
" Kenapa menatap aku seperti itu?" tanya Zaira dengan wajah cemberut
" Kenapa senang ya ada yang naksir?" tanya Azka datar
" Senang dong, setidaknya kalau ada yang cuek masih ada yang peduli" sahut Zaira
"Ap_" belum sempat bertanya mulut Azka sudah di sumpal oleh Zaira dengan sesendok nasi yang ada di tangannya.
" Sudah ah jangan kebanyakan drama terus. capek tau"Dengus Zaira
" Susah memang kalau pasangan sama-sama cantik dan tampan banyak fansnya ribut sendiri" tutur Mona
Zaira masa bodo walaupun wajah Azka masih cemberut Zaira tetap menyuapinya makan.
" Za, Minggu depan acara 40hari nyokap loe ya?" tanya Indah tiba-tiba
" Iya Ndah"
" Acaranya dimana Za?" tanya Mia
" Dirumah Bunda"
" Oke kalau gitu nanti gue langsung cus kesana nyokap gue mau ikut katanya" ucap Mia
" Iya ajak aja, mama pasti senang!" sahut Zaira
" Sudah sayang, dari tadi kamu nyuapin aku terus kamu kapan makannya?" Azka mengambil alih sendok yang berada di tangan Zaira dan beralih dia yang menyuapi Zaira.
" Cih bucin, tadi aja bertengkar!" celetuk Sendy
" Iri aja loe!" cerocos Azka.
" Sudah gak marah?" tanya Zaira
" Enggak, maaf ya kalau aku berlebihan" ucap Azka
" Nah itu tau, ingat kak kalian itu sudah punya baby Zia jangan hanya hal sepele membuat rumah tangga kalian renggang. seharusnya semakin kuat dan saling percaya satu sama lain bukan cemburu-cemburu gak jelas. kasihan baby Zia kalau kalian bertengkar hanya karena hal yang gak penting" tutur Lia
" Kak Azka juga kenapa gak bilang aja sih sama tuh guru baru kalau Zaira itu isteri kakak!" lanjutnya
" Iya nanti dia juga akan tahu dek, semoga saja dia bukan tipe orang yang terobsesi dengan apa yang dia inginkan."sahut Azka..
" Sayang aku pergi dulu ya!" pamit Arta kepada Mita
" Kak Arta kesini ada perlu apa memangnya?" tanya Lia
" Papa sedang keluar kota dan tadi ada berkas yang seharusnya papa tandatangani tapi berhubung papa jauh terpaksa deh kakak kesini mencari tuh anak yang sudah beberapa hari gak ke kantor" jawab Arta
"Maaf ya kak semua salah aku!" ucap Lia tidak enak hati karena belakangan ini Lia selalu merengek kepada Mario untuk menemaninya
" Iya, gak apa-apa Li, kak Arta tahu kok kamu pasti lagi ngidam ingin dekat-dekat terus sama suami kamu." ucap Arta
" Terima kasih ya kak!" ucap Lia
" Iya kak maaf belakangan ini Lily memang sedikit manja dan selalu menangis kalau aku tinggal pergi" tutur Mario
" Yang benar Li loe serius selebay itu?" tanya Mia yang tidak menyangka Lia sosok wanita yang terkenal jutek dan dinginnya ternyata sangat manja dengan suaminya
" Ya namanya juga bawaan bayi Mia, banyak hal-hal aneh yang biasanya menjadi permintaan wanita hamil" ucap Zaira menimpali
" Tuh Li harus banyak belajar dari senior" ledek Yoga
" Apaan sih loe Yo, sok tahu deh loe!" sahut Lia
Jam pulang sekolah 🌾
Zaira masuk kedalam mobil Azka dan siapa yang menyangka pak Aldy ternyata diam-diam mengikuti mobil mereka.
Sampai di depan rumah Zaira turun sementara Azka tidak ikut turun dan kembali memutar balik arah mobilnya karena ada urusan.
" Jadi ini rumahnya, tapi alamat yang diberikan pak Aris bukan ini!" gumam pak Aldy yang terus memperhatikan Zaira yang tengah masuk ke dalam rumah.
