Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Foto


__ADS_3

Seminggu berlalu


Lia terlihat begitu gembira pagi ini setelah semalam mendapat kabar dari Mario kalau dia sedang berada di perjalanan pulang bersama Arta. Mario juga mengatakan kalau perusahaan papanya kini sudah kembali normal bahkan melampaui ekspektasi mereka.


Lia ingin mengadakan pesta menyambut kedatangan dan keberhasilan Mario dan Arta dalam membantu perusahaan papanya mendapatkan tender besar yaitu berhasil menandatangani kontrak kerjasama dengan perusahaan terbesar di Jerman.


Alex merasa bangga dengan keberhasilan Arta dan Mario, bahkan di usia yang terbilang masih sangat muda Mario berhasil membuktikan kemampuannya dalam mengelola perusahaannya dengan sangat pesat.


Untuk merayakan keberhasilan Mario dan Arta Alex dan isterinya memutuskan untuk ikut kembali ke tanah air bersama mereka, Awalnya Alex hanya ingin mencarikan jodoh untuk Arta namun untuk kesekian kalinya juga Arta menolaknya dengan alasan yang sama.


Arta mendengus kesal setelah mendengar ceramah panjang lebar dari pamannya sendiri yang sudah dianggap seperti orang tuanya sendiri begitu menginginkan dirinya segera menikah.


" Kenapa tuh muka ditekuk?" tanya Mario yang kini duduk di sampingnya. mereka saat ini tengah berada di pesawat perjalanan pulang kembali ke tanah air.


" Seperti biasa papa memintaku untuk segera menikah padahal kau tahu sendiri aku masih ingin mencari gadis kecilku" ucap Arta menarik napasnya dalam.


" Sabar kak, aku yakin kakak pasti akan segera bertemu dengannya" ucap Mario memberi semangat untuk kakak sepupunya itu.


" Amin, semoga saja!" sahut Arta


" Emmmm.. oiya Rio bagaimana kabar sahabat isterimu?" tanya Arta yang tiba-tiba teringat dengan Mita


" Mita?" tanya Mario memastikan


" Iya" sahut Arta


" Baik, kata Lia dia sudah lebih baikkan, hanya saja akhir-akhir ini Mita lebih banyak melamun." sahut Mario


" Melamun? apa dia masih mengharapkan dokter itu?" tanya Arta yang merasa jadi penasaran tentang keadaan Mita


" Untuk berharap kembali dengan dokter itu Lia bilang rasanya itu tidak mungkin kak, hanya saja Mita sepertinya masih merasa sulit untuk menerima kenyataan itu semua kak terlebih lagi bagaimana caranya dia mengatakan kepada kedua orangtuanya tentang rencana pernikahan mereka yang batal" tutur Mario.


" Iya kamu benar Rio, pasti tidak akan mudah mengatakan semua itu secara dadakan apalagi setahu orang tuanya Mita dokter itu adalah sosok laki-laki yang sangat baik dan bertanggung jawab " timpal Arta.


" Iya kak, beruntungnya Mita memiliki sahabat-sahabat yang selalu mendukung dan selalu ada bersamanya" ucap Mario


" Iya, aku salut dengan persahabatan mereka yang begitu erat" ucap Arta


Setelah hampir 15 jam perjalanan, akhirnya kini Mario dan keluarganya sudah berada di kediaman Alexander Atmaja. kedatangan mereka pun sudah disambut hangat oleh Lia dan keluarga.


Mario yang merasa kelelahan karena perjalanan yang cukup memakan waktu memutuskan untuk beristirahat, sementara kedua orangtuanya tengah berbincang-bincang di ruang keluarga bersama orang tua Lia.


Pesta perayaan keberhasilan Arta dan Mario akan diadakan nanti malam. Lia membiarkan Mario beristirahat sedangkan dia di bantu oleh teman-temannya mempersiapkan acara pesta di taman belakang.


" Gaes gue tinggal dulu ya!" ucap Lia pamit kepada Mita dan Mia yang sedang menyiapkan daging untuk barbeque nanti malam.


Sementara indah dan Mona sedang berada di taman belakang menata tempat dan kursi- kursi.


" Ada yang bisa aku bantu?" tanya Arta yang melihat Mona dan Indah kesusahan menggeser meja


Mona dan Indah menoleh ke sumber suara dan seketika keduanya tercengang melihat sosok pria tinggi, tegap dan tampan tersenyum ramah kepada mereka.


