Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Ocehan Mia


__ADS_3

Pulang sekolah seperti yang sudah disepakati bersama Mita dan teman-temannya pergi ke rumah Lia.


"Assalamu'alaikum!" ucap Mita dan yang lainnya saat sudah berada dikediaman keluarga Dinata.


" Wa'alaikum salam, eh kalian sudah datang baru mama mau buat salad buah!" ucap mama Maria yang baru saja keluar dari arah dapur


" Mah, Lia sama Zaira nya ada?" tanya Mita seraya menyalami tangan mama Maria diikuti oleh temannya yang lain


" Ada mereka dikamar masing-masing, kalian baru pada pulang dari sekolah?" tanya mama Maria lagi


" Iya mah" sahut Mita


" Eh ada bunda" sapa Mita saat bunda Aryani baru saja datang dari arah kamar tamu


" Pantas bunda dengar suara rame-rame ternyata ada kalian, sudah lama?" tanya bunda Aryani


" Baru aja sampe bund!" sahut Mita seraya menyalami tangan bunda Aryani


" Iya bund, kangen nih sama bunda!" ucap Mona yang ikut menyalami tangan bunda Aryani begitu juga dengan yang lain


" Bakalan kangen berat nih sama bunda!" ucap Mia


" Sama mama gak kangen nih?" goda mama Maria


" Ya kangen dong mah, masa enggak!" sahut Yoga yang langsung ikutan nimbrung


" Wah kok nak Yoga doang sih yang kangen sama mama" ucap mama Maria pura-pura sedih


" Ya kita juga kangen lah mah!" ucap Mita seraya memeluk mama Maria


dan mereka pun tertawa bersama


" Duh rame banget!" ucap Zaira yang menuruni anak tangga sambil menggendong baby Zia


" Duh ibu muda baru nongol!" ledek Mita


" Biasalah namanya juga ibu-ibu sibuk urusan anak!" sahut Zaira terkekeh sendiri


" Pak suami belum pulang nih, kemana ya muridnya aja sudah ada disini semua ini?" tanya Zaira yang tidak mendapati sosok suaminya


" Lagi kecantol kali Za!" celetuk Dion


" Berani gitu? bisa disunat Za kalau pak Bagaz macam-macam sih!" sahut Indah


" Waduh sunat dua kali dong Za, emang mau gitu?" ledek Dion membuat Zaira memutar bolanya malas


" Dion jangan bahas hal gituan ada anak kecil tuh!" tunjuk Zaira kearah Mia


" Eh gue sudah dewasa kali ya!" protes Mia


" Kalian ini tetap saja anak kecil dimata mamah sih!" ucap mama Maria yang beranjak pergi kembali ke dapur


" Loh mah mau kemana?" tanya Mita


" Mama mau lanjutin buat saladnya" jawab mama Maria


" Aku ikut deh mah, siapa tahu ada yang bisa Mita bantu" tawar Mita yang langsung disambut senyuman hangat oleh mama Maria


" Za awas tuh mertua loe di sabotase?" ledek Mona


" Sembarangan loe kalau ngomong" cibir Mita sebelum pergi bersama mama Maria


" Mama mah orangnya baik sama siapa aja, mertua yang paling baik sedunia" ucap Zaira memuji sang mertua


" Jangan bicara begitu sayang, mama jadi gak enak" ucap mama Maria seraya tertawa


" Mama sama bunda adalah wanita yang paling hebat dan paling berarti dalam hidup Za!" ucap Zaira seraya memeluk bunda Aryani dan menitikkan air mata.


" Sayang kok nangis sih?" tanya bunda Aryani menghapus air mata di pipi Zaira


" Bunda Za pasti kangen banget sama bunda" ucap Zaira


" Sayang, jangan seperti ini tuh lihat melihat mamanya menangis baby Zia juga ikut menangis" ucap bunda Aryani


" Iya Za loe jangan sedih, kita jadi ikutan sedih" tutur Mia yang sudah banjir airmatanya


" Loh kenapa ini kok pada nangis semua?" tanya Azka yang baru pulang


" Ini isteri kamu cengeng" sahut bunda Aryani dan Zaira mengerucutkan bibirnya


" Bunda!" sapa pria dewasa yang datang bersama Azka


" Kalian datang bareng?" tanya Zaira seraya mengusap air matanya

__ADS_1


" kebetulan aja tadi ketemu di jalan " Sahut Azka


" Sudah sana ganti baju dulu mas!" titah Zaira


" Iya sayang!" Azka menaiki anak tangga menuju kamarnya dilantai dua dan Zaira mengikutinya dari belakang.


baby Zia saat ini bersama aunty nya, mereka sangat senang bermain dengan baby Zia yang imut dan sangat menggemaskan.


