Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Miska menangis sesenggukan memikirkan nasib dan masa depannya. ia tidak mau menikah muda apalagi di saat ia masih menggunakan seragam sekolah.


Kesal, benci, sedih, marah dan kecewa bercampur menjadi satu. pikirannya kini buntu ingin melawan dan menolak apakah ia bisa melakukannya.


Sungguh kenyataan yang sungguh menyakitkan untuknya saat ini, beberapa tahun hidup tanpa kasih sayang orang tua yang selalu disibukkan dengan urusan pekerjaan dan bisnis keluar negeri, mengabaikan kehidupan putrinya yang rindu kasih sayang dan perhatian tapi kini berakhir begitu menyedihkan.


Masa depannya kini dipertaruhkan, cita-citanya bagaikan debu yang tersapu angin, harapannya pun pupus setelah perjodohan tersepepakati oleh kedua orang tuanya.


" Apa yang harus aku lakukan?" gumam Miska menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya


Hingga pagi menjelang Miska tidak dapat menutup kedua matanya, mata panda dan wajah kusam hal yang tidak biasa terjadi pada diri seorang Miska.


" Assalamu'alaikum!" ucap Khanza yang masuk ke dalam kelas bersama dengan Hana, kebetulan mereka bertemu di parkiran sekolah saat Khanza baru saja melangkah kakinya berjalan dari arah parkiran sekolah Izan.


" Wa'alaikum salam!" ucap teman-teman Khanza yang sudah berada di dalam kelas


" Woyyy, kenapa loe?" Khanza menepuk bahu Miska yang duduk berselungkup di atas meja


Miska mendongak sebentar lalu kembali menelungkupkan wajahnya dengan lesu.


" Miska, loe kenapa sih sakit?" tanya Khanza yang langsung berubah khawatir dengan keadaan sahabatnya yang satu itu.


Miska menggelengkan kepalanya " Gue enggak kenapa-napa cuma ngantuk" sahut Miska dengan posisi yang sama


" Loe ngantuk? enggak kayak biasanya loe sengantuk ini, memangnya loe habis ngapain semalam?" tanya Khanza curiga


" Enggak ngapa-ngapain cuma mata guenya aja yang enggak mau diajak merem" Miska menegakan badannya dan betapa terkejutnya Khanza saat melihat ada lingkaran hitam di mata Miska.


" Et dah tuh mata ngapa sampai hitam kayak gitu kalah mata panda yang bis ngeronda?" suara Nicko mengejutkan Khanza dan Miska


" Ya ampun ini anak biasa banget ya muncul tiba-tiba, dasar jelungkang!" kesal Khanza dan dengan santainya Nicko dan Billy duduk di bangku samping Khanza yang masih kosong


" Gue habis begadang semalam nyariin uban kucing gue" kelakar Miska


" Lah coba itu, kucing di cariin uban. situ waras?" ucap Billy menimpali


" Enggak kayaknya, lagi koslet sedikit tuh anak!" sahut Nicko


" Udah ah berisik loe pada bikin gue lapar aja!" kesal Miska lalu hendak beranjak dari duduknya


" Loe mau kemana?" tanya Khanza


" Cus ah lapar nih kantin yuk!" ajak Miska


" Ayok gue temenin!" tawar Nicko yang sudah beranjak dari duduknya dan Billy mengekor


" Hana, Nana ikut kantin gak?" tanya Miska


" Ikutlah!" sahut Hana seraya menarik lengan Nana yang masih duduk


Mereka berenam berjalan bersama sambil sesekali melemparkan canda


Tring


pesan masuk ke ponsel milik Khanza


..." Senang banget ya pagi-pagi sudah ketawa-ketawa sama teman cowok lagi!"...


Khanza mengerutkan keningnya lalu melihat kesekitar dan pandangan matanya lalu terfokus pada satu pria yang sedang berdiri bersandar pada dinding.

__ADS_1


" Kenapa memangnya, mas cemburu kalau cemburu gabung sini awasi isteri kamu dari dekat !" ketik Khanza sambil tersenyum


..." Kamu mau kemana?"...


" Mau ke kantin, sepertinya ada sesuatu yang Miska sembunyikan mas hari ini dia tidak seperti biasanya.


..." Kenapa?"...


" Entahlah, hari ini dia masuk sekolah dengan muka panda seperti orang yang tidak tidur semalaman!"


..." Ya sudah jangan memaksanya bercerita kalau memang dia belum mau bercerita"...


" Iya mas, aku cuma ingin menghiburnya mas dan jangan cemburu terus sama Nicko dia cuma sahabat aku mas"


..." Iya, tapi ingat jangan macam-macam, jangan pecicilan jaga dedek dengan baik!"...


" Iya mas, enggak akan macam-macam hanya satu macam aja kok. hehe...."


..." Khanza Az-Zahra!"...


" Iya mas Aldy suami Khanza Az-Zahra ayahnya si dedek yang paling tampan cuma bercanda"


Aldy menggelengkan kepalanya sambil tersenyum menatap kearah isterinya.


