
Flashback on
Seorang gadis kecil tengah duduk di sebuah taman yang tidak jauh dari rumahnya, gadis kecil berusia 8 tahun itu bermain ayunan seorang diri ibunya tengah sibuk beres-beres rumah karena mereka baru saja pindah ke rumah yang letaknya tidak jauh dari gadis kecil bermain.
Gadis kecil itu senang bisa bermain ayunan walaupun hanya sendirian. dia tertawa dan terkadang berlari-lari sendiri dengan riang bagaikan seekor burung yang baru saja lepas dari sangkarnya.
Ya gadis yang bernama Mita itu memang tidak pernah bermain sebebas itu sebelumnya, saat kedua orangtuanya tinggal disebuah perumahan yang terbilang cukup tertutup dan kehidupan keluarganya yang minim bersosialisasi dengan warga sekitar ditambah dengan kesibukan kedua orangtuanya membuat Mita kecil dilarang untuk bermain keluar rumah kecuali sekolah saja.
Mita kecil sangat menikmati kebebasannya tersebut dan mamanya hanya sesekali melihat Mita dari kejauhan.
Keceriaan Mita ternyata tidak lepas dari pengamatan mata seorang anak remaja yang tengah duduk di bawah pohon sambil memegang sebuah bola basket.
" Anak kecil yang lucu dan imut" gumam Arta lalu bangkit dari duduknya.
Remaja yang tidak lain adalah Arta itu bermain bola basket yang ada disekitar taman tersebut. Mita kecil yang melihatnya terlihat kagum dengan kehebatan Arta bermain basket, sesekali Mita kecil bertepuk tangan saat Arta berhasil memasukkan bola ke dalam ring membuat Arta menoleh ke arahnya lalu melemparkan senyum manisnya.
Setelah selesai bermain basket Arta duduk di bangku taman dan Mita kecil tiba-tiba datang menyodorkan sebotol air mineral kepada Arta.
Arta mengerutkan keningnya menatap gadis kecil yang berdiri di hadapannya yang tengah tersenyum kepadanya.
" Ini untuk kakak tampan!" kata Mita kecil setelah memberikan air minum tersebut Mita langsung berlari masuk ke dalam rumahnya.
Arta geleng-geleng kepala melihat tingkah Mita kecil yang nampak menggemaskan lalu tersenyum tipis.
Malam harinya Andy dan Rosa mengundang tetangganya yang sudah banyak membantunya beres-beres rumah hari ini untuk makan malam bersama. Mita kecil yang baru saja ikut bergabung dengan keluarganya itu tiba-tiba langsung menundukkan wajahnya melihat seorang kakak tampan yang ternyata ikut bergabung makan malam bersama mereka.
" Sayang, kamu kenapa?" tanya Rosa melihat Mita kecil yang menundukkan wajahnya setelah mendudukkan dirinya di kursi samping mamanya.
" Ada kakak tampan ma, aku malu!" ucap Mita kecil polos menunjuk ke arah Arta tanpa mendongakkan kepalanya.
Ucapan Mita tentu saja mengundang gelak tawa semua orang yang berada di meja makan, termasuk kedua orang tua Arta sedangkan Arta hanya tersenyum tipis.
Arta menikmati makan malamnya dan Mita diam-diam mendongak mencuri pandang ke arah Arta yang ternyata tengah menatap ke arahnya juga dan dengan cepat Mita langsung kembali menundukkan wajahnya.
Setelah acara makan selesai para orang tua berbincang-bincang di taman depan rumah mereka sementara Mita kecil bermain ayunan seorang diri tanpa ada ras takut apapun dan tidak lama Mita dibuat terkejut karena tiba-tiba ayunan yang ia naiki terhempas ke atas dan berayun-ayun dengan kecepatan cukup kencang membuat Mita dengan cepat mengeratkan pegangannya dan berteriak histeris. Mita kecil yang awalnya merasa ketakutan lama-lama malah menikmatinya setelah tahu siapa yang membuatnya melayang-layang di udara.
" Kakak tampan sudah, kepala aku pusing!" teriak Mita kecil saat merasa kepalanya sedikit pusing.
Arta dengan cepat menghentikan ayunannya.
" Kamu tidak apa-apa?" tanya Arta sedikit cemas
" Gak apa-apa kok kak, hanya sedikit pusing mungkin karena tidak terbiasa naik ayunan sekencang tadi" ucap Mita kecil dengan polos.
" Kalau begitu tunggu sebentar ya!" Arta pergi sebentar dan saat kembali Arta membawakan Mita kecil satu buah es krim.
