Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Usaha Untuk Menjelaskan


__ADS_3

Zaira masuk ke dalam kamarnya dan tidak menemukan keberadaan Azka, ia lalu menghempaskan tubuhnya ke atas kasur dan menatap lekat langit-langit kamarnya. Zaira memejamkan matanya dan menarik napas panjang. mencerna setiap ucapan yang dikatakan oleh mama Maria kepadanya tadi di meja makan.


Flashback on


" Sayang mama ngerti dengan posisi kamu saat ini, tapi sikap keterbukaan dan kejujuran itu sangat diperlukan sayang, terutama di dalam sebuah ikatan pernikahan. walaupun nantinya akan menimbulkan kesalahpahaman dan juga kekecewaan setidaknya kita sudah berusaha untuk memperbaiki keadaan agar tidak menjadi lebih keruh dan membesar. mama tau Azka saat ini pasti sedang meredam rasa kecewa dan juga cemburunya dengan memilih untuk diam. Dia sangat mencintai kamu sayang, mama tau itu. Mengenai dokter Ariel kamu sebaiknya jujur dan katakan semuanya dengan suami kamu,jangan sampai kesalahpahaman ini menjadi bumerang bagi diri kamu sendiri jika kamu larut menyelesaikannya." tutur mama Maria panjang lebar menasehati sang menantu.


" Iya ma" ucap Zaira dengan sendu dan berkali-kali mengusap air matanya yang lolos begitu saja.


" Sayang, apa kamu mencintai suami kamu? atau kamu_?" mama Maria menggantungkan pertanyaannya membuat Zaira seketika mendongak dan menatap lekat wajah sang mama mertua.


" Ma..." ucap Zaira lirih dan seketika air matanya menetes dengan derasnya membuat mama Maria tidak tega dan langsung membawa Zaira ke dalam pelukannya.


Mama Maria mengusap bahu Zaira penuh kasih sayang. " Sayang, mama tidak memaksa kamu menjawabnya. Mungkin ini berat untuk kamu mama tau itu, kamu pasti butuh waktu apalagi pernikahan kalian juga baru seumur jagung. tapi mama sangat berharap kalian bisa hidup dengan bahagia bisa memberi mama cucu-cucu yang lucu dan meramaikan rumah ini" tutur Mama Maria masih dengan seulas senyum diwajahnya.


" Maafin Za ma, yang belum bisa menjadi menantu dan isteri yang baik untuk mas Azka" Zaira melerai pelukannya dan menundukkan kepalanya.


Maria mengangkat dagu Zaira dengan pelan dan tersenyum.


" Sayang, semua itu butuh proses. Kamu bisa belajar dengan pelan-pelan dan mama juga tidak akan memaksa kamu untuk tetap bersama putra mama jika seandainya kamu merasa tidak bahagia hidup bersama Azka. tapi walaupun sebenarnya mama sangat berharap mama tidak mau bersikap egois. semua keputusan ada pada kamu dan juga Azka." ucap mama Maria yang tiba-tiba menitikkan air matanya.


" Ma" Zaira lagi-lagi merasa semakin bersalah.


" Za, mama itu sudah sangat menyayangi kamu sama seperti Mama menyayangi Meli. mama juga ingin melihat kamu bahagia Za" ucap mama Maria lirih.


" Za juga sayang sama mama, Za akan berusaha untuk jujur dengan hati Za dan juga kepada mas Azka ma, Za sayang sama mas Azka " ucap Zaira jujur.


Mama Maria tersenyum bahagia dan mengecup kening Zaira penuh kasih sayang.


" Terima kasih sayang" ucap mama Maria dengan seulas senyum bahagia di raut wajahnya yang sudah tidak muda lagi.


Flashback off

__ADS_1


Azka masuk ke dalam kamar setelah tadi ia pergi ke ruang kerjanya. Ia melihat Zaira yang tengah tertidur pulas di atas tempat tidur akhirnya memilih untuk pergi ke balkon kamarnya.


Azka menghela nafasnya berat, matanya menengadah ke langit yang mulai gelap. Ingin rasanya Azka bertanya kepada Zaira namun egonya selalu menahan dirinya untuk membiarkan Zaira yang menjelaskan sendiri kepadanya.


