Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
season 2 Khanza


__ADS_3

"Bapak sedang apa di tenda Khanza dan kalian berdua sedang apa disini?" tanya seseorang yang membuat ke tiganya terkejut dan saling melempar pandangannya.


Deg


Aldy menarik napasnya dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.


" Aku habis melihat keadaan Khanza dan memastikan kalau saat ini kondisinya sudah lebih baik karena jika terjadi sesuatu kepadanya maka aku akan membawanya kembali pulang untuk menjalani pengobatan di rumah sakit. itu adalah tanggung jawab kita semua sebagai pelaksana acara ini."


" Seharusnya sebelum diadakan kegiatan ini anggota osis termasuk kamu sudah memastikan terlebih dahulu bagaimana keadaan dan keamanan tempat ini, sehingga kejadian kemarin bisa dihindari" tutur Aldy menerangkan.


" Beruntung Khanza tidak apa-apa, karena jika terjadi apa-apa padanya bagaimana kita menjelaskan kepada keluarganya" lanjut Aldy membuat Nicko yang hendak menjenguk Khanza menjadi berpikir sejenak.


" Sudahlah, sebaiknya mulai sekarang batasi para peserta camping yang ingin keluar area perkemahan dan jika tetap ingin pergi sebaiknya tidak sendiri dan yang wanita harus didampingi oleh panitia penyelenggara"


" Baik pak!" ucap Nicko


" Setelah ini ada kegiatan apa lagi?" tanya Aldy


" Rencananya sore nanti ada kegiatan pergi ke kali pak, disana terserah mereka mau melakukan apa saja, mungkin ada yang ingin mandi atau mencuci baju atau sekedar bersua foto " sahut Nicko


"Apa kalian sudah memastikan tempatnya aman dan tidak ada hal yang membahayakan?"


" Menurut Bayu, tempatnya aman pak" jawab Nicko


" Baiklah kalau begitu, pastikan lagi tempatnya benar-benar aman jangan sampai kejadian yang tidak mengenakkan terulang lagi" pesan Aldy


"Baik pak!"


" Ya sudah sebaiknya sekarang kamu kembali ke tenda, saat ini Khanza sedang beristirahat jangan diganggu dulu" ucap Aldy sebelum pergi


"Hana sebaiknya kamu juga istirahat saja sekarang!" titah Aldy


" Iya pak" jawab Hana dan pak Aldy sudah kembali ke tempatnya.


" Nicko sebaiknya loe pergi aja sana gih kasihan Za harus banyak istirahat" usir Miska secara halus kepada Nicko.


" Terus kenapa tadi loe mengizinkan pak Aldy untuk melihat keadaan Khanza sementara gue kalian usir, tega banget sih?"


Jlepp


" Bukannya begitu kalau pak Aldy itu kan guru kita, ya enggak enaklah gue mengusirnya" sahut Miska


" Iya betul, lagi pula pak Aldy hanya ingin memastikan keadaan Khanza aja, apalagi kemarin Khanza kan sempat pingsan dan pak Aldy yang menggendongnya jadi apa salahnya jika dia memastikan keadaan Khanza" sahut Hana


"Pingsan? Khanza pingsan?" Nicko nampak terkejut


" Iya, kemarin setelah kami baru keluar dari bangunan tua Khanza tiba-tiba saja jatuh pingsan dan ditengah perjalanan pulang tiba-tiba langit mendung dan malam juga semakin larut dan Khanza belum juga sadar dari pingsannya, akhirnya pak Aldy yang nampak kelelahan menggendong Khanza menyarankan untuk berteduh dulu sampai pagi menjelang, wajar dong kalau pak Aldy khawatir dengan keadaan Khanza." ucap Hana menceritakan apa yang dialaminya bersama Khanza kemarin.


" Kalau begitu gue mau melihat keadaan Khanza" Nicko hendak menerobos masuk namun dengan cepat Miska menghalanginya.


