Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Acara Kelulusan


__ADS_3

" Sayang, sudah selesai?" tanya Mario berjalan mendekati Lia yang tengah duduk di depan meja rias


" Sudah" jawab Lia seraya beranjak dari duduknya


" Cantik, isteriku hari ini benar-benar sangat cantik" puji Mario menatap Lia begitu lekat.


Lia memang terlihat sangat cantik dengan kebaya warna biru muda yang nampak kontras dengan kulitnya yang putih.


Hari ini Lia berdandan cantik karena hari ini adalah hari wisuda kelulusan Mario di SMA Darma Bangsa dan sebagai isteri Lia tentu saja tidak ingin kehilangan momen berharganya menyaksikan acara kelulusan sang suami. Walaupun sebenarnya Lia merasa sedikit pusing tapi Lia berusaha untuk tetap bersikap biasa agar dia bisa menghadiri acara wisuda sang suami apalagi mama Maria dan papa Sam juga akan menghadiri acara tersebut selaku pemilik yayasan SMA Darma Bangsa.


" Berarti aku cantiknya hari ini aja ya, kemarin-kemarin gak cantik?" tanya Lia dengan wajah cemberut


" Siapa bilang, setiap hari isteriku ini selalu terlihat cantik kok tapi untuk hari ini isteriku jauh lebih cantik" tutur Mario seraya menarik pinggang Lia lalu memeluknya.


" Nyaman tidak menggunakan pakaian seperti ini?" tanya Mario takut Lia dan calon bayinya merasa tidak nyaman.


" Kamu tenang saja sayang, ini pakaian khusus yang dibuatkan oleh tante Imelda untuk aku pasti sudah diperhitungkan sebelumnya oleh tante Imel" sahut Lia membuat Mario merasa lega.


" Yaudah yuk kita berangkat!" ajak Mario


Mario dan Lia bergandengan tangan mereka nampak begitu serasi dengan baju yang senada berwarna biru muda.


Mama Maria dan papa Sam sudah menunggu di ruang keluarga, mereka pun memakai baju yang senada dengan Lia dan Mario warna biru muda.


Mereka kini sudah berada di gedung tempat terselenggaranya acara pelepasan siswa/siswi kelas 12 SMA Darma Bangsa. Pada saat memasuki area gedung tersebut semua pandangan mata menatap heran ke arah Mario yang datang bersama keluarga Dinata sedangkan kedua orang tuanya sudah datang terlebih dahulu, mereka semakin dibuat penasaran dengan penampilan Mario dan keluarganya yang ternyata menggunakan pakaian yang senada dengan keluarga Lia.


" Gaes itu Mario kan, kok dia datangnya bersama Lia dan keluarganya ya?"


" iya ya bahkan baju yang mereka kenakan pun senada warnanya"


" Mario ganteng banget ya pakai pakaian kayak gitu"


" Iya, Lia juga cantik banget mereka nampak serasi'


" Ah gak tuh biasa aja masih cantikkan juga gue"


" Cantik tapi jomblo"


" Eh siapa bilang, nanti juga gue pasti bisa bikin Mario berpaling sama gue" ucap seorang siswi yang tidak lain adalah Melati


" Jangan halu loh, gak lihat apa loe tuh Mario datang sama siapa?" ucap seorang siswi lainnya


" Tau loe ngaca dulu sana, pikir dulu kalau mau ngomong jangan sembarang bicara di ciduk keluarga Dinata baru tahu rasa loe" ucap yang lainnya mengingatkan Melati


" Ah gak takut gue, kita lihat saja nanti" ucap Melati sesumbar.


" Terserah loe deh" ucap temannya.


Begitulah percakapan para siswi SMA Darma Bangsa pada saat melihat kedatangan Lia dan Mario


" Liaaaaa...!" teriak Mia yang datang menghampiri Lia dan keluarganya.


" Ishh.., gak usah pakai teriak-teriak segala malu tahu!" Lia menepuk lengan Mia


" Ya maaf!" sahut Mia


" Ma, pah!" Mia langsung menyalami tangan mama Maria dan papa Sam diikuti oleh Mona, Indah dan Mita yang menyusul Mia dari belakang.