" Kenapa rasanya begitu berat, ada hubungan apa sebenarnya kamu dengan laki-laki itu Za?" gumam Azka menahan sesak di dadanya.


" Aaa..." teriak Azka dan mengacak-acak rambutnya kasar lalu menggenggam erat pagar balkon kamarnya.


Langit yang semakin gelap dan rintik hujan pun mulai turun membuat Azka memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya namun saat berbalik Azka dikejutkan dengan keberadaan Zaira yang kini tengah berdiri dihadapannya.


Mata Azka bersitatap dengan mata Zaira dan seketika Azka memutuskan pandangannya dan beralih ke lain arah.


Azka memilih untuk pergi namun langkahnya terhenti ketika Zaira memanggilnya.


" Mas!" Azka menghentikan langkahnya namun tidak menoleh.


" Mas kita perlu bicara" ucap Zaira pelan.


" Tidak ada yang perlu di bicarakan" ucap Azka dingin.


Azka hanya diam dan tidak menjawab.


" Izinkan aku menjelaskan semuanya mas. Maaf karena aku sudah melakukan kesalahan yang mungkin sangat fatal di mata mas sebagai suami aku. aku memang bukan isteri yang baik mas" ucap Zaira dengan derai air matanya.


Azka hanya diam mendengarkan penuturan Zaira tanpa mengatakan apa-apa.


" A..aku tahu tidak seharusnya aku berbuat seperti itu terhadap mas tapi_" ucap Zaira terhenti saat Azka memotong kata-katanya.


" Siapa dia?" tanya Azka dingin


Zaira yang tadinya menunduk kini mendongak menatap wajah Azka yang tengah menatapnya tajam.

__ADS_1


" Di... dia kak Ariel" jawab Zaira terbata


" Aku tidak bertanya namanya" Ketus Azka.


" Apa dia kisah dari masa lalumu yang belum selesai?" tanya Azka menusuk.


Jlepp


Zaira meremas bajunya sendiri dan tiba-tiba


Brukkk


Azka terperanjat kaget melihat Zaira terkapar di lantai sementara hujan semakin deras. Azka dengan cepat meraih tubuh Zaira dan membawanya masuk ke dalam kamar.


Dengan hati-hati Azka meletakkan Zaira di atas kasur. melihat baju Zaira yang basah dengan terpaksa Azka pun menggantikan bajunya.


Setelah selesai mengganti baju Zaira, Azka menyelimuti Zaira sampai sebahu setelah itu ia masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti bajunya yang juga sedikit basah.


Setelah keluar dari kamar mandi Azka duduk di tepi tempat tidur, matanya menatap lekat wajah polos Zaira yang masih belum sadarkan diri. Azka tersenyum getir lalu memutuskan untuk pergi dan menelpon dokter pribadi keluarganya. namun baru hendak melangkah tangannya sudah ditarik oleh Zaira yang ternyata sudah sadar dari pingsannya.


" Mas!" panggil Zaira pelan


Azka menoleh dan terkesiap saat melihat manik mata Zaira yang sudah berkaca-kaca.


" Mas maafkan aku!" tangis Zaira pecah. Azka merasa tidak tega melihat gadis yang sangat ia cintai menangis dihadapannya.


" Mas, aku minta maaf" ucap Zaira penuh dengan penyesalan. " Aku mohon mas jangan tinggalkan aku. Dia hanyalah masa lalu aku dan mas Azka adalah masa depan aku. jadi aku mohon mas izinkan aku menjelaskan semuanya pada mas Azka" ucap Zaira lirih


Azka menghela nafas panjang dan memilih duduk di tepi kasur.


Zaira berusaha untuk bangun meskipun ia merasa tubuhnya sangat lemas.

__ADS_1


Zaira meraih tangan Azka dan menggenggamnya " Mas, izinkan aku menjelaskan semuanya ya, aku tidak ingin kesalahpahaman ini terus berlanjut dan membuat hubungan kita jadi memburuk" pinta Zaira


" Baiklah, katakan!" ucap Azka pelan namun sedikit tegas.


__ADS_2