Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Rasa Nyaman


__ADS_3

" Za loe dari mana aja, tadi pak Aldy kayaknya nyariin loe deh di ruang UKS?" tanya Indah yang baru datang dari kantin bersama Dion


" Iya Za dan gue liat tuh guru kayak kesal gitu" sambung Dion


" Ih bodo amat bukan urusan gue, tuh guru maunya apa sih heran gue" dengus Zaira


" Maunya loe!" ucap mereka serempak


" Dih segitunya, kompak benar ya!" Zaira memutar bola matanya malas


" Ya emang apa lagi yang di mau tuh guru kalau bukan loe" sahut Indah


" Ya sorry aja gue udah laku" ucap Zaira enteng


" Kali aja dia belum tau kalau loe sebenarnya bukan cuma udah married sama pak Bagaz tapi malah udah punya buntut" timpal Mia


" Kenapa sih pak Bagaz belum juga ngomong gitu kalau kalian itu sudah_" ucapan Indah terpotong


" Sudah apa?" tanya seorang pria dewasa yang sudah berdiri di belakang mereka.


" Eh pak Al" Indah menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


" Dion antar gue ke toilet yuk!" ajak Yoga membuat Indah menatapnya tajam pasalnya dia juga ingin pamit ke toilet karena tiba-tiba merasa ruangan menjadi sesak.


" Maaf pak saya mau ke toilet dulu" ucap Indah dan diikuti oleh Mia dan Mona.


" Yo tunggu!" teriak Mona


" Jangan lama-lama sebentar lagi masuk!" ucap pak Aldy mengingatkan


" Siap pak!" sahut Indah dan Mia bersamaan.


" Alzaira, kamu tadi pergi kemana? katanya mau istirahat" tanya pak Aldy membuat Zaira jengah dengan sikapnya yang sok perhatian.


" Saya tadi ke ruang UKS pak setelah itu ke kantin" jawab Zaira sedikit berbohong.


" Memangnya ada apa pak Al mencari Za?" tanya Lia yang tidak suka dengan cara pak Aldy memandang Zaira.


" Gak ada apa-apa, tadi cuma mau memastikan aja, Alzaira itukan keluar di jam pelajaran saya tadi, ya saya takut Alzaira kenapa-napa" sahut pak Aldy


" Terima kasih pak atas perhatiannya. dan Alhamdulillah keadaan saya baik-baik saja pak" sahut Zaira


" Maaf pak sudah bunyi bel, apa pak Al mau disini terus?" tanya Mita mengingatkan karena sang guru belum juga pergi.


" Owh, iya iya.. maaf !" ucap pak Aldy yang langsung berjalan keluar dan murid-murid kelas Zaira sudah kumpul semua.


" Ngapain sih itu pak Aldy, gak ada kerjaan banget apa, guru kok malah kumpul di situ." cerocos salah satu murid yang kebetulan lewat di depan kelas Zaira cs.


" Biasa loe gak lihat tuh. gue sih yakin tuh guru lagi ngedeketin Zaira" timpal temannya.


" Baguz deh semoga lancar" ucap murid tersebut yang sudah masuk ke dalam kelasnya..


Pulang sekolah


" Ayok!" ajak Azka membuat Zaira tersentak kaget saat Azka merangkulnya dari belakang.


mereka saat ini tengah berada di area parkiran.


"Ishh.... pak guru jangan bikin baper deh!" protes Mia yang melihat kemesraan guru dan murid tersebut.


" Kenapa? iri, bilang bos?" ledek Zaira seraya terbahak.


" Dasar ya ini anak sudah berani sombong dia sekarang!" Mia menghampiri Zaira dan menggelitiknya.


" Iya... iya... ampun !" teriak Zaira


Azka tersenyum lega melihat isteri kecilnya kini sudah bisa tertawa dan bercanda dengan teman-temannya.


" Kak Meli duluan ya!" ucap Lia yang membuat Mia dan Zaira berhenti bercanda dan menoleh ke arahnya


" Gaes, sorry gue duluan ya!" ucap Lia


" Emang loe mau kemana Li kok buru-buru banget sih?" tanya sang indah.


" Gue mau kontrol!" sahut Lia


" Sama siapa dek?" tanya Azka cemas


" Biasa, siapa lagi kak tuh!" tunjuk Lia ke arah Mario yang dengan langkah santai berjalan ke arahnya.


