
Hari ini Khanza bermalas-malasan di rumah, suaminya benar-benar membuatnya menjadi anak bandel karena memintanya untuk bolos sekolah.
Dengan langkah gontai Khanza masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih, Khanza berendam air hangat di bathtub merilekskan tubuhnya yang terasa pegal-pegal semuanya.
Hampir 1 jam Khanza berada di kamar mandi, bahkan panggilan dering ponselnya pun Khanza abaikan begitu saja.
Bahkan beberapa kali Aldy melakukan panggilan tapi tidak kunjung mendapat jawaban membuat pria tersebut kalangkabut dan berpikiran hal yang tidak-tidak tengah terjadi pada isterinya.
" Kenapa kamu tidak menjawab panggilan ku sayang!" gumam Aldy mendengus kesal
Setelah selesai mandi dan sudah berganti baju Khanza langsung keluar dari kamar menuju dapur membuat makan siang untuk dirinya sendiri.
Khanza sibuk dengan kegiatan memasaknya sampai akhirnya teralihkan dengan suara pintu apartemen yang diketuk
Khanza mematikan kompor terlebih dahulu sebelum ia pergi membukakan pintu.
Ceklekk
Pintu terbuka dan khanza dibuat terkejut dengan kedatangan kedua sahabatnya yang masih berdiri di depan pintu dengan senyum yang mengembang.
" Kalian? bagaimana kalian bisa tahu gue tinggal di sini!" ucap Khanza yang masih mode bingung
"Tanya-tanyanya nanti aja, masa kita gak disuruh masuk dulu gitu kasih minum ke atau kasih makan sekalian!" cerocos Miska yang disambut kekehan oleh Khanza
" Iya deh ayok masuk!" Khanza merangkul bahu Miska dan Hana
" Keren banget apartemen loe Za!" ucap Hana kagum
" Bukan apartemen gue tapi suami gue" ralat Khanza
" Ya sama aja itu mah bambang!" Hana menoyor kepala Khanza
" Loe itukan isterinya, punya suami ya jelas dong punya isteri juga bukan begitu bu Miska" lanjut Hana
" Yaps anda benar sekali nona Hana!" ucap Miska menimpali
" Terserah kalian aja deh mau anggap apa juga!" jawab Khanza seraya berjalan ke arah dapur.
" Ngomong-ngomong kalian tadi belum jawab loh pertanyaan gue" ucap Khanza seraya meletakkan minum diatas meja untuk kedua sahabatnya itu.
" Pertanyaan yang mana?" tanya Miska pura-pura tidak tahu
" Kalian tahu dari mana alamat apartemen ini? perasaan gue enggak pernah ngasih tau kalian deh"
" Menurut loe dari siapa?" Miska malah balik bertanya
" Ya mana gue tahu, loe itukan belum cerita " jawab khanza
" Tebak dong dari siapa!"
" Kalian jangan- jangan penguntit ya?"
" Ah sialan loe, kita ini bisa datang kemari gara-gara ponsel loe yang gak bisa di hubungi' jawab Miska
__ADS_1
" Maksudnya apa coba? dan apa hubungannya dengan ponsel gue ?" tanya Khanza yang sedikit bingung
" Gara-gara loe enggak angkat telpon dari suami loe itu dia langsung nelpon gue dan meminta gue buat ngechek keadaan loe. gue juga bingung tuh pak Gutami kok bisa punya nomor gue ya?" Miska menyandarkan tubuhnya pada sofa
" Maksud loe laki gue nelpon loe gitu terus nyuruh loe kesini?" tanya Khanza yang masih tidak percaya dengan sikap konyol suaminya itu
" Iya, dia kayak orang panik gitu"
"Masa sih, baru juga berangkat masa udah nelpon aja sih!" ucap Khanza seraya geleng-geleng kepala
" Maklum aja dah, laki loe itu udah bucin akut kayaknya" sahut Hana
" Betul itu, gue setuju" Miska dan Hana bertos ria.
Dreett
" Tuh laki loe nih nelpon!" ucap Miska saat meraih ponselnya yang berdering dan ternyata nama gurunya yang tertera.
" Bucin abisss!" ledek Hana seraya tertawa
" Bucin akut!" Miska ikut menimpali
" Berisik!" Khanza memelototi Miska dan Hana
" Woyyy ponsel gue!" teriak Miska saat Khanza membawa ponselnya ke arah dapur.
