
Miska berjalan dibelakang mama Rika dengan wajah yang tertunduk.
" Sayang kenalkan ini tante Sarah!" ucap mama Rika memperkenalkan putrinya kepada mommy Sarah
" Miska tante!" ucap Miska lalu menyalami takzim.
" Kamu cantik sekali sayang" puji mommy Sarah
" Terima kasih tante" Miska lalu beralih ke pria paruh baya yang duduk di samping mommy Sarah
" Om" Miska pun melakukan hal yang sama melakukan salah takzim kepada pria paruh baya yang wajahnya terasa tidak asing dimatanya
" Seperti yang isteri om bilang kamu sangat cantik, putra om pasti akan langsung jatuh cinta sama kamu" ucap pria paruh baya tersebut
" Om terlalu memuji" Miska lalu duduk di samping mamanya
" Sini sayang" ucap mama Rika menepuk sofa kosong yang ada di sebelahnya.
" Putra kamu mana?" tanya Suhendra pada Bambang teman baiknya itu
" Tadi sih diluar ada telpon katanya" Suhendra hanya mengangguk dan ber'oh ria.
" Nah itu dia orangnya!" tunjuk mommy Sarah saat putranya berjalan menghampiri mereka
" Om... Tante...!" sapanya lalu menyalami keduanya.
" Rupanya putramu tampan juga ya!" puji Suhendra
"Om bisa aja"
Miska yang menundukkan kepalanya sedari tadi merasa tidak asing dengan suara tersebut merasa penasaran ia pun mengangkat kepalanya dan menoleh ke laki-laki yang sudah mendudukkan dirinya di samping mommy Sarah
" Elo_?" mata Miska membola betapa terkejutnya dia saat melihat laki-laki yang tengah duduk di hadapannya.
" Ja... jangan bilang kalau laki-laki yang akan dijodohkan dengan Miska itu dia mah, pah?" Miska menoleh kepada Suhendra dan mama Rika lalu Miska menunjuk kearah laki-laki yang tengah tersenyum kepadanya
" Kalian sudah saling kenal?" tanya mama Rika heran
" Sudah tante" Sahut laki-laki yang akan dijodohkan kepada Miska
" Miska tidak mau mah, pah jika si bereng**k ini yang jodohkan dengan Miska!" ucap Miska yang langsung mendapat bentakan dari sang papa.
" Miska jaga ucapan kamu, papa tidak pernah mengajarkan kamu berlaku tidak sopan!" Suhendra sudah beranjak dari duduknya merasa kesal dengan sikap Miska yang sudah bicara kasar
" Suttt... tenang dulu Hen, kamu jangan terbawa emosi dulu, duduklah!" ucap Bambang menarik tangan Suhendra memintanya untuk duduk kembali
Miska yang dibentak sang papa hanya mendengus kesal dan menatap tajam ke arah laki-laki yang akan dijodohkan dengannya.
" Sudahlah Hen jangan marah dulu, putrimu mungkin memang sudah mengenal bagaimana perilaku putraku disekolah karena mereka satu sekolah di SMA Darma Bangsa tapi secara pribadi mereka belum dekat dan kenal satu sama lain. jadi wajar jika putri mu berkata seperti itu, aku tidak masalah Hen" ucap Bambang Samudera menenangkan calon besannya itu
" Tapi Bang putriku sudah keterlaluan" ucap Suhendra menatap kearah putrinya
" Sudahlah sebaiknya kita lanjut makan malam saja bagaimana? tidak enak nanti kalau sudah dingin !" ucap mama Rika mengalihkan pembicaraan yang sudah mulai menegang
" Benar juga, sebaiknya kita lanjut makan saja!" Suhendra pun sudah beranjak dari duduknya dan mengajak Bambang untuk ikut dengannya.
Mama Rika mempersilahkan mommy Sarah dan putranya untuk bergabung dan tidak lupa juga merangkul sang putri untuk turut serta.
Awalnya Miska ingin menolaknya tapi ia takut sang papa kembali murka.