" Assalamu'alaikum!" ucap papa Sam yang baru pulang dari kantor


" Wa'alaikum salam" Sahut semuanya serempak


" Ada acara apa nih sudah ramai aja?" tanya papa Sam seraya mengendurkan dasinya


" Gak ada acara apa-apa kok pah, cuma mau jenguk Lia tapi dari tadi orangnya gak nongol-nongol" sahut Mia


" Sudah dipanggil?" tanya papa Sam seraya mendudukkan dirinya di sofa ruang keluarga karena saat ini mereka tengah berada di ruang keluarga


" Belum si pah takut ganggu ah!" sahut Mia cengengesan


" Nanti jiwa kejombloannya meronta-ronta lagi" lanjutnya


" Masih ngaku jomblo, terus yang itu siapa ?" tanya papa Sam menunjuk ke arah Sendy yang menyembul dari balik dinding sambil tertawa


" Kak Sendy!" pekik Mia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" Sen, cepat makanya halalin biar gak ngaku jomblo terus!" ucap papa Sam menggoda Mia


" Kode itu Sen" lanjutnya lagi


" Papa!" Mia tersipu malu tentu saja hal itu membuat papa Sam kembali tertawa begitu juga dengan yang lain ikut mentertawakan Mia.


" Ramai sekali, tumben ada acara apaan nih?" tanya Lia yang baru keluar dari kamar bersama Mario yang berjalan mengekor di belakangnya.


" Widihhhh.... si bumil sama paksu baru nongol, ngapain aja bu di dalam?" ledek Mona


" Aihhhh, kompak benar pasangan yang satu ini , dikamar mulu dari tadi padahal disini sudah pada berisik banget ya" Indah ikut menimpali


" Makanya kawin sono biar tahu rasanya Ndah enaknya nempel sama paksu" sahut Lia ngasal


" Wah parah ini anak nyuruh orang sesat"ucap Indah nyolot


" Loh kok sesat?" Lia mengerutkan keningnya


" Nah itu pasangan alot gak di ledekin?" Lia beralih kepada Zaira


" Eh, gue sama mas Azka sudah menemui mereka ya, gak kayak loe dari tadi didalam kamar terus. katanya sakit tapi berisik banget di kamar" cerocos Zaira tanpa canggung


" Za loe?" Lia melotot dan menutup mulutnya sendiri lalu menoleh ke arah Mario dengan tatapan tajam.


Mario yang ditatap hanya cengar-cengir seraya menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.


" Istirahat Li, ingat loe itu baru pulang dari Rumah Sakit!" ucap Zaira membuat Lia jadi salah tingkah


" Za loe mah gitu ih!" kesal Lia


" Jiahhh... ada yang malu rupanya gaes, lihat tuh muka sudah mengalahkan kepiting rebus yang ada di atas meja makannya mama Maria!" goda Zaira yang langsung mendapat senggolan dari sang suami.


" Sudah-sudah jangan diledek terus. sebaiknya sekarang kita langsung saja ya makan malam bersama!" ucap mama Maria yang baru nongol dari arah dapur.


" Hai bidadari ku?" sapa Arta yang baru melihat Mita keluar bersama mama Maria


" Kakak udah datang, udah lama?" tanya Mita


" Ya lumayan sih sudah hampir setengah jam yang lalu" sahut Arta


" Kok gak nelpon?"


" Sudah yang cuma kamu mungkin sedang sibuk mempersiapkan diri untuk menjadi isteri yang solehah!" tutur Arta membuat Mita seketika merona.


" Ekhemm, ada yang lagi di gombalin!" goda Lia


" Iri aja loe!" cicit Mia


" Eh? gue gak iri ya nona Mia karena gue sudah ada nih!" Lia melingkarkan tangannya di lengan Mario posesif membuat Mario geleng-geleng kepala melihat kekonyolan Lia dengan teman-temannya.


" Dehhh, sombong! pamer terusss" Mia mencibikkan bibirnya membuat Lia tertawa dan Sendy mengulum senyumnya


" Kak Sendy dari tadi diam aja, kenapa kak ?" tanya Mia yang melihat Sendy bersikap tidak seperti biasanya.


" Gak apa-apa kok cuma sedang capek aja tadi kerjaan menumpuk karena Azka baru bisa datang ke kantor jam 2 lewat dan jam 4 buru-buru pulang" tutur Sendy


" Maaf ya Sen, nanti deh gue tambahin bonusnya" ucap Azka membuat wajah Sendy berseri seketika.