" Ah, iya. emmm.. tidak ada kami masih bisa kok" sahut Indah yang gelagapan berbicara dengan sosok pria tampan yang ada dihadapannya sementara Mona hanya diam mematung menatap penuh kagum kepada pria tampan tersebut yang tidak lain adalah Arta.


" Ya sudah kalau begitu aku permisi!" ucap Arta pamit lalu pergi meninggalkan Mona dan Indah.


Sementara di sebuah kamar yang terbilang cukup besar seorang pemuda namun sudah berstatus suami itu tengah mondar-mandir dengan mulut yang tidak berhenti berkomat kamit tidak jelas.


Ceklekk


pintu terbuka dari luar membuat pandangannya langsung tertuju kepada sosok seorang gadis yang bukan lagi perawan tengah berjalan menghampiri dirinya.


" Kenapa tuh muka kusut banget, kayak baju belum disetrika aja?" goda Lia sambil tersenyum


" Senang benar ya godain suami yang sedang marah!" ucap Mario pura-pura merajuk.


" Oh ceritanya suamiku sedang ngambek, iya? pantas saja tuh muka cemberut gitu" ucap Lia tergelak.


" Iya, aku kesal pulang bukannya disambut hangat oleh sang isteri malah di tinggalin sendirian di kamar" ucap Mario memasang wajah memberengut membuat Lia tidak tahan menahan tawanya.


" Kamu benar-benar lucu bila seperti ini sayang" ucap Lia sambil tertawa


" Suami sedang marah dia malah asik tertawa apa dia pikir aku ini badut apa?" gumam Mario yang masih bisa didengar oleh Lia.


" Ha ..ha .. kamu tuh ya kalau lagi marah seperti ini bikin gemas tau gak sih jadi kepingin_" Lia menggantungkan kalimatnya. Mario yang paham dengan ucapan Lia tidak mau buang-buang waktu lagi apalagi mengingat di bawah orang-orang pasti tengah sibuk menyiapkan pesta untuk dia dan Arta, maka dari itu Mario dengan gerakan cepat sudah menguasai Lia dan siap untuk membawa isteri tercintanya yang beberapa hari sangat dirindukannya itu terbang ke nirwana melepaskan kerinduan yang terpendam berhari-hari.


Mita merasa risih karena seperti ada yang memperhatikan dirinya, matanya menoleh ke kiri dan ke kanan tapi dia tidak melihat siapa-siapa.


" Loe kenapa sih Mit dari tadi gue perhatiin kayak nyari sesuatu?" tanya Mia yang merasa aneh dengan sikap Mita

__ADS_1


" Loe ngerasa gak sih Mi, gue kok dari tadi kayak merasa ada yang lagi ngeliatin kita ya? tapi gue gak ngeliat ada siapa-siapa disini" ucap Mita membuat Mia malah bergidik takut.


" Loe jangan ngomong yang aneh-aneh deh Mit, bikin gue merinding aja loe" ucap Mia kesal


" Gue serius" sahut Mita


" Udah ah jangan ngomong kayak gitu, gue jadi takut nih" protes Mia


Seseorang yang berada di balik dinding tersenyum tipis melihat Mita dan Mia yang celingak-celinguk .


" Ternyata dia cukup peka juga " batin Arta yang tengah berdiri menatap lekat ke arah Mita setelah itu ia beranjak pergi menuju kamarnya.


Pesta akan segera di mulai semuanya tengah berada dengan kesibukannya masing-masing.


Namun tidak dengan Arta pria ini lebih memilih menyendiri di duduk di ayunan sambil melamun pikirannya sangat kusut ia takut paman yang sudah dianggapnya sebagai orang tua sendiri itu akan benar-benar menjodohkan dirinya dengan salah satu anak rekan bisnisnya kalau tahun ini Arta belum juga menikah.


Arta menghela napasnya berat ia tidak peduli dengan keadaan disekitarnya yang tengah sibuk merayakan pesta keberhasilannya dan Mario sewaktu di Jerman. Dia hanya fokus dengan pikirannya yang berharap bisa segera menemukan gadis imutnya.


Arta menatap sebuah foto usang ditangannya hatinya bergemuruh hebat ingin segera menemukan sosok gadis imut yang ada di dalam foto tersebut sebelum batas waktu yang Alex berikan berakhir dan tanpa sadar air matanya menggenang.


" Kak!" panggil seseorang yang tiba-tiba sudah berdiri di dekatnya, dengan cepat Arta mengusap air matanya dan segera mengantongi foto yang tadi di pegangnya.


" Kakak sedang apa disini?" tanya seorang gadis yang sedari tadi tengah curi-curi pandang kepada Arta.


