Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Malam ini Miska tengah bersiap-siap untuk pergi ke acara ulang tahun Luna di sebuah club xx yang cukup terkenal di ibu kota.


Miska dengan dandanan casualnya terlihat begitu cantik dan mempesona membuat Roni yang baru saja keluar dari kamar mandi terpukau dengan kecantikan Miska yang nampak begitu alami dengan polesan make up tipis di wajahnya.


" Kenapa loe? kesambet?" tanya Miska yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapan Roni


Glek


Roni seketika tegang dan sulit menelan salivanya, dengan susah payah dia berusaha untuk bersikap biasa walaupun sebenarnya jantungnya jangan ditanya lagi sudah hampir lompat dari tempatnya.


" E..elo mau apa?" tanya Roni yang sedikit menjadi salah tingkah


" Gue yang seharusnya tanya, elo kenapa dari tadi diam aja udah kayak patung, terpesona dengan kecantikan gue iya?" tebak Miska dengan percaya dirinya


"Dih ge'er banget loe, udah sana minggir gue mau lewat!" Elak Roni dengan wajah yang terlihat bersemu merah


Miska yang baru pertama kali melihat Roni bersikap salah tingkah seperti itu seketika tersenyum tipis.


" Apa loe beneran akan datang ke acara ulang tahun Luna?" tanya Roni setelah berdandan rapih


" Hemm!" jawab Miska singkat


" Elo enggak takut emangnya datang ke club?" tanya Roni lagi dan kali ini Miska menoleh ke arah Roni dengan alis yang mengkerut


" Maksud loe?" kali ini Miska yang balik bertanya kepada Roni


" Ya elo tau sendiri kan di club' itu bagaimana, apa loe enggak takut datang ke tempat yang seperti itu atau jangan-jangan loe sama teman-teman Loe yang sok polos itu sudah sering ya datang ke tempat itu?" sahut Roni meremehkan


" Gue berani datang ke acara ulang tahun Luna di club itu bukan berarti gue dan teman-teman gue sering datang ke tempat lakNa* itu, gue cuma menghargai undangan Luna dan juga teman-teman gue yang turut datang ke acara tersebut. gue bukan loe yang suka ke tempat kayak gitu dan mengumbar tubuh loe itu buat dijamah wanita-wanita malam di sana!" ucap Miska yang jauh lebih menjatuhkan harga diri Roni.


Miska meraih tas selempangnya lalu keluar dari kamar dan berpamitan kepada mertuanya yang kebetulan sedang berada di ruang keluarga.


Sementara Roni mengumpat kesal dan sedetik kemudian dia langsung menghubungi seseorang.


" Mom, dadd...!" sapa Miska yang sudah menghampiri Mommy Sarah dan Bambang yang tengah berada di ruang keluarga


" Eh sayang, mau kemana tumben udah rapih begini?" tanya mommy Sarah


" Emmm... mau izin sekalian pamit mom.. dadd... malam ini ada acara ulang tahun teman sekolah Miska, enggak enak kalau enggak datang!" ucap Miska


" Iya sayang enggak apa-apa, kamu perginya bersama Roni kan?" tanya mommy Sarah yang melihat Roni sudah berdiri di belakang Miska dengan dandanan rapih juga.


" Emm..!" belum sempat menjawab suara bariton dari arah belakang membuat Miska seketika menoleh


" Iya, mom... dadd... kebetulan kami berdua di undang!" jawab Roni yang tanpa seizin Miska berani-beraninya laki-laki itu menautkan tangannya.


Miska seketika melotot dan menatapnya tajam namun Roni malah bersikap santai dan cuek.


" Ayo cepat kita berangkat sekarang, nanti keburu acaranya dimulai!" seru Roni membuat Miska tersentak dan langsung mengalihkan pandangannya.


" Mom.. dad.. kami berangkat dulu!" pamit Miska lalu salam takzim kepada keduanya.