" Assalamu'alaikum bi!"
" Wa'alaikum salam, mama sudah pulang tuh sayang!" bi Ningsih yang berada di halaman depan rumah bersama baby Zia langsung beranjak dan menghampiri Zaira
" Bi Minggu depan akan diadakan acara 40hariannya bunda, nanti tolong bibi bantuin Za ya buat mempersiapkan semuanya"
" Iya mbak Za, tenang saja insyaallah bibi pasti bantu, tadi juga nyonya besar datang kemari dan memberitahukan semuanya mbak, kata nyonya mbak Za gak usah mikirin hal itu semua sudah dipersiapkan disana!" tutur bi Ningsih memberitahu
" Mama kemari bi?"
" Iya"
" Kok mama gak bilang ya?"
" Tadi kebetulan lewat sini katanya terus sekalian mampir melihat baby Zia"
Zaira manggut-manggut " Owh, gitu ya bi. Yaudah aku masuk dulu ya bi mau bersih-bersih. mama ganti baju dulu ya sayang!"
Zaira pergi ke kamar untuk membersihkan dirinya.
Melihat Zaira yang sudah masuk ke dalam rumah pak Aldy masih memperhatikan seorang wanita dewasa yang tengah menggendong bayi perempuan yang sangat cantik dan menggemaskan, pak Aldy merasa janggal dengan keberadaan Zaira di rumah tersebut.
" Alzaira sedang apa di rumah itu?" gumam pak Aldy
Pak Aldy baru pergi dari rumah tersebut setelah bi Ningsih masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Seminggu berlalu 🌾
Hari ini acara 40 hari meninggalnya bunda Aryani, akan digelar acara tahlilan di rumah yang penuh banyak kenangan Zaira dengan sang bunda.
Semua orang tengah sibuk mempersiapkan segalanya termasuk Azka yang sepulang menyelesaikan tugas-tugasnya disekolah langsung meluncur ke rumah bunda Aryani sedangkan Zaira sudah pulang lebih dulu bersama Lia dan yang lainnya.
Pak Aldy datang ke rumah Zaira tepatnya rumah bundanya. Awalnya dia merasa heran karena banyak orang yang sibuk lalu lalang keluar masuk ke rumah bunda Aryani.
" Maaf pak ada acara apa ya, kok nampak sibuk?" tanya pak Aldy kepada salah satu orang yang kebetulan lewat di depannya
" Oh ini mas nanti malam akan ada acara tahlilan 40 hari meninggalnya ibu Aryani" ucap si bapak yang ikut bantu-bantu dirumah tersebut.
" 40 hari meninggalnya ibu dari Alzaira?" tanya pak Aldy basa-basi padahal dia sudah tahu dengan jelas siapa bunda Aryani
" Iya mas, memang mas ini siapanya bu Aryani ya?"
" Owh saya ini gurunya Alzaira di sekolah pak"
" Oh gurunya neng Za, kenapa gak masuk saja pak guru ayok silahkan masuk saja!" ucap bapak tersebut.
" Nah itu neng Za!" si bapak menunjuk ke Zaira saat melihat Zaira hendak masuk ke dalam rumah setelah membawa nampan berisi makanan untuk orang-orang yang membantu acara tersebut.
" Neng Za!" teriaknya
Zaira yang merasa namanya dipanggil langsung menoleh ke sumber suara.
" Iya pak Amin ada apa?" sahut Zaira yang tidak sadar dengan keberadaan pak Aldy disamping pak Amin
" Neng ada tamu !"
" Siapa pak? disuruh masuk saja ya pak !" sahut Zaira setelah mengucapkan itu Zaira langsung masuk kembali ke dalam rumah karena dia memang sibuk membantu menyiapkan makanan dan minuman buat para pekerja yang tengah mendirikan tenda.
" Silahkan masuk saja Pak guru!" ucap pak Amin
" Terima kasih pak sebaiknya saya pulang dulu saja dan kembali lagi nanti malam" ucap pak Aldy
" Kalau begitu pak guru balik lagi saja nanti malam acaranya dilaksanakan ba'da isya" ucap pak Amin
" Baik pak terima kasih ya pak!" ucap pak Aldy
" Sama-sama pak guru!"
