Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Aldy mendengus kesal pasalnya cctv yang berada di depan toilet sengaja ditutupi sehingga tidak ada bukti siapa yang sudah mengunci Khanza di dalam toilet


" Sial!" umpatnya


Sementara Khanza di ruang UKS bersama Miska sedang menceritakan kejadian dimana dia sempat beradu mulut dengan Luna dan Kiki sebelum masuk ke toilet.


" Gue yakin tuh anak yang udah ngelakuin itu ke elo!" tebak Miska


" Ya gue juga yakinnya sih kesitu tapi kita enggak ada bukti" timpal Khanza


" Iya juga sih, tapi kita bisa lihat dari cctv siapa tahu ada barang bukti"


" Iya loe benar banget tuh Mis!" timpal Khanza


" Percuma, ternyata mereka pandai dengan menutup kamera cctv sehingga tidak ada bukti apa-apa untuk mencari tau pelakunya" ucap Aldy yang baru saja masuk ke ruangan tersebut.


" Pak Aldy"


" Mas!"


Ucap keduanya saat menoleh ke sumber suara.


" Aku sudah mengecek cctv tapi hasilnya nihil"


Aldy berjalan menghampiri Khanza


" Pintar juga tuh anak!"


" Siapa?" tanya Aldy


" Aku yakin yang melakukan hal itu Luna dan Kiki" sahut Khanza


" Apa kamu yakin?"


" Enggak tau juga tapi hanya mereka yang tadi ada di toilet dan Luna sempat menghadang jalan aku waktu mau masuk ke dalam toilet"


" Sayangnya kita tidak punya bukti apa-apa" ucap Miska


" Ya udahlah enggak apa-apa toh gue baik-baik aja kan sekarang" Khanza hendak beranjak dari duduknya


" Kamu mau kemana?" tanya Aldy yang melihat Khanza hendak turun dari tempat tidur


" Aku lapar mas!" rengek Khanza sedikit manja


" Ihh.. lebay loe masih ada gue nih disini kalau loe lupa" kesal Miska menyenggol lengan Khanza


" He... he .. sorry Mis, kebiasaan"


"Dasar bucin!"


" Ehh siapa yang bucin, enggak loh ya!"


"Iyaa... iya....iya.. terserah loe aja deh Za!" pasrah Miska


" Khanza loe enggak apa-apa?" tanya Hana yang baru saja datang bersama Nana, Billy dan Nicko.


" Eh kalian!" Khanza langsung menoleh ke para sahabatnya itu


" Loe baik-baik aja kan Za!" Nana menelisik Khanza cemas


" Gue baik-baik aja, untung Miska nyusul gue gak tahu dah kalau kelamaan di dalam kamar mandi mungkin gue udah pingsan kali" Sahut Khanza


" Nih tas loe, udah mending loe pulang aja muka loe juga masih pucat" kata Hana


" Ya masa gue bolos sih!" keluh Khanza


" Kalau sakit bukan bolos namanya, udah benar kata teman kamu barusan. mending kamu pulang aja biar bisa istirahat di rumah soal izin nanti bias mas yang urus" ucap Aldy menimpali


" Mas? kok gue semakin ngerasa ada yang aneh ya?" gumam Billy pelan namun masih terdengar oleh Nicko yang berdiri di sampingnya.


"Enggak aneh, wajar buat pasangan yang sudah halal mah" ucap Nicko yang tahu akan kebingungan Billy.

__ADS_1


"Maksud loe pasangan halal?". tanya Billy bingung


" Menurut loe?" Nicko bukan menjawab malah balik bertanya


"Sumpah kok gue ngerasa jadi oon banget ya ini hari" ucap Billy membuat Nicko hampir tersedak mendengarnya.


" Bukannya loe memang oon setiap hari ya Bill?" Seloroh Nicko


" Eh sialan loe?" kesal Billy


" Mas kantin ya!" pinta Khanza dengan wajah memelas


" Mau ngapain emangnya, mending pulang istirahat?" Khanza menggeleng


" Pingin makan masakan ibu!" sahut Khanza


" Yaudah sana tapi ingat setelah selesai langsung kabarin mas!"


" Iya suamiku" Khanza berseru senang namun perkataan Khanza justru membuat Billy tercengang dengan apa yang Khanza katakan.


"Suami?" beo Billy


" Eh nih anak bege banget sih, kan gue udah bilang tadi kekasih halal"


" Oh ya ampun beneran itu, kok gue enggak tahu ya?" ucap Billy dibalik keterkejutannya


" Ya ini memang rahasia, hanya kita-kita aja yang tahu. semoga loe bisa ya jaga rahasia ini Bill" ucap Nicko


"Iya tenang aja enggak mungkinlah gue ember" sahut Billy


" Baguslahh" timpal Nicko


" Ayuk ah gaes kita ke kantin!" seru Khanza yang sudah turun dari tempat tidur


" Ngapain?" tanya Nana


" Gue lapar banget nih!"


" Enggak apa-apa jam pelajaran pak Gutami ini, iya kan mas" Khanza kembali bergelayut manja di lengan sang guru sekaligus suaminya


" Please deh Za biasa aja, gak usah gitu juga!" Miska kembali protes


" Ih sirik aja loe!" ledek Nana


" Eh gue bukannya sirik ya gelay aja gue lihat Khanza yang jadi berubah kayak gitu" sahut Miska


"Sudah... sudah... kamu boleh ke kantin tapi jangan lama-lama, dan itupun hanya boleh salah satu saja dari mereka. enggak boleh rame-rame nanti ditegor pihak sekolah" ucap Aldy


" Kalau udah selesai langsung balik ke kelas" lanjutnya lagi


"Kalau langsung pulang aja boleh enggak?" tanya Khanza


" Katanya tadi enggak mau pulang" ledek Aldy


" Berubah pikiran, tapi pulangnya ke rumah ibu ya" Aldy menghela napas panjang


" Kenapa harus pulang ke rumah ibu sih?" tanya Aldy


" Kangen kamar aku, pingin tidur di kasur aku yang baru"Sahut Khanza jujur


" Idih norak, muntang-muntang punya kasur baru" ledek Nana


" Biarin aja, kenapa loe yang repot sih!"