" Tidak ada, kenapa?" Arta balik bertanya


" Emmmm... gak ada apa-apa" jawabnya malu-malu.


" Oh yaudah kalau begitu!" Arta bangkit dari ayunan dan beranjak pergi membuat gadis yang tidak lain adalah Mona mendengus kesal.


Baru saja melangkah tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya.


" Kak!" Arta menoleh saat mendengar suara bariton yang sangat di hafalnya.


" Kakak ngapain disini?" tanya Mario yang datang menghampirinya.


" Gak ngapa-ngapain" jawabnya sedikit malas


" Mikirin dia lagi?" tanya Mario menebak dan Arta mengangguk pelan.


" Berdo'a saja kak semoga gadis imut kakak itu cepat segera ditemukan" ucap Mario menepuk bahu Arta memberi semangat.


Mona yang masih berdiri tidak jauh dari mereka mendengar pembicaraan Mario dan Arta tentang gadis yang ada di foto yang kini tengah berada di tangannya karena pada saat Arta memasukkan foto tersebut ke saku celananya ternyata foto itu malah terjatuh.


" Ternyata dia sedang memikirkan gadis yang berada di foto ini, segitu cintanya dia sama gadis yang belum jelas keberadaannya itu?" Batin Mona.


" Sudahlah kak jangan terlalu dipikirkan ucapan papa, lagi pula jika memang kakak berjodoh dengan dia kakak pasti akan segera bertemu dengannya" ucap Mario.


" Amin. aku berharap malam ini aku bisa menemukannya" ucap Arta penuh harap


Jegeeeerrrr..


Deg


Deg


Deg


" Petir ini?" batin Arta dengan degup jantung yang berpacu dengan cepat.


" Langit cerah dan gak ada petanda akan turun hujan kenapa tiba-tiba ada petir ya?" ucap Mario yang nampak bingung dengan keadaan cuaca sementara Arta hatinya begitu bergemuruh hebat satu persatu kenangannya bersama gadis imutnya nampak begitu jelas terutama janjinya yang akan datang kembali untuk menikah dengan gadis imutnya itu dan saat itu disaksikan juga dengan suara petir yang menggelegar di bawah guyuran hujan yang cukup deras.


Arta masih berada dalam kenangan masa lalunya sementara Mona yang sedari tadi terus memperhatikan Arta tersenyum penuh arti.


" Semoga gue bisa menggantikan gadis yang berada di foto ini yang tidak jelas dimana keberadaannya" Gumam Mona dalam hati.


" Dari pada gue berharap pada dokter yang gak jelas itu" ucapnya lagi


" Kak sudahlah, bagaimana kalau kita main basket aja biar hati kakak bisa lebih lega dan sudah lama juga kan kita tidak main basket ya sambil menunggu semua siap" ajak Mario berusaha menghibur kakak sepupunya itu.


" Baiklah!" ucap Arta yang kemudian pergi ke lapangan basket yang tidak jauh dari tempat mereka berada. sementara Mona beranjak pergi untuk bergabung dengan yang lain setelah melihat Mario dan Arta pergi menuju lapangan basket karena dia juga merasa tidak enak dengan yang lain karena menghilang begitu saja.


" Loe dari mana aja sih Mon? " tanya Indah


" Tau nih anak menghilang begitu aja" timpal Mia


" Gue habis ngeliat-ngeliat sekitar taman doang kok ternyata keren juga ya ada ayunan dan juga lapangan basketnya ya ternyata" ucap Mona


" Dan lebih kerennya lagi tadi gue ketemu sama cowok tampan sedang duduk main ayunan" lanjutnya lagi

__ADS_1


" Siapa, kak Arta maksud loe?" tanya Lia


" Owh nama cowok ganteng itu Arta" ucap Mona manggut-manggut.


" Masih jomblo Li?" kali ini Mia yang bertanya


" Jomblo, tapi sayang keren-keren cintanya mentok di masa lalu" bukan Lia yang menjawab melainkan Mona


" Loe kok bisa tahu Mon?" tanya Lia yang terkejut dengan ucapan Mona.


" Iya gue tau, tadi gue gak sengaja sempat dengar pembicaraan laki loe sama kakak sepupunya itu. katanya kalau akhir tahun ini dia belum juga menemukan gadis imutnya itu bokapnya Mario mau mencarikan jodoh buat dia" ucap Mona memberitahu.


