasa tersentil dengan ucapan Billy.
" Nicko gue sebenarnya juga kecewa dan sedih dengan sikap loe yang berubah akhir-akhir ini. Gue ingin Nicko sahabat gue yang dulu yang tulus dan menghargai persahabatan kita" jawab Khanza sendu
" Gue sekarang seperti tidak mengenali loe sebagai sahabat gue" Khanza sudah menitikkan air matanya.
" Za!" lirih Nicko
" Apa yang ingin loe bicarakan berdua sama gue? apa soal perasaan loe itu?" tanya Khanza tegas
__ADS_1
" Gu .. gue!" ucap Nicko terjeda
" Oke, gue akan ikut sama loe kali ini. sebagai sahabat gue percaya sama loe untuk yang terakhir kali tapi jika loe bikin gue kecewa gue anggap persahabatan kita juga cukup sampai disini"
"Khanza!" pekik Miska yang merasa kesal dengan keputusan Khanza
" Nanti gue yang akan antar loe pulang!" ucap Nicko
" Hem!" jawab Khanza dengan malas
Saat ini Khanza dan Nicko sedang berada di dalam mobil. tidak ada percakapan antara keduanya saling diam dan bingung harus memulai pembicaraan dari mana.
Mobil yang Nicko kendarai melewati jalur yang seharusnya mengarah ke rumah Khanza.
" Nicko loe mau bawa gue kemana?" tanya Khanza yang sebenarnya sudah merasa cemas dari setadi ditambah dengan Nicko yang melewati jalan yang mengarah ke rumah ibunya Khanza.
" Kita akan pergi kesuatu tempat " jawab Nicko tanpa menoleh
" Kemana?" Khanza mulai waspada
" Elo akan tahu nanti"
" Gue percaya sama loe kali ini tapi kalau loe membuat gue kecewa lagi gue pastikan gue akan membenci loe seumur hidup. Kesempatan kedua tidak akan datang dua kali. pikirkan baik-baik sebelum loe menyesal nantinya!" pesan Khanza
Nicko diam saja, pandangannya fokus menatap jalanan namun pikiran dan hatinya berkecamuk.
Nicko memarkirkan mobilnya di sebuah rumah yang cukup besar.
" Ayo turun!" ajaknya
" Maksud loe apa membawa gue ke sini?" Khanza menolak untuk turun
" Kita bicara di dalam!"
" Gue enggak mau, kita bisa bicara ditempat yang lebih terbuka, untuk apa ke rumah yang entah rumah siapa ini?"
" Ayolah turun kalau enggak_" Khanza memotong ucapannya
" Kalau enggak apa?" tanya Khanza menantang
" Gue akan memaksa loe!" Nicko langsung menarik tangan Khanza dan memaksanya untuk ikut
" Nicko lepasin tangan gue, loe enggak bisa maksa gue seperti ini!" teriak Khanza dengan marah
" Maaf Za gue enggak bisa menahannya lagi loe harus jadi milik gue" ucap Nicko yang tentu saja membuat Khanza terkejut bukan main
" Nicko loe masih bisa berhenti disini atau loe akan menyesal selamanya. gue sudah percaya sama loe dan memberikan loe kesempatan untuk memperbaiki semuanya. jangan ikuti hawa nafsu yang hanya akan menjerumuskan loe pada sebuah penyesalan. gue bahkan sudah memaafkan kesalahan loe atas apa yang pernah ingin loe perbuat sama gue!"
Langkah Nicko terhenti lalu menoleh kearah Khanza. Degup jantung Nicko berpacu sangat kencang hatinya bergemuruh hebat.
" Loe_?"
" Iya, gue tau semuanya" jawab Khanza dengan mata yang sudah berkaca-kaca
" Loe itu sahabat baik gue Nicko, jangan biarkan orang lain memecah belah persahabatan kita" ucap Khanza
" Gue bisa aja tadi bicarakan ini semua dihadapan yang lain tapi gue tidak lakukan itu karena gue percaya loe hanya terbawa nafsu sesaat dan bisa kembali menjadi Nicko sahabat gue yang lama"
Nicko tersenyum lalu sedetik kemudian ia menyeringai licik
" Tapi sayangnya gue enggak bisa Za, gue enggak bisa kembali dan loe harus jadi milik gue!" tegasnya dan langsung kembali menarik tangan Khanza masuk ke dalam rumah tersebut
" Nicko loe yakin dengan keputusan loe itu, loe enggak akan menyesal ?" Nicko hanya menoleh sekilas lalu kembali melanjutkan langkahnya
" Oke kalau itu yang sudah menjadi keputusan loe, gue anggap ini kesempatan loe yang terakhir!" ucap Khanza tegas dan dengan kasar menghapus air matanya
" Wah hebat loe sudah berhasil membawa seorang Khanza Az-Zahra !" suara yang tidak asing dapat Khanza dengar dengan jelas
Khanza tersenyum miring dan bersikap setenang mungkin.
" Loe enggak kaget?" tanya Bayu laki-laki yang kini berdiri di hadapan Khanza
" Kaget? kenapa gue harus kaget?" jawab Khanza dengan sesantai mungkin
Nicko menatap lekat Khanza dan justru dia yang dibuat terkejut dengan sikap Khanza yang sangat santai tanpa ada rasa takut sedikitpun.