Khanza mencibikkan bibirnya


" Udah sih segitu aja pake diperpanjang, sana buru kalau mau kekantin " usir Aldy secara halus apalagi terhadap isteri kecilnya.


"Oke!" Khanza langsung beranjak dari duduknya dan bergegas pergi ke kantin bersama Miska.


Billy, Nicko, Hana dan Nana berjalan menuju kelas sedangkan Aldy memilih untuk mengikuti Khanza terlebih yang pergi menuju kantin.

__ADS_1


" Assalamu'alaikum, Bu!" ucap Khanza saat menghampiri tempat jualan bu Khodijah


"Wa'alaikum salam, Khanza kamu ngapain ke sini bukannya ini masih jam pelajaran ya?" bu Khodijah langsung menghampiri Khanza merasa aneh dengan putrinya yang tidak biasanya ke kantin di jam pelajaran


"Tadi Khanza sedikit tidak enak badan Bu, terus lapar juga jadi izin deh ke sini. itu juga Jam pelajaran mas Aldy Bu" sahut Khanza seraya bergelayut di lengan sang ibu.


" Tumben banget kamu kayak gini, apa kamu lagi ada masalah dengan nak Aldy?" tanya bu Khodijah yang khawatir dengan putrinya


" Enggak ada kok Bu, kami baik-baik aja!" jawab Aldy yang tiba-tiba muncul


" Mas!" pekik Khanza seraya cengengesan.


" Katanya lapar, mau makan apa hem?" tanya Aldy seraya mengacak-acak rambut Khanza gemas


" Emmm.... mau makan asinan mang Jaja mas, kayaknya enak deh lagi pusing-pusing gini makan asinan " sahut Khanza enteng


" Kok asinan sih Za, yang lain aja!"Protes Aldy


"Gak mau, lagi pingin asinan mang Jaja ih!" kesal Khanza


" Za gue balik kelas aja ya, enggak apa-apa kan?" tanya Miska yang sedari tadi merasa jenuh mendengar perdebatan Khanza dengan sang suami


" Oh ya ampun Mis, sorry ya gue lupa. yaudah gak apa-apa. thanks ya Mis!" ucap Khanza yang merasa bersalah


"Santai aja kali, Kayak sama siapa aja sih loe" ucap Miska lalu pamit pergi


Setelah Miska pergi Khanza pun pergi membeli asinan mang Jaja yang tempat jualannya tidak jauh dari tempat Bu Khodijah berjualan


" Pelan-pelan aja makan asinannya, jangan buru-buru nanti tersedak" ucap Aldy


" Enak loh ini mas, mau enggak?" Aldy menggeleng


"Asem" sahut Aldy


" Seger enggak asem" Khanza begitu menikmati potongan buah mangga mengkal yang membuat Aldy berkali-kali menelan salivanya karena mangga tersebut nampak begitu asam.


" Makannya jangan banyak-banyak nanti kamu sakit perut" protes Aldy yang mengkhawatirkan keadaan Khanza


" Enggak mas, ini cuma sedikit kok" jawab Khanza sambil menikmati asinannya


" Ya ampun sayang kalau segini sedikit yang banyak semana" Aldy geleng-geleng kepala melihat Khanza yang begitu lahap makan asinannya


" Mas enggak kembali ke kelas ?" tanya khanza karena sedari tadi Aldy belum juga beranjak pergi


" Tidak, mas enggak mau ninggalin kamu sendiri di sini" sahut Aldy Santai


" Dih masih jam ngajar juga. kasihan tuh murid-murid yang lain udah menunggu guru gantengnya"


" Kalau mas pergi kamu sama siapa?" tanya Aldy


" Itu ada ibu, lagian memangnya kenapa kalau aku sendirian jangan lebay deh ya" Khanza menunjuk ke arah bu Khodijah dengan ekor matanya


" Kalau mas terus disini yang ada jika ada murid mas yang lihat bisa heboh mas nantinya!" lanjut Khanza


" Iya, mas balik ke kelas sekarang tapi kalau ada apa-apa kamu langsung hubungi mas ya!" ucap Aldy


" Iya mas" sahut Khanza dengan asik menikmati asinannya.


Aldy beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Khanza yang tengah menikmati asinan buah mang Jaja.


" Wah....Wah....Wah... ada gerangan apa nih, tumben banget di jam pelajaran berani bolos dan enak-enakan makan disini lagi!" cerocos Luna saat melihat Khanza tengah menikmati asinan buahnya tanpa mempedulikan keberadaannya.


" Eh gue bicara ya sama elo" sarkas Luna namun Khanza masih tetap diam sampai pada akhirnya bu Khodijah menghampiri Putrinya karena dia melihat sikap Luna yang kurang sopan terhadap putrinya.


" Kalian kenapa?" tanya bu Khodijah terhadap Luna dan juga Khanza"


" Ah tidak ada bu, Luna tadi nanya tumben banget Khanza disini bu" ucap Khanza berbohong


" Oh kirain ada apa" lanjutnya


"Gak ada apa-apa kok Bu" kali ini Luna yang bicara

__ADS_1


Setelah Bu Khodijah kembali ke tempat kerjanya, Luna dan Khanza menatap sengit keduanya.


__ADS_2