Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Nicko dan Billy saling melempar pandangannya saat melihat mommy Sarah yang mereka tau adalah orang tuanya Roni.


" Billy, bukannya tante itu nyokapnya Roni ya?" bisik Nicko pada Billy


" Sepertinya iya!" jawab Billy yang juga ikut berbisik


" Apa orang tua mereka sudah tau ya kalau Roni yang sudah melecehkan Miska?"


" gue juga enggak tahu Ko, kita tidak perlu terlalu jauh ikut campur, mereka pasti tahu bagaimana cara menyelesaikannya" jawab Billy bijak


" Tapi_!"


" Sudah lah Ko, tujuan kita kesini itu untuk menjenguk Miska bukan untuk menambah masalahnya dengan rasa penasaran loe itu" bisik Billy mengingatkan dan Nicko pun terdiam


" Kalian duduk saja dulu ya, maaf kalau Miska nya kini tertidur!" ucap mama Rika sopan


" Iya enggak apa-apa kok tante. kasihan juga kalau dibangunin" jawab Khanza


Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore dan Miska baru saja membuka kelopak matanya.


" Khanza!" ucap Miska saat melihat Khanza tengah duduk di kursi yang ada di samping brankar nya.


" Udah bangun?" tanya Khanza membantu Miska untuk duduk


" Loe udah lama datangnya?" tanya Miska


" Lumayan dari pulang sekolah" jawab Khanza tersenyum


" Udah lama dong ya, duh sorry ya gue enggak tahu kalau loe mau datang" ucap Miska yang merasa tidak enak hati


" Enggak apa-apa santai aja kali Ka, kayak sama siapa aja sih"


" Loe datang sama siapa, pak Aldy?"


" Enggak, sama anak-anak tuh!" tunjuk Miska ke arah Hana, Nana, Billy dan Nicko yang tengah duduk di sofa.


" Loe udah bangun Ka ?" tanya Hana yang menghampiri Miska dan Khanza bersama Nana yang mengekor di belakangnya


" Sorry ya gue tadi ketiduran" ucap Miska


" Enggak apa-apa santai aja" sahut Nana


" Bagaimana keadaan loe sekarang?" tanyanya


" Alhamdulillah udah lebih baikkan" jawab Miska


" Syukur deh kalau gitu" timpal Hana


" Jangan sakit lagi Mis, enggak ada loe enggak rame, gak ada lawan gue bertengkar" ucap Nicko yang sudah ikut bergabung

__ADS_1


" Kan masih ada Nana atau kalau enggak sama si Hana" sahut Miska


" Ah mereka mah enggak seru, baperan" ucap Nicko menunjuk Hana dan Nana bergantian dengan ekor matanya.


" Eh kumrit elo kali tuh yang baperan!" sewot Hana


" Iya betul, malah pakai nyalahin kita lagi!" protes Nana


" Tau tuh, biasanya juga elo yang apa-apa pakai perasaan ujung-ujungnya mewek dah!" sindir Hana


" Wah tuh mulut mau gue sumpel kali ya, kalau ngomong asal nyeplos aja" kesal Nicko


" Lah gue mah bicara apa adanya enggak kayak loe yang ada apa-apanya" ceplos Hana


" Wah ini anak beneran pingin gue_!"


" Huss.... udah-udah loe berdua lagu apa sih, ini tuh rumah sakit kita kesini lagi jengukin Miska yang lagi sakit, bisa enggak kalian diam!" tegur Billy


" Tuh dengerin apa kata babang Billy, ini tuh rumah sakit jaga sikap woy!" ucap Hana menimpali seraya menaik turunkan alisnya


" Ini anak bener-bener ya mau gue piting kali!"


" Udah lah Ko, enggak usah di timpalin. yuk ah duduk di sana aja!" Billy menarik tangan Nicko sementara para cewek masih berada di dekat brankar Miska


" Sayang, mama sama mommy Sarah keluar dulu ya, nanti kalau ada apa-apa telpon aja ya sayang!" pamit mama Rika pada putrinya.


" Kamu mau titip apa sayang nanti mommy belikan!"


" Enggak ada momm, lagi belum kepingin apa-apa" sahut Miska


" Yaudah kalau gitu, kami pergi dulu ya"


" Iya mom!"


