Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Setelah kejadian itu Khanza benar-benar menjaga jarak dengan Nicko begitu juga sebaliknya Nicko yang merasa malu dengan Khanza memilih untuk menghindar.


Khanza tidak menceritakan apa yang telah Nicko lakukan kepada teman-temannya, Khanza tidak ingin mereka membenci Nicko walaupun apa yang sudah Nicko lakukan itu adalah salah.


Saat ini Khanza dan teman-temannya sedang berada di kantin. Nicko baru saja tiba di kantin sendirian. Billy yang melihat kedatangannya langsung memanggil namanya. Khanza yang mendengar Billy memanggil Nicko merasa sedikit tidak nyaman dan membuang pandangannya ke sembarang arah.


" Nicko, Woyyy sini!" teriak Billy melambaikan tangannya pada Nicko.


Nicko yang mendengar panggilan suara Billy pun langsung menoleh, sebenarnya ada rasa enggan untuk menghampiri apa lagi dia melihat ada Khanza disana. tapi karena Billy berkali-kali memanggilnya mau tidak mau Nicko akhirnya berjalan menghampiri Billy yang sedang bersama para sahabatnya itu.


" Loe dari mana aja, tumben banget sih loe jarang gabung sekarang?" tanya Billy


" Eh iya sorry, belakangan ini gue sibuk banget!" jawabnya asal


" Gaya loe sok sibuk, emangnya loe sibuk ngapain, pacaran?" tanya Miska jutek


" Iya dong, emang cowok seganteng gue sibuk ngapain lagi kalau bukan sibuk pacaran" sahut Nicko dengan sombongnya


" Iya pacaran sama tante-tante?" ledek Billy seraya terkekeh


" Ah sialan loe" Nicko memiting leher Billy


" Sorry, gue duluan ya!" ucap Khanza seraya beranjak dari duduknya membuat semua yang ada di situ menoleh ke arahnya


" Loh Za kok loe malah pergi sih!" protes Nana


" Iya ada urusan sebentar!" jawab Khanza


" Jangan lama-lama Za ingat waktu Woyyy!" pesan Miska sedikit menyindir


"Iya, kalaupun lupa juga gak masalah kan?" sahut Khanza seraya tertawa lalu pergi


" Uh dasar bucin!" ledek Miska dan Khanza hanya tertawa. lalu melambaikan tangannya tanpa menoleh


" Bucin? emangnya Khanza sudah punya pacar?" tanya Billy terkejut


" Bukan lagi pacar tapi tunangan!" jawab Nicko cepat


" Elo tahu dari mana Khanza sudah punya tunangan?" tanya Billy penasaran


" Dari sumbernya langsung" jawab Nicko


" Serius loe, Khanza ngomong apa aja sama loe?" tanya Miska antusias


" Eh tunggu dulu deh, beberapa hari yang lalu loe bawa Khanza kemana Ko? kenapa sampai sore hari Khanza belum juga pulang?" tanya Miska lagi yang baru teringat dengan kejadian beberapa hari yang lalu


" Iya benar tuh, loe sama Khanza pergi kemana? bikin orang panik tau gak sih loe bawa kabur anak orang!" kesal Hana


Deg


"Sial... kenapa mereka jadi bertanya soal itu" batin Nicko


" Emmmm.... apa Khanza gak cerita sama kalian?" tanya Nicko yang juga penasaran kenapa Khanza tidak cerita ke mereka.


" Khanza gak cerita apa-apa, dia cuma bilang rahasia gitu" sahut Hana

__ADS_1


" Oh gitu yaudah gue juga sama deh rahasia!" ucap Nicko yang langsung beranjak dari duduknya.


" Loh kok gitu sih, gak asik loe berdua!" kesal Hana


" Biarin, ini urusan gue sama Khanza. gue duluan ya" Nicko menepuk bahu Billy


" Yaudah gue ikut, gue juga udahan!" Billy pun beranjak dari duduknya dan pergi bersama Nicko


" Tuh anak pada kenapa sih?" tanya Nana yang nampak bingung sendiri


" Udah enggak usah dipikirin lebih baik cepat loe habisin tuh makanan loe gue sama Miska ingin cus ke kelas nih!" ucap Hana


" Iya tungguin bentar jangan ditinggal?' rengek Nana


" Iya, cepetan!" seru Miska


Pada saat jam pulang sekolah tanpa sengaja Nicko dan Khanza berpapasan di lorong sekolah, Khanza yang baru saja pamit pada ibunya dikantin dan Nicko yang ingin membeli minuman disana.


Khanza berjalan melewati Nicko begitu saja tanpa menoleh.


" Khanza!" panggil Nicko dan langkah Khanza pun terhenti namun sedetik kemudian Khanza kembali melanjutkan langkahnya.


" Maaf!" gumam Nicko menatap punggung Khanza yang semakin menjauh


" Sayang!"


" Astaghfirullah mas, ngagetin ih" Khanza spontan memukul lengan Aldy.


