Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
My Lily


__ADS_3

Saat ini Lia tengah berada di rumah sakit, Mario masih setia menemaninya. secara fisik memang tidak ada luka serius di tubuh Lia namun secara mental sekuat-kuatnya seorang wanita tapi jika sudah berhadapan dengan yang namanya pelecehan pasti akan berubah lemah.


Lia masih memejamkan matanya setelah dokter tadi sempat menyuntikkan sedikit obat penenang.


Flashback on 🍁


Mario yang khawatir dengan keadaan Lia memutuskan untuk segera membawa Lia ke rumah sakit, setelah sampai dan mendapat pemeriksaan Lia terlihat sedikit lebih murung sampai akhirnya ia pun meminta izin untuk membersihkan diri karena merasa tubuhnya sangat kotor.


Selagi Lia berada di dalam kamar mandi Mario menitipkan Lia kepada seorang suster yang tengah berada di ruangan Lia. Mario ingin keluar sebentar untuk menemui Gladis yang diminta olehnya untuk membawakan Lia baju ganti.


Sampai Mario kembali pun Lia masih belum berada di brankarnya, suster yang ditugaskan untuk menjaga Lia mengatakan kalau sudah hampir satu jam Lia belum juga keluar dari kamar mandi, Mario yang terlihat cemas lalu mengetuk pintu kamar mandi berkali-kali tapi tidak juga mendapat jawaban dari Lia yang berada di dalam.


Mario semakin khawatir dan tanpa pikir panjang Mario yang sudah dilanda kekhawatiran langsung mendobrak pintu kamar mandi tersebut dan betapa terkejutnya Mario melihat kondisi Lia yang sangat memperihatinkan. Lia yang tengah duduk dilantai sambil menangis di bawah guyuran air dengan tangannya yang terus menggosokkan tubuhnya dengan kasar sampai terlihat merah dan lecet.


Karena merasa tubuhnya kotor dan jijik terhadap tubuhnya sendiri Lia sampai menggosok tubuhnya sendiri dengan sangat kasar, Mario yang melihat Lia seperti itu tanpa pikir panjang langsung membawa tubuh Lia ke dalam pelukannya.


Lia memberontak dan terus memukul tubuhnya sendiri, Mario yang merasa semakin khawatir dengan kondisi fisik dan psikis Lia yang saat ini brutal langsung mengangkat tubuh Lia dan membawanya keluar dan dengan hati-hati menurunkannya di atas brankar.


" Tenanglah, gue mohon tenanglah !" ucap Mario . Lia yang sadar akan keberadaan Mario dan seketika dia merasa jijik dengan dirinya sendiri dan merasa tidak pantas berada di dekat Mario.


" Pergi... pergi loe dari sini!" ucap Lia mendorong dengan kasar tubuh Mario.


" Pergi!" teriaknya lagi


" Gue aja jijik dengan tubuh gue sekarang, jadi gue mohon lebih baik loe pergi!" teriak Lia.


" Li tenanglah, apapun yang terjadi sama loe gue gak akan pernah merasa jijik sedikitpun terhadap loe Li, tenanglah!" bujuk Mario namun karena terlalu merasa terguncang mendapatkan pelecehan yang hampir saja merenggut kehormatannya membuat Lia mentalnya semakin terguncang. Lia terus berteriak dan berutal Mario yang takut jika Lia sampai menyakiti dirinya sendiri Langsung meminta suster yang tadi menjaga Lily untuk memanggil dokter.


Dokter memeriksa kondisi Lia yang masih memberontak dan langsung menyuntikkan Lia obat penenang. Setelah terlihat tenang Lia perlahan memejamkan mata dan tertidur.


Mario menghela napasnya berat, ia begitu sakit melihat kondisi Lia saat ini.


" Pasien saat ini mengalami guncangan yang sangat hebat, cukup besar peran keluarga dan orang-orang terdekatnya untuk mengembalikan kepercayaan dirinya lagi dan juga keyakinan yang kuat percaya bahwa masih banyak orang-orang yang menyayanginya" ucap dokter menuturkan kondisi Lia saat ini setelah itu dokter pergi untuk memeriksa pasien yang lain.


Mario mengusap wajahnya kasar merasa sangat geram mengingat perbuatan Rara yang sudah membuat wanitanya sampai seperti ini.


Mario menghubungi orang-orangnya untuk mencari tahu kabar tentang Rara dan komplotannya, dan tidak butuh waktu lama ia mendapat kabar kalau Rara dan semua orang-orang yang terlibat dalam penculikan tersebut kini semua sudah berada di dalam jeruji besi.


