
"Siapkan dirimu dengan baik!" ucap Azka menepuk bahu Mario lalu berjalan menghampiri bidadarinya yang nampak begitu cantik dengan warna baju yang senada dengan yang Azka kenakan.
Azka mengulurkan tangannya kepada Zaira yang di kiri dan kanannya ada bunda Aryani dan mama Maria. Zaira menyambut uluran tangan Azka dan dengan langkah hati-hati keduanya menuruni anak tangga. bunda tersenyum hatinya merasa sangat bahagia melihat putrinya kini sudah bersama dengan orang yang tepat apalagi Zaira tengah mengandung cucunya yang tinggal beberapa bulan lagi akan hadir kedunia.
" Kamu cantik sekali sayang" ucap Azka saat mereka sudah berada di bangku yang sudah dipersiapkan untuk Azka dan Zaira tempati.
" Mas juga sangat tampan" sahut Zaira sambil tersipu malu.
Mario sudah menempati tempatnya, mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan sang bidadari hatinya. riuh suara pujian kembali terdengar ketika Mita dan Indah menuruni anak tangga dengan masing-masing membawa buket bunga dan dibelakang mereka seorang gadis cantik nan anggun menuruni anak tangga yang didampingi oleh kedua sahabat mereka Mona dan Mia.
Pandangan mata beralih ke arah mereka, Cantik itulah kalimat yang terucap disetiap bibir tamu yang melihatnya.
Deg
Deg
Deg
Jantung Mario berdetak sangat cepat, keringat dingin pun mulai bercucuran. Yoga yang melihat itu langsung memberikan Mario tisu.
Mario terus memandangi Lia yang berjalan semakin mendekat ke arahnya dan tanpa dia sadari Lia sudah duduk di sampingnya.
" Woyy, udah ngeliatinnya, sabar Rio tunda dulu lihat-lihatannya." ledek Yoga membuat yang lain terkekeh dan Mario jadi tambah salah tingkah.
Saat ini Mario dan Lia tengah duduk di hadapan pak penghulu, jangan ditanya lagi jantung Mario sudah jedag jedug berpacu semakin cepat.
" Tarik nafas, jangan lupa baca bismillah!" bisik Azka yang duduk tepat di belakang Mario.
Mario mengangguk dan tidak lupa membaca bismillah sebelum mengucapkan ijab qobul.
Suara riuh pun terdengar menggema di ruangan tersebut tatkala kata SAH terucap bersamaan oleh para saksi yang mendengar suara Mario dengan lantang dan lancar mengucapkan ijab qobul.
Kini Lia dan Mario telah SAH menjadi pasangan suami istri bercap masih pelajar. ini dunia novel jadi boleh-boleh aja ya masih sekolah tapi udah nikah apalagi orang kaya mah bebas.
Setelah acara sungkeman kepada para orang tua kini giliran para kerabat dan sahabat yang menghampiri Lia dan Mario untuk memberikan selamat.
" Lia!" teriak dua jomblowati yang antusias menghampiri Lia dan Mario disusul Mita yang kini sudah ditemani oleh sang dokter tampan siapa lagi kalau bukan dokter Ariel dan Indah yang menggandeng tangan Dion tunangannya yang mengekor dibelakang.
" Selamat ya Lily dan Io semoga selalu langgeng sampai kakek dan nenek!" ucap Mia dengan suara yang dibuat seimut mungkin.
" Suara loe kenapa Mi?" tanya Lia sambil tertawa
" Emmm... suara mewakili para jomblowati!" sahut Mia terkekeh.
" Lagian loe betah banget sih ngejomblo, masih belum bisa move on loe?" goda Lia
" Enak aja belum move on udahlah, udah gak level ya tolong di catat ya GAK LEVEL" ucap Mia membuat Lia tertawa.
" Li bagaimana rasanya?" tanya Mona
" Rasa apanya?" Lia mengerutkan keningnya
" Mona kalau mau tanya yang itu besok aja, sekarang gantian woy cepetan!" teriak Indah yang berdiri di belakang dokter Ariel.