" Kalian cantik-cantik banget sih!" puji mama Maria kepada sahabat-sahabat Lia.


" Ah mama bisa aja" ucap Mia malu-malu


" Mama juga cantik banget hari ini nampak lebih muda seperti seumuran kayak kita-kita" puji Mita membuat Mama Maria tertawa.


" Kamu ini bisa saja" mama Maria terkekeh


" Memang benar kok mama hari ini tuh cantik banget, kita yang muda-muda bahkan kalah cantiknya" timpal Mona membuat semuanya turut tertawa.


Zaira yang baru saja datang bersama bunda Aryani langsung menghampiri mama Maria dan Yang lainnya.


" Loh Za baru datang, Azka mana?" tanya mama Maria saat Zaira menyalami tangannya.


" Mas Azka sudah datang duluan mah" sahut Zaira


Mama Maria mengambil alih baby Zia yang berada di gendongan bunda Aryani.


mereka nampak seperti keluarga bahagia apalagi tidak sedikit yang tahu tentang hubungan mereka.

__ADS_1


Baby Zia yang lucu dan menggemaskan menjadi pusat perhatian semua yang ada di dalam gedung tersebut apalagi saat mama Maria yang tengah menggendongnya.


Banyak yang bertanya-tanya tentang sosok baby Zia yang berada di atas pangkuan sang isteri pemilik yayasan SMA Darma Bangsa


Mama Maria dan papa Sam menghampiri Alex dan Novi. mereka menjadi tamu istimewa duduk di tempat yang khusus sudah di siapkan.


Zaira dan teman-temannya pun ditempatkan di tempat yang letaknya tidak jauh dari tempat mama Maria berada.


Banyak para siswa dan siswi yang membicarakan Zaira cs yang menghadiri acara tersebut dengan penampilan yang cukup menjadi pusat perhatian.


Acara dimulai dari pembukaan sampai ke acara inti setelah itu acara hiburan.


Mario, Yoga dan Dion naik ke atas pentas semua siswi histeris berteriak melihat penampilan Mario yang begitu memukau.


Lia menitikkan air mata karena Mario menyanyikan lagu kesukaan mereka berdua.


Acara selesai mereka kini Mario dan keluarga serta sahabat-sahabatnya berada di taman gedung tersebut melakukan sesi foto. Tidak sedikit teman-teman Mario yang meminta foto bersamanya. awalnya Mario menolak tapi karena mereka foto beramai-ramai akhirnya Mario pun mau.


" Selamat bro, loe hebat sudah lulus dengan nilai terbaik pula!" ucap Yoga mengulurkan tangan kepada Mario


" Terima kasih Yo, loe harus semangat untuk mencapai semua ini " Mario menepuk-nepuk bahu sahabatnya itu


" Cie sudah lulus nih, selamat ya kakak gak nyangka adik kakak yang dulu hampir membuat papa pusing karena selalu membuat masalah di sekolah sekarang lulus dengan nilai terbaik, hebat!" Arta memeluk Mario bangga


" Selamat ya Rio, loe hebat Lia pasti bangga sama loe" kali ini Mita yang memberi selamat kepada Mario.


" Terima kasih ya kak, Mita. ini semua tidak lepas dari doa dan dukungan kalian semua terutama Lily yang selalu menjadi semangat aku selama ini" ucap Mario melirik ke arah Lia namun ada yang aneh saat Mario melihat Lia wajah Lia nampak sedikit cemberut.


" Sebentar ya kak!" pamit Mario yang lalu berjalan menghampiri Lia


" Kamu kenapa sayang kok cemberut gitu, capek ?" tanya Mario


" Gak, aku gak apa-apa" sahut Lia datar


" Ta_!" belum sempat Mario bicara papa Sam, mama Maria dan kedua orang tua Mario menghampirinya dan memberikan Mario selamat setelah itu Zaira dan Azka yang bergantian memberikan selamat.