" Za hati-hati kalau jalan jangan sambil main hp!" tegur Nicko saat melihat Khanza berjalan sambil main ponsel


" Duh mantan perhatian banget sih!" goda Hana


" Mantan? kapan mereka jadiannya kok gue enggak tau tiba-tiba udah mantan aja?" tanya Nana kepo


" Huss... Hana aja loe dengerin. kapan jadi mantannya jadian aja enggak" protes Nicko


" Ngomongin loe, lupa sama kondisi loe sekarang Mak ? jalan sambil main ponsel kalau sampai kesandung gimana loe?" ucap Nicko perhatian


" Ya ampun Nicko loe kok nyumpahin gue kesandung tega banget loe!" kesal Khanza menekuk wajahnya


" Oh astaga ini anak ya, gue bukan nyumpahin loe kesandung tapi mengingatkan!" ucap Nicko menegaskan


" Justru gue memperingatkan loe kalau jalan tuh mata fokus ke jalanan bukan ke layar ponsel!" lanjutnya


" Benar apa yang dikatakan Nicko Za, loe harus hati-hati kalau jalan jangan sampai tersandung. " Miska sependapat dengan Nicko


" Iya maaf, thanks ya Ko atas perhatian loe" ucap Khanza cengengesan


" Iya sama-sama, gue cuma enggak mau terjadi apa-apa sama calon ponakan gue, loe harus menjaganya dengan hati-hati!"


"Iya, kalian memang sahabat terbaik gue!" Khanza merangkul bahu Miska


"Gue enggak dirangkul juga nih?" goda Nicko


" Loe mau gue rangkul?" Nicko mengangguk


" Siap leher loe patah sama tuh orang!" tunjuk Khanza dengan ekor matanya ke arah Aldy yang masih setia berdiri dan memperhatikan Khanza dari jauh


" Waduh ada bodyguard nya, menyerah deh gue!" Nicko langsung memundurkan langkahnya


Khanza tertawa dan diikuti yang lainnya


Kini mereka telah sampai di kantin sekolah Khanza menghampiri ibunya terlebih dahulu sementara temannya yang lain tengah memesan makanan.

__ADS_1


" Assalamu'alaikum Bu!" ucap Khanza saat berada di kios sang ibu


" Wa'alaikum salam, mau makan bakso nak?" tawar bu Khodijah setelah Khanza salam takzim kepada sang ibu


" Emmmm, soto aja deh Bu!" sahut Khanza


" Yaudah kamu tunggu aja dulu di meja kamu gih nanti ibu antarkan!"


" Gak usah bu, biar Khanza aja yang buat sendiri"


Bu Khodijah meraih bahu Khanza lalu menyuruhnya untuk duduk di kursi yang ada di belakangnya.


" Kamu duduk aja disini, ibu akan buatkan sekarang. kamu makan disini aja atau kalau enggak di dalam tuh ada suami kamu!" ucap bu Khodijah menunjuk ke arah Aldy yang tengah berjalan menghampirinya.


" Yaudah deh Za ke dalam aja!" Khanza beranjak dari duduknya dan langsung masuk ke dalam kedai tempat bu Khodijah biasa gunakan untuk beristirahat dan meletakkan stok bahan-bahan dagangannya.


" Assalamu'alaikum, Bu!" ucap Aldy saat sudah berada di depan bu Khodijah


" Wa'alaikum salam, mau makan apa bakso apa soto?" tanya Bu Khodijah


" Emmmm, soto aja deh Bu!" jawab Aldy


" Kalian seperti sudah janjian saja menu makan bisa sama!" bu Khodijah terkekeh sendiri


" Khanza pesan soto juga Bu?"


" Iya, sudah sana masuk Khanza ada di dalam. ibu akan membuatkan soto untuk kalian!"


" Iya bu, terima kasih!" Aldy pun melangkahkan kakinya menyusul Khanza.


" Sayang!" ucap Khanza saat melihat Khanza sedang duduk berselonjoran dilantai beralaskan karpet sambil memijat kakinya


Khanza mendongak lalu tersenyum dan Aldy ikut duduk di karpet depan Khanza


" Kenapa?" tanya Aldy yang tangannya kini sudah menggantikan tangan Khanza memijat kakinya


" Cuma pegal sedikit" jawab Khanza


" Apa setiap hari terasa seperti ini?" tanya Aldy cemas dan Khanza mengangguk pelan


" Sejak kapan?"


" Sudah hampir 2 Minggu ini apalagi kalau malam menjelang terasa berdenyut!"


" Kenapa enggak bilang sama mas?" kesal Aldy


" Ya karena aku kasihan sama mas yang pastinya capek ngurus tugas anak-anak dan juga tugas kantor" jawab Khanza seraya menundukkan pandangannya


" Kalau soal kesehatan dan kenyamanan kamu itu jauh lebih penting dari semua pekerjaan mas, jadi lain kali apapun yang kamu rasakan kamu harus jujur sama mas" tegas Aldy


" Iya mas!" sahut Khanza


" Loh kaki kamu kenapa Za?" tanya bu Khodijah seraya meletakkan nampan yang berisi dua mangkok soto dan dua gelas teh hangat


" Enggak Kenapa-napa kok bu, cuma terasa pegal sedikit" jawab Khanza


" Sudah mas!" pinta Khanza


Khanza menikmati sotonya bersama Aldy sementara Miska dan yang lainnya tengah menunggu dengan cemas karena Khanza tidak kunjung muncul

__ADS_1


__ADS_2