__ADS_1


" Giliran bonus aja langsung dah semangat banget!" ledek Arta


" Kode itu Rio!" Azka menoleh ke Mario yang tengah asik mengelus lembut perut Lia


" Tau aja " sahut Arta


" Sudah dong ayuk ah kita makan malam dulu!" ucap mama Maria


Semua yang ada di ruang keluarga langsung beranjak dari duduknya,.


❄️


Usai makan malam bersama semua teman Zaira dan Lia berkumpul di taman belakang.


" Za loe kapan masuk sekolah nya?" tanya Mia


"Mungkin hari Senin tanggung lusa mah!" sahut Zaira


" Gak ada kata tanggung yang, lusa masih hari Kamis" Jawab Azka


" Iya Za masuk ajalah, stres gak ada loe tahu gak, suasana kelas jadi gak asik" cerocos Mia


" Iya betul Za!" Indah ikut menimpali


" Alah lebay kalian!" ucap Zaira seraya tertawa


" Gak lebay Za beneran, gak asik kalau gak ada loe suasana jadi tegang terus" sahut Mia


" Tegang kenapa memangnya?" kali ini Arta yang bertanya saat mendengar obrolan para cewek


" Ya tegang gara-gara beberapa hari ini guru baru gak jelas ngajarnya kak" sahut Mia


" Gak jelas bagaimana?" tanya Azka sekarang merasa penasaran


" Gak jelas pak, yang harusnya mudah jadi susah. untuk kita punya guru cantik!" ucap Mia melirik Mita menaik turunkan alisnya membuat Mita jadi geleng-geleng kepala.


" Guru cantik?" tanya Azka dan Arta bersamaan


" Iya kak, hari ini Mita benar-benar keren pokoknya deh!" tutur Mia bercerita penuh semangat


" Mia apaan sih loe, biasa aja kali gak usah lebay gitu deh!" protes Mita


" Ada apa si yang kakak jadi penasaran?" tanya Arta


" Bukan apa-apa kok Kak, itu sih Mia aja yang terlalu melebih-lebihkan" sahut Mita


" Ih gak melebih-lebihkan ya, gue bicara sesuai fakta yang ada!" sahut Mia gak terima


" Iya apa?" tanya Arta lagi


" Mita berani protes sama pak Aldy sampai pak Aldy dibuat kesal sama Mita, pokoknya keren deh Mita bisa menjawab tuh ocehan guru yang kayaknya stres kali gara-gara pujaannya gak masuk kelas!"


Deg


Zaira yang sedari tadi memang enggan menimpali obrolan Mia langsung menoleh ke arah Mia saat Mia bilang pujaannya gak masuk kelas.


" Maksud kamu tuh guru punya pacar muridnya sendiri?" tanya Arta yang jadi penasaran


" Bukan pacar sih kak tepatnya dia cuma suka sendiri!" sahut Mia melirik ke arah Zaira dan Azka tentu tahu maksud dari ucapan Mia. Zaira hanya bisa menghela nafas panjang mendengar ocehan Mia yang menurutnya gak penting banget untuk dibahas.


" Jadi tuh guru bertepuk sebelah tangan gitu sama muridnya sendiri?" tanya Arta memastikan


" Iya jelaslah kak , gurunya aja yang bodoh masa gak tahu kalau murid yang ditaksir sudah punya orang" jawab Mia lagi


" Mi, kayaknya loe bicara udah terlalu jauh deh elo gak lihat tuh pak Azka dan Zaira jadi dingin gitu?" bisik Mita yang membuat Mia langsung menatap keduanya bergantian.


" Duh gue lupa pak Bagaz kan guru kita juga ya pasti dia tahu guru yang gue maksud!" bisik Mia yang langsung diam


" Sudah yuk ah yang pulang, aku takut mama nyariin!" ucap Mita mengalihkan pembicaraan Mia


" Mau pulang sekarang?" tanya Arta


" Iya!" Mita beranjak dari duduknya begitu juga dengan Arta setelah itu mereka pamit pulang.


Karena Mita dan Arta pulang yang lainnya pun ikut pamit pulang , Mario dan Lia pun sudah masuk ke dalam kamar mereka kini hanya tinggal Azka dan Zaira yang duduk masih saling diam-diaman.


Hening


" Aku masuk duluan!" pamit Zaira


" Sayang!" panggil Azka menarik tangan Zaira yang sudah beranjak dari duduknya


" Aku pikir mas sudah percaya sama aku tapi ternyata mas tetap tidak percaya sama aku!" ketus Zaira yang langsung menghempaskan tangan Azka dan pergi meninggalkan Azka yang masih diam mematung.

__ADS_1


__ADS_2