
"Melati!" tepukan dibahunya membuat Melati menoleh dan tersenyum namun tangannya mengepal dengan kuat karena pemandangan yang membuat hatinya memanas.
Sementara Mario dibuat terkejut dengan tingkah sang isteri yang tiba-tiba bersikap begitu manis tidak lagi merajuk. kalau bukan di lingkungan sekolah mungkin Mario akan langsung menarik tubuh isteri tercintanya kedalam pelukannya.
Lia hanya mengulum senyumnya saat melihat keterkejutan Mario yang nampak begitu menggemaskan di mata Lia apalagi ada mata yang sedari tadi mengawasi sang suami dan ingin menerkamnya.
Dengan tingkah manja Lia sengaja terus bergelayut di lengan Mario " Sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Lia dengan wajah cemas
" Aku gak Kenapa-napa, sepertinya aku tidak bisa menemani kamu untuk sarapan aku tidak tahan mencium aroma makanan disana" ucap Mario dengan wajah sendu
" Iya aku tahu, makanya tadi aku tidak membuat sarapan di rumah karena takut kamu mual mencium aroma masakan aku!" bisik Lia membuat Melati melotot karena dari arah belakang terlihat seperti Lia sedang mencium Mario.
" Bukan karena kamu sedang marah?" Mario menarik satu alisnya
" Salah satunya sih iya!" jawab Lia sambil tersenyum menggoda
" Andai ini di rumah sudah aku terkam kamu yang!" kali ini Mario yang berbisik semakin membuat Melati mengepalkan tangannya semakin kuat bahkan menghentakkan kakinya keras.
" Sayang sepertinya ada yang sedang kepanasan!" Lia menunjuk ke arah Melati dengan ekor matanya
" Apa peduliku yang terpenting isteriku sudah tidak marah lagi!" Mario yang merasa gemas malah menarik tangan Lia sampai membawanya ke dalam pelukannya.
" Ekhemm!" deheman seseorang membuat keduanya menoleh bersamaan
" Kalau mau pacaran jangan disini gak tahu tempat banget sih!" ucap Melati sinis yang langsung pergi begitu saja karena merasa muak dengan pemandangan yang ada di depannya sementara Bunga ikut mengekor di belakangnya.
" Ishh.. iri bilang bos!" teriak Lia dengan tawa penuh kemenangan
" Sayang gak boleh begitu!' ucap Mario membuat Lia langsung mendelik tajam
" Hemmm... kambuh lagi!" Mario menarik napasnya panjang
" Kenapa memangnya? kamu membela dia?" tanya Lia ketus
" Membela apa sih bidadari ku?" Mario menyentil hidung Lia merasa gemas dengan sikap cemburu isterinya yang tiba-tiba muncul
" Jangan gombal deh, sana pergi susul tuh generasi baru kunbi!" kesal Lia yang langsung pergi meninggalkan Mario yang masih tercengang dengan ucapan Lia
" Sayang!" teriak Mario yang langsung mengejar langkah Lia.
" Kunbi apa sih yang aku gak ngerti loh!" Mario berjalan mensejajarkan dirinya dengan Lia
__ADS_1
" Kuntil biang" ketus Lia
" Kuntil?" Mario menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal
" Kuntilanak!" sahut Lia yang tahu kebingungan Mario membuat Mario seketika tertawa dan Lia mengerutkan keningnya
" Kamu ini bisa aja sih yang ngatain orang" Mario masih tertawa membuat tingkat emosi ibu hamil yang satu ini semakin bertambah. Lia menghentikan langkahnya dan menatap tajam Mario membuat Mario menelan salivanya kasar
" Kamu gak suka aku ngatain dia kunbi?" tanya Lia dengan tatapan tajamnya
" Kamu ini kenapa sih sayang aku gak bermaksud seperti itu loh, yaudah aku minta maaf ya kalau aku salah bicara lagi tapi kamu juga kan tahu kalau aku tidak mungkin tergoda oleh wanita manapun karena yang bisa membuat hati aku tergoda ya cuma kamu My Lily yang paling cantik dan paling hebat gak ada tandingannya deh!" ucap Mario yang memegang kedua bahu Lia dan menatap manik mata Lia dengan lekat.
" Gombal!" ucap Lia sambil mengulum senyumnya
" Nah gitu dong senyum, dari semalam aku dicuekin padahal ingin mengobrol dengan Mario Junior" Mario hendak mendaratkan telapak tangannya di perut Lia namun dengan gerakan cepat Lia langsung menepis tangan Mario.
Mario mengerutkan keningnya " Ini disekolah kalau ada yang lihat bagaimana?" kesal Lia yang langsung menepuk lengan Mario.