Azka sempat datang ke rumah sakit melihat keadaan Lia di saat Lia masih tertidur, ia meminta tolong kepada Mario untuk menjaga Lia karena dia mendapat kabar dari mbok Iyem kalau Zaira hampir pingsan saat mengetahui kondisi Lia dari Mona yang keceplosan bicara, Azka buru-buru pulang untuk menenangkan Zaira karena dia tidak mau sampai terjadi apa-apa dengan isteri dan calon bayinya.


Mama Maria dan papa Sam yang baru saja tiba di luar negeri mendapat kabar tentang keadaan putrinya dari orang-orangnya langsung memutuskan untuk kembali, namun mereka membutuhkan waktu yang cukup lama jadi papa Sam yang mengetahui tentang Mario dari Azka langsung mempercayakan putrinya tersebut dengan Mario.


Flashback off


Setelah hampir 2 jam Lia tertidur akhirnya ia perlahan membuka matanya juga dan pada saat membuka mata orang yang pertama dilihatnya adalah wajah Mario, seketika Lia langsung beranjak dari tidurnya dan kembali histeris.


" Kenapa Loe masih di sini, gue bilang pergi ya pergi!" teriak Lia melempar bantal ke arah Mario.


Mario berusaha untuk bersikap tenang menghadapi Lia yang memang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


Mario menangkap tangan Lia yang berkali-kali memukul dada Mario saat Mario sudah berada di dekatnya.


" Lepas!" sentak Lia kasar


" Gak akan gue lepas" Jawab Mario setenang mungkin


" Lepas!" Lia semakin memberontak tapi Mario malah membawa Lia ke dalam pelukannya.


" Gak akan gue lepas karena gue sayang sama loe!" ucap Mario tegas yang masih memeluk Lia


Deg


Lia diam membeku mendengar ucapan Mario hatinya begitu nyaman berada di dalam dekapan hangat seorang Mario.


" Dengarkan gue, sampai kapan pun gue gak akan pernah pergi ninggalin loe, meskipun loe ngusir gue berkali-kali sampai loe lempar gue pakai bantal bahkan sapu sekalipun gue gak akan pergi, gue akan tetap bertahan disisi loe, karena... karena gue.. gue sayang dan cinta sama loe my Lily!" ucap Mario yang akhirnya mampu menyatakan perasaannya yang selama ini ia pendam walaupun dengan sangat gugup.


Mendengar ungkapan hati Mario seketika membuat Lia tercengang dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya seakan tidak percaya kalau Mario benar-benar mengungkap isi hatinya. sedetik kemudian senyum bahagia Lia memudar dia menangis dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Mario. Lia terus menangis dan Mario berusaha untuk menenangkannya, setelah merasa Lia sudah lebih tenang Mario pun merenggangkan pelukannya dan menangkup wajah Lia dengan kedua tangannya.


" Gue kotor, gue sudah kotor gue gak pantas mendapat cinta loe Io!" ucap Lia disela Isak tangisnya merasa tidak pantas untuk menerima pernyataan cinta dari Mario.

__ADS_1


Mario menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum lembut mencoba untuk membuat Lia merasa tenang dan nyaman.


" Dengar, siapa bilang kamu itu kotor dan gak pantas untuk menerima cintaku? kamu itu mau bagaimana pun tetap bersih dan wangi !" ucap Mario sedikit menggoda Lia agar Lia kembali tertawa dan ceria.


" Apa loe bilang tadi, aku... kamu?" tanya Lia memastikan dan Mario mengangguk pelan lalu tersenyum lembut.


" Mulai sekarang kita pakai aku dan kamu ya?" pinta Mario.


" Kenapa?" tanya Lia memastikan


" Karena kamu itu orang yang spesial buat aku!" sahutnya membuat wajah Lia seketika merona.


" My Lily maafin aku ya, karena aku sudah datang terlambat menyelamatkan kamu dari para preman itu, sampai akhirnya kamu menjadi seperti ini!" ucap Mario lirih dan tanpa sadar air matanya pun menetes. Mario menunduk ini adalah hal pertama kali bagi seorang Mario menitikkan air mata hanya karena seorang wanita.


Lia yang melihat air mata yang menetes di pipi Mario perlahan tangannya terangkat dan mengusapnya lembut lalu menggeleng pelan.


" Loe... maaf maksud aku kamu gak perlu minta maaf, aku bersyukur kamu datang di saat yang tepat jika tidak aku.. aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib ku io, bagi aku kamu adalah malaikat penolongku." Lia berhambur ke dalam pelukan Mario dan kembali menangis.


" Terima kasih Io, kamu adalah io malaikat penolong buatku" ucap Lia yang kembali menangis.