" Iya nak hati-hati!" ucap mommy Sarah


" Jaga isterimu baik-baik Ron!" pesan Bambang membuat Miska yang mendengar kata isteri merasa ada sesuatu yang mengusik hatinya.


" Iya dadd tenang aja!" sahut Roni


Miska terpaksa ikut naik ke dalam mobil Roni yang sudah berjanji akan mengantarkannya ke cafe xx


" Elo kenapa tumben baik banget sampai mau mengantar gue ke cafe xx?" tanya Miska memecah keheningan di dalam mobil yang mereka tumpangi


Roni menoleh sekilas lalu kembali fokus dengan kemudinya


" Apa jangan-jangan loe itu sedang mencari perhatian gue iya? supaya gue mau sama loe dan kita enggak jadi pisah begitu?" tebak Miska yang langsung membuat Roni mengerem mendadak


Ciiiiiiiiiitttttt


Dug


Hampir saja Miska membentur dasboard akibat Roni yang mengerem mobilnya mendadak


" Elo udah g*La ya!" umpat Miska


Roni tidak menghiraukan umpatan Miska dan lebih tepatnya laki-laki itu menatap Miska dengan tatapan yang membuat Miska bergidik ngeri.


" E...Elo kenapa ngeliatin gue kayak gitu?" tanya Miska dengan suara terbata


Roni yang sudah membuka seatbeltnya seketika memajukan wajahnya mengikis jarak keduanya.


Miska tercekat dan terasa sulit menelan salivanya.


" E...lo mau ap..pa?" Miska sedikit gemetar mendapati situasi seperti ini


" Elo yang bilang bukan kalau gue sengaja ingin mencari perhatian loe dan enggak mau kita berpisah?" tanya Roni dengan suara berat


" Kalau gue mau mempertahankan loe agar tetap bersama gue, itu mudah!" lanjutnya dengan pandangan matanya yang sudah liar menjelajahi seluruh tubuh Miska yang nampak sudah gemetar.


" Kenapa diam? loe takut hem?" tanya Roni menantang


Miska yang mulai kembali kesadarannya berusaha untuk bersikap tenang dan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya agar bisa menghadapi manusia laron yang berada di dekatnya saat ini.


" Kenapa gue harus takut? untuk apa gue takut!" Miska mendorong dada Roni cukup kasar


" Loe sudah berubah pikiran sekarang iya? wanita yang dulu loe bilang bukan level loe untuk loe sentuh sekarang mau loe sentuh enggak malu apa sama ucapan loe sendiri" sindir Miska dengan seulas senyum manis di wajahnya membuat Roni yang melihat senyuman Miska langsung terpanah dan gelisah sendiri.


Dengan cepat Roni memakai seatbelt nya dan kembali melajukan mobilnya.

__ADS_1


Sesampainya di cafe xx Miska segera turun dari mobil Roni tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Roni tidak langsung pergi ia menunggu sampai Nicko menjemput Miska di cafe tersebut.


Sekitar 5 menit menunggu mobil Nicko sampai di cafe tersebut dan Miska pun langsung naik ke mobil tersebut.


Sekitar 20 menit perjalanan mereka akhirnya sampai di club yang dituju.


Sesampainya di sana Miska langsung mencari keberadaan teman-temannya.


" Itu mereka!" tunjuk Nicko ke arah Billy, Nana dan Hana


" Hai gaess!" sapa Miska pada ketiga sahabatnya itu


" Miska!" teriak Nana dan Hana


" Wah ramai ya acaranya!" ucap Miska sedikit berteriak karena dentuman musik yang terdengar sampai memekik di telinga


" Iya!" sahut Nana


" Kalian sudah ngucapin selamat belum pada Luna?" tanya Miska


Nana dan Hana mengangguk " Sudah!" jawab keduanya kompak


" Kalau gitu gue nyamperin Luna dulu ya!" pamitnya


" Oke!" sahut Nana dan Hana


" Mau kemana?" tanya Nicko saat melihat Miska yang hendak beranjak pergi


" Mau ngucapin selamat ke Luna!" jawab Miska seraya mengangkat kadonya yang ia bawa.


