
"Tuh kan!" ucap Khanza saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya dan Aldy meliriknya dengan alis yang mengkerut
" Siapa?" tanya Aldy lagi yang beranjak dari tempat tidur dan mencoba melihat siapa yang sudah mengganggu kesenangannya.
" Miska?" tanya Aldy membuyarkan ketegangan di wajah Khanza
" Iya, bagaimana ini mas dia pasti akan ngoceh-ngoceh memarahiku karena aku menghilang begitu saja, mereka pasti cemas karena mengkhawatirkan aku" Khanza tidak berani mengangkat panggilan telpon dari sahabatnya itu sampai akhirnya Miska menggantinya dengan video call.
" Duh sekarang dia malah video call lagi, bagaimana ini mas?" Khanza jadi bingung sendiri sementara Aldy diam saja seperti orang tidak bersalah.
" Tuh mas sih katanya cuma sebentar tapi ini sampai jam 8 malam kita belum juga kembali kesana jelas aja Miska khawatir" kesal Khanza
" Kamu tidak usah cemas sayang udah angkat aja!" titahnya santai
" Tapi mas_" Khanza masih ragu-ragu
" Udah gak apa-apa angkat aja!"
Khanza dengan sedikit ragu-ragu menggeser notif berwarna hijau di layar ponselnya.
" Assalamu'alaikum!"
..." Wa'alaikum salam."...
..."Ya ampun Khanza loe kemana aja sih bikin orang khawatir tau gak sih loe?"...
" Iya maaf tadi gue dadakan gitu perginya jadi lupa buat ngabarin loe"
..." Iya gue tahu kalau sudah berduaan mah dunia milik berdua jadi lupa deh segalanya termasuk ngabarin gue" kesal Miska...
" Apaan sih loe Mis, enggak kayak gitu juga kali?" ucap Khanza sedikit tidak terima
..." Loe lagi dimana sih sekarang sama Gutami loe itu?" tanya Miska penasaran...
" Lagi di penginapan" jawab Khanza malu-malu
..." Apa di penginapan? oh ya ampun Khanza gue dari tadi cemas mikirin loe dan ternyata loe sama laki loe itu malah asik berduaan dan_?" Miska tidak melanjutkan ucapannya dan Khanza tentu tahu kemana arah pembicaraan sahabatnya itu...
" Dan apa lagi? gue disini cuma numpang tidur dan mandi doang sebentar karena disitu gak leluasa. eh terus ketiduran sama mas Aldy!" jawab Khanza yang malah membuat Miska berasumsi lain.
..." Sebegitu enggak tahannya ya kalian sampai menyewa penginapan segala udah gitu bilangnya mau mengecek kesehatan lagi padahal mah mau ngecek itu tu..." Miska tergelak sendiri membuat Hana yang baru saja masuk ke dalam tenda bersama Nana nampak mengerutkan keningnya...
" Loe sedang video call sama siapa Mis?" tanya Nana yang tentu saja membuat Miska menoleh dan terperanjat kaget
" Astaghfirullah.... ngagetin aja kalian berdua!" ucap Miska seraya mengelus dadanya.
" Udahan dulu ya nanti gue telpon lagi" ucap Miska yang langsung mematikan sambungan teleponnya.
" Loe bicara sama siapa Mis, Khanza ya?" tanya Nana
__ADS_1
" Emmmm..... iya!" sahut Miska sedikit gugup
" Dimana tuh anak?" tanya Nana seraya mendudukkan dirinya di matrasnya
" Khanza ke klinik terdekat daerah sini, dia habis menjalani pemeriksaan kesehatan soalnya tadi dia sempat merasa pusing terus pak Aldy menawarkan untuk mengantarkannya!" ucap Miska sedikit berbohong karena Khanza hanya menjalani pemeriksaan dari sang suami saja.
" Terus keadaan Khanza sekarang bagaimana, kok lama banget gak pulang-pulang?" Nana sedikit cemas
" Sudah enggak apa-apa cuma sedikit ada trauma katanya" jawab Miska sekenanya yang bingung harus menjawab apa
" Udah gak usah khawatir yang penting saat ini Khanza sedang bersama dengan orang yang tepat" ucap Hana
" Pak Aldy kok perhatian banget sih sama Khanza?" tanya Nana tiba-tiba membuat Hana dan Miska saling melempar pandangan.
" Kenapa memangnya loe cemburu?" goda Miska
" Ya enggaklah, guru super dingin dan jutek gitu dih ogah banget gue!" jawab Nana
" Baguslah biar loe gak patah hati kalau loe tiba-tiba tahu pak Aldy ternyata udah married" celetuk Hana yang langsung membuat Miska melotot kearahnya.
Hana dengan cepat menutup mulutnya lalu cengengesan.