" Tau nih si Mona, kalau mau tau rasanya buruan makanya nyusul!" ucap Zaira
" Tenang aja nanti kalian tiba-tiba dapat undangan dari gue!" sahut Mona
" Iya, cepat ya gue tunggu loh!" ucap Mita membuat Mona menarik senyumnya getir Zaira yang melihat raut wajah berbeda pada saat Mona menatap seseorang yang berada di belakang Mita hanya bisa menghembuskan napasnya kasar.
" Kamu kenapa Sayang?" tanya Azka yang melihat ada raut gelisah pada sang isteri.
" Tidak ada apa-apa mas" sahut Zaira mengulas senyum manisnya.
__ADS_1
Setelah semuanya selesai memberikan selamat kepada kedua pempelai pengantin ABG para tamu undangan juga sudah pada pulang saatbya untuk Lia dan Mario pergi beristirahat setelah seharian kelelahan menjamu para tamu, walaupun tidak banyak dan hanya kerabat terdekat saja tapi cukup menguras tenaga kedua pasangan tersebut.
" Sudah sana kalian istirahat, pasti capekkan!" perintah sang mama
" Iya udah sana masuk tapi ingat tahan dulu sampai kalian lulus sekolah ya!" ancam papa Sam membuat Mario melotot seakan protes tidak terima dengan aturan yang diberikan oleh sang mertua.
" Tidak usah kau dengarkan papa mertuamu itu. langsung tancap gas papa setuju" ucap Alex menepis aturan yang papa Sam berikan kepada putranya membuat Lia yang mendengar jadi salah tingkah sendiri, wajahnya pun sudah semerah tomat.
" Udah Li tancap gas aja biar nyusul gue ya!" lanjut Zaira ikut menimpali kedua pria paruh baya tersebut.
" Wahh Li awas loe ketagihan terus jadi sering bolos sekolah kayak Za!" ledek indah membuat Zaira menatapnya tajam dan sepersekian detik semuanya menjadi tertawa melihat raut wajah si ibu hamil yang memberengut.
" Gak apa-apa ya yang sering bolos tapi ada hasilnya!" ucap Azka membuat Zaira semakin kesal dengan ucapan suaminya yang kelewat mesum.
" Mas ih ngomongnya gak disaring!" Zaira kesal dan memukul lengan Azka membuat semuanya kembali tertawa.
Namun pada saat yang lain tertawa penuh rasa bahagia tanpa disadari ada seorang gadis yang sedari tadi tengah menahan hatinya yang masih bergemuruh setiap kali melihat senyum seorang pria yang selama ini dikaguminya.
Mona tengah berusaha untuk bersikap biasa-biasa saja, walaupun sebenarnya hatinya begitu sakit dan perih melihat pancaran kebahagiaan yang ia lihat dari sorot mata pria tersebut bersama seorang gadis yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri, Mona tersenyum getir terus berusaha memperlihatkan bahwa dirinya tidak apa-apa.
Mona sadar atas kesalahannya sendiri yang menaruh hati kepada seseorang yang sudah melabuhkan hatinya kepada wanita lain, Mona tau hati itu tidak dapat dipaksakan dan dia juga sadar cinta tidak pernah meminta kepada siapa ia akan berlabuh.
Cinta datang dengan sendirinya tanpa bisa kita cegah dan tanpa bisa kita meminta. cinta tidak pernah salah yang salah adalah jika cinta dihiasi dengan ego dan ***** belaka. cinta bisa membuat seseorang merasa bahagia namun cinta juga bisa membuat seseorang hidup menderita. semua tergantung bagaimana kita menyikapi dan menerima cinta yang kita miliki.
Cinta yang berdasarkan kasih sayang maka akan membawa kebahagiaan, rela memberi dan menerima dengan penuh keikhlasan. namun jika cinta sudah dilandasi sebuah keegoan dan ***** yang berujung dengan ambisi maka kehancuranlah yang tengah menunggunya.
Mona berusaha untuk menekan segala egonya, dia sadar akan posisinya yang bahkan dilirik pun tidak. Mona kembali tersenyum seakan mentertawakan dirinya sendiri yang dengan begitu bodohnya masih saja menyimpan rasa kepada seseorang yang tidak lain adalah calon suami Sahabatnya sendiri.
