Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Penasaran


__ADS_3

Pagi ini Zaira sudah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Zaira bangun lebih awal tentu saja menyiapkan keperluan suami dan juga putri kecilnya.


Selesai membuat sarapan Zaira kembali ke kamar untuk membersihkan diri setelah itu membuatkan susu untuk baby Zia.


Zaira masuk ke kamar kembali dengan membawa sebotol susu.


Ceklekk


Zaira tersenyum melihat baby Zia yang sudah berada di gendongan sang papa.


" Sudah bangun!" Zaira mengecup pipi baby Zia dan Azka bergantian seraya memberikan botol susunya.


" Isteri mas wangi banget pasti sudah mandi?" goda Azka


" Ya sudah dong mas" sahut Zaira mengambil alih baby Zia dari gendongan Azka.


" Udah cepat sana mandi mas, nanti kesiangan subuhnya!" Zaira berjalan ke arah lemari untuk mengambil baju ganti suaminya.


" Iya.. iya .. bawel!"


Cup


Azka langsung berlari ke kamar mandi setelah mengecup singkat bibir sang isteri. Zaira melotot sedetik kemudian geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol sang guru yang berstatus suaminya itu.


Zaira turun ke bawah sambil menggendong baby Zia yang tengah meminum susu botolnya.


" Mba Za sudah bangun?" sapa bi Ningsih


" Sudah bi" sahut Zaira seraya duduk di meja makan.


" Maaf ya mbak, bibi kesiangan sampai mba Za sendiri yang membuat sarapan!" ucap bi Ningsih merasa tidak enak hati


" Gak kok mba, saya aja yang bangunnya kepagian. dari pada gak bisa tidur lagi yaudah saya memilih membuat sarapan aja deh" sahut Zaira cengar-cengir.


Usai memenuhi janji kepada suaminya yang meminta haknya Zaira yang sempat kelelahan akibat ulah sang suami terpaksa harus terbangun karena mendengar suara tangisan sang putri sementara waktu masih menunjukkan pukul 3 pagi . Dengan mata yang masih mengantuk Zaira membuatkan baby Zia susu dan menggantikan popoknya yang basah, setelah baby Zia tidur kembali. rasa kantuk Zaira seketika menguap begitu saja, karena merasa jenuh tidak bisa tidur lagi akhirnya Zaira memilih untuk turun dan membuat sarapan.


" Bi tolong ya nanti suapi baby Zia bubur yang sudah saya buat tadi !" ucap Zaira


" Iya mbak Za!"


" Sini biar baby Zia sama saya saja, mbak Za siap-siap saja dulu setelah itu sarapan!" ucap bi Ningsih


" Terima kasih ya bi!" ucap Zaira seraya tersenyum


Zaira memberikan baby Zia ke bi Ningsih setelah itu ia pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap.


Ceklekk


Zaira membuka pintu dan melihat sang suami sudah rapih dengan pakaian yang sudah ia siapkan sebelum turun.


Zaira berjalan ke arah lemari setelah itu mengganti pakaiannya dengan seragam.


" Mas hari ini jam pertama jam pelajaran kamu ya ?" tanya Zaira


" Iya" jawab Azka seraya mengecek email yang masuk melalui ponselnya.


Zaira mengambil baju seragam olahraga dan memasukkannya ke dalam tas.


" Mas turun yuk !" ajak Zaira


" Sudah siap semuanya?" tanya Azka seraya memasukkan ponselnya ke saku celananya.


" Sudah!" Jawab Zaira


Mereka pun akhirnya turun untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat.


Zaira menyiapkan sarapan untuk suaminya menyendokan nasi dan lauk pauknya setelah itu baru mengisi piringnya sendiri.


" Mas hari ini mau bawa bekal tidak, aku masak banyak?" tanya Zaira


" Boleh nanti kita makan bareng ya" sahut Azka


" Iya"


" Tumben banget kamu masak banyak sayang?"


" Lagi kepingin aja mas, ke betulan juga tadi bangun lebih awal karena gak bisa tidur setelah baby Zia bangun" sahut Zaira


" Baby semalam bangun?" Zaira mengangguk


" Kok gak bangunin mas?"