" Pak Aldy sudah menikah? serius loe Han, tahu dari mana loe kalau pak Aldy udah nikah?" tanya Nana cepat
" Emmmm... gue asal bicara doang kok, ya kali aja gitu kita kan gak tahu dia itu udah nikah apa belum!" sahut Hana yang jadi salah tingkah sendiri
" Oh... gue kirain beneran, tapi kalau beneran dia udah nikah kasihan ya isterinya" ucap Nana membuat Miska dan Hana mengernyitkan keningnya
" Ya kasihan aja kalau dia setiap hari harus berhadapan dengan suami yang jutek kayak gitu, datar dan kaku" sahut Nana
" Ya kalau sama isterinya mah enggak kali Na" timpal Miska
" Ya semoga aja!"
" Tapi beneran loe gak tahu kalau pak Aldy itu udah nikah atau belum?" tanya Nana kepada Hana membuat Hana tersedak salivanya sendiri.
" Uhuk... uhuk..., loe kenapa jadi kepo gitu sih Na?" Hana bukan menjawab tapi malah balik bertanya
" Ya enggak apa-apa sih, penasaran aja" jawab Nana
" Makanya kalau ngomong itu dipikir dulu!" bisik Miska pada Hana
"Iya sorry!" bisik Hana
Khanza kembali ke tendanya di antar oleh Aldy.
" Sudah mas sampai di sini aja, gak enak kalau ada murid yang liat" pinta Khanza ketika mereka berada di persimpangan jalan menuju tenda masing-masing.
" Apa kamu yakin, ini sudah malam loh sepi lagi?" tanya Aldy meyakinkan
__ADS_1
" Yakin, aku bukan tipe cewek sepengecut itu ya" jawab Khanza sedikit sombong
" Ya udah iya tahu, tapi hati-hati ya setelah sampai di tenda kabarin mas!"
"Iya, kalau tidak lupa ya" Khanza cengengesan
" Loh kok gitu?" Aldy cemberut
" Ya namanya juga manusia mas, bisa ajakan lupa apalagi kalau ada Miska dan yang lainnya suka lupa segalanya " jawab Khanza memberi alasan
" Iya...iya... biar gak lupa nanti mas aja yang nelpon" ucap Aldy seraya mengacak-acak rambut Khanza gemas
" Mas ih!" Khanza merapihkan rambutnya kembali
" Yaudah hati-hati ya isteriku!" ucap Aldy lalu mengulurkan tangannya
Khanza menatap tangan Aldy bingung tapi sedetik kemudian ia mengerti dan langsung menyambut tangan Aldy sebagai salam takzim.
Aldy dan Khanza pun terpisah, karena suasana sudah malam hanya ada beberapa orang saja yang masih berada di luar tenda, ada yang berada di depan api unggun ada yang main gitar dan bernyanyi ada pula yang sedang pacaran.
" Khanza!" langkah Khanza terhenti saat mendengar suara laki-laki yang tidak asing lagi ditelinganya.
Khanza menghela napasnya kasar rasanya untuk saat ini ia belum siap bertemu dengan sahabatnya yang satu ini, sahabat kata itu Khanza ralat kembali, karena seorang sahabat tidak mungkin mempunyai niat buruk terhadap sahabatnya sendiri.
" Khanza loe kemana aja sih, gue cariin kok menghilang gitu?" tanya Nicko yang saat ini berdiri di belakang Khanza karena Khanza enggan menoleh kepadanya.
" Khanza, loe kenapa kok diam aja?" Nicko tidak tahu saja kalau niat buruknya sudah tercium oleh Khanza
" Gue gak Kenapa-napa cuma lagi kurang enak badan" jawab Khanza asal
" Tapi loe belum jawab pertanyaan gue loe pergi kemana tadi? gue tanya Miska katanya loe berada di dalam tenda beristirahat karena tidak enak badan tapi kenapa sekarang loe seperti habis dari luar?" tanya Nicko penuh selidik
Deg
Khanza membalikkan badannya lalu memperlihatkan senyum di wajahnya
" Gue memang sedari tadi berada di dalam tenda dan tadinya gue mau keluar untuk mencari pembalut tapi sepertinya suasananya gelap banget gue gak jadi dan memutuskan untuk kembali ke tenda" jawab Khanza berbohong
" Benarkah, tapi kenapa loe tidak pergi dengan Miska, Hana atau Nana?" tanya Nicko yang sepertinya tidak percaya dengan alasan yang Khanza berikan
" Mereka sudah tidur, gue enggak enak membangunkannya apalagi sedari tadi gue sudah banyak merepotkan mereka" jawab Khanza
" Ya udah bagaimana kalau loe gue yang antar?" tawar Nicko
" Terima kasih Ko, besok saja ini sudah terlalu malam juga takut ada orang yang berniat jahat" tolak Khanza
" Yaudah bagaimana kalau gue antar ke tenda loe?" tawar Nicko
" Terserah loe aja" jawab Khanza
__ADS_1
" Ayok!" Khanza berjalan lebih dulu dan Nicko mengekor di belakangnya.