" Apaan sih loe Mis?" sulut Nicko


" Loe yang apaan?" Miska balik nyolot


" Biarkan Khanza istirahat Ko, dan loe juga sebaiknya balik ke tenda loe buat istirahat jangan lupa obati luka loe itu!" ucap Miska seraya mengajak Hana masuk ke dalam tenda mereka.


Nicko mendengus kesal karena tidak bisa melihat keadaan Khanza dan dengan gontai di berjalan menuju tendanya.


Waktu sudah menjelang sore para siswa dan siswi sedang bersiap untuk melakukan perjalanan ke kali, tapi sebelum pergi mereka dikumpulkan terlebih dahulu untuk mendengarkan instruksi dari ketua pelaksana acara kegiatan tersebut tidak terkecuali Khanza dan teman-temannya.


" Khanza loe yakin mau ikut, emangnya loe sudah kuat apa lumayan jauh loh Za katanya" ucap Miska cemas


" Gue udah gak apa-apa, ya mudah-mudahan kuat. kalau kesini gue cuma berada di tenda ya enggak asik lah apalagi kalian juga bilang gak mau ikut karena gue ya gue merasa enggak enak sama kalian" ucap Khanza


" Tapi Za_" ucapan Miska terpotong

__ADS_1


" Enggak ada tapi-tapian, gue sudah sehat dan gue bisa mengikuti kegiatan ini" sahut Khanza cepat.


Tring


Satu pesan masuk kedalam ponsel Khanza.


...đŸ“¤PANGERAN TAMPAN...


..." Kenapa bukannya istirahat? untuk apa ikut kegiatan ini, kamu itu lagi sakit lebih baik kembali ke tenda mu sekarang?"...


..." Jangan bikin aku tambah khawatir!"...


Khanza mengerutkan keningnya


" Sejak kapan ada nama ini diponselku dari bahasanya ini_?" Khanza celingak-celinguk memastikan orang yang mengirim pesan benar suaminya.


" Lagi cari siapa bu, Gutami? tuh di depan dari tadi matanya kayak mau copot liatin loe terus!" bisik Miska dan benar saja saat mengikuti arah pandang Miska sang suami tengah menatapnya tajam.


...Tring...


..." Kenapa masih diam saja?"...


..." Masih tetap mau ikut?"...


" Aku bosan di dalam tenda terus, lagi pula aku sudah tidak apa-apa"


" Tidak usah khawatir aku bisa jaga diriku sendiri"


..." Kau itu isteriku, tidak bisakah menurut dengan suamimu ini?"...


..." Di sini aku murid bapak jadi jangan bersikap berlebihan, cukup Miska dan Hana saja yang tahu jangan membuat yang lain curiga "...


" Buatku sama saja dimana pun kita berada kau tetap isteriku."


..." Cepat kembali ke tenda mu!"...


..." Baiklah terserah mu saja!"...


Semua siswa dan siswi kini sudah bertolak ke kali yang berada di daerah tersebut, pemandangan ditempat itu masih sangat asri hutannya pun masih cukup lebat perjalanan cukup sulit karena jalannya cukup licin.


Khanza berpegang dengan Miska melangkah dengan sangat hati-hati. tidak sedikit dari mereka yang terpeleset dan jatuh hingga membuat baju mereka kotor terkena tanah merah.


" Apa Bayu tidak survei lokasi dulu, jalannya buruk sekali sih" kesal Miska


" Iya, seharusnya kalau jalannya seperti ini kita batalkan saja ya acara ke kalinya" timpal Hana yang berada di belakang mereka bersama Nana


" Za, loe ikut juga?" tanya Nicko yang menyusul mereka dari belakang


" Eh Nicko, iya lumayan ini ikut seru-seruan kayak gini" sahut Khanza dengan senyum yang merekah


" Memangnya loe sudah baikkan?"


" Alhamdulillah sudah, bosan juga gue di dalam tenda terus"


" Sama gue juga bosen, apalagi gak ketemu loe" sahut Nicko cengengesan


" Bisa aja loe Ko!"


Mereka tertawa bersama jalan yang licin pun dihadapi dengan riang gembira.


