Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Galau


__ADS_3

Hari ini adalah hari Minggu, Lia menghela napasnya saat melihat pesan yang tercantum di ponselnya. Lia merasa galau antara menerima atau menolak ajakan Rangga nonton siang ini.


Tring


📥Mia


[ Lia nonton yuk, gue sama Mia udah di mall nih tinggal nunggu Indah, Mona sama loe aja, kalau Za nunggu izin dari pak suami dulu katanya ]


📤 Lia


[ Oke, gue otw ]


Dari pada pusing mikirin ajakan Rangga mending Lia ikut dengan teman-temannya saja. saat ini Lia tengah bersiap-siap untuk pergi ke mall, setelah rapih Lia pun turun menuruni anak tangga.


" Loh sayang kamu mau kemana?" tanya mama Maria saat melihat Lia berada di anak tangga terakhir. Lia menoleh ke arah mama Maria yang baru saja dari dapur.


" Eh mama, Mel mau jalan mah sama anak-anak boleh ya mah?" izin Lia pada sang mama.


" Boleh, tapi pulangnya jangan malam-malam ya sayang!" pinta mama Maria


" Iya ma" Lia pun memeluk mama Maria


" Apa Za juga ikut?" tanya mama Maria saat teringat dengan menantu kesayangannya.


" Emm.. kurang tau deh mah, kata Mia sih Za nunggu dapat izin dari pak suami dulu" sahut Lia sambil tertawa.


" Pak suami?" mama Maria mengerutkan alisnya


" Iya mah, pak suaminya Za, kak Azka mah" Jawab Lia lalu tertawa.


" Ada-ada saja, pak suami" mama Maria mengulang kata-katanya dan geleng-geleng kepala.


" Yaudah ya mah, Mel pergi dulu!" Lia mencium punggung tangan mama Maria.


" Hati-hati sayang!" teriak mama Maria dan Lia melambaikan tangan sambil tersenyum


Lia baru saja ingin masuk ke dalam mobilnya tiba-tiba ia mendengar suara klakson motor diluar pintu gerbang.


Karena merasa penasaran Lia tidak jadi masuk ke dalam mobilnya, dia berjalan menuju pintu gerbang. Lia menghela napas kasar melihat seseorang yang tengah duduk di atas motor dengan sikap santainya dan menyodorkan helm ke arahnya.


Lia menggelengkan kepalanya pertanda menolak ajakannya. Karena merasa ajakannya ditolak Mario orang yang kini berada di pintu gerbang tanpa menunggu lama langsung tancap gas dan pergi begitu saja meninggalkan Lia yang tiba-tiba tercengang dengan sikap Mario.


Lia kembali berjalan menuju mobilnya tapi hatinya entah kenapa merasa tidak enak. Lia mendengus kesal awalnya dia hanya merasa gengsi jika langsung mengiyakan ajakan Mario berharap Mario membujuknya tapi alhasil Mario justru pergi begitu saja.


Saat ini Lia sudah berada di mall bersama Mia dan Mita, tidak lama Mona dan Indah pun datang hanya tinggal menunggu kedatangan bumil yang sebelumnya sudah mengirim pesan kalau dia dan pak suami sudah berada di jalan.


Lia sedari tadi hanya diam walaupun teman-temannya pada asik bercerita dan saling menggoda. Mita yang melihat Lia diam saja langsung menyenggol bahu Lia yang kebetulan duduk bersebelahan.


" Loe kenapa sih Li dari tadi diam aja?" tanya Mita yang menjadi pusat perhatian teman-temannya beralih ke Lia.


" Iya Li loe kenapa sih, dari tadi kayak gak semangat gitu?" kali ini Mia yang bertanya


" Gue gak apa-apa, cuma bete aja Za belum juga datang" sahut Lia asal.


" Nah itu Za!" tunjuk Mona ke arah Zaira yang tengah berjalan bersama Azka.


" Za!" teriak Mona melambaikan tangannya ke arah Zaira. melihat Mona dari kejauhan dan melambaikan tangannya Zaira langsung mengajak Azka bergabung dengan teman-temannya.


" Hai!" sapa Zaira lalu duduk di bangku yang masih kosong.


" Maaf ya lama nunggunya" ucap Zaira yang merasa sedikit tidak enak hati dengan teman-temannya.


" Gak apa-apa Za santai aja" sahut Mia.


" Wah ada gerangan apa nih adik kak Azka mukanya galau gitu?" tanya Azka seraya mengacak-acak rambut Lia.