" Ini!" ucap Arta seraya menyodorkan es krim yang dibelinya kepada Mita kecil.
" Ini untuk aku kak?" tanya Mita yang nampak begitu senang.
" Iya, apa kamu menyukainya? kalau kamu suka kakak bisa membelikan kamu es krim setiap hari" ucap Arta seraya mengusap pucuk kepala Mita kecil.
" Terima kasih ya kak, janji ya kakak tampan belikan aku es krim lagi!" pinta Mita kecil
" Iya janji" sahut Arta sambil tersenyum
Sejak saat itulah Arta dan Mita menjadi begitu dekat dan sering bermain di taman bersama-sama. kedua orang tua Mita pun merasa senang setidaknya ada yang menemani Mita bermain diluar pada saat dirinya tengah sibuk, mereka nampak seperti adik kakak yang saling menyayangi.
" Kak!" panggil Mita sambil duduk di ayunan sementara Arta duduk dibawah sambil memegang bola basketnya.
" Kakak tampan sudah punya pacar belum?" tanya Mita kecil tiba-tiba membuat Arta tersedak dengan salivanya sendiri.
" Uhukk... uhukk"
" Kakak kenapa?" tanya Mita kecil
" Kaka gak apa-apa" Arta tersenyum tipis lalu mengacak-acak rambut Mita
" Kak" panggil Mita lagi
" Iya kenapa Mut?" tanya Arta membuat Mita mengerucutkan bibirnya.
" Ihh kakak tampan kenapa selalu panggil aku seperti itu nama aku kan Mi_" Arta memotong ucapannya.
" Imut, kakak maunya panggil kamu dengan nama imut lucu dan seimut wajah kamu" ucap Arta sambil tertawa
" Terserah Kakak aja deh, tapi aku_!"
" Imut.. jangan aku, biar tambah imut kedengarannya!" pinta Arta lalu tertawa membuat Mita kecil mengerucutkan bibirnya lucu.
" Iya Imut" sahut Mita pasrah
" Kak aku eh Imut maksudnya boleh tahu gak kakak tampan sebenarnya sudah punya pacar apa belum?" tanya Mita lagi.
__ADS_1
" Pacar?" Arta tertawa " Kamu itu masih kecil Imut, gak boleh ngomong tentang pacar" ucap Arta sambil tertawa.
" Memangnya kalau aku eh Imut masih kecil gak boleh gitu ngomong pacar, Imut kan suka sama kakak tampan, teman aku eh Imut saja disekolah sudah punya pacar, jadi Imut mau kakak tampan jadi pacar Imut ya " ucap Mita kecil dengan lugunya.
" Ya ampun imut kamu itu belum cukup umur untuk pacar-pacaran, kamu kayak sudah mengerti saja arti kata pacaran itu apa" Arta semakin tertawa membuat Mita malah berubah sendu.
" Jadi kakak tampan gak mau jadi pacar aku?" ucap Mita sendu dan tiba-tiba menangis
Arta yang melihat Mita menangis langsung panik " bu... bukan begitu Imut, kamu itu masih kecil masa ngomongnya soal pacar sih?" ucap Arta sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal merasa bingung menghadapi Mita kecil.
" Aku... eh Imut suka sama kakak tampan dan Imut mau kalau sudah besar nanti Imut maunya menikah sama kakak tampan" ucap Mita dengan lantang membuat Arta tercengang.
" Imut kamu ini bicara apa sih?" tanya Arta yang sudah kebingungan menghadapi anak kecil yang pikirannya melebihi usianya.
" Kakak tampan jahat, kakak tampan pasti sudah punya pacar iyakan, dan kakak tampan gak mau jadi pacar Imut?" Mita kecil menundukkan wajahnya sambil terisak.
" Siapa bilang? kakak itu belum punya pacar imut, iya kakak mau jadi pacar kamu tapi sudah ya jangan menangis lagi, nanti cantiknya hilang loh" jawab Arta cepat agar Mita berhenti menangis karena dia takut dimarahi jika ketahuan membuat Mita menangis.
" Jadi sekarang kakak tampan sudah menjadi pacar Imut ya?" tanya Mita yang sudah kembali berseri dan Arta mengangguk pasrah.
" Sekarang kakak mau tanya, memangnya kamu tau pacar itu apa?" tanya Arta
" Tau, pacar itu seperti mama sama papa yang saling sayang dan selalu bersama-sama terus" jawab Mita apa adanya dan Arta tersenyum tipis.
