Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

*** Assalamu'alaikum... kakak readers Semuanya****..☺️


Salam sayang dan hangat untuk kalian semua ya, semoga selalu sehat dan ceria 🥰🥰🥰


Kali ini saya mau minta maaf ya jika ada yang kurang berkenan dengan alur cerita Season 2 Khanza kali ini tapi saya sudah berusaha untuk menyajikan cerita yang terbaik, jika ada yang tidak suka mohon di maafkan dan saya tidak memaksa untuk kalian suka dengan alur cerita yang saya buat, bila suka selamat menikmati dan jika tidak suka dilewati saja ya!" ☺️


...🥀Selamat Membaca🥀...


...🥰...


☀️☀️🥀☀️☀️🥀☀️☀️☀️🥀☀️☀️☀️☀️🥀☀️


Sepulang sekolah Khanza langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur, rasa lelah benar-benar menggelayuti tubuhnya.


" Bersih-bersih dulu sayang, baru istirahat!" seru Aldy yang tengah membuka kancing baju kemejanya


" Capek banget mas, pingin rebahan dulu!" sahut Khanza yang masih posisi telentang


" Tapi enggak bagus sayang buat dedek kalau kamu langsung rebahan gitu dan belum bersih-bersih" Aldy masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri lalu berganti baju


Khanza yang sudah melihat Aldy keluar dari kamar mandi langsung beranjak dari tempat tidur dan bergantian masuk ke dalam kamar mandi.


Selesai ritual bersih-bersihnya Khanza kembali naik ke atas tempat tidur dan bersandar di kepala ranjang.


" Kamu kenapa sayang dari tadi wajahnya kusut gitu?" tanya Aldy yang tengah duduk di sofa sambil memangku laptopnya


" Baju kali mas kusut" protes Khanza dan Aldy terkekeh


" Za tuh kasihan deh mas dengan Miska" curhatnya.


Aldy menutup laptopnya dan meletakkannya di atas meja lalu berjalan menghampiri Khanza merangkak naik ke atas tempat tidur.


" Miska sahabat kamu?" tanya Aldy yang kini sudah duduk bersandar di samping Khanza


" Iya mas" Khanza mengangguk pelan


" Memangnya kenapa dengannya?" tanya Aldy


" Miska di jodohin mas"


" Di jodohin?"


" Iya mas"


" Miska kan masih sekolah sayang" Khanza menautkan kedua alisnya


" Kenapa memangnya kalau masih sekolah? Za juga masih sekolah kalau mas lupa" Khanza mencibikkan bibirnya dan Aldy tertawa


" Itu lain ceritanya sayang"


" Lain apanya mas, sama-sama masih sekolah"


sahut Khanza dengan wajah yang masih cemberut


" Bedanya kita menikah takut kamunya hamil duluan sayang" godanya dan kembali tertawa


" Eh ingat ya pak guru suaminya Khanza Az-Zahra yang cantiknya tiada tanding, kita itu enggak pernah ngapa-ngapain ya jadi enggak mungkin hamil" sungut Khanza membuat Aldy kembali tertawa


" Nyonya Aldiansyah yang cantiknya bikin mas selalu gemes, kalau kita tidak pernah ngapa-ngapain mana mungkin perut kamu sudah sebesar ini!" goda Aldy menahan tawanya dan Khanza langsung mendaratkan pukulannya bertubi-tubi di lengan Aldy membuat laki-laki dewasa itu akhirnya tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah sang isteri yang terlihat kesal.


" Ampun sayang mas cuma bercanda" gelaknya

__ADS_1


" Mas jahat ih" Khanza memberengut dan Aldy langsung menariknya ke dalam pelukannya


" Mas cuma bercanda sayang, jangan cemberut lagi ya!" Aldy mendaratkan kecupan di kening Khanza


" Za itu lagi cerita serius mas" keluh calon ibu muda itu


" Iya maaf sayang, ya udah mau di lanjut gak ceritanya?" tanya Aldy menoel dagu Khanza


" Za itu kasihan mas sama Miska tapi Za enggak bisa bantu dia apa-apa" curhatnya sendu


" Yaudah kalau begitu kamu do'akan saja yang terbaik untuknya sayang!" Khanza mengangguk


" Itu sudah pasti mas, tapi Za kasihan dengannya mas ini pasti berat banget buat dia"


" Semoga saja dia bisa melewatinya dengan baik sayang, sama seperti kita" ucap Aldy


" Mungkin nasibnya tidak seberuntung Za mas, Za beruntung karena menikah dengan suami yang bertanggung jawab seperti mas Aldy tapi Miska_" Khanza berubah mendung


" Ada apa dengan calon suami Miska sayang?"