" Ih apaan sih baru datang jangan rusuh deh!" kesal Lia menepis tangan Azka.


" Biasa aja dong wajahnya" goda Azka lagi membuat Lia mendengus kesal. entah kenapa hari ini setelah kepergian Mario tadi membuat mood Lia semakin memburuk apalagi sedari tadi Rangga terus saja menghubunginya.


" Lia lagi galau di ajak kencan sama babang Rangga" celetuk Mona yang langsung mendapat pelototan dari Lia.


" benarkah?" Zaira menoleh ke Lia


" Apaan sih loe Mon, bohong gak usah di percaya omongan Mona!" sanggah Lia.


" Ya terserah loe!" ucap Mona mengejek.


" Udah ah gue mau ke toilet dulu!" ucap Lia yang kemudian beranjak dari duduknya.


Setelah selesai dari toilet dan hendak kembali ke tempat teman-temannya berada tiba-tiba langkah Lia terhenti saat netranya menangkap sosok laki-laki yang tidak asing dimatanya dan yang sudah membuat hari-harinya menjadi gelisah dan tidak karuan tengah jalan berdua dengan seorang wanita cantik yang terlihat sepertinya seumuran dengannya.

__ADS_1


" Pantas dia langsung pergi jadi begini !" Lia merasa sedikit sesak di dadanya. tanpa sadar tangannya pun sudah mengepal dengan kuat.


" Kenapa rasanya sakit ya, gak mungkin kalau gue_?" Lia menepis isi pikirannya sendiri.


melihat Mario yang tengah tertawa dan sesekali tersenyum kepada wanitanya membuat Lia tak sanggup lagi berada di tempat itu. dengan langkah cepat Lia pergi begitu saja dan pada saat Lia berbalik badan ingin pergi pada saat yang bersamaan pula Mario menoleh ke arah Lia.


" Lia!" ucap Mario pelan


Lia menoleh sekilas meskipun sakit tapi entah kenapa ia merasakan ada dorongan kuat untuk menoleh kembali dan pada saat itu pula akhirnya mata Lia dan mata Mario bertemu pandang.


Mario melihat dengan jelas sorot mata Lia yang tajam, Mario ingin mengejarnya namun tangannya di tarik oleh gadis yang kini sedang bersamanya.


" Udah gak usah loe kejar, biarin aja dia menyadari perasaannya dulu, kalau dia marah berarti dia ada rasa sama loe tapi kalau dia biasa aja siapin tisu deh ya loe yang banyak!" ejek Gladis yang saat ini sedang bersama Mario.


" Si*lan loh!" sahut Mario menoyor kepala Gladis.


" Tapi cantik juga sih manis lagi, gue suka lihatnya. emm... gue punya rencana" ucap Gladis tiba-tiba menyeringai


" Rencana apa?" tanya Mario mengernyitkan dahi


" Udah loe ikut gue aja!" Gladis dengan semangat dan senyum yang penuh arti langsung menarik tangan Mario berjalan mengarah ke arah dimana Lia tadi pergi.


Lia menghempaskan dirinya di kursi dengan kasar sambil menggebrak meja membuat Azka dan semua teman Lia terjingkrak kaget dan langsung menatap kearahnya.


" Loe kenapa sih Li datang-datang ngagetin gitu ?" tanya Mia yang masih memegang dadanya karena kaget.


" Tau nih!" timpal Mona ikutan kesal


" Kamu itu ngagetin calon bayi kakak tau gak!" ucap Azka seraya mengelus perut Zaira.


" Maaf!" ucap Lia lirih.


" Gue gak salah lihat kan gaes, itu Mario sama ceweknya!" ucap Mona tiba-tiba yang melihat Mario dan Gladis duduk di bangku yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka.


Mia menoleh kebelakang mengikuti arah pandangan mata Mona " Iya, itu benar Mario. sama siapa ya dia kira-kira?" tanya Mia yang juga ikut penasaran.


" Mungkin itu cewek yang waktu itu di upload Mario di IG nya?" celetuk Indah


" Bisa jadi!" timpal Mia.


Entah mengapa Lia merasa tidak nyaman dengan pemandangan yang dilihatnya saat ini. melihat Mario tengah asik berbicara dengan cewek lain apalagi sambil melempar senyum membuat hati Lia sedikit terasa nyeri.


" Kok gue ngerasa kesal ya ngeliatnya? nyesek banget sih" batin Lia yang tanpa disadari minuman jus yang tengah diminumnya langsung tandas seketika.


Zaira dan Azka hanya tersenyum, ia tahu betul apa yang membuat adik tersayangnya itu bertingkah seperti itu.