Pak Aldy pergi meninggalkan kediaman bunda Aryani dan tidak lama dari kepergian pak Aldy mobil Azka tiba.
" Assalamu'alaikum pak Amin!" Ucap Azka setelah turun dari mobil dan melihat pak Amin
" Wa'alaikum salam eh mas Azka, baru pulang mas?"
" Iya pak, mari pak saya masuk dulu ya!"
Azka masuk ke dalam rumah dan langsung pergi ke kamar untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Zaira yang berada di dapur dan melihat kepulangan sang suami langsung menyusul.
" Maaf ya, gue tinggal dulu. mas Azka sudah pulang!" pamit Zaira kepada teman-temannya yang tengah membantunya menyusun dus-dus untuk makanan dan juga nasi.
Zaira masuk ke dalam kamar tapi tidak menemukan keberadaan Azka, mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi Zaira sudah memastikan suaminya saat ini tengah mandi. Zaira langsung berjalan menuju lemari dan menyiapkan baju ganti.
Ceklekk
Azka keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang.
Azka melirik ke atas tempat tidur sudah ada baju ganti untuknya.
" Isteriku memang yang terbaik!" ucap Azka mendekat ke arah Zaira yang tengah mengusap punggung baby Zia yang tadi sempat terbangun.
" Mas mau makan atau mau minum kopi?" tawar Zaira yang beranjak dari tempat tidur karena baby Zia sudah kembali terlelap.
" Kopi aja deh sayang!" sahut Azka seraya mengusap pipi Zaira
" Yaudah kalau begitu aku buatkan dulu ya mas!" Azka mengangguk dan tersenyum tipis, Zaira pergi ke dapur membuat kopi untuk Azka.
" Za, ini kue dari nyokapnya Mia!" ucap Mita memberikan kue tersebut kepada Zaira.
" Tante Ninanya mana sekarang Mit?"
" Ada di depan sedang bersama mama Maria" sahut Mita
" Mit tolong ya loe atur aja semuanya, gue mau mengantarkan kopi dulu buat laki gue " ucap Zaira
" Iya, loe tenang aja Za!" sahut Mita
Zaira pergi mengantarkan kopi untuk Azka setelah itu ia balik lagi untuk menemui mamahnya Mia.
" Mas aku ke bawah lagi ya, ada tante Nina" tutur Zaira
" Iya sayang!" sahut Azka
Zaira turun dan langsung menemui mama Nina.
" Tante!" sapa Zaira
" Hai sayang, bagaimana kabar kamu nak?" tanya mama Nina
" Alhamdulillah baik tante, Tante kok pakai repot-repot segala sih bawa kue sebanyak itu!" ucap Zaira yang merasa tidak enak hati
" Gak apa-apa Sayang, justru tante seharusnya minta maaf sama kamu karena tante baru bisa datang" ucap mama Nina yang langsung memeluk Zaira
" Tidak apa-apa tante Mia sudah cerita kok kalau tante sedang di luar kota dan baru saja tiba" ucap Zaira
__ADS_1
" Iya sayang"
" Sayang!" panggil Azka yang sudah berdiri di belakang Zaira.
Zaira menoleh lalu tersenyum melihat baby Zia yang sudah berada di gendongan Azka.
" Duh sayang sudah bangun ya?" Zaira mengambil baby Zia dari gendongan Azka.
" Ini_?" ucap mama Nina seraya mengerutkan alisnya
" Ini cucu saya jeng, cucu pertama" sahut mama Maria
" Nak Azka ini putranya jeng Maria kan?" tanya mama Nina yang sedikit bingung.
" Mah mama disini?" tanya Sendy yang tiba-tiba muncul dan meraih punggung tangan mama Nina dan juga mama Maria menyalaminya.
" Kamu disini juga Sen?" tanya mama Nina yang sedikit terkejut
" Iya mah itu Azka atasan Sendy di kantor"sahut Sendy.
" Owh jadi nak Azka ini atasannya Sendy?"