" Ya mana tega aku bangunin mas yang kecapean kayak gitu" sahut Zaira seraya mengerucutkan bibirnya.


" Tapi kamu juga kan capek sayang" Azka merasa bersalah


" Itu sudah kewajiban aku mas" Zaira tersenyum tipis lalu mengusap lembut pipi sang suami


" Terima kasih ya sayang!"


" Sama-sama mas!"


Zaira berpamitan terlebih dahulu kepada bi Ningsih sebelum berangkat ke sekolah.


" Bi tolong jaga baby Zia ya bi!" ucap Zaira sebelum berangkat


" Iya mbak tenang aja, bibi usahakan menjaga baby Zia dengan baik" ucap bi Ningsih


" Terima kasih ya bi!"


" Sama-sama mbak Za!"


"Maaf ya bi kalau ngerepotin"


" Gak kok mbak inikan memang sudah kewajiban saya"


Zaira tersenyum setelah mengecup pipi gembul baby Zia.


Zaira dan Azka baru saja sampai di parkiran sekolah. Za turun lebih dulu setelah itu baru Azka turun. saat hendak melangkah masuk ke dalam sekolah tanpa sengaja mereka berpapasan dengan pak Aldy.


" Selamat pagi Alzaira!" sapa sang guru kepada sang murid yang seharusnya sebaliknya murid yang menyapa guru


Azka memutar bola matanya jengah dengan sikap pak Aldy yang menurutnya terlalu berlebihan.


" Selamat pagi pak Aldy, tumben pagi-pagi pak Aldy sudah datang?" bukan Zaira yang bertanya melainkan Azka yang sudah jenuh melihat sikap pak Aldy yang menurutnya berlebihan.


" Eh, pak Bagaz. selamat pagi pak!" ucap pak Aldy yang pura-pura seakan baru melihat keberadaan pak Azka


" Maaf pak saya duluan ya!" ucap Zaira yang merasa malas berada di antara orang yang menurutnya lebay.


" Al bareng saja masuknya!" ucap pak Aldy yang ingin mengejar langkah Zaira


" Pak Aldy bareng saya aja, tuh Zairanya juga sudah lari gitu!" ucap Azka santai lalu berjalan duluan.


" Pak Bagaz duluan saja!" ucap pak Aldy seraya menahan kekesalannya pasalnya usahanya untuk mendekati Zaira gagal lagi.

__ADS_1


" Assalamu'alaikum!" ucap Zaira saat masuk ke dalam kelas


" Wa'alaikum salam!" sahut teman-teman Zaira yang sudah berada di dalam kelas.


" Loe bawa apaan tuh Za?" tanya Mia yang melihat Zaira membawa kotak makanan.


" Gue bawa bekel!" jawab Zaira


" Asik dong!" ucap Mona


" Asik apanya?" tanya Zaira


" Ya asik kita boleh icip dong ya" sahut Mona


" Ini bekel buat pakSu!" jawab Zaira cengengesan


" Ya..!" sahut Mona dan Mia bersamaan


" Kita makan bareng Za gue juga bawa nih!" ucap Lia mengangkat kotak bekalnya


" Tumben Li loe bawa bekal?" tanya Mona


" Mertua gue biasa takut cucunya kelaparan terus makan makanan kantin gak sehat katanya" sahut Lia


" Enak banget ya punya mertua kayak mertua loe Li!" tutur Mona


" Mita beruntung loe juga kalau udah resmi jadi isterinya kak Arta, pasti loe juga bakal dibekalin terus tuh tiap hari" kata Mia


" Gue juga udah dibekalin nih!" unjuk Mita gak mau kalah


" Loe bawa bekal juga Mita, tumben banget pada?" ucap Mona melas


"Loe dibekalin sama calon mertua Mit?" tanya Mia


" Bukan tapi sama anaknya" ucap Mita seraya tertawa


" Sama anaknya? maksud loe kak Arta?" tanya Mona yang terkejut dan Mita mengangguk sambil tersenyum tipis


" Kak Arta masakin loe?" tanya Mia yang merasa tak percaya


" Beneran Mit itu bekal dari kak Arta dan dia yang masak sendiri?" tanya indah yang juga masih tidak percaya


" Iya, kak Arta itu jago banget masak dan karena masakan kak Arta juga akhirnya kami dipertemukan kembali" ucap Mita seraya kembali mengingat kenangan saat kebersamaannya dengan Arta.