" Kalian masih lama enggak disini? kami titip Miska dulu ya sebentar!" ucap mama Rika sebelum pergi.


" Tenang aja tante kami pasti jagain kok!" sahut Hana dan diangguki oleh Khanza dan Nana


" Mama apaan sih, Miska udah gede kali pakai dititipkan segala!" protes Miska


" Takut kamu diambil orang, nanti anak mommy marah lagi sama mommy " bisik mommy seraya tergelak


" Mommy ih .!" Miska mengerucutkan bibirnya.


Mama dan mommy Sarah tertawa sambil berjalan keluar.


" Mama sama mommy loe kompak banget ya Ka" ucap Khanza


" Ya begitu deh" jawab Miska sekenanya

__ADS_1


" Nyokap nya Roni kayaknya sayang banget sama loe Ka!" ungkap Nana


" Mommy itu orangnya memang baik banget dan juga penuh perhatian, udah gitu juga lembut banget kalau ngomong. pokoknya asik deh ya cuma dasarnya aja tuh anak yang durhakim, punya nyokap yang baiknya kebangetan malah suka bikin ulah dan nyebelin" tutur Miska


" Beruntung ya loe Ka punya mertua kayak nyokapnya Roni!" Miska hanya tersenyum tipis


" Kenapa loe nyesel putus sama Roni?" tanya Hana keceplosan


Deg


Ada perasaan tidak enak saat mendengar pertanyaan yang Hana lontarkan pada Nana. tiba-tiba muncul perasaan bersalah dalam hatinya hingga membuat wanita yang sedang hamil muda itupun terdiam dan menundukkan wajahnya


Sementara Nana mendelik tajam menatap Hana, dia juga menjadi serba salah pertanyaan Hana benar-benar membuatnya merasa tidak nyaman.


Khanza yang melihat perubahan pada sikap sahabatnya itu langsung mengalihkan pembicaraan.


" Oiya Ka, apa kata dokter? kapan loe diperbolehkan pulang?" tanya Khanza mengalihkan pertanyaan Hana


" Iya Za?" Miska tidak fokus


" Loe kapan diperbolehkan pulang?" tanya Khanza kembali mengulang pertanyaannya


" Mungkin besok Za tapi walaupun udah di perbolehkan pulang gue juga harus bedrest di rumah!" sahut Miska


" Emangnya loe sakit apa sih Ka?" tanya Nana dan Miska hanya menjawab dengan senyuman


" Elo gak apa-apa kan Ka, apa sakit loe itu cukup serius?" tanya Hana cemas


" Alhamdulillah gue enggak kenapa-napa kok, cuma butuh istirahat yang cukup aja dan harus benar-benar pulih baru boleh beraktivitas seperti biasa itupun harus dibatasi!" jawab Miska


" Syukurlah kalau begitu, tapi kenapa harus dibatasi?" tanya Hana lagi


" Ya karena masih masa pemulihan" jawab Miska asal


" Oiya, Za bagaimana kondisi kehamilan loe?" tanya Miska yang tiba-tiba menanyakan kondisi kehamilan sahabatnya itu


" Alhamdulillah sehat" jawab Khanza seraya mengusap perutnya


" Sulit gak Za ngejalanin hari-hari loe selama masa kehamilan loe ini? hamil disaat loe yang masih duduk di bangku sekolah, ada rasa sesuatu yang menghambat loe enggak Za?" tanya Miska begitu terdengar ambigu


Khanza terdiam sejenak menelisik raut wajah Miska yang terlihat gusar dan gelisah


" Awalnya ya, gue sedikit sulit menjalaninya karena jujur gue belum siap pada waktu itu tapi setelah terus ngejalanin dan pak Aldy serta keluarga juga memberi perhatian dan support yang luar biasa Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar sampai sekarang dan semua juga kan berkat semangat dan perhatian yang kalian semua berikan juga ke gue!" jawab Khanza jujur


" Loe kok tumben nanya kayak gitu?" tanya Khanza penuh selidik


Deg


Miska terdiam dan tersenyum getir, sementara Khanza, Nana dan Hana dibuat heran dengan sikap Miska

__ADS_1


__ADS_2