" Kalau begitu ayok sekalian gue juga belum ngucapin selamat sama tuh anak!" ajak Nicko yang kemudian berjalan mengekor di belakang Miska


Saat hendak menghampiri Luna tiba-tiba langkah Miska terhenti saat netranya melihat sosok yang sangat dikenalnya sedang memeluk Luna bahkan mengecupnya sekilas!"


" Ka ayok loe kenapa bengong sih?" tanya Nicko yang lalu mengikuti arah pandangan mata Miska


" Udah enggak usah kaku gitu, elo juga kan udah biasa melihat Roni kayak gitu sama semua cewek apalagi sama Luna yang juga mantannya!" ujar Nicko


Miska terkesiap dari lamunannya entah mengapa hatinya terasa sakit melihat pemandangan yang tidak seharusnya ia lihat, bukan karena dia sudah mencintai laki-laki tersebut tapi setidaknya hargailah ikatan suci pernikahan mereka sampai hari itu tiba.


Miska berusaha untuk bersikap tenang lalu entah ada dorongan dari mana ia dengan berani merangkul lengan Nicko dan berjalan menghampiri Luna yang sedang berdiri bersama Roni.


Roni yang melihat Miska menggandeng tangan Nicko mengepalkan tangannya dan menatap tajam kearah Miska.


Miska bersikap biasa lalu mendekati Luna tanpa menghiraukan keberadaan Roni yang berdiri disamping Luna.


" Hai Luna selamat ulang tahun ya!" ucap Miska seraya mengulurkan tangannya kepada Luna dan Luna pun menyambutnya.


" Terima kasih Miska!" ucapnya


" Terima kasih Nicko loe udah mau datang, tapi ngomong-ngomong Khanza mana?" tanya Luna


" Khanza gak bisa datang, dia cuma nitip salam dan ini!" ucap Nicko lalu menyerahkan kado yang dititipkan Khanza pada Nicko


" Kalian datang bersama?" tanya Luna penasaran karena setahunya Nicko sangat mencintai Khanza


" Iya!" jawab Nicko


" Kalian sangat serasi, bukan begitu sayang!"


Deg


Jlep


Roni dan Miska seketika saling beradu pandang.


" Sayang? jadi mereka bukan lagi mantan dan sudah balikan, apa karena hal ini Roni takut gue datang ke acara ini?" gumam Miska dalam hati


" Serasi apanya, awas aja loe cewek g*La gue bikin perhitungan loe nanti setibanya di rumah!" geram Roni dalam hati


" Sayang!" panggil Luna membuat keduanya akhirnya memutus pandangan satu sama lain


" Emm... kalau gitu gue pamit gabung ke yang lain ya Lun!" pamit Nicko


" Oke, thanks ya Ko!" Nicko hanya mengulas senyum.


" Miska elo kenapa kok kayak enggak nyaman gitu berada di sini?" tanya Nicko setelah mereka menjauh dari Roni dan Luna


" Ya elo kan juga tahu Ko, gue ini gak terbiasa di tempat yang ramai dan berisik kayak gini!" jawab Miska


" Kalau gitu bagaimana kalau loe ikut gue aja!" tawar Nicko


" Kemana, acaranya kan belum dimulai" jawab Miska


" Enggak jauh kok, kalau udah dimulai juga kedengaran" sahut Nicko


Karena merasa kurang nyaman berada di tempat itu Miska pun akhirnya menurut ikut bersama Nicko.