" Yaudah yuk ah ganti baju, sebentar lagi jam olahraga" ucap Zaira


" Iya .. iya, tahu muntang-muntang!" ledek Mia


" Apaan sih Mi gaje deh?" Zaira geleng-geleng kepala lalu berjalan keluar kelas untuk berganti baju kaos olahraga


" Za loe mau ganti dimana?" teriak Lia


" Udah ikut aja!" ajak Zaira


" Yuk ah gaes kita ikut Za!" ajak Mia


" Capcuss deh!" timpal Lia


Mia, indah, Mita dan Mona mengekor dibelakang Lia yang tengah menyusul Zaira


" Alza kamu mau kemana?" tanya pak Aldy yang berpapasan dengan Zaira


" Eh? bapak nanya saya?" tanya Zaira yang bingung setelah tengak tengok gak ada siapa-siapa hanya ada Lia cs dan itu pun jaraknya masih cukup jauh


" Iya, memang disini ada yang lain selain kamu?" tanya pak Aldy dengan senyuman yang penuh arti


" Ya Alza nama panggilan kesayangan saya buat kamu" ucap pak Aldy terus terang sambil tertawa


" Ish .. apa sih pak gak jelas deh!" timpal Zaira yang merasa jengah dengan sikap gurunya yang satu itu


" Za,Yuk ah buru nanti telat dimarahi pak Bagaz lagi!" ucap Lia


" Maaf pak, permisi kami mau ganti seragam olahraga dulu!" ucap Mita yang mengikuti Lia yang sudah merangkul Zaira dan berjalan lebih dulu


" Hufff!" Zaira menghela napasnya lega


" Kalian datang pada waktu yang tepat!" ucap Zaira mengacung jempolnya


" Ngapain tuh guru?" tanya Mia penasaran


" Gak ngapa-ngapain, cuma malas aja masa dia manggil gue Alza!" sahut Zaira


" Wah gawat Za, tuh guru beneran naksir loe!" ucap Mona


" Ish bodo amat" Sahut Zaira


Zaira kini berada di ruangan Azka untuk berganti pakaian karena kalau ganti di toilet pasti ngantri.


" Za apa gak apa-apa kita ganti baju disini?" tanya Mona dan Indah yang merasa takut kena marah oleh Azka


" Gak apa-apa kalian tenang aja!" sahut Zaira


" Loe emang sudah minta izin?" tanya Mita


" Belum sih tapi tenang saja mas Azka gak mungkin marah apalagi disini ada bumil kesayangannya!" tunjuk Zaira ke arah Lia dengan ekor matanya.


" Apaan sih" Lia mengerucutkan bibirnya


" Kalian tenang aja, kak Azka gak akan marah, gue sama Za dulu sering kok ganti baju disini" ucap Lia


" Yeee.. jelas aja gak akan marah kalian itukan dua orang yang sangat berharga buat pak Bagaz mana mungkin dia marah!" sahut Mona


" Ya kalian juga orang-orang yang paling berharga buat orang kesayangannya pak Bagaz!" timpal Zaira


" Duhhh so sweet banget si loe Za. gemwessss deh gue!" Mona menghampiri Zaira dan memeluknya begitu juga dengan Lia, Mia,indah dan juga Mita yang ikut memeluk Zaira. mereka akhirnya berpelukan.


" Yaudah yuk ah sudah ganti semua kan?" ucap Mita yang sudah selesai berganti baju dan mengurai pelukannya


" Iya yuk ah cuss!" timpal Mia


Zaira dan teman-temannya keluar dari ruangan Azka setelah selesai mengunci pintu, mereka menuruni anak tangga karena memang letak ruangan Azka khusus berada di lantai paling atas dan saat mereka berjalan menuju kelas tiba-tiba mereka dikejutkan dengan keberadaan pak Aldy yang sudah berdiri di hadapannya.