" Li bilang aja sama mertua loe kalau sampai akhir tahun kakak sepupunya Mario itu belum juga menemukan jodohnya itu, gue siap kok untuk menggantikan gadis imutnya yang ada di foto ini!" ucap Mona lagi seraya memperlihatkan foto yang tadi dipungutnya di dekat ayunan.


" Mon loe dapat foto ini dari mana?" tanya Lia yang sudah mengambil foto tersebut dari tangan Mona.


" Itu tadi kakak sepupu loe kayaknya gak sengaja jatuhin tuh foto. " Sahut Mona


" Liat dong Li!" ucap Mia antusias dan indah pun ikut menghampiri Lia yang tengah memegang foto tersebut.


" Gadis kecil ini yang dicari kakak sepupunya Mario?" tanya Mia


" Iya, kata Mario karena gadis kecil yang ada di foto tersebut sampai sekarang kak Arta ngejomblo. sudah banyak cewek-cewek yang mendekati kak Arta tapi dia selalu pasang wajah dingin dan datar sebagai benteng pertahanannya agar tidak goyah dan setia kepada gadis yang ada di foto tersebut" ucap Lia menceritakan


" Keren banget sih Li, sumpah romantis banget segitu setianya kak Arta ya" ucap Mia kagum


" Andai gue jadi tuh gadis cilik yang ada di foto itu beruntung banget ya gue" halu si Mia


" Ngayal mulu loe" sarkas indah


" Biarin Yee!" ejek Mia


" Ada apa sih seru banget kayaknya?" tanya Zaira yang datang menghampiri mereka


Zaira baru bergabung karena tadi dia dan Mita sempat berbicara empat mata menceritakan tentang kelanjutan hubungan Mita dengan dokter Ariel yang ternyata sudah beberapa hari ini dokter Ariel dan keluarga kecilnya itu tidak lagi terdengar kabarnya terakhir yang Azka tahu dokter Ariel membawa Karina dan anak-anaknya kembali ke kota J sementara Mita sedang di dapur membantu mamanya Mario menyiapkan buah dan minuman.


" Ini kita lagi ngegibah tentang kakak sepupunya Mario yang romantis banget tapi menyedihkan juga sih!" ucap Mia


" Maksudnya?" tanya Zaira yang nampak bingung


" Jadi begini loh Za ceritanya. kak Arta itu dulu punya cinta masa kecil dan sampai sekarang kak Arta masih mencintai dan mencari gadis kecil itu" tutur Mia


" Terus?" tanya Za lagi


"Kata Mona tadi dia sempat mendengar percakapan Mario sama kakak sepupunya itu jika sampai akhir tahun ini kak Arta tidak juga menemukan gadis kecilnya itu maka papanya Mario akan mencarikan jodoh buat kak Arta mengingat usia kak Arta yang sudah terlalu matang" lanjut Mia


" Oh gitu kasihan juga ya, semoga saja kak Arta bisa segera bertemu dengan gadis kecilnya itu ya" do'a Zaira


" Amin!" ucap Lia dan yang lainnya


" Bagaimana kalau kita liat kak Arta main basket yuk!" ajak Mona tiba-tiba.


" Emmmm.. boleh tuh, ayok!" ucap Mia


Mereka akhirnya pergi melihat Arta dan juga Mario bermain basket dan ternyata disana juga sudah ada Azka, Sendy dan juga Yoga.


Mona nampak begitu antusias menyemangati Arta yang bahkan menoleh ke arahnya pun tidak.


" Mita mana?" tanya Lia karena dia tidak melihat keberadaan sahabatnya yang satu itu.


" Mita tadi sedang di dapur bersama mama Novi" sahut Zaira dan Lia manggut-manggut.


" Kak Arta tampan ya!" ucap Mia


" Tampan sih tapi sulit buat didekati" sahut Indah.


" Iya juga, gue gak berani kalau mendekati pria dingin" sahut Mia


" Tantangan yang cukup menarik itu" sahut Mona.


" Loe aja deh Mon kalau memang berani sih" ucap Mia


" Siapa takut" jawab Mona dengan percaya dirinya.


Sementara di dapur Novi mamanya Mario tengah asik berbincang-bincang membicarakan banyak hal yang ternyata cukup nyambung dengan Mita. bahkan Novi pun tidak segan menceritakan tentang Arta yang merupakan keponokan yang sudah dianggapnya sebagai anaknya sendiri yang sampai saat ini masih mencari keberadaan gadis imutnya itu.


Detak jantung Mita tiba-tiba berdegup sangat kencang.


" Mungkinkah?" batin Lia

__ADS_1


__ADS_2