" Mereka serasi ya sayang?" tanya Luna pada Roni yang masih diam mematung


" Ya?" Roni terkesiap


" Miska dan Nicko mereka nampak serasi, tapi sungguh kasihan juga nasib Nicko"


" Apa maksud loe kasihan dengan nasib Nicko?" tanya Roni penasaran

__ADS_1


" Sepertinya Nicko sudah menaruh hati pada Miska terlihat dari pandangan matanya tapi sayangnya gadis itu kini sudah menjadi incaran Bayu!" terang Luna


"Incaran Bayu, maksudnya?" Roni bertanya sesantai mungkin agar Luna tidak mencurigainya.


" Elo kayak enggak tahu Bayu aja, setiap cewek yang dia incar pasti harus dia dapatkan kecuali dengan Khanza entah kenapa dengan anak itu Bayu mudah sekali menyerah" tutur Luna


" Jadi maksud loe Bayu itu suka sama si Miska temannya Nana?" tanya Roni memastikan


" Tepat sekali, bahkan tuh anak berencana untuk mendapatkan Miska malam ini juga"


" Mendapatkan bagaimana maksud loe?" tanya Roni yang sebenarnya sudah sedari tadi menahan kekesalannya.


" Elo enggak usah belaga polos deh Ron, enggak cocok banget tau, Loe pasti tau lah maksudnya apa, tadi tuh Bayu meminta satu kamar buat dia malam ini, katanya dia berencana akan menghabiskan malam ini bersama Miska!" sahut Luna


" Apa?" Roni terkejut " Menghabiskan malam dengan si Miska tadi? "


" Iya, kenapa emangnya loe kok kayak terkejut gitu sih?" Luna balik bertanya


" Enggak kenapa-napa sih, cuma heran aja sejak kapan tuh anak seleranya turun?" tanya Roni sengaja merendahkan Miska


" Maksud loe?"


" Ya kenapa enggak sama elo aja gitu, secara loe itukan lebih cantik dan berkelas" puji Roni


" Ya karena guenya yang enggak mau sama dia, kalau sama elo gue mau bagaimana, Loe mau kan menghabiskan malam ini bersama gue?" Luna bergelayut manja pada Roni


" Jangan seperti ini Lun, tuh teman-teman loe mau pada ngucapin selamat. gue kesana dulu ya!" untung saja ada teman-teman Luna yang baru datang jadi Roni bisa mengambil kesempatan untuk pergi dan mencari keberadaan Miska.


Roni melihat Bily, Nana dan Hana yang tengah asik menikmati pesta tersebut tapi dia tidak melihat keberadaan Miska dan juga Nicko.


" Kemana sih tuh cewek?" kesal Roni lalu mengambil benda pipih dari saku celananya dan mencari tempat yang sedikit lengang.


" Hallo.... apa kalian melihatnya?"


(........)


" Bagus, awasi terus jangan sampai kehilangan jejak!"


(.......)


Sambungan telpon ditutup, Roni segera menuju tempat dimana Miska berada setelah salah satu anak buahnya melaporkan tentang keberadaan Miska.


Roni memang sengaja mengerahkan beberapa anak buahnya untuk mengawasi Miska, karena entah kenapa dia merasa sedikit khawatir dengan Miska yang datang ke acara tersebut.


Dari kejauhan Roni dapat melihat Miska yang sedang duduk santai bersama Nicko, seketika pemandangan tersebut membuat seorang


Roni Aryandra mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangannya kuat ada desiran panas yang mengalir ke seluruh tubuhnya apalagi saat netranya melihat Miska tengah tersenyum manis pada laki-laki lain.


Namun sedetik kemudian Roni memicingkan penglihatannya saat seorang pelayan datang menghampiri mereka dengan nampan berisi dua gelas minuman dan memberikan kepada Nicko dan Miska.


Roni menaruh curiga kepada pelayan tersebut tapi tidak dengan Miska dan Nicko yang dengan santainya mengambil minuman tersebut.


Miska yang merasa haus lalu meneguk minumannya tanpa curiga sedikitpun, Nicko pun sama dia pun meneguk minuman yang ada di tangannya.