" Mas tau engga laki-laki yang akan menikah dengan Miska itu siapa?" tanya Khanza dan Aldy menggeleng


" Mas tidak tahu sayang"


" Mas kenal kok, dia itu yang punya masalah dengan mas beberapa waktu yang lalu" tutur Khanza


" Siapa?" Aldy nampak berpikir


" Jangan bilang kalau Miska di jodohkan dengan Roni si anak nakal itu ?" tebak Aldy yang dengan cepat di angguki oleh Khanza


" Kok bisa, mereka berdua itukan masih sama-sama sekolah?"


Khanza lalu menceritakan apa yang sudah Miska ceritakan kepadanya dan Khanza juga tidak lupa menceritakan tentang Nana yang sudah balikan dengan Roni dan juga Roni yang saat di kantin tidak tahu malunya bermesraan dengan cewek lain.


" Sabar sayang, ingat kamu itu sedang hamil jangan macam-macam" tegur Aldy


" Ya habisnya kesal aja mas, enggak kebayang sumpah deh bagaimana jadi Miska. disatu sisi Nana sahabatnya yang masih berstatus pacarnya si laron dan yang bikin tambah kesal lagi tuh si laron masih aja selingkuh entah berapa cewek yang dia pacari."


" Za juga kesal sama bokapnya Miska mas, yang dengan teganya gitu menikahkan Miska dengan cowok sebereng**k Roni"


" Sudah di nikahin muda, sama cowok yang enggak bener lagi. kasihan banget sih Miska jadi pingin peluk tuh anak kasihan pasti sekarang lagi mewek sendirian" Khanza pun akhirnya terisak teringat dengan keadaan sahabatnya itu.


" Sudah dong sayang jangan nangis gitu, kalau kamu merasa khawatir dengan keadaannya telpon aja dia sekarang bagaimana?" usul Aldy yang langsung ditanggapi dengan anggukan kepala oleh Khanza


Aldy mengambil ponsel milik Khanza yang berada di atas nakas lalu memberikannya.


" Ini sayang!" Aldy memberikan ponsel tersebut kepada Khanza


" Terima kasih ya mas" ucap Khanza mengambil ponsel miliknya seraya mengusap air matanya yang masih menetes.


Khanza mendial nomor ponsel Miska, sampai dua kali panggilan Miska tidak juga kunjung mengangkat panggilannya membuat Khanza semakin khawatir.


" Mas enggak diangkat" keluh Khanza dengan air mata yang sudah kembali berlinang


" Coba lagi sayang, mungkin dia tidak mendengar" Aldy mencoba menenangkan isterinya yang sedang gelisah


" Iya mas" Khanza kembali menghubungi nomor Miska dan lagi-lagi belum juga tersambung, Khanza semakin cemas takut Miska berbuat nekat.


" Mas belum juga diangkat" hormon kehamilannya semakin membuat Khanza semakin sensitif, kecemasannya terhadap Miska membuatnya kembali terisak.


" Sabar sayang, di coba lagi ya, mungkin Miska sedang dikamar mandi atau sedang didapur" ucap Aldy menenangkan Khanza

__ADS_1


" Biar sini mas yang mencoba menghubunginya ya!" Aldy mengambil ponsel Khanza dari tangannya.


Khanza sudah melakukan panggilan sebanyak 10 kali tapi masih belum juga dapat terhubung dengan Miska sampai pada akhirnya saat Aldy hendak menghubungi nomor Miska tiba-tiba ponsel Khanza yang berada di tangannya berdering.