" Oiya sudah sore pulang yuk, nanti mama nyariin loh" ucap Arta menyuruh Mita kecil untuk segera pulang.
" Gak mau, Imut masih mau bersama kakak!"
" Lihat tuh langitnya mendung sudah mau turun hujan, ayok cepat kita pulang!" ajak Arta.
" Tapi pulang ke rumah kakak ya, di rumah sepi kak, mama sama papa belum pulang cuma ada bi Lastri" sahut Mita kecil dengan memelas
" Yaudah ayok!" sahut Arta beranjak dari duduknya dan berjalan bersama Mita. dan lagi-lagi Arta dibuat terkejut dengan tingkah Mita kecil yang menautkan tangannya di jari-jari Arta.
" Imut gak mau pisah sama kakak, jadi janji ya kakak tampan tidak akan pergi meninggalkan Imut !" ucap Mita kecil mendongakkan wajahnya menatap wajah Arta remaja.
" Iya imut kakak janji, jika pun kakak nanti pergi , kakak pasti akan datang kembali untuk mencari imut dan menikah dengan Imutnya kakak yang gemesin ini!" ucap Arta berjanji
Jegeeeerrrr
Tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras membuat Arta dan Mita kecil terperanjat kaget apalagi dengan suara petir yang seakan menjadi saksi ucapan Arta pada seorang anak kecil berusia 8 tahun.
" Benar ya kak, kakak janji hanya akan menikah dengan imut jika imut sudah besar nanti?"
" Iya kakak janji" sahut Arta
Jegeeeerrrr
Suara petir kembali terdengar kencang seakan kembali mengiyakan janji Arta
Arta dengan cepat mengajak Mita kecil berlari dibawah guyuran hujan menuju rumahnya.
Ceklekk
pintu terbuka dari dalam dan menyembulah Alena mommy-nya Arta. " Ya ampun Arta, Mi_!" ucapan Alena terpotong.
" Mom kasihan Imut sudah kedinginan, ijinkan kita masuk mom" ucap Arta.
" Ah.. iya sayang, ayok cepat kalian masuk.!" ucap Alena.
" Mom, aku mandi dulu ya, tolong ya mom gantiin bajunya si imut" ucap Arta
" Imut?" gumam Alena pelan.
" Ayok sayang!" ajak Alena
••
Setelah berganti baju dan Mita menggunakan baju Arta yang sudah kekecilan Alena mengajak Mita untuk makan.
" Ayok sayang kamu makan dulu ya, mommy sudah membuatkan kalian sup ayam kampung biar badan kalian terasa hangat setelah hujan-hujanan tadi!" ucap Alena mengajak Mita dan Arta yang tengah asik nonton kartun kesukaan Mita.
" Iya mom, ayok!" ucap Arta yang langsung mengajak Mita untuk makan.
" Wahh supnya enak sekali tante!" puji Mita kecil
" Kamu suka?" tanya Arta
" Suka, ini benar-benar enak " ucap Mita yang dengan lahapnya menikmati sup ayam kampung buatan Alena.
" Pelan-pelan sayang makannya!" ucap Alena
" Iya tante"
__ADS_1
Usai makan Mita pamit untuk pulang dan semenjak kejadian itu pula Arta selalu belajar memasak terutama masak sup ayam kampung kesukaan Mita dengan mommy-nya.
Arta selalu membawa sup ayam kampung setiap kali bermain ke taman dan Mita kecil begitu menyukai masakan yang Arta buat.
Kedekatan Arta dan Mita kecil sudah diketahui oleh kedua orang tua mereka, terutama papanya Arta yang tidak terlalu menyukai Arta terlalu dekat dengan Mita.
" Arta papa lihat kamu akhir-akhir terlihat dekat sekali dengan gadis kecil itu?" ucap papa Arta saat mereka tengah sarapan.
" Memangnya kenapa pih?" tanya Arta
" Papi tidak suka" jawab Jhonny papinya Arta
" Kenapa memangnya pih, dia gadis kecil yang lucu dan baik, aku tidak punya teman disini papi selama ini selalu melarang aku bermain dengan anak-anak lainnya dan sekarang aku berteman dengan dia pun papi melarangnya" tutur Arta sedikit protes
" Papi tidak mau mendengar apapun alasannya, yang jelas papi tidak suka kamu selalu bermain dengan anak itu dan menghabiskan waktu kamu hanya untuk menemaninya bermain. ingat Arta kamu itu harus banyak belajar dan papi mau kamu lanjutkan sekolah kamu di Jerman belajarlah dengan om Alex mu disana, kamu adalah satu-satunya penerus papi jadi jangan buat papi kecewa" ucap Jhonny tegas
" Tidak pi aku tidak mau, mom!" ucap Arta memohon dan meminta bantuan kepada mommy-nya.