Dan beberapa menit kemudian Miska tiba-tiba merasa ada yang aneh dengan tubuhnya dan pergerakan Miska tidak luput dari penglihatan Roni yang begitu tajam.


Nicko tiba-tiba merasa pusing " Miska sepertinya ini ada yang aneh, kepala gue tiba-tiba kok terasa berat dan pusing, sebaiknya cepat loe hubungi Nana atau..!"


Bruk


Nicko langsung tidak sadarkan diri, Miska terkejut bukan main melihat Nicko yang sudah terkapar apalagi dia merasakan ada sesuatu yang aneh pada dirinya.


Miska dengan segenap tenaganya berusaha untuk mengendalikan dirinya agar tetap tersadar meraih benda pipih yang ada di dalam tas selempangnya namun sebelum mendapatkan ponselnya tersebut tiba-tiba datang beberapa orang tak dikenal menghampirinya dan salah satunya adalah Bayu yang tersenyum miring melihat Miska yang masih setengah sadar.


" E... elo!" terkejut Miska seraya membulatkan matanya


" Tidak usah terkejut seperti itu, ditempat kayak gini tuh sudah biasa. malam ini kita akan menghabiskan waktu bersama sayang!" ucap Bayu membuat Miska bergidik ngeri tapi dia tidak bisa mengendalikan tubuhnya yang terasa semakin aneh.


" Nikmati saja sayang, tidak usah tegang!" ucap Bayu dengan senyum liciknya


" Cepat bawa dia !" titah Bayu yang langsung beranjak pergi


Salah satu anak buah Bayu pun langsung membawa Miska layaknya karung beras,


Sementara Nicko dibiarkan begitu saja.


Roni yang melihat isterinya dibawa pergi oleh anak buah Bayu merasa geram dan meradang, dia pun langsung mengerahkan anak buahnya.


Dan tidak butuh waktu lama Miska pun sudah berpindah tangan.


Dengan hati-hati Roni menggendong Miska ala bridal style, Roni membawa Miska ke apartemen miliknya karena jika membawanya pulang dalam keadaan seperti itu pasti akan membuat kedua orang tuanya khawatir dan marah besar.


Tubuh Miska yang seperti cacing kepanasan membuat Roni menegang dan berkali-kali menelan salivanya, berusaha untuk mengontrol dirinya.


" Sial!" geram Roni saat melihat Miska yang menggeliat seperti cacing kepanasan diatas tempat tidur.


Roni lalu menggendong Miska dan membawanya ke dalam kamar mandi, Roni mengguyur tubuh Miska dengan air dingin berusaha untuk menghilangkan efek dari obat lakNut yang di minumnya.


Berkali-kali Roni mengutuk dan mengumpat melihat Miska yang masih belum juga bisa mengontrol dirinya.


" Dasar gadis bodoh, gue udah peringatin berkali-kali tapi malah ceroboh minum sembarangan!" kesal Roni.


" Panas... ini sungguh menyiksa, tolong gue Ron!" ucap Miska setengah tidak sadar


" Kalau gue menolong loe yang ada loe bakalan ngamuk sesudahnya" sahut Roni seraya mengusap wajahnya kasar


" Ron... tolong gue, ini sung....guh menyiksa. gue kenapa ini? kenapa rasanya begitu me..nyiksa!"

__ADS_1


Karena melihat Miska yang sudah menggigil kedinginan Roni pun kembali mengangkat tubuh Miska keluar dari kamar mandi, melihat Miska yang semakin menggigil ditambah karena bajunya yang basah Roni semakin tidak tega, Roni pun berusaha menahan dirinya untuk mengganti pakaian Miska dan alhasil Roni yang sedari tadi menguatkan pertahanannya akhirnya roboh juga karena Miska yang tidak bisa diam.


Akhirnya malam itu Roni dan Miska pun menghabiskan malamnya bersama, sesuatu yang seharusnya menjadi malam pertama mereka sebagai pasangan suami isteri tapi terjadi justru karena sebuah tragedi.


__ADS_2