" Loe enggak takut?" tanya Nicko yang terdengar sedikit cemas sendiri
" Takut pada siapa? kalian?" Khanza malah balik bertanya
" Jangan-jangan selama ini dia juga mau sama loe Nicko!" ucap Bayu dengan senyum mengejek
" Mau apa maksud loe Bayu? apa loe menyamakan gue dengan cewek-cewek yang selama ini loe pacarin?" Khanza menautkan alisnya
" Loe salah orang" jawab Khanza terkekeh
" Dan loe Nicko, loe mengambil keputusan yang salah" Khanza tersenyum miring menatap Nicko
__ADS_1
" Sudahlah, untuk apa banyak bicara. Nicko sebaiknya loe langsung saja beraksi gue yakin dia tidak akan jauh beda dengan cewek-cewek yang selama ini dengan suka rela datang ke gue!" ucap Bayu dengan sombongnya
"Ayok ikut gue!" Nicko menarik tangan Khanza kembali.
" Lepasin tangan gue, loe masih ada kesempatan untuk menghentikan semua ini Nicko,kalau enggak loe pasti menyesal "
Bayu tertawa mendengar ucapan Khanza
" Menyesal yang penting loe sudah menjadikan dia milik loe Nicko!" hasut Bayu
" Oiya, Nicko beri dia minum ini sebelum kalian bersenang-senang!" Bayu melempar botol kecil yang entah berisi apa.
Khanza melotot melihatnya tapi hati dan pikirannya tetap mengharuskannya bersikap tenang.
Nicko menarik paksa untuk masuk ke dalam salah satu kamar yang ada di rumah tersebut.
Ceklekk
Nicko menghempaskan Khanza hingga terjerabah ke lantai.
Khanza dengan cepat berdiri dan melangkah mundur saat Nicko berjalan mendekatinya.
" Nicko, cukup hentikan sampai di sini Ko, loe bakal menyesal jika loe nekat lakukan ini semua" ucap Khanza
" Gue gak akan menyesal Za karena gue cinta sama loe"
" Enggak, loe enggak cinta sama gue, kalau loe cinta loe gak akan menyakiti gue" bantah Khanza tegas
" Za, please loe mau ya jadi pacar gue. gue sungguh-sungguh mencintai loe Za!"
" Sorry Ko tapi gue cuma bisa menganggap loe sahabat, gak lebih"
" Kenapa Za, kita bisa mencobanya. beri gue kesempatan Za"
" Gue enggak mau membuat Loe semakin sakit hati Nicko jika gue hanya bisa memberi harapan semu untuk loe, gue gak bisa menerima laki-laki mana pun karena ini!" Khanza memperlihatkan cincin yang melingkar di jari manisnya.
Nicko tertawa melihat cincin yang Khanza perlihatkan.
" Loe kira gue bodoh, loe tuh enggak usah berbohong Za. gue tahu loe itu seperti apa. dekat sama cowok aja enggak bagaimana bisa loe bercanda dengan berkata kalau loe itu sudah punya tunangan gitu. sungguh lucu lelucon yang Loe buat Za" Nicko kembali tertawa
" Mungkin loe anggap gue bercanda tapi cincin di jari manis gue bukan hanya sekedar cincin tunangan tapi ini adalah pengikat hubungan gue dengannya yang harus gue jaga" tutur Khanza
" Gue enggak peduli, loe harus menjadi milik gue" Nicko menarik paksa Khanza dan dengan cepat Khanza menghindar.
Nicko terkesiap karena Khanza dengan lincahnya meliukkan tubuhnya lalu tanpa rasa kasihan lagi Khanza menghadiahi Nicko dengan pukulan dan tendangannya.
Bugh...
Bugh...
Bugh...
Seketika Nicko sudah tersungkur di lantai dengan wajah yang sudah babak belur.
" Gue kecewa sama loe, dari tadi gue sudah memberi loe kesempatan tapi hati dan pikiran loe sudah terlalu kotor. kita sudah lama bersahabat tapi loe dengan mudahnya bisa termakan oleh ucapan Bayu yang sebenarnya hanya ingin menjerumuskan loe!" Khanza menatap kecewa pada Nicko.
" Loe memang gadis yang berbeda Za!" ucap Nicko seraya menahan sakitnya
Khanza tidak pedulikan ucapan Nicko, ia keluar dari kamar tersebut dan melangkah pergi.
Nicko dengan sekuat tenaga berusaha untuk berdiri dan mengikuti langkah Khanza dengan langkah gontai.
" Nicko loe kenapa?" tanya Bayu yang dengan cepat menghampirinya
Nicko tidak menjawab matanya terus mengarah pada punggung Khanza yang melangkah pergi.
" Tunggu!" teriak Bayu.
" Kalian cegah dia, jangan biarkan dia pergi dari sini!" titah Bayu
Beberapa orang suruhan Bayu mendekati Khanza dan hendak menghalangi langkahnya namun baru saja ingin menghadang jalannya Khanza sudah melompat dengan lincah dan memutar badannya sambil mengangkat kakinya ke udara dan
Bugh
Bugh
Bugh
Satu persatu orang-orang suruhan Bayu terkapar di lantai membuat Nicko, Bayu dan juga dua temannya tercengang
" Bagaimana bisa!" gumam Nicko
" I..ini tidak mungkin!" ucap Bayu tergagap
Khanza menepuk-nepuk kedua tangannya lalu menoleh ke arah Nicko dan menatapnya sinis.
" Persahabatan kita selesai!" Khanza lalu pergi begitu saja.
__ADS_1
Nicko lemas seketika tubuhnya memberingsut kelantai.
" Aaaaaaaaa...!" teriak Nicko seraya mendaratkan pukulan tangannya ke lantai.