" Duh maaf ya kami jadi merepotkan kalian" ucap mommy Sarah sungkan
__ADS_1
" Tidak merepotkan, kami malah senang semoga suka dengan makanannya" ucap mama Rika saat mereka sudah duduk di meja makan
" Masakannya sangat enak!" puji mommy Sarah apalagi saat melihat putranya yang nampak makan dengan lahap
" Ah jeng Sarah terlalu memuji!" mama Rika tersenyum lalu melirik sekilas ke arah sang putri yang nampak diam saja
" Tapi benar loh jeng Rika ini sangat enak putraku saja makan sampai selahap itu padahal kalau di rumah jarang makan bersama seperti ini, dia lebih suka makan diluar" ucap jujur mommy Sarah
" Wah bagus dong kalau putramu menyukai masakan putriku, ini sebagian putriku yang memasak terutama itu gurame asam manis, sayur capcay dan cumi goreng sambal matah" ucap mama Rika menunjuk ke arah makanan yang ia sebutkan
Hampir saja laki-laki yang sedari tadi mencuri pandang kepada Miska tersedak mendengar penuturan sang calon mertua.
"Uhuk.... uhuk!" mommy Sarah dengan cepat memberi putranya minum
" Sayang kalau makan itu pelan-pelan!" ucap mommy Sarah seraya menepuk-nepuk punggung sang putra
" Putrimu ternyata jago masak juga ya!" pujinya beralih menoleh ke Miska
" Tidak jago tante hanya bisa sedikit" sahut Miska
Setelah acara makan malam selesai Suhendra dan Bambang berbincang kembali di ruang tamu membicarakan kelanjutan perjodohan putra dan putri mereka bersama para isteri. sementara Miska di suruh sang papa untuk mengajak laki-laki yang akan dijodohkan dengannya itu ke taman belakang rumahnya.
** Di taman
" Apa loe sudah tahu tentang perjodohan ini dari awal?" tanya Miska ketus
" Kalau iya, kenapa?"
" Mimpi buruk apa semalam gue bisa-bisanya mama dan papa menjodohkan gue dengan laki-laki beja* kayak loe!"
" Eh jaga ya mulut loe!" marahnya
" Gue bicara sesuai fakta, kalau enggak beja* apa namanya, hah?" tantang Miska
" Pede amat loe, ngomong kalau gue suka sama loe? amit-amit!"
" Uweek" Miska muntah udara membuat laki-laki yang kini berhadapan dengannya meradang
" Eh Sia*lan loe ya, jangan sok kecakepan deh loe jadi cewek, gue yakin sebenarnya gak ada satu pun cowok yang mau sama cewek bar-bar kayak loe makanya bokap loe menerima dengan mudah perjodohan konyol ini!" sarkasnya
" Dengar ya walaupun gue cewek bar-bar tapi setidaknya gue masih punya harga diri enggak banting harga nemplok sana nemplok sini, ada lalat lewat langsung di embat, sungguh menjijikkan" sahut Miska dengan ketus lalu pergi meninggalkannya begitu saja
" Wah kurang ajar ya loe!" kesalnya
Sementara di ruang tamu keputusan sudah di sepakati oleh para orangtua mereka dan hal itu membuat Miska benar-benar merasa sangat kecewa, apalagi saat mereka memutuskan malam itu juga mereka akan bertunangan dan dua Minggu berikutnya acara pernikahan mereka akan diselenggarakan.
Miska hanya terdiam menahan kekesalan yang berkecamuk di dalam hatinya, ingin rasanya ia pergi dari rumah itu tapi urung dilakukan karena masih memikirkan nasib kedua orang tuanya yang pastinya akan menanggung malu, Miska masih cukup tau diri sebagai anak sudah menjadi kewajibannya untuk berbakti kepada kedua orangtuanya tapi untuk kali ini apakah ia bisa menerimanya.
Kenapa harus ada perjodohan ini batin Miska meronta dan meremas dres yang dipakainya meluapkan kesedihannya
Bambang Samudera diam-diam memperhatikan sikap calon menantunya itu, dia dapat melihat dengan jelas raut kekecewaan dan kesedihan yang sedang Miska rasakan.
" Karena keduanya masih berstatus pelajar maka pernikahan mereka hanya digelar secara sederhana saja, yang hanya akan dihadiri oleh keluarga terdekat saja dan itupun akan dilaksanakan di kota kelahiran papaku, kota x?" ucap Bambang Samudera
" Kalau aku setuju saja, bukan begitu mah?" Suhendra menoleh ke arah sang isteri
" Iya pah, bagaimana baiknya saja!" sahut mama Rika.