Saat ini Khanza sedang menunggu Aldy di samping mobilnya yang terparkir di sekolahnya Izan.


" Kok di pukul si yang?" Aldy mengelus lengannya yang di pukul Khanza


" Mas enggak ngagetin ya tapi kamu yang ngelamun" protes Aldy


" Ih siapa yang ngelamun, aku gak gitu ya!' elak Khanza


" Iya..iya enggak ngelamun cuma pikirannya aja yang lagi gak di tempat" ledek Aldy


" Ish ngawur, mana ada seperti itu!" Khanza masih belum terima


" Memangnya isteri mas sedang mikirin apa sih? jangan bilang lagi mikirin laki-laki lain ya!" Aldy menyipitkan matanya


" Ih mas kok tahu sih" Khanza tersenyum simpul membuat Aldy gemas sendiri


" Tahu apa?" tanya Aldy mulai ketus


" Ya itu tadi, mas kok tahu kalau aku sedang mikirin laki-laki lain" jawab Khanza dengan santai tapi tidak dengan Aldy wajahnya sudah merah padam menahan amarahnya.


" Jadi benar kamu sedang memikirkan laki-laki lain?" tanya Aldy ketus


" Iya"


" Siapa?"


" Nicko" jawab Khanza jujur.

__ADS_1


Aldy tidak lagi menggubris ucapan Khanza setelah mendengar nama Nicko disebut oleh isterinya, Aldy langsung memutari mobilnya dan masuk ke dalamnya dengan rahang yang mengeras dan kuku-kuku bukunya yang memutih.


Khanza menyusul Aldy masuk ke dalam mobil tersebut, hawa dingin mulai terasa namun Khanza tidak menyadari kalau laki-laki yang berada di sampingnya saat ini tengah menahan amarahnya.


Dengan santainya Khanza menoleh ke arah Aldy dan menatapnya bingung


" Kamu kenapa mas kok diam aja? apa mau berada di sini terus gak mau menjalankan mobilnya gitu?" tanya Khanza tanpa dosa.


Aldy tidak menggubris ucapan Khanza, ia menyalakan mesin mobilnya dan melajukan kendaraannya dengan kecepatan rata-rata.


Selama perjalanan pulang keduanya saling diam dengan pikiran masing-masing.


Khanza masih belum sadar jika suaminya tengah dilanda cemburu.


" Mas kenapa sih kok diam aja. mas Aldy sariawan ya?" tanya Khanza dan Aldy hanya menoleh sekilas lalu kembali fokus menyetir.


" Mas Aldy sebenarnya kenapa sih, kalau aku ada salah tuh di kasih tau bukan diam saja kayak gitu" kesal Khanza karena Aldy masih mendiamkannya.


Citttttt......


Aldy langsung membanting stir nya ke kiri membuat Khanza kaget bukan main.


" Astaghfirullah, mas ini kenapa sih pakai acara berhenti mendadak gini?" kesal Khanza yang hampir saja kepalanya membentur dashboard mobil.


Aldy diam dan menghela napasnya panjang lalu menoleh ke arah Khanza.


" Kamu masih tanya kenapa?" Aldy bukan menjawab malah balik bertanya


" Ya aku memang gak tahu kenapa, apa mas Aldy sedang marah sama aku, iya?" Aldy ingin sekali membenturkan kepalanya mendengar pertanyaan isterinya yang entah lugu atau memang bodoh.


" Sudah lupakan saja!" ucap Aldy cepat lalu kembali menyalakan mesin mobilnya dan melanjutkan perjalanan.


Khanza dan Aldy tidak saling bicara sampai tidak terasa mobil sudah sampai di apartemen mereka.


Aldy keluar dari dalam mobil begitu saja tanpa menunggu Khanza terlebih dahulu ia langsung pergi menuju apartemen miliknya.


Khanza menghela napasnya berat melihat punggung Aldy yang semakin menjauh dan menghilang melesat ke gedung tinggi tersebut.


" Itu orang kenapa sih marah gak jelas gitu?" gumam Khanza seraya melangkahkan kakinya mengekori Aldy.


Ceklekk


Aldy membuka pintu apartemennya dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


Khanza bingung menghadapi suaminya yang tiba-tiba merajuk seperti itu, apalagi dia belum ada pengalaman apa-apa dalam menghadapi laki-laki.


Ceklekk


Khanza masuk ke dalam kamarnya dan melihat Aldy yang tengah berdiri di balkon kamarnya


" Mas kenapa sih?" kesal Khanza saat menyusul Aldy yang tengah berdiri di balkon kamar mereka


" Kalau mas mau diam terus seperti itu, terserah mas aja!"


" Maaf kalau aku enggak peka dan tidak tahu apa-apa tentang mas Aldy!" Khanza berbalik badan dan pergi keluar kamar.

__ADS_1


Aldy mendengus kesal, bukan membujuknya Khanza malah balik marah kepadanya.


" Kok jadi dia yang marah sih?" bingung Aldy dan mengacak-acak rambutnya sendiri


__ADS_2