Lagi dan lagi Zaira dalam diam terus memperhatikan gerak gerik Mona yang tidak seperti biasanya, Zaira ingin sekali berbicara berdua dengan Mona tapi waktu dan tempat sepertinya tidak memungkinkan apalagi Mona dan Mita adalah sahabat baiknya dan dokter Ariel juga tidak lain kakaknya sendiri walaupun hanya kakak angkat.
Zaira menghela napasnya berat ia tidak tega melihat sorot mata kesedihan yang terpancar dari mata Sahabatnya Mona. meskipun Mona sudah berusaha untuk menutupi perasaannya sendiri tapi Zaira yang begitu peka dapat dengan jelas melihatnya.
Mona pamit terlebih dahulu pada saat semua tengah berkumpul bersama di taman belakang menggoda sang pengantin baru. Mona beralasan kalau ia harus cepat-cepat pulang karena mamanya sudah menelpon dan mengatakan kalau mama dan papanya ingin pergi keluar kota malam ini.
Tidak lama Mona pulang, Mita dan dokter Ariel pun pamit untuk pulang lalu disusul oleh Indah dan Dion.
" Loh kok pada pulang semua, gue sendiri dong" ucap Mia memelas
" Makanya cari pasangan Mia biar gak jomblo terus!" ledek Zaira membuat Mia mengerucutkan bibirnya.
" Kalian tega sama gue ya!" ucap Mia sendu.
" Sudah gak usah sedih, tuh ada jomblo ajak aja pulang bareng" ucap Azka membuat Zaira tersenyum lebar.
" Wah ide yang bagus itu mas, kita jodohkan saja mereka mas!" ucap Zaira antusias.
" Wah parah nih otak ibu hamil. belum apa-apa loe udah mau jodoh-jodohin orang aja Za" protes Mia
" Lah gak masalah dong kalian kan sama-sama jomblo, benar gak gaess?" tanya Zaira kepada para sahabatnya.
" Setuju!" sahut indah.
" Di coba aja dulu Mia kali aja cocok" ucap Lia si pengantin baru
" Buat anak kok coba-coba, aisshhh.. Mak keceplosan" ucap Mia menutup mulutnya lalu tertawa.
" Wah parah nih anak otaknya, belum apa-apa udah mikir buat anak. gue aja belum kepikiran ke sana!" ucap Lia geleng-geleng kepala.
" Memangnya kamu gak mau ya yang kita buat anak?" bisik Mario pelan dan hanya bisa di dengar oleh Lia.
" Apa?" pekik Lia mendelik tajam menatap Mario membuat yang ada di sekitarnya tertawa melihat ekspresi wajah Lia yang nampak lucu.
" Parah, gue yakin ini mah Mario bisik-bisik udah gak sabar nih bikin percobaan" ucap Yoga yang belum lama datang menghampiri mereka karena tadi sempat mengejar Mona namun Mona kekeh tidak mau diantar pulang.
__ADS_1
" Apaan sih loe, sotoy tau gak!" ucap Mario menoyor kepala Yoga lagi-lagi mengundang gelak tawa semuanya.
" Sudah malam, kita pamit dulu yuk sayang. kamu harus istirahat" ucap Azka lembut kepada sang istri yang terlihat sudah begitu lelah dengan perut yang sudah cukup besar.
" Yaudah gue pamit masuk duluan ya semuanya" ucap Zaira pamit masuk pergi ke kamarnya.
Azka dengan sangat perhatian menuntun Zaira, dia begitu khawatir takut Zaira kelelahan dan berpengaruh pada kesehatannya dan juga bayi yang ada di dalam kandungannya.
...☄️☄️☄️☄️☄️☄️☄️...
" Alhamdulillah, semua berjalan lancar ya mas!" ucap Zaira kepada sang suami yang kini sudah berada di dalam kamarnya dan Azka tengah membantu Zaira melepaskan baju yang Zaira kenakan untuk berganti dengan baju tidur.
" Iya Alhamdulillah semua lancar" ucap Azka menimpali ucapan Zaira.
Setelah bersih-bersih dan berganti baju Zaira merebahkan dirinya di atas kasur dan disusul oleh Azka yang juga baru selesai membersihkan diri.
Zaira nampak tengah memikirkan sesuatu membuat Azka yang melihat raut wajah Zaira yang tidak biasanya langsung menarik Zaira ke dalam pelukannya.