" Iya tante, Sendy ini sekretaris pribadi sekaligus sahabat baik saya tante" terang Azka
mama Nina mengangguk paham.
" Baby Zia ini putri anak saya Azka dengan Za jeng Nina" ucap mama Maria yang melihat kebingungan dari raut wajah mama Nina.
" Putri mereka? tapi Za_?" tanya Mama Nina menggantung
" Mereka ini sudah di jodohkan dan pada saat ayahnya Za terkena musibah pesan terakhirnya ingin melihat putrinya menikah dan karena itu pernikahan mereka dipercepat dan inilah hasil pernikahan mereka" ucap mama Maria dan merasa gemas dengan baby Zia.
" Duh gemes banget sih!" mama Nina menggendong baby Zia.
" Sen, kapan?" tanya Azka menyindir
" Belum dapat sinyal dari ibu negara!" seloroh Sendy membuat Azka tertawa
Mama Nina menoleh ke arah Sendy membuat Sendy salah tingkah.
" Memangnya kamu sudah siap nak Sendy, Mia masih sekolah loh!" sahut mama Nina
" Buat saya sih gak masalah kok mah, asalkan Mia sudah siap saya sih sudah siap lahir batin untuk menikah dengan Mia!"
Tidak lama Mia datang dan obrolan pun semakin ramai.
Zaira kembali ke kamar untuk memandikan baby Zia karena hari juga sudah mulai sore.
Kesibukan orang-orang dibawah pun sudah sedikit berkurang karena sebagian sudah rampung tinggal menunggu waktunya saja
Satu persatu para jamaah datang untuk memberikan doa kepada bunda Aryani. dan diantara jamaah yang hadir ada salah satu jamaah yang membuat Zaira membulatkan matanya.
" Kenapa loe Za, sudah kayak ngelihat hantu aja?" tanya Mona yang melihat gerak-gerik Zaira yang nampak gelisah.
" Itu ada pak Aldy" sahut Zaira sedikit berbisik
" Serius loe itu orang datang?" tanya Mona
" Loe liat aja sendiri!"
" Ada apaan sih?" tanya Indah yang kepo
" Pak Aldy datang" sahut Mona
" Baguslah dia datang, tambah satu orang yang mendoakan bunda Za!" timpal Mita
" Iya juga sih" ucap Zaira yang setuju dengan ucapan Mita
" Eh.. bumil kalau duduk loe gak nyaman mending loe ke kamar aja gih!" perintah Zaira yang tidak tega melihat Lia gak nyaman dengan duduknya.
" Gak apa-apa gue juga mau ikut mendoakan bunda!" sahut Lia
" Sayang!" panggil seseorang membuat Zaira yang tengah memangku baby Zia terkejut.
" Mas, ada apa?" tanya Zaira
" Baby kayaknya sudah mengantuk!" tutur Azka
" Iya tapi kalau ditaruh diatas kasihan sendirian" sahut Zaira
" Mas tolong ambilkan kasur kecil yang ada dikamar bunda ya, bawa kesini mas taruh disana saja!" tunjuk Zaira ke arah sofa yang dijejerkan.
Azka pergi ke kamar bunda Aryani untuk mengambil kasur kecil yang biasa bunda gunakan untuk menidurkan baby Zia saat di ruang TV.
" Sayang, sudah!" bisiknya
Azka langsung mengambil baby dari pangkuan Zaira. baby yang sudah tidur hanya menggeliat di gendongan Azka.
Zaira beranjak dari duduknya dan mengikuti Azka dibelakangnya.
Di sudut ruangan seseorang sedari tadi terus menerus memperhatikan interaksi antara Zaira dan Azka dan betapa terkejutnya pak Aldy saat melihat Azka menggendong baby Zia dan Zaira mengekor di belakangnya.
" Kenapa mereka seperti pasangan suami isteri yang sangat bahagia dengan adanya baby yang cantik dan menggemaskan itu?"batin pak Aldy
" Sebenarnya anak kecil itu siapa ? " pak Aldy semakin penasaran.
" Alzaira, kenapa kamu semakin membuat aku penasaran?" tatapan mata pak Aldy tak beranjak dari seorang Zaira
__ADS_1