" Iya maaf lupa, yaudah ayok aku antar kamu ke kelas!" ucap Mario
" Gak usah sudah dekat juga, mending kamu ke kelas kamu aja sana lagi pula tuh sudah dipanggil anak-anak!" tunjuk Lia ke arah teman-temannya Mario yang melambaikan tangannya ke arah Mario
" Yaudah aku kesana dulu ya, kamu hati-hati ya sayang!" Mario mengusap lembut pucuk kepala Lia dan Lia tersenyum tipis.
" Lia!" panggil seseorang dari belakang
Lia menoleh lalu tersenyum " Sorry gue telat nih pesanan loe!" Mita yang setengah berlari menghampiri Lia dan menyodorkan kotak sarapan yang dibawanya.
" Thanks ya, maaf gue jadi ngerepotin loe!" sahut Lia cengengesan
" Iya gak apa-apa santai aja, lagi pula yang masak bukan gue tapi kak Arta" ucap Mita
" Sudah yuk ke kelas!" ajak Lia
Lia dan Mita jalan masuk ke kelas sambil tertawa dan dari balik dinding ada sepasang mata yang menatap Lia dengan tatapan sinis.
Jam istirahat
Lia dan para sahabatnya tengah berada di taman belakang sekolah dan tidak lama mereka datang Mario, Yoga dan juga Dion datang menghampiri mereka.
" Wahh apa tuh Li?" tanya Yoga menatap ke kotak yang ada di hadapan Lia
__ADS_1
" Ini masakan kak Arta spesial buat my Io!" sahut Lia dengan senyum yang mengembang
" Loh kok bisa yang?" tanya Mario yang mendudukkan dirinya di samping Lia
" Bisa aja Rio, siapa sih yang bisa menolak permintaan calon ibu yang satu itu?" celetuk Mita menunjuk ke arah Lia dengan ekor matanya
" Owh jadi kamu minta kak Arta buat masakin ini semua sayang?" tanya Mario yang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Lia yang senyum-senyum.
" Kak Arta itukan hebat dalam segala hal jadi ya siapa tahu dia bisa membuatkan makanan untuk kamu yang!" tutur Lia
" Siapa bilang, belum tentu juga Rio suka dengan makanan itu dan dia tidak mual melihatnya" tutur seseorang yang baru saja tiba di taman sekolah tersebut.
" Loh kak Arta kok bisa ada di sini?" tanya Mita yang terkejut dengan kedatangan Arta dan melihat Arta yang langsung duduk di sampingnya.
" Ada urusan sebentar disini " jawab Arta seraya mengusap kepala Mita dengan lembut.
" Enak ya sudah pada berpasangan!" ucap Mia seraya mengerucutkan bibirnya menatap Indah yang duduk di samping Dion, Mona yang duduk di dekat Yoga, Lia yang bergelayut manja dengan Mario dan Mita bersama dengan Arta.
" Makanya cari sana jangan ngejomblo terus" ucap Indah membuat Mia semakin mencibikkan bibirnya
" Hehhh... " Mia menghembuskan napasnya panjang
" Ini baru yang dinamakan jones, jomblo ngenes semua sudah ada gandengannya cuma gue yang masih aja sendiri" ucap Mia lirih dan pura-pura menangis.
" Sabar aja Mia nanti juga datang sendiri kok pasangannya, asal jangan pilih-pilih pasangan ya, kalau ada yang sayang dan cocok kenapa harus di tolak!" ucap Arta dengan santai
" Kak Arta ngomong apa sih, mana ada yang mau sama aku kak?" Mia memeluk lututnya dengan wajah sendu
" Jangan bicara seperti itu Mia, kamu ini cantik dan pintar gak mungkin gak ada yang suka, kamu saja kali yang gak peka kalau selama ini ada yang suka sama kamu makanya kamu jadinya jomblo terus" tutur Arta
" Iya betul tuh Mi yang dikatakan kak Arta, coba deh loe buka hati loe buat orang lain mungkin aja dia jodoh lie kelak" timpal Mita
" Tapi memang nyatanya begitu, tuh buktinya gue masih aja jomblo sendirian lagi disini jomblo ngenes ini sih" sahut Mia dengan wajah sendu
" Siapa bilang kamu jomblo ngenes? kamu gak sendirian kok, masih ada aku yang akan selalu bersedia menjadi pasangan kamu!" ucap seseorang yang sudah berdiri di belakang Mia.
Deg
Mia menoleh kesumber suara dan seketika matanya membulat sempurna.
" Maukah kamu menjadi pasanganku?" kata-kata itu terdengar sangat mengejutkan di telinga Mia hingga membuatnya nampak syok dan membeku menatap wajah tampan yang tengah tersenyum kepadanya.
__ADS_1
" A.. aku.."