" Kalau kamu memang menggap aku sebagai malaikat penolong mu, bisakan kamu berusaha untuk melawan ketakutan mu itu dan berusaha untuk lebih tenang dan percaya pada ku!" pinta Mario sendu


"Aku tahu ini mungkin sangat sulit dan gak akan mudah untuk kamu melupakannya begitu saja tapi bisakah kamu mengizinkan aku untuk membantu kamu keluar dari zona hitam itu?" ucapnya lagi.


" Aku sangat sakit setiap kali melihat kamu seperti gini, aku merasa menjadi orang yang paling bodoh dan tidak berguna karena tidak bisa menolong dan menjaga orang yang sangat berarti dalam hidup aku. maaf Lia aku memang gak berguna!" lirih Mario mengurai pelukannya.


Lia merasa tersentuh hatinya saat mendengar perasaan bersalah Mario, Lia menggenggam erat tangan Mario dan menyandarkan kepalanya di bahu Mario.


" io aku janji aku akan berusaha, kamu mau kan membantu aku!" pinta Lia membuat senyum pun terukir di wajah tampan Mario.


" Aku akan selalu ada buat kamu Li, kita lewati dan hadapi masalah ini bersama-sama ya, kamu harus bilang apapun yang kamu rasakan sama aku. jangan ada yang kamu sembunyikan apapun itu. aku ingin kamu kembali menjadi Lily yang aku kenal jutek dan suka marah-marah. gak cengeng seperti sekarang!" ucap Mario tertawa kecil menoel hidung Lia membuat Lia cemberut dan sedetik kemudian ikut tertawa.


" Aku janji ini adalah yang terakhir, aku gak akan membiarkan siapapun berani menyakiti kamu lagi. aku akan selalu ada dan menjaga kamu my Lily" ucap Mario lembut membuat Lia sedikit tenang dan juga tersipu malu.


" Terima kasih!" ucap Lia dan Mario tersenyum simpul, keduanya pun akhirnya terdiam sejenak dengan pikiran mereka masing-masing.


" Ada apa?" Mario yang tengah mengupaskan buah untuk Lia pun menoleh


" Bukankah kamu tadi itu sedang marah padaku ya? kenapa kamu bisa datang menolong ku?" tanya Lia yang begitu penasaran dengan jawaban Mario.


Mario memberikan Lia sepotong buah apel yang sudah dikupasnya, Lia pun menerima dan langsung memasukkan ke dalam mulutnya.


Mario menatap sebentar Lia yang tengah menunggu jawabannya lalu tersenyum.


" Awalnya aku tidak yakin jika kamu menekan tombol itu, apalagi tadi kita sempat bertemu dan yang aku tahu kamu dalam keadaan baik-baik saja bersama si serangga itu!" Ada raut tidak suka saat mengatakan rivalnya itu dan Lia hanya memutar bolanya malas.


" Tapi entah kenapa setelah beberapa menit hati aku merasa tidak tenang dan apalagi saat aku menghubungi nomormu ternyata gak aktif, aku semakin panik sampai akhirnya aku menelpon pak Bagaz untuk sekedar memastikan jika kamu dalam keadaan baik-baik saja. tapi pak Bagaz justru bilang kalau kamu itu belum pulang. jujur aku tambah panik dan pikiran aku sempat kacau pada saat itu, sampai akhirnya aku baru teringat dengan tombol gelang yang kamu tekan itu . akhirnya aku mencari tahu dari GPS yang ada di gelang ini." Mario meraih tangan Lia yang memakai gelang pemberiannya.


" Aku sempat kaget saat melacak keberadaan kamu yang lokasinya ternyata berada di daerah hutan terpencil yang cukup jauh dari ibu kota, jadi tidak ingin membuang waktu lama aku langsung menghubungi pak Bagaz kembali dan memberitahu keberadaanmu, dia juga sempat panik karena Za katanya punya pirasat buruk" tutur Mario menjelaskan.


" Kenapa kamu mau menolongku?" tanya Lia sedikit memancing.


" Apa perlu aku jawab pertanyaan bodohmu itu?"


" Apa kamu bilang apa, aku bodoh?" Lia mengerucutkan bibirnya


" Siapa yang bilang kamu bodoh?" Mario menyentil hidung Lia


" Itu tadi kamu bilang aku bodoh!" Lia memegang hidungnya yang disentil Mario


" Ishh, aku ini bilang kalau pertanyaanmu yang bodoh bukan kamunya yang bodoh!" terang Mario lalu mencubit pipi Lia gemas.


" Ihh, sakit!" Lia menepuk lengan Mario dan Mario tertawa renyah.