" Kak!" sapa Mario

__ADS_1


" Mau langsung?" tanya Azka


" Iya kak" sahut Lia


" Li baju loe?" tanya Zaira yang mengerti maksud arah pertanyaan Zaira.


" Gue bawa baju ganti ada di dalam mobil" jawab Lia


" Syukurlah, kalau kamu datang pakai baju seragam kayak gitu bisa heboh nanti!" sahut Azka


" Itu sih udah pasti kak, secara siapa sih yang gak kenal dengan Fariza Meliani Dinata" ucapnya sombong


" yah ketularan Za ini anak!" ucap Mona memutar bola matanya jengah sementara yang lain malah tertawa


" Yaudah ya kita duluan!" pamit Lia


" Iya, hati-hati !" ucap Azka


Disaat Zaira sedang berjalan bersama Azka dan juga teman-temannya yang lain tiba-tiba langkah mereka terhenti karena seseorang yang sudah memotong jalan mereka.


" Alzaira!" panggilnya membuat Azka mendengus kesal menoleh ke sumber suara


" Ada perlu apa ya pak?" tanya Zaira sopan.


" Tidak apa-apa, cuma mau mengajak kamu pulang bareng saya!" ucap pak Aldy terang-terangan membuat Azka geram dan mengeratkan genggaman tangannya.


" Terima kasih tawarannya pak, tapi maaf saya pulang bareng pak Bagaz!" ucap Zaira jujur karena dia tidak ingin pak Aldy semakin salah paham


" Owh begitu, baiklah lain waktu saja. bolehkan?" tanya pak Aldy yang masih belum menyerah


" Saya tidak bisa janji pak!" sahut Zaira


" Maaf pak Aldy, kami harus segera pulang sekarang, permisi!" ucap Azka menyela pembicaraan Zaira dan pak Aldy


" Silahkan pak Bagaz!" ucap pak Aldy


Zaira masuk ke dalam mobil Azka. Mia, Mita dan Mona pulang bersama naik mobil Yoga sementara indah pulang naik motor bersama Dion.


Pak Aldy dari kejauhan terus memperhatikan Zaira yang masuk ke dalam mobil Azka, hatinya bergemuruh ada rasa kesal melihat Zaira yang tersenyum manis kepada Azka, sementara setiap kali ia dekati Zaira selalu memasang wajah jutek dan dingin


Zaira sebenarnya gadis baik dan ramah hanya saja dia tidak ingin sikap baik dan ramahnya terhadap pak Aldy disalah artikan.


Zaira menoleh dengan menarik satu alisnya.


" Ada yang cemburu ceritanya!" balik goda Zaira


" Cemburu? siapa yang cemburu" elak Azka


" Yaudah, bagus deh kalau gak cemburu. jadi besok kalau pak Aldy menawarkan pulang bareng boleh dong ya?"


Cittttt.......


Azka langsung mengerem mobil mendadak dan menatap tajam ke arah Zaira.


" Kenapa sih berhenti dadakan gitu, sakit tau !" kesal Zaira yang kepalanya sedikit terbentur.


" Kamu bilang apa tadi?"


" Bilang apa memangnya?" tanya Zaira dengan wajah polos


" Jangan pura-pura tidak tahu" kesal Azka


" Ya apa memangnya?" Zaira malah balik bertanya


" Jadi kalau guru sok kepedean itu ngajak kamu pulang bareng, kamu gak akan menolaknya iya?" kesal Azka


" Ish, katanya gak cemburu tapi baru bilang gitu aja udah bikin keningku benjol" ucap Zaira menggerutu


" Ya kamunya aja yang nyebelin"


" Loh kok jadi aku, kamu yang bilang gak cemburu tapi kenapa jadi marah " Zaira tidak terima


" Ya kamu pikir aja sendiri"


"Kenapa aku harus mikir!" tanya Zaira dengan wajah jutek


" Mana ada suami yang gak cemburu kalau isterinya pulang bersama pria lain" tutur Azka kembali fokus dengan kemudinya setelah mesin mobil dihidupkan kembali.


" Sudah ah mas, aku capek mau cepat pulang gak usah ngebahas yang gak penting" Zaira menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya.


" Kita ke rumah mama dulu jemput Zia!" ucap Azka

__ADS_1


" Hem!" Zaira sepertinya benar-benar mengantuk dan tidak lama iapun sudah terlelap.