" Kalian dari mana?" tanya pak Aldy mengejutkan Zaira dan teman-temannya


" Habis ganti baju pak" bukan Zaira yang menjawab melainkan Mia


" Kenapa dilantai atas, bukan di toilet ?" tanya pak Aldy yang tatapan matanya mengarah kepada Zaira.


" Toilet penuh pak, ngantrinya lama" lagi-lagi bukan Zaira yang menjawab melainkan Mona


" Kenapa harus di lantai atas?" tanya pak Aldy yang menurut Zaira cs pertanyaan yang gak penting


" Memang harusnya dimana pak?" tanya Lia yang ikutan naik darah menghadapi guru yang keponya tingkat dewa.


" Ya bisa diruangan saya!" jawabnya santai

__ADS_1


" Aduh bapak, asal pak Aldy tau ya di lantai atas itu ruangan kakak saya sudah tau dong pastinya siapa. Ya masa saya ganti baju diruangan bapak yang notabene guru baru disekolah ini!" sahut Lia yang sedikit ketus.


" Maaf pak kami harus segera ke lapangan dan saya rasa ini bukan masalah besar, dimana kami berganti baju tidak ada kaitannya bukan dengan pelajaran matematika." ucap Mita yang langsung membuat pak Aldy diam.


Sementara Mita sudah menggandeng tangan Zaira untuk segera pergi dari hadapan guru tersebut.


" Permisi pak!" ucap Lia yang menyusul Mita dan Zaira dan diikuti dengan yang lainnya.


Zaira cs setelah menaruh baju seragam mereka langsung bergegas ke lapangan.


"Kalian telat" ucap Azka seraya melihat jam yang melingkar di tangannya


" Maaf pak Bagaz, tadi Za ada sedikit masalah jadi kami rada telat!" ucap Lia membuat Zaira melotot mendengar ucapannya.


" Masalah?" Azka mengerutkan keningnya


" Jangan marah-marah kak, pebinor siap beraksi loh tadi aja sibuk cari perhatian tuh sama kakak ipar!" ucap Lia membuat Azka langsung tersulut emosi


" Lia apaan sih loe, gak tahu apa tuh kakak loe pencemburu akut!" protes Zaira


" Ye emang kenyataan, biar dia berhati-hati!" ucap Lia Seraya tergelak.


" Sudah... sudah, ayok cepat kalian berbaris!" perintah Azka tegas


Semua murid kelas 12 A sudah berbaris rapih, Azka mengabsen satu persatu muridnya. selesai mengabsen Azka mengintruksikan murid-muridnya untuk berlari mengelilingi lapangan.


" Kamu duduk saja disana!" titah Azka kepada Lia.


" Zaira, kamu mau lari atau menemani Meliani?" tanya Azka sewaktu Zaira hendak mengikuti teman-temannya untuk berlari.


" Boleh memangnya?" tanya Zaira bersemangat


" Ya jelas dong gak boleh, lari sana!" titah Azka membuat Zaira mendengus kesal.


" Dasar nyebelin, awas saja!" ucap Zaira menggerutu


" Sudah cepat lari!" titah Azka lagi


Zaira pun akhirnya berlari menyusul temannya yang lain.


" Nyebelin banget awas saja, tunggu pembalasan gue!" umpat Zaira sambil berlari


Zaira berlari dengan cukup cepat dan diapun bisa mengejar teman-temannya yang lain .


Jam pelajaran olahraga sudah selesai dan waktunya istirahat. Zaira duduk di pinggir lapangan menunggu Mita dan Mia yang pergi ke dalam kelas untuk mengambil bekal milik Lia dan juga Zaira. sementara Mia dan Indah sudah melesat ke kantin untuk memesan makanan.


Zaira ditemani Lia menunggu teman-temannya duduk dipinggir lapangan.