" Pih sebaiknya papi pikirkan lagi soal ini pih, Arta itu masih kecil belum waktunya untuk belajar mengenai bisnis.!" ucap Alena
" Aku tidak butuh pendapatmu, sebaiknya kamu siapkan saja semua keperluan Arta selama tinggal di Jerman bersama Alex." perintah Jhonny yang tidak ingin dibantah
" Pih aku tidak mau pergi ke Jerman" protes Arta.
" Mau tidak mau kamu tetap harus berangkat malam ini juga" ucap Jhonny
" Apa, malam ini?" Arta terkejut
" Ya!"
" Tidak pi aku mohon"
" Mommy siapkan keperluannya kita akan berangkat malam ini" ucap Jhonny
••
Arta dengan langkah gontai berjalan menghampiri Mita yang tengah asik duduk di ayunan.
" Kak!" sapa Mita kecil terlihat bingung dengan raut wajah Arta yang nampak sendu.
" Mut" suara Arta terdengar begitu berat.
" Ada apa kak?" tanya Mita kecil
" Maafkan kakak ya!"
" Maaf untuk apa kak?"
" Kakak.... kakak harus pergi nanti malam Mut" ucap Arta yang terdengar sangat berat
" Pergi? memang kakak mau pergi kemana?"
" Kakak akan pergi ke Jerman" jawab Arta
" Jerman? apa jauh ?" tanya Mita kecil dengan polosnya
" Sangat jauh"
" Terus kapan kakak pulang?"
Arta menggeleng " Jadi kakak akan ninggalin aku sendiri begitu?" tanya Mita kecil yang sudah menangis.
" Maafkan kakak ya Mut, tapi kakak janji secepatnya kakak pasti akan kembali lagi dan datang untuk menikahi kamu setelah kamu sudah besar, bagaimana?"
" Apa kakak tidak akan melupakan imutnya kakak tampan?"
" Tidak akan, imut juga janji ya harus nunggu kakak!" Mita kecilpun langsung mengangguk.
Malam harinya Mita menangis sesenggukan Setelah tahu kalau Arta dan keluarganya ternyata sudah pindah ke Jerman. Rosa menatap sendu melihat Mita yang nampak sedih.
Setelah setahun kepergian Arta Mita nampak begitu murung dan setiap hari kerjaannya hanya fokus belajar dan belajar sampai akhirnya Mita tumbuh menjadi gadis cantik yang sangat tertutup.
Mita kembali bisa ceria setelah bertemu dengan Zaira dan kawan-kawannya. lalu bagaimana mana Mita bisa melupakan Arta? dan berakhir menerima pernyataan perasaan dokter Ariel.
Sebenarnya Mita tidak pernah melupakan kakak tampannya itu namun setelah kejadian dimana papanya mengkhianati cinta mamanya Mita menjadi berpikiran kalau kakak tampannya pasti sudah melupakannya apalagi tidak pernah ada kabar sedikitpun tentangnya. papanya saja bisa berpaling apalagi kakak tampannya itu Mita berpikir kembali secara logika tidak ingin terus menerus terbawa oleh perasaannya yang selama ini tidak jelas.
Yang pada akhirnya Mita mencoba untuk menerima perasaan dokter Ariel yang sudah begitu banyak membantunya dan dia juga berharap dengan dia menerima dokter Ariel setidaknya kehidupan rumah tangga Zaira tidak lagi terusik dengan ambisi dokter Ariel yang ingin memilikinya.
Sementara seorang pria dewasa setiap hari selalu mencari tahu keberadaan gadis imutnya. setelah kedua orang tuanya mengalami kecelakaan sewaktu di Jerman dan sampai merenggut nyawa keduanya Arta tinggal dan di urus oleh keluarga Alexander yaitu kedua orang tua Mario.
Arta kesulitan untuk mencari tahu keberadaan gadis imutnya itu karena kedua orang tua Mita sudah kembali membawa Mita pindah rumah ke ibu kota.
Bertahun-tahun Arta mencari gadis kecilnya itu bahkan dia tidak pernah menghiraukan setiap ada wanita yang ingin mendekatinya. Arta ingin memenuhi janjinya tapi hingga saat ini Arta tidak berhasil menemukannya.
__ADS_1
Flashback off.