Tidak terasa mobil mereka pun sampai di kediaman rumah Dinata. melihat Zaira yang masih terlelap Azka tidak tega untuk membangunkannya.


Azka menggendong Zaira dan membawanya masuk ke dalam rumah.


" Assalamu'alaikum!" ucap Azka saat masuk ke dalam rumah


" Ka, Za tidur?" tanya mama Maria pelan


"Iya mah!" sahut Azka yang melanjutkan langkahnya menuju kamarnya


Azka meletakkan Zaira di atas tempat tidur dengan sangat hati-hati, menyelimutinya sampai sebahu. setelah itu ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Selesai mandi Azka keluar kamar dan mencari putrinya.


" Mah!" panggil Azka saat sudah berada di ruang keluarga ada mama Maria sedang bermain dengan baby Zia.


" Hai sayang!" Azka menggendong baby Zia dan menciumi pipi gembulnya.


" Za masih tidur?" tanya mama Maria


"Iya mah, tadi disekolah juga dia tidur di ruangan Azka mah. sepertinya dia benar-benar kelelahan karena akhir-akhir ini memang tidurnya kurang baik" ucap Azka


" Iya, semenjak bundanya pergi dia memang kurang tidur, hampir setiap hari menangis. mama benar-benar tidak tega melihatnya" ucap mama Maria


" Tapi hari ini Za sudah jauh lebih baik mah, kumpul bersama teman-temannya disekolah dia sudah bisa tertawa dan bercanda" tutur Azka memberitahu


" Syukurlah kalau begitu" mama Maria nampak lega


" Apa kalian akan menginap di sini?" tanya mama Maria


" Sepertinya tidak mah, kami mau pulang ke rumah sudah 2 pekan kami tidak pulang ke rumah" ucap Azka


" Ya sudah kalau begitu!"


" Mah Azka mau bawa baby ke atas dulu ya, sekalian mau lihat mamanya sudah bangun apa belum" pamit Azka


" Yaudah sana, mamah juga mau masak untuk makan malam dulu, kalian boleh pulang tapi makan malam disini dulu ya!" pinta mama Maria


" Iya mah!" sahut Azka


Azka pergi ke kamar dan mama Maria menuju dapur.


Ceklekk


Azka masuk ke dalam kamar namun tidak melihat keberadaan Zaira


" Sayang!" panggil Azka


" Iya mas, aku mau bersih-bersih dulu sebelum kita pulang!" teriak Zaira dari dalam kamar mandi


" Kita pulangnya nanti malam aja sayang " sahut Azka ikut teriak


" Kenapa malam mas?" tanya Zaira setelah membuka pintu kamar mandi dan hanya mengeluarkan kepalanya saja.


" Mama meminta kita makan malam dulu sebelum pulang" sahut Azka dan Zaira mengangguk paham


Zaira masuk kembali ke kamar mandi dan menyelesaikan ritual bersih-bersihnya.


Makan malam pun tiba, Zaira dan keluarga besar Dinata kini tengah berkumpul bersama termasuk Lia dan Mario yang diminta untuk datang oleh mama Maria.


Makan malam berjalan khidmat, semua makan bersama-sama dengan sesekali diselingi candaan dan guyonan dari papa Sam.


Setelah acara makan malam selesai, Lia pun pamit untuk pulang ke rumah mama Novi dan Zaira pulang ke rumah mereka sendiri.


Mama Maria merasa sangat kesepian setelah kedua anak dan menantunya pulang.


" Kenapa sedih mah?" tanya papa Sam


" Kedua anak kita sudah berumah tangga dan mereka kini sudah memiliki kehidupannya sendiri. mama merasa kesepian aja pah!" tutur mama Maria sendu


" Walaupun kita merasa kesepian tetap kita harus berbangga hati karena memiliki menantu yang baik hati. yang selalu sabar menghadapi anak-anak kita" tutur papa Sam


" Iya pah, mama juga senang kita sudah punya cucu dan sekarang sudah mau tambah satu. tidak terasa ya pah kita sudah menjadi Oma dan opa."


" Kita sudah tua mah"


" Iya pah!"


Obrolan hangat pun menemani malam panjang sepasang suami istri yang merasa kesepian karena ditinggal oleh anak-anak mereka yang kini sudah memiliki kehidupannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2