" Za!" bisik Miska menghentikan tawa Khanza bersama Nicko


" Sepertinya ada yang terbakar tuh!" bisik Miska pandangannya lurus ke depan karena ternyata Aldy sudah berdiri di depan mereka bersama tim yang lainnya


" Biarkan saja !" Khanza tersenyum menyeringai

__ADS_1


"Loe sengaja mau bikin dia cemburu?" Khanza tertawa kecil


" Enggak juga sih biasa aja" jawab Khanza seraya menatap lekat wajah suaminya yang seperti sedang menahan marah.


" Khanza hati-hati jalannya semakin licin, sini gue gendong aja!" ucap Nicko saat melewati Nicko yang berdiri sambil memperhatikan murid yang lainnya.


" Gue ini berat Ko, yang ada kita jatuh dua-duanya" sahut Khanza seraya geleng-geleng kepala


Aldy yang mendengar percakapan Khanza dan Nicko semakin geram dan mengepalkan tangannya kuat.


Perjalanan akhirnya selesai mereka kini sudah sampai di tempat tujuan, kali yang bersih dengan air yang masih sangat jernih ditambah hamparan bebatuan yang menghiasi kali tersebut nampak begitu sedap dipandang.


Para peserta camping begitu senang ada yang langsung bersua foto ada yang mencuci bajunya yang kotor dan ada juga yang langsung berenang.


Khanza dan teman-temannya lebih memilih untuk bertepi dibatu besar sambil melihat teman-temannya yang lain.


" Loe enggak ikutan turun Za?" tanya Nicko


" Nanti saja Ko, gue lagi menikmati udara sejuk disini dulu" Jawab Khanza


" Kalau kalian mau turun udah sana pergi aja, gue gak apa-apa kok disini sendirian juga" ucap Khanza kepada Nana, Miska dan Hana


" Tapi loe nanti sendiri disini !" ucap Miska merasa tidak enak hati tapi dia juga ingin menikmati suasana dikali seperti temannya yang lain


" Gue enggak apa-apa, gue tunggu disini " sahut Khanza


" Sudah sana pergi!" Khanza mendorong Miska


" Yakin enggak apa-apa kita tinggal?" tanya Miska kembali meyakinkan


" Yakin, Udah sana!" Khanza mengibaskan tangannya ke udara seakan mengusir mereka


" Yaudah loe disini saja ya jangan kemana-mana!" pesan Miska


" Iya bawel"


" Kalian tenang aja biar gue disini menemani Khanza!" ucap Nicko


" Enggak usah Ko, loe ikut gabung aja sama yang lain!" tolak Khanza secara halus


" Mana mungkin gue biarin loe sendirian di sini!" Nicko tetap tidak mau beranjak pergi.


" Terserah deh!" jawab Khanza pasrah


Aldy sedari tadi terus memperhatikan Khanza dan Nicko yang duduk berdua di sebuah batu besar.


" Za kita kesana yuk jalan-jalan sebentar!" ajak Nicko


" Enggak ah Ko disini aja, nanti takut mereka nyariin" tolak Khanza


" Sebentar aja kok Za disekitar situ aja!" ajak Nicko yang sedikit memaksa


"Iya baiklah!" Khanza pasrah karena Nicko terus memaksa


Khanza dan Nicko terus menyusuri jalan setapak yang ada dan semakin jauh dari tempat


Sudah cukup jauh mereka berjalan dari tempat kali itu berada. " Nicko, mau sejauh mana lagi sih kita jalan?" tanya Khanza mendengus kesal


" Disana ada tempat yang bagus!" tunjuk Nicko


" Tapi ini sudah terlalu jauh Ko, aku capek" keluh Khanza


" Sebentar lagi kita sampai" Nicko terus berjalan didepan Khanza dan terus berjalan tanpa menoleh


Tiba-tiba dari belakang ada yang membekap mulut Khanza dan menarik tubuhnya.

__ADS_1


" Emmp...."


__ADS_2