Mario hendak berbicara lagi dengan Lia tapi keburu Mia, Sendy, Mona, Indah, Dion dan juga bunda Aryani datang menghampiri dan memberinya selamat.


Entah kenapa Lia merasa begitu kesal, dia merasa terabaikan oleh Mario padahal sedari tadi Mario berada di dekatnya dan kekesalan Lia semakin memuncak ketika melihat Melati dengan percaya dirinya datang menghampiri Mario bahkan berani-beraninya menyapa kedua orang tua Mario.


" Hai kak, selamat ya!" ucap Melati awalnya Mario enggan menimpalinya namun karena saat ini mereka berada di tengah-tengah keluarga besar Dinata dan juga dihadapan kedua orang tuanya Mario, dengan terpaksa Mario menerima uluran tangan Melati.


" Kak loe hebat ya, gak nyangka kakak sudah ganteng pintar juga benar-benar cowok idaman banget." ucap Melati membuat Mario ingin muntah mendengarnya.


Lia sudah mengepalkan tangannya rasanya ingin menghajar gadis yang dengan percaya dirinya memuji suami orang. Lia berusaha untuk menenangkan diri agar tidak terbawa emosi.


Namun hal yang sungguh tidak terduga Melati dengan santainya menghampiri kedua orang tua Mario dan menyalaminya.


" Tante, om apa kabar?" sapa Melati


" Baik, kamu siapa ya?" tanya mama Novi yang sedari awal melihatnya sudah tidak suka apalagi mama Novi tahu saat ini Lia tengah cemburu.


" Saya Melati tante putri dari Marko Sanjaya!" ucap Melati


" Marko Sanjaya? yang dulu tinggal di kota B?" tanya tante Novi.


" Iya tante!" Melati bersikap dibuat sebaik mungkin di hadapan kedua orang tua Mario


" Bagaimana kabar orang tua kamu sekarang?" tanya Mama Novi


" Baik tante, saya tidak menyangka bisa bertemu tante disini apalagi ternyata tante orang tuanya kak Mario" tutur Melati yang sok akrab


Melati sedang asik mengobrol dengan kedua orang tua Mario dan sikap ramah dari keduanya membuat Melati merasa percaya diri untuk bisa mendapatkan Mario dengan cara mengambil hati kedua orang tuanya terlebih dahulu.


Mama Novi yang melihat segurat kesedihan di mata sang menantu langsung pamit meninggalkan Melati lalu menghampiri Mario yang tengah berbicara dengan Azka.


Melati yang melihat perbincangan Mario dan mamanya merasa semakin percaya diri apalagi sesekali mama Novi menoleh ke arahnya pada saat berbicara kepada Mario.


Setelah selesai berbicara dengan Mario nama Novi kembali menghampiri Melati dan papa Alex.


Mario berjalan ke arah Melati yang tengah asik mengobrol dengan kedua orangtuanya.


Papa Sam dan mama Maria pamit untuk pulang lebih dulu bersama dengan bunda Aryani.


Lia yang tengah bersama dengan Zaira cs hanya diam saja saat yang lain membicarakan tentang pesta kelulusan Mario yang akan diadakan di kediaman Alexander atas usul Arta tentunya.


Mario sudah berdiri di hadapan kedua orang tuanya dan juga Melati. Lia yang melihat pemandangan itu seketika meradang Mita yang melihat wajah Lia nampak emosi langsung menggenggam tangannya.

__ADS_1


" Sabar, lihat dulu jangan salah paham!" ucap Mita membuat Lia menoleh ke arah Mita


" Mah, pah!" ucap Mario lalu menyalami punggung tangan keduanya.


" Mario pamit pulang duluan ya kasihan Lia takut kecapean" ucap Mario membuat Melati membulatkan matanya mendengar ucapan Mario yang terdengar ambigu


" Ya sudah sana, hati-hati bawa mobilnya" sahut mama Novi


" Iya mah!" Mario langsung pergi tanpa melirik sedikit pun kepada Melati


" Tuh lihat, cuma pamit doang Mario. sudah cemburu aja" goda Mita membuat Lia memutar bola matanya malas.