"Udah yuk ah cabut katanya mau nonton. nanti ke buru habis tiketnya" ucap Lia yang tiba-tiba berdiri.


" Tenang aja Li, tiket udah ada nih tinggal nunggu waktunya aja. bentar lagi 15 menit lagi" ucap Mia memperlihatkan tiket yang tadi dibelinya sewaktu Lia pergi ke toilet.


" Tau buru-buru amat sih, makanan gue aja belum habis!" sahut Mona


" Iya, Li tunggu bentar makanan gue juga belum habis" ucap Mita.


Lia akhirnya pasrah dan kembali duduk dengan raut wajah yang ditekuk. Lia semakin mendengus kesal saat mendengar Gladis tertawa-tawa bersama Mario apalagi sesekali dia bergelayut manja pada Mario.


" Cihh, kegatelan!" cibir Lia menatap tajam ke arah Gladis.


Gladis yang melihat raut wajah Lia yang nampak kesal malah semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Mario dan membisikkan sesuatu kepada Mario hingga senyum pun terbit di wajah tampan Mario.


Tapi sebaliknya dengan Lia ia semakin terlihat sedikit kalang kabut melihat Mario dengan Gladis yang bila terlihat sekilas seperti sedang mau berciuman.


Gladis semakin bersorak dalam hati, ternyata rencananya berhasil.


" Gaess lihat deh, Mario pasang foto ceweknya lagi tuh. gue yakin dia itu ceweknya Mario. tapi kenapa Mario suka sekali sih pasang foto yang bikin orang penasaran terus!" ucap Indah yang tengah membuka akun sosmednya.


Mia dan Mona yang penasaran langsung membuka akun sosmednya juga mereka melihat akun IG Mario.


" Iya, bisa jadi ini foto tuh cewek" ucap Mia


" coba lihat!" pinta Mita


Mia pun memberikan ponselnya kepada Mita, melihat foto tersebut Mita memincingkan matanya dia merasa tidak asing dengan foto yang ada di layar ponsel Mia.


" Gue kok kayak pernah melihatnya ya tapi dimana?" batin Mita.


" Lihat dong!" ucap Zaira yang membuat Mita terkesiap dari pikiran-pikirannya.


Mita langsung menyodorkan ponsel Mia ke Zaira, melihat foto tersebut Zaira dan Azka pun nampak berpikir sesuatu.


" Lia loe gak penasaran?menurut loe cewek itu bukan yang ada di foto ini?" tanya Mia memperlihatkan foto tersebut kepada Lia.

__ADS_1


" Kalau memang iya, cantik juga ceweknya Mario" lanjut Mia.


" Ya jelas lah itu foto tuh cewek, emang loe pernah gitu lihat Mario dekat sama cewek lain?" tanya Mona.


" Iya juga sih!" Mia manggut-manggut.


" Lia!" panggil Mia lagi karena Lia masih diam saja malas menanggapi ucapan teman-temannya yang membahas Mario dengan ceweknya.


" Lia dengan malas melihat foto yang ada di Ponsel Mia dan seketika mata Lia membulat sempurna dan dia juga sempat tersedak dengan salivanya sendiri.


" Uhukk... uhukk..!" Lia terbatuk-batuk Za yang merasa tidak tega langsung memberikan minumannya untuk Lia.


Lia mengambil minum dari tangan Zaira, ia langsung meminumnya sampai habis setengahnya.


" Loe kenapa sih Li, dari tadi aneh banget.? ngeliat foto itu aja sampai tersedak gitu loe!" ucap Mona


"Gue gak kenapa-napa, tadi gue cuma merasa tenggorokan gue sedikit gatel aja kok, jadi batuk deh!" sahut Lia sedikit berbohong tapi ekspresi wajah Lia yang terlihat sedikit gugup tidak lepas dari tatapan Mita yang sedari tadi menatapnya penuh selidik.


" Yaudah yuk masuk, nanti ketinggalan filmnya lagi!" ucap Lia mengalihkan pembicaraan.


" Ayuk !" sahut Mia dan di ikuti semuanya. mereka semua berjalan menuju pintu masuk bioskop. mata Lia melirik sekilas ke arah Mario dan tanpa sengaja mata mereka kembali bertemu. Lia yang merasa sedikit salah tingkah langsung membuang pandangannya ke sembarang arah.


Baru saja hendak melangkah masuk ke dalam bioskop tiba-tiba dari arah belakang ada yang berteriak memanggil nama Lia.