" Nah ini baru my Lily, ceria dan sedikit nyebelin!" goda Mario


" Nyebelin tapi ngangenin ya?" Lia menaik turunkan alisnya


" Siapa yang kangen, si serangga itu?" ledek Mario membuat Lia memukulnya dengan bantal.

__ADS_1


" Iya, karena cuma dia yang kangen dengan ku, sudah sana pergi !" Lia memberengut dan melipat kedua tangannya di dada.


" Benarkah?" Mario mengedipkan matanya sebelah membuat Lia semakin kesal.


" Ha ..ha..!" Mario tertawa lepas melihat Lia yang tengah merajuk. " Kamu ini benar-benar membuat ku gemas sayang!" ucap Mario spontan dan Lia langsung menyipitkan matanya.


Mario yang merasa salah berucap langsung salah tingkah. " Maaf, keceplosan" sahutnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Kamu bilang apa tadi?" tanya Lia yang ingin mendengar lebih jelas lagi.


" Bilang apa?" tanya Mario yang pura-pura tidak mengerti.


" Gak mau bilang?" Lia cemberut. " Ya sudah kalau tidak mau" sahutnya lagi.


" Ya terus emang aku harus bilang apa sayang?" Mario jadi gemas sendiri dengan tingkah Lia


" Yaitu tadi, kamu panggil aku apa tadi, sayang?" tanya Lia memastikannya kembali.


" Kenapa, apa kamu tidak suka kalau aku panggil kamu sayang?" tanya Mario dengan seulas senyum manisnya.


" Suka, cuma_" kata-kata Lia menggantung


" Cuma apa?" Mario dibuat penasaran.


" Cuma aku bingung kamu ini panggil aku sayang seperti itu apa gak aneh?"


" Aneh? aneh kenapa sayang?" tanya Mario yang semakin suka menggoda Lia.


" Kita ini kan tidak punya hubungan apa-apa kenapa kamu memanggilku sayang?" tanya Lia yang didalam hatinya sebenarnya ingin sekali sebuah kepastian.


" Tidak punya hubungan apa-apa, maksudnya?" tanya Mario yang juga sedikit memancing Lia


" Ya gitu deh, tau ah. sudah lupakan!" Lia malah merebahkan tubuhnya di atas kasur lalu menutup wajahnya dengan selimut merasa malu sendiri.


Mario yang melihat tingkah Lia yang semakin menggemaskan menurutnya itu, langsung menarik selimut yang menutupi wajah Lia.


" Kenapa di tutup seperti itu wajahnya?" tanya Mario yang menahan tangan Lia yang ingin menarik selimutnya kembali.


" Aku mau tidur !" sahut Lia asal


" Yakin mau tidur gak ingin gitu mendengar jawaban ku ini?" ledek Mario.


" Gak mau!" ucap Lia jutek


" Baiklah kalau begitu, aku tidak akan memaksa kekasih ku lagi!" sahut Mario santai


" Kekasih?" tanya Lia


" Iya!"


" Siapa?"


" Emm, entahlah!" Mario menggidikan bahunya dan tersenyum simpul


" Emmmm... bagaimana kalau kamu saja? My Lily maukah kamu menjadi kekasihku?" tanya Mario serius dan meraih tangan Lia lalu mengecupnya lembut. Lia yang mendapat perlakuan romantis seperti itu langsung tercengang dan sedetik kemudian menitikkan air mata.


" Loh kok malah nangis sih?" Mario malah di buat bingin dengan sikap Lia.


" Kalau kamu tidak mau gak apa-apa, tapi aku mohon jangan menangis. aku hanya ingin mengatakan apa yang aku rasakan saja kok. aku tidak akan memaksamu jika kamu tidak mau menjadi kekasihku!" tutur Mario yang merasa khawatir melihat Lia yang tengah menangis.


" Tapi aku lebih suka kalau kamu memaksaku menjadi kekasihmu. karena... karena aku juga mau kalau kamu menjadi kekasihku!" sahut Lia disela isak tangisnya dan langsung membuat Mario tanpa kata lagi langsung memeluk Lia.


" Terima kasih sayang, Terim kasih!" ucap Mario dengan wajah yang berseri-seri.


" Aku juga berterima kasih karena kamu sudah mau menjadi kekasihku yang sudah kot_!" Mario langsung meletakkan jari telunjuknya di bibir Lia.


" Jangan pernah katakan itu lagi, bukankah kita sudah berjanji untuk melewati semua ini bersama-sama dan jangan bahas soal itu lagi ya, bagiku kamu tetap sama tidak ada yang berubah sedikitpun. jadi jangan katakan itu lagi jika tidak aku akan benar-benar marah" ucap Mario sedikit mengancam.


Lia mengaguk pelan lalu tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2