Aldy yang melihat nama yang tertera di layar ponsel Khanza tersenyum tipis lalu memberikan ponsel tersebut ketangan isterinya.


" Sudah jangan menangis lagi, nih!" Aldy menyodorkan ponsel Khanza yang berdering dengan nama Miska yang tertera di layar tersebut.


" Miska!" ucap Khanza dengan cepat menyeka air matanya


..." Assalamu'alaikum!" ucap Miska diseberang telpon...


" Wa'alaikum salam" sahut Khanza dengan suara yang terdengar parau


..." Loe kenapa Za, kok nangis?"...


..." Pak Aldy ngapain loe Za, nyakitin loe hah, Za ngomong dong jangan nangis terus?"...


..." Elo enggak kenapa-napa kan Za, Khanza...!" Miska malah dibuat panik dengan Khanza yang masih saja menangis dan bahkan semakin sesenggukan...


..."Khanza please deh jangan bikin gue khawatir, elo kenapa si Za? apa laki loe memberi perhatian lagi sama adik iparnya itu, Iya?"...


..." Ayo dong Za ngomong jangan nangis kayak gitu, bikin gue bingung aja"...


" Gue nangis bukan karena laki gue tapi karena elo Miska!" teriak Khanza membuat Miska sedikit menjauhkan ponselnya dari telinganya


..." Gue?" tanya Miska...


..." Kok gara-gara gue Za?"...


" Sudah sayang jangan kayak gini ah enggak baik loh buat si dedek" bujuk Aldy yang melihat Khanza masih terisak


..." Khanza, please deh gue enggak ngerti apa maksud loe, kenapa loe nangis gara-gara gue?" Miska benar-benar dibuat bingung oleh calon ibu muda tersebut...


" Hallo, assalamu'alaikum Miska. ini saya pak Aldy!" ucap Aldy yang mengambil alih ponsel Khanza karena entah kenapa bukannya bicara Khanza malah terus saja terisak dan tidak bisa menghentikan tangisnya.


..." Wa'alaikum salam, iya pak Aldy ada apa ya, kenapa Za menangis seperti itu?" tanya Miska yang jadi kepikiran dengan Khanza dan juga kandungannya...


" Maaf sebelumnya, Khanza tadi sudah menceritakan semuanya dan sejak tadi pulang sekolah dia terus saja memikirkan keadaan kamu dia sangat khawatir apalagi saat berkali-kali menghubungi kamu tidak ada jawaban dia semakin khawatir dan terus saja menangis" terang Aldy


..." Oh ya ampun Za"...


..." Tolong pak Aldy sampaikan maaf saya pada Khanza. tadi saya sedang dikamar mandi jadi tidak tahu kalau Za menelpon. makanya pas tahu saya langsung telpon balik khanza."...


" Iya dia sangat mengkhawatirkan keadaan kamu Miska"


..." Katakan sama Khanza pak, kalau saya dalam keadaan baik-baik saja, jangan terlalu berpikir berlebihan tidak baik untuk kesehatan bayi yang ada di dalam kandungannya" pesan Miska...


" Iya nanti akan saya sampaikan, dia masih terisak saat ini!"


..." Nanti kalau dia sudah lebih tenang saya akan menelpon kembali pak" ucap Miska lalu menutup sambungan teleponnya...


" Sayang sudahlah berhenti menangisnya, kasihan dedeknya" Aldy mengelus perut Khanza


" Iy....iya mas, hiks... hikss... " sahut Khanza berusaha menenangkan dirinya.


" Miska baik-baik saja sayang, kamu tidak perlu mencemaskannya " ucap Aldy menghapus sisa air mata Khanza dengan penuh kasih sayang


" Tenangkanlah dirimu sayang, Miska itu gadis yang kuat mas yakin sahabat kamu itu bisa menjalani semuanya dengan baik, percayalah padanya" terang Aldy seraya menarik Khanza masuk ke dalam pelukan guru yang kini sudah berstatus suaminya.


Khanza mendongak dengan perlahan lalu mengangguk. " Iya mas"

__ADS_1


Khanza yang lelah menangispun akhirnya kelelahan dan tertidur dalam pelukan suaminya.


__ADS_2