" Lia!" teriaknya memanggil nama Lia


merasa namanya dipanggil Lia pun berhenti dan menoleh ke arah sumber suara. " Cie Lia ada babang Rangga tuh!" goda Mia menyikut lengkap Lia.


" Apaan sih loe" Lia mendengus kesal


" Hai kak Rangga!" sapa Mia, Mona dan Indah bersamaan.


" Hai!" sapa Rangga kepada semuanya.


" Ada pak Bagaz juga?" tanya Rangga sedikit terkejut melihat guru olahraganya nonton bersama para muridnya.


" Kamu ke sini juga?" tanya Azka basa-basi.


" Iya Pak, bapak kesini sama mereka?" tanya Rangga yang merasa sedikit canggung.


" Iya, sekalian mengawasi mereka" sahut Azka santai.


" Yaelah pak udah gede kali pak bukan anak kecil lagi yang harus dijagain terus" celetuk Mona ngasal.


" Siapa juga yang jagain kamu Mon!" sahut Azka sambil tertawa.


" Ihh si pak Bagaz mah gitu, tega sama saya" ucap Mona yang langsung memancing tawa Azka dan juga teman-temannya.


" Sudah yuk ah masuk!" ajak Lia lagi


" Boleh gabung kan?" tanya Rangga yang langsung mendekat ke arah Lia.


" Boleh banget kok kak!" sahut Mona antusias.


" Kenapa loe yang semangat gitu Mon, Lia aja diam aja tuh!" ucap Mita membuat Lia memutar bola matanya malas dan Mita tersenyum senang.


Saat Lia berjalan beriringan dengan Rangga ada sepasang mata yang sedari tadi menatap tajam ke arah mereka berdua.


" Biasa aja kali ngeliatinnya!" goda Gladis membuat Mario menatap sinis ke arahnya.


" Orang kalau lagi cemburu berubah jadi sangar, takut gue lama-lama disini" ucap Gladis lalu beranjak dari duduknya.


" Gue cabut duluan, loe sebaiknya urus tuh urusan hati loe, jangan pendam rasa cemburu loe kalau gak mau keduluan tuh cowok, udah samperin sana!" ucap Gladis menyuruh Mario jujur dengan perasaannya.


" udah sana jangan diam aja disini, kalau udah di rebut orang nyesel loe" ucap Gladis sebelum akhirnya pergi meninggalkan Mario yang masih diam mencerna ucapan Gladis.


Di dalam gedung bioskop Azka, Zaira dan ke empat Sahabatnya Mona, Mita, Mia dan Indah tengah serius menonton film yang tengah diputar dilayar, sementara Lia dan Rangga justru mereka tengah asik dengan pikiran mereka masing-masing.


" Apa gue gak salah lihat ya, bukannya foto yang di upload Mario itu foto gue ya. tapi kapan dia ngambil fotonya. ah lagi-lagi tuh anak ngeselin banget sih" batin Lia yang masih kepikiran dengan foto yang ada di IG Mario.


Rangga diam-diam menatap lekat ke arah Lia senyum pun mengembang di wajah tampannya


" Nih anak cantik dan manis juga ya ternyata, sikap cueknya bikin gemes" batin Rangga.


Lia melirik sekilas ke arah Rangga " Dulu mungkin gue akan berjingkrak kegirangan karena bisa sedekat ini sama loe kak, tapi kenapa saat ini gue merasa biasa aja ya? apa karena loe dulu pernah terang-terangan menolak gue di depan si kunbi atau karena perasaan gue memang sudah berpindah haluan?" Lia berperang dalam batinnya.


" Gue senang sekarang loe udah bersikap baik sama gue kak, tapi gue juga merasa bingung dengan perasaan gue saat ini. " Lia kembali menatap ke layar. meskipun matanya melihat ke arah film yang tengah diputar tapi pikirannya melayang entah kemana.


Sampai pada akhirnya Lia dikejutkan dengan sosok laki-laki yang tiba-tiba duduk di sebelahnya. Lia memincingkan matanya saat melihat laki-laki yang duduk di sebelahnya dengan memakai Hoodie sweater dan juga masker yang menutup wajahnya. Lia merasa tidak asing dengan bentuk tubuh laki-laki tersebut apalagi dengan parfum yang dikenakannya, mengingatkan Lia pada seseorang yang dari setadi sudah mengganggu pikirannya.


Lia melirik ke arahnya dan laki-laki itu pun melirik ke arah Lia, mata mereka pun akhirnya bertemu.

__ADS_1


Deg


__ADS_2