Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Ganggu


__ADS_3

Tangan kekar itu perlahan mendekat ke tangan Lia, sontak Lia melotot saat merasakan ada sentuhan di tangannya.


Lia menoleh ke arah tangannya yang kini berada di genggaman tangan seorang laki-laki yang berada di sampingnya. Lia pun berusaha untuk melepaskan tangannya tapi laki-laki yang tidak lain adalah Mario semakin mengeratkan tangannya tapi dengan sikap sesantai mungkin jadi tidak ada yang curiga dengan keberadaannya.


Lia mendengus kesal, jika ia paksakan tarik tangannya ia takut akan menjadi heboh apalagi saat ini dia sedang bersama teman-temannya. Dengan terpaksa Lia hanya bisa pasrah dengan apa yang telah Mario lakukan terhadapnya.


Mita yang kebetulan duduk di belakang Lia bersama Mona merasa seperti ada yang aneh dengan perilaku Lia yang selalu menoleh ke arah kiri padahal jelas-jelas Rangga yang selama ini jadi cowok incarannya ada di sebelah kanannya tapi kenapa Lia justru lebih fokus dengan orang yang menurut Mita asing.


Lia berkali-kali menoleh ke Mario tapi yang di toleh malah seakan fokus dengan layar besar yang ada di depan matanya tanpa menggubris tatapan tajam yang Lia berikan.


Mario tersenyum penuh kemenangan di balik penutup wajahnya, rasanya begitu nyaman bisa bersama dengan gadis yang sudah memporak-porandakan hatinya saat ini.


Tapi justru berbanding terbalik dengan Lia, dia justru mendengus kesal, rasanya ia ingin sekali mencaci dan memarahi laki-laki yang dengan seenaknya saja sudah berani main pegang tangan orang tanpa permisi lebih dulu.


Mario menoleh sekilas dan menatap wajah cantik Lia yang tengah memberengut.


Karena merasa risih tangannya yang tidak lepas dari genggaman tangan Mario, dengan pergerakan pelan Lia memberanikan diri berbisik kepada Mario.


" Lepaskan tangan gue gak sekarang atau gue bakal marah beneran sama loe dan membenci loe kak Io!" bisik Lia sedikit mengancam.


Mendengar ucapan Lia mau tidak mau akhirnya Mario memutuskan untuk melepaskan tangannya.


Lia lalu mengusap pergelangan tangannya yang sedari tadi di pegang oleh Mario.


Sedetik kemudian Lia melirik ke arah Mario lalu bergantian ke arah Rangga dan semua itu pun tidak lepas dari pengamatan Mita yang duduk di belakang Lia sementara Mona dia terlalu fokus dengan film yang tengah diputar di layar.


Dem


Film yang diputar tiba-tiba berhenti membuat suasana ruang bioskop berubah menjadi gelap gulita dan kesempatan itu justru di manfaatkan oleh Mario untuk membawa Lia keluar dari dalam gedung bioskop tersebut.


Lia yang merasa tangannya seperti ada yang menarik, entah kenapa pasrah begitu saja. walaupun dia tidak tahu tangan siapa yang kini menggenggam tangannya dan membawanya pergi tapi dari parfum yang tercium oleh Indra penciumannya dia yakin dan hapal betul siapa pemilik tangan tersebut.


Setelah berada di luar ruangan tersebut Lia menatap tajam ke arah Mario yang kini sudah membuka maskernya dan berdiri dengan santai di hadapannya.


" Ternyata loe itu pintar juga ya, bisa menebak walaupun gue udah pakai beginian" puji Mario sambil tertawa renyah.


" Ngapain sih loe pakai acara bawa gue keluar segala?gue yakin pasti pada nyariin gue sekarang. Lagian kemana cewek loe tadi udah di campakin loe sama dia ?" tanya Lia dengan nada mengejek.


" Sembarangan, gak ada ya sejarahnya seorang Mario di campakin seorang cewek, kecuali ya Loe" ucap Mario dengan sombongnya tapi memelas di akhir kalimatnya.


" Maksud loe apa?" tanya Lia yang merasa ambigu dengan penuturan Mario.


" Entahlah, udah yuk loe ikut gue!" Mario langsung saja menarik tangan Lia tanpa menunggu jawabannya.


Lia dengan kasar melepaskan tangannya dari tangan Mario membuat Mario berhenti melangkah dan langsung menoleh ke arah Lia dengan tatapan bingung.


" Kenapa?" tanya Mario

__ADS_1


" Loe tanya kenapa? maksud loe apa ngajak gue pergi kayak gini sekarang hah? setelah loe tadi sama cewek loe udah melakukan sesuatu yang diluar batas apalagi di tempat umum, pacaran loe gak sehat dan sekarang dengan seenaknya loe ngajak gue pergi. loe anggap gue ini apa?" tiba-tiba Lia meluapkan emosinya setelah teringat dengan kejadian beberapa menit yang lalu.


Mario yang melihat Lia nampak begitu emosi sedikit menahan tawanya setelah itu menarik tangan Lia lagi walaupun sudah berkali-kali di tepis oleh Lia tapi Mario tetap tidak menyerah.


" Loe ikut gue sekarang dan loe akan tahu jawabannya" ucap Mario dengan sedikit nada memaksa.