" Hallo, Assalamu'alaikum mas!"
" Sayang kenapa aku telpon ke nomor kamu tidak diangkat hem?"
" Maaf mas ponsel aku ada dikamar dan aku lupa belum mengaktifkan nada deringnya."
" Apa kamu baik-baik saja sayang?" tanya Aldy terdengar khawatir
" Alhamdulillah baik mas, kenapa memangnya?"
" Tidak ada apa-apa, tadi aku sempat panik aja karena nomor ponsel kamu susah dihubungi" jawab Aldy
" Mas masih di bandara?"
" Iya, sebentar lagi berangkat. yaudah aku tutup ya telponnya. jaga diri baik-baik kalau ada apa hubungi mas dan kalau merasa kesepian kamu bisa meminta teman kamu untuk menginap." Khanza nampak berbinar baru saja ia ingin mengatakan hal itu tapi suaminya ternyata sudah lebih dulu pengertian.
" Assalamu'alaikum"
" Wa'alaikum salam, hati-hati ya mas!"
" Iya sayang, mas pasti akan merindukan mu."
" Hem" jawab Khanza singkat
Sambungan telepon pun terputus Khanza masih tersenyum menatap ponsel yang berada di tangannya.
" Ponsel gue!" lamunan Khanza buyar saat ponsel yang ada di tangannya diambil begitu saja oleh pemiliknya.
__ADS_1
" Dasar bucin!" ledek Miska
" Biarin aja bucin juga udah halal"
" Cih yang udah halal sombong banget ya, kita pulang aja yuk Han!"
" Enggak mau ah gue belum makan, perut gue udah demo nih minta di isi, Za makan dong!"
" Wah parah nih anak, dasar sohib gak ada akhlak loe malu-maluin gue aja " Miska menoyor kepala Hana dan yang ditoyor malah ngakak.
" Udah-udah gak usah ribut, kebetulan gue udah masak mending kita langsung makan aja sekarang bagaimana?" seru Khanza
" Nah ini nih sohib gue yang paling pengertian" puji Hana
" Dasar tukang makan!" oceh Miska
" Biarin aja, gue itu lapar ini udah lewat dari jam makan siang kasihan cacing-cacing di perut gue udah demo minta diisi dari tadi"
" Pantesan ya loe enggak gede-gede tuh badan walaupun udah makan banyak ternyata loe cacingan" ledek Miska
" Eh sialan loe gue dibilang cacingan!" Hana memiting leher Miska sedetik kemudian mereka bertiga tertawa bersama.
Saat ini mereka bertiga sedang berada di meja makan menikmati makan siang bersama
" Za ini beneran loe yang masak semua?" tanya Miska melihat masakan yang tersaji di atas meja
" Kenapa? loe enggak suka ya sama menunya?" Khanza balik bertanya
" Bukan begitu ini sumpah ya masakan loe enak banget Za" puji Miska
" Ah paling juga delivery, iya kan Za?" ucap Hana merasa tidak percaya
" Enak aja masaklah!" protes Khanza
" Gue sih percaya, secara masakan bu Khodijah aja enak masa anaknya gak bisa masak!" sahut Miska yang memang sering ikut makan bersama Khanza saat main di rumahnya.
" Cakep!" Khanza memberikan jempolnya ke arah Miska
" Apalagi sekarang gue ini adalah seorang isteri harus dong bisa masak, biar suami betah makan di rumah!" lanjut Khanza
" Wahhh.... ibu pak Gutami ini memang luar biasa, pantes aja pak Gutami langsung bucin" goda Miska
" Iya, sampai segitunya ya, isterinya gak jawab telponnya aja langsung nyuruh kita kesini, itu belum ada sehari ya apalagi satu atau dua hari bisa langsung pulang kali ya Za pak Gutami!" oceh Hana
" Bisa jadi itu!" timpal Miska
Khanza hanya tersenyum simpul membenarkan ucapan ke dua sahabatnya itu.
Saat mereka tengah asik menikmati makan siang bersama tiba-tiba ponsel Hana berdering.
" Siapa Han yang telpon?" tanya Miska
" Gawat gaess Nana nelpon!" ucap Hana saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya
__ADS_1