" Lama banget sih mereka!" keluh Lia


" Iya!" sahut Zaira


" Za kak Azka sudah diberitahu belum kita kumpul di belakang?" tanya Lia


" Sudah tadi!" sahut Zaira


Zaira melirik sekilas ke arah Azka yang tengah sibuk dengan murid-murid kelas 11B yang belum jam pelajaran tapi sudah ada yang berkumpul bahkan mendekati Azka.


" Za loe gak cemburu gitu?" tanya Lia mengompori saat Azka didekat salah satu siswi yang sedikit centil


" Cemburu, gak lah justru dia yang bakalan cemburu dan kelabakan. Lihat saja!" sahut Zaira dengan senyum yang sulit di artikan.


" Alza ini untuk kamu!" ucap pak Aldy yang tiba-tiba datang dan langsung menyodorkan sebotol minuman dingin untuk Zaira.


" Untuk saya pak?" tanya Zaira ragu-ragu


" Iya, kamu pasti haruskan tadi lari cukup jauh!" ucap pak Aldy sok perhatian menurut Zaira


" Buat saya mana pak?" protes Lia


" Duh maaf ya tadi cuma ada sisa satu minumannya" Jawab pak Aldy berdalih.


" Ya bapak!" keluh Lia mengerucutkan bibirnya


" Ini buat loe aja Li, gue udah ada nih!" ucap Zaira seraya menunjukkan botol minuman yang dibawanya.


Azka yang dari kejauhan memperhatikan interaksi isteri dengan guru baru tersebut mengepalkan tangannya kuat.


Aldy lalu mendudukkan dirinya di samping Zaira membuat Zaira merasa tidak nyaman apalagi mendapat tatapan tajam dari sang suami.


" Za ini punya loe" ucap Mita yang langsung menyodorkan bekal milik Zaira


" Thanks ya Mit!" ucap Zaira seraya beranjak dari duduknya.


" Pada bawa bekal, seru nih. boleh gabung gak?" tanya pak Aldy sok akrab


" Ya maaf ya pak kita bawa bekalnya sedikit apalagi ini habis olahraga pasti habis ini sih. masa kita-kita makan bapak cuma ngeliatin. lagipula gak pede pak kalau makan dilihatin gitu" cerocos Mita yang tahu Zaira pasti tidak bisa menjawabnya.


" Yaudah kita duluan ya pak!" ucap Zaira pamit kepada sang guru


" Iya silahkan!" sahut pak Aldy yang merasa kecewa


Zaira mengacuhkan tatapan tajam Azka dia terus berjalan menuju taman yang ada di belakang sekolah bersama teman-temannya.


Bahkan Mario sudah datang lebih dulu bersama Arta dan Sendy yang tidak tahu kenapa bisa menyusul.


" Kalian sudah ada di sini aja?" tanya Mia yang melihat ketiga cowok ganteng tengah duduk di bangku taman belakang tempat biasa mereka berkumpul.


" Za, pak Bagaz mana kok belum datang sih?" tanya Mia


" Paling juga lagi ngurus murid-muridnya" ucap Zaira santai seraya membuka kotak makanannya.


" Za, loe kenapa sih muka ditekuk gitu?" tanya Indah


Dion baru datang bersama Yoga. " Woyyy sudah kumpul aja nih disini!" cerocos Dion.


" Elo dari mana aja baru nongol?" tanya Sendy


" Sorry bang tadi gue dipanggil pak Aldy" sahut Yoga


" Dipanggil untuk apa?" tanya Mona yang merasa penasaran


Yoga melirik ke arah Zaira, " Gak ada pak Bagaz kan?" tanya Yoga pelan


" Gak ada, emang kenapa sih?" tanya Mona


"Pak Aldy tadi nyetop gue gara-gara penasaran sama loe Za!" sahut Yoga menunjuk ke arah Zaira.


" Gue?" tanya Zaira


" iya" Yoga mengangguk


" Nanya apa dia sama loe?" kepo Zaira


" Kenapa, senang ya ada yang ngefans?" bukan yoga yang bertanya tapi sang guru olahraga yang baru saja mendudukkan dirinya tepat di samping Zaira

__ADS_1


Deg


Zaira tersentak saat Azka sudah duduk di sampingnya dengan tatapan mata tajam seolah ingin mengulitinya.


__ADS_2