" Untuk apa, gue gak mau ikut!" ucap Lia menolak


" Yakin loe gak mau ikut, emmm... loe pasti udah liat dong foto di IG gue?" tanya Mario sambil tersenyum penuh arti.


Deg


Lia mengerti maksud dari ucapan Mario, dia pun nampak kesal dibuatnya. " mau loe apa sih?" tanya Lia lagi.


" Gue cuma mau loe ikut gue sekarang!" ucap Mario tanpa ada penolakan.


Tanpa aba-aba Mario langsung menarik tangan Lia dan mereka berjalan dengan bergandeng tangan.


Lia menatap lekat ke arah tangannya yang kini berada di genggaman tangan Mario ada rasa hangat tapi juga kesal jika mengingat kejadian beberapa waktu lalu.


Setelah sampai di parkiran Lia mendelik tajam ke arah Mario. " Maksudnya apa coba ini anak ngajak gue nemuin tuh cewek?" batin Lia


Lia berhenti melangkah membuat Mario menoleh ke arahnya. " Kenapa berhenti?" tanya Mario menaikan satu alisnya.


" Dia?" ucap Lia menunjuk ke arah Gladis dengan dagunya.


Dengan langkah malas Lia pun berjalan mengikuti Mario.


" Kenalkan ini Gladis dia_"


Belum selesai Mario bicara Gladis sudah memotong kata-katanya.


" Gue pacarnya Mario!" ucap Gladis lantang membuat Mario dan Lia tercengang dengan pernyataan Gladis barusan.


" Loe cantik!" puji Gladis dengan senyum menyeringai


" Terima kasih" ucap Lia malas.


" Mario tolong dong beliin gue minum, haus gue kelamaan nungguin loe tadi!" pinta Gladis.


" Yaudah kalian tunggu gue disini, gue beli minum dulu. Lily tunggu gue jangan kemana-mana!" ucap Mario langsung bergegas pergi membeli minuman.


Saat ini Gladis dan Lia tengah duduk di bangku yang tidak jauh dari tempat parkiran.


" Loe udah lama kenal Mario?" tanya Gladis mengawali perbincangan mereka.


" Dia kakak kelas gue, cuma sekedar tau dan tidak cukup mengenalnya" sahut Lia datar.

__ADS_1


" Loe suka sama Mario?" tanya Gladis terang-terangan.


Jlepp


Lia terdiam lidahnya terasa kelut hanya sekedar mengatakan tidak atau pun iya.


" Loe jangan salah paham gue sama Mario cuma sekedar teman gak lebih" sahut Lia datar.


" Bagus deh!" ucap Gladis tersenyum


" Gue cukup tau banyak tentang Mario dan gue gak suka jika muncul cewek pengganggu" ucap Gladis lagi dengan nada sedikit ketus.


" Loe tenang aja gue gak akan menjadi pengganggu hubungan kalian. gue juga cukup tau diri dan tau batasan tentunya" ucap Lia tegas dan sedikit menyindir.


" Bagus gue suka cara berpikir loe" Gladis tersenyum penuh arti.


" Asal loe tau ya Li, hubungan gue sama Mario itu awalnya baik-baik saja tapi belakangan ini ada banyak hal yang berubah dari dia, gue gak menyangka aja Mario bisa semudah itu berubah, perhatiannya ke gue sekarang berkurang drastis dan gue tau penyebabnya adalah gadis yang di pasang di akun IG nya dia dan gue yakin loe pasti tahu itu foto siapa" tutur Gladis membuat Lia merasa tercekat dan sulit berkata-kata.


" Gue suka sama Mario sudah lama asal loe tau itu dan loe yang belum lama kenal dia dengan seenaknya saja masuk ke dalam hati Mario" Lia menyipitkan matanya mendengar penuturan Gladis.


" Loe jangan asal bicara, gue paling gak suka mendengar omong kosong" Lia beranjak dari duduknya.


" Apa loe akan melepaskan Mario karena gue?" tanya Gladis menghentikan langkah Lia.


perlahan Gladis berjalan mendekati Lia. " Apa loe sama sekali gak ada perasaan apa-apa pada Mario?" tanya Gladis penuh selidik


Lia menghembuskan nafasnya kasar " Mau loe sebenarnya apa sih?" kesal Lia yang sedari merasa terpojokkan.


" Mau gue ya loe jujur dan gak munafik!" pancing Gladis


" Jujur soal apa maksud loe?" sentak Lia


" Jujur dengan perasaan loe sendiri, kalau loe benar-benar gak punya rasa apa-apa sedikitpun pada Mario dan sudah ada orang lain yang loe suka" sahut Gladis


" Gue_!" Entah kenapa rasanya sulit sekali Lia mengatakan hal itu.


" Gu... Gue_" Lia nampak gugup dan terbata-bata


" Gue apa, gak bisa ngelakkan loe?" ucap Gladis terus mendesak


" Gue.. Gue gak punya rasa apa-apa sama Mario, loe tenang saja" ucap Lia terbata-bata tapi sedikit meyakinkan


" Apa loe sudah puas? jadi loe bisa tenang sekarang. gue gak akan pernah ganggu hubungan loe dengan Mario. Gue juga perempuan jadi gue tau batasan gue dan juga posisi gue"


" Benarkah?" Terdengar suara bariton yang tiba-tiba menyambar.


Glek

__ADS_1


Lia menelan salivanya kasar saat mendengar suara bariton yang berasal dari balik punggungnya.


__ADS_2