" Sedari tadi sebenarnya apa yang sedang isteri mas pikirkan hem?" tanya Azka seraya membelai lembut rambut Zaira.
" Tidak ada mas!" ucap Zaira mengelak
" Kamu bisa membohongi orang lain tapi tidak dengan suamimu sayang, sebenarnya ada apa hem?" tanya Azka lagi karena dia yakin isterinya saat ini pasti tengah memikirkan sesuatu.
" Beneran mas tidak ada" Zaira tetap mengelak
" Apa kamu sedang memikirkan sahabat kamu Mona?" tebak Azka membuat Zaira langsung mendongak dan menatap mata sang suami.
" Mas!" pekik Zaira
" Iya mas tahu Sayang, mas tahu sedari tadi kamu itu pasti sedang memikirkan sahabat kamu si Mona itu iyakan?" Azka tersenyum dan mengecup kening sang isteri dengan lembut.
" Mas, kok bisa tahu kalau aku memikirkan Mona mas seperti cenayang aja!" ucap Zaira sedikit tertawa.
" Kamu ini" Azka mencubit gemas pipi Zaira.
" Mas tahu karena tadi mas sempat melihat kamu yang tengah memperhatikan Mona pada saat Mona menatap ke arah kakak kamu si dokter itu" ucap Azka yang terkadang rasa cemburunya kepada sang dokter masih naik turun.
" Dih masih aja cemburu sama kakak ipar sendiri" goda Zaira membuat Azka menyentil kening Zaira.
" Aww sakit!" pekik Zaira
" Dia itu cuma kakak angkat loh sayang, jadi wajar mas cemburu sama dia" ucap Azka kepada Zaira yang memberengut.
" Berarti mas gak percaya dong sama aku?" tanya Zaira dengan wajah yang masih memberengut
" Siapa bilang gak percaya, mas percaya kok. cemburu itu sesuatu yang wajar ya sayang berarti mas itu sayang dan cinta banget sama kamu" tutur Azka menjelaskan.
" Gombal" Zaira melepaskan pelukannya dan memunggungi Azka
" Loh kok gombal sih sayang, mas kan serius" ucap Azka meraih bahu Zaira dan menariknya pelan agar Zaira kembali menghadap ke arahnya.
" Apa kamu yang gak percaya dengan mas?* tanya Azka yang pura-pura sedih
" Lah kok, kenapa sekarang mas yang ngambek?" tanya Zaira geleng-geleng kepala.
" Ya karena kamu gak percaya sama mas dan gak mau berkata jujur dengan apa yang tengah kamu rasakan saat ini sayang. kamu kan tahu kalau kamu itu tidak boleh banyak pikiran tapi malah memikirkan sesuatu yang hanya akan membuat dirimu pusing sendiri sayang" ucap Azka panjang lebar.
" Bukannya begitu mas, aku hanya merasa bingung bagaimana menghadapi kedua sahabat aku itu" ucap Zaira dengan wajah sendu.
" Sayang mereka sudah sama-sama dewasa, sudah tahu mana yang baik dan tidak untuk dirinya sendiri. Mona sahabat kamu itu memang mas bisa lihat dengan jelas kalau dia begitu menyukai kakak kamu itu tapi mas juga perhatikan rasa sayangnya terhadap sahabat kalian Mita jauh lebih besar dari rasa sayangnya terhadap kakakmu. melupakan seseorang yang dicintai Memang gak semudah itu sayang apalagi orang yang ingin dilupakan hampir sering bertemu. kita perhatikan saja Mona dari jauh jika dia sampai tahu kalau kamu tahu tentang perasaannya terhadap kakakmu itu yang ada dia bisa saja menjauh dari kalian karena merasa malu sudah menaruh hati kepada calon suami sahabatnya sendiri." tutur Azka lalu kembali memeluk lembut sang isteri tercinta.
Perbincangan sebelum tidur pun akhirnya usai karena tiba-tiba bumil sudah mendengkur halus di dalam pelukan sang suami.
__ADS_1
Sementara di sebuah kamar yang letaknya berseberangan dengan kamar sang kakak ada sejuta kecanggungan dan sikap salah tingkah pada sang pengantin baru yang berstatus masih seorang pelajar.