Sebenarnya perjodohan tersebut sempat terputus karena merasa konyol dengan keputusan para orang tua mereka sebelumnya tapi setelah melihat Miska dan terus memperhatikan anak itu yang ia tahu adalah putra dari sahabatnya itu membuat Bambang Samudera teringat kembali dengan perjodohan anak-anak mereka apalagi dengan kebiasaan dan perilaku putranya yang setiap hari selalu berbuat onar di sekolah dan kebiasaan buruk lainnya yang suka mempermainkan wanita membuat Bambang Samudera memutuskan untuk melanjutkan perjodohan tersebut dengan harapan putranya itu bisa berubah.
Miska cewek yang memang sedikit bar-bar tapi dibalik itu semua Miska adalah gadis yang baik dan juga tegas dalam bersikap karena hal itulah yang menjadi salah satu alasan Bambang Samudera untuk segera melamar gadis itu dengan harapan gadis itu bisa merubah kebiasaan buruk putranya.
__ADS_1
" Boleh om bicara sama kamu nak!" pinta Bambang Samudera kepada Miska sebelum acara penyematan cincin tunangan dilaksanakan
" Iya om!" ucap Miska yang mengikuti langkah Bambang Samudera keluar rumah
" Mau bicara apa sih daddy sama tuh cewek?" tanya Roni yang merupakan calon suami Miska
" Mommy juga enggak tahu" jawab mommy Sarah
**
" Maaf kan om ya nak Miska" ucap Bambang Samudera saat memulai pembicaraannya
" Maaf untuk apa om?" tanya Miska yang sedari tadi hanya menundukkan wajahnya
" Maaf karena keegoisan om membuat kamu merasa kecewa dengan keputusan ini!" Miska mendongak dan menatap pria paruh baya yang ada di hadapannya itu
" Sebenarnya om berharap dengan perjodohan ini putra om bisa berubah menjadi anak yang baik dan bisa menjadi suami yang baik juga untuk kamu kelak, om yakin gadis seperti kamu bisa merubah putra om" lanjutnya
" Bagaimana bisa om punya pemikiran seperti itu?"
" Aku hanya gadis biasa om, aku tidak sebaik yang om pikirkan" lanjut Miska
" Tapi besar harapan om sama kamu nak, dengan sikap kamu yang tegas om yakin putra om bisa kamu kendalikan" ucapnya penuh harap
" Om hanya memiliki satu putra yaitu Roni, om menaruh harapan besar kepada anak itu sebagai pewaris tunggal yang akan mengelola dan mewarisi perusahaan om kelak, tapi dengan kebiasaan dan sikap Roni yang semaunya itu membuat om takut jerih payah om selama ini akan hancur dengan sekejap jika anak itu tidak berubah"
Miska terdiam dan mendengarkan dengan setia curhatan pria paruh baya tersebut.
Bambang Samudera menghela napasnya berat menatap penuh harap kepada gadis yang ada di hadapannya.
" Jangan terlalu berharap padaku om, aku takut mengecewakan"ucap Miska
" Tapi setidaknya berilah om kesempatan itu nak, meskipun harapan itu kecil setidaknya om sudah berusaha"
" Tapi bagaimana jika gagal dan anak itu malah bersikap semaunya, aku yang akan di rugikan om!" sahut Miska menerawang ke masa depannya
" Om yakin kamu pasti bisa menaklukkan putra om nak Miska, jika gagal dan anak itu masih bersikap semaunya maka perusahaan om yang akan jadi jaminannya." Miska terdiam dan merasa sedikit iba dengan laki-laki yang sebegitu besarnya menaruh harapan kepadanya demi kebaikan putranya itu
" Baiklah om aku akan menerima perjodohan ini tapi dengan syarat"
" Apa syaratnya nak?"
" Jika suatu hari aku sudah tidak sanggup lagi menghadapi putra om izinkan aku mengakhirinya" ucap Miska tegas
Bambang Samudera terkejut dengan akhir kalimat Miska tapi mau tidak mau ia pun menyetujuinya.
Dan satu lagi om, karena kami masih berstatus pelajar maka biarkan kami tidur di kamar yang terpisah om"
" kalau soal itu om merasa keberatan"
" Kenapa om?"
" Bagaimana kalian bisa dekat satu sama lain jika kalian tidur di kamar yang terpisah?"
" Kalian bisa tidur satu kamar tapi dengan tempat tidur yang terpisah, bagaimana?" usulnya
" Dua tempat tidur dalam satu kamar maksud om?" Bambang Samudera mengangguk
" Iya, kamu setuju?"
" Baiklah om" jawab Miska pasrah
__ADS_1
Mereka pun akhirnya kembali masuk ke dalam rumah dan melanjutkan acara pertunangan tersebut
Flashback off