" Siapa yang cemburu?" elak Lia


" Iya .. iya gak cemburu. iyain aja sayang" sahut Arta membuat Lia merona malu.


" Ayok pulang!" ajak Mario


" Pulang?" tanya Arta


" Iya, kasihan kalau terlalu lama berdiri apalagi nanti malam kita mau acara barbeque" sahut Mario.


Mario merangkul pinggang Lia dan mengajaknya pulang. " Gue duluan ya!" pamit Lia


" Aku pamit ke mama sama papah dulu" ucap Lia


" Gak usah tadi aku sudah pamitin, mereka juga ngerti kok"


Mario dan Lia akhirnya pergi meninggalkan tempat acara. Di dalam mobil Lia hanya diam saja dia lebih memilih bersandar dan menutup matanya.


Lia memang sebelum berangkat sudah merasakan pusing ditambah melihat Melati dan beberapa teman Mario yang berusaha tebar pesona membuat kepala Lia semakin berdenyut.


Mario yang melihat Lia memejamkan mata hanya tersenyum dan berpikir mungkin Lia kelelahan karena itu Mario membiarkan Lia yang Mario kira tengah tertidur.


Tidak berapa lama mobil mereka pun sampai di kediaman keluarga Alexander, Lia yang ternyata sudah terlelap langsung di gendong oleh Mario ala bridal style masuk ke dalam rumah.


Mario merebahkan Lia ke atas tempat tidur dengan sangat hati-hati, Lia menggeliat lalu kembali tidur. Mario masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu ia pergi tanpa membangunkan Lia karena merasa kasihan jika dibangunkan.


Lia terbangun dari tidurnya dan mencari keberadaan Mario, merasa tidak ada di dalam kamar Lia memutuskan untuk keluar kamar dan saat menuruni anak tangga Lia melihat mama Novi yang tengah sibuk di dapur dan saat Lia menghampirinya ternyata sudah ada Mita, Mia, Indah dan Mona disana.


" Duh bumil baru bangun?" sapa Mona yang melihat kedatangan Lia


" Iya, kalian kapan datang kok gak bangunin gue sih?" Lia menarik kursi meja makan lalu duduk


" Gak tega kita bangunin bumil yang lagi galau" celetuk Indah


" Galau, siapa yang galau sembarangan," protes Lia yang tidak terima dibilang galau.


" iya gak galau cuma kepanasan doang gara-gara Mario diajak foto kakak kelas" sahut Mona


" Apaan sih gak jelas deh" sahut Lia kesal


" Sudah jangan digodain terus , mending potong-potong dulu daging yang mau dipanggangnya" ucap mama Maria menimpali


" Li loe kenapa , muka loe kok pucat banget, loe sakit Li?" tanya Indah


" Gue gak kenapa-napa cuma rada pusing sedikit aja" sahut Lia


" Syukurlah" sahut Lia


Acara barbeque di mulai Zaira dan Azka pun sudah hadir , semua menikmati acara tersebut riuh canda dan tawa terdengar begitu ramai.


Lia menghampiri mama dan papanya namun tiba-tiba kakinya tersandung, hampir saja Lia terjatuh jika tidak dengan cepat Mario setengah berlari menghampiri Lia dan menarik tangannya ke dalam dekapannya.


" Sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Mario khawatir.


Lia menatap Mario sekilas lalu sedetik kemudian Lia yang memang merasa pusing sedetik kemudian dia sedikit oleng dan hampir saja terjatuh.


Mario dengan sigap meraih tubuh Lia dan membawanya ke dalam pelukannya. Lia berusaha memberontak tapi Mario semakin mengeratkan pelukannya.


" Sudah jangan marah lagi, maaf kalau aku kurang peka!"


Cup


Mario mengecup sekilas kening Lia membuat Lia seketika bersemu merah dan mengerucutkan bibirnya.


Mario tertawa melihat Lia yang terlihat kesal

__ADS_1


" Jangan dimanyun-manyunin gitu bibirnya kalau tidak mau aku mengecupnya disini!" bisik Mario membuat Lia langsung melotot.


__ADS_2