
Pagi ini adalah pagi yang cerah untuk Aldy, pasalnya sang isteri sudah tidak lagi pasang wajah memberengut yang ada malah senyum yang mengembang dan manis semanis secangkir kopi yang tersugu diatas meja makan.
" Kenapa sih dari tadi senyum-senyum terus, apa ada yang aneh ya di wajah Za?" tanya khanza yang merasa salah tingkah karena Aldy terus menatapnya lekat
" Enggak ada, cuma hari ini kamu berkali-kali lipat cantiknya!" sahut Aldy
" Ish, pagi-pagi sudah gombal pak!"
" Siapa yang gombal sayang!" Aldy menarik tangan Khanza yang tengah berdiri menata masakan di atas meja
" Eh,?" Khanza terkejut karena saat ini sudah berada di atas pangkuan sang suami
" Mas ih!" Khanza hendak beranjak dari pangkuan Aldy namun tidak bisa karena Aldy semakin mengeratkan pelukannya di pinggang sang isteri.
" Mas lepas ih Za mau sarapan" Aldy tidak menghiraukan ocehan Khanza, bukan melepaskan Aldy malah mendusel di curuk leher Khanza
" Ya ampun mas, nanti kesiangan nih!" dengus Khanza kesal
" Aku masih betah begini sayang, boleh enggak ya bolos sehari aja"
Pletakkk
Khanza menjentikkan jari di kening Aldy
" Aww... sakit sayang!" Aldy mengusap keningnya yang disapa oleh jari lentik Khanza untuk menyadarkan si guru bucin.
Khanza mengambil kesempatan untuk segera beranjak dari pangkuan Aldy.
" Pak guru yang terhormat, mana ada ya seorang guru mengajari muridnya bolos sekolah" ucap Khanza mencibikkan bibirnya.
" Ya habisnya kamu itu gemesin banget sih, mas kan jadi pingin berada di rumah terus sama kamu sayang!" Khanza hanya bisa geleng-geleng kepala
" Dasar bucin!" ledek Khanza
" Biarin aja bucin sama isteri sendiri ini, lagi pula yang dibucinin juga senang banget tuh kayaknya" Aldy mensik turunkan alisnya
" Sudah ah jangan kebanyakan ngegombal, cepat di makan sarapannya nanti kita kesiangan pak guru ku sayang!" Khanza menyodorkan sepiring nasi berserta lauk pauknya dihadapan Aldy.
" Terima kasih ya sayang!" Khanza tersenyum lalu ikut menikmati sarapan paginya yang terasa manis.
Usai sarapan keduanya berangkat ke sekolah bersama dan seperti biasanya Aldy memarkirkan mobilnya di sekolah Izan.
" Mas aku turun duluan ya!" pamit Khanza
" Iya sayang, nanti pulangnya tunggu mas di ruangan mas aja ya!"
" Iya pak Gutami!"
" Pak Gutami?" Khanza mengangguk
" Pak Guru Tapi Suami!" sahut Khanza
" Kamu ini"
" Yaudah aku duluan, assalamu'alaikum" Khanza meraih tangan Aldy sebagai salam takzim dan Aldy mendaratkan satu kecupan manis di kening Khanza.
" Wa'alaikum salam!"
" Woyyy, ceria bener roman-romannya nih pagi!" senggol Miska yang muncul begitu saja disamping Khanza yang tengah berjalan di lorong sekolah.
" Apaan sih!" Khanza tersenyum simpul
" Loe habis ngechas ya Za?" goda Miska
membuat langkah Khanza terhenti seketika
" Enggak usah kaget gitu kali Za, gue hatam soal loe mah" Khanza mengerutkan keningnya
" Ha...ha .. muka loe enggak enak banget sih Za dilihatnya" Miska tertawa geli melihat wajah Khanza yang nampak kaget dan menjadi salah tingkah
" Apa ketara banget ya Mis?" pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir Khanza membuat Miska kembali tertawa sampai memegang perutnya
" Miska kok malah ketawa sih!" Khanza kesal dan menghentakkan kakinya lalu pergi meninggalkan Miska begitu saja
" Lah gue di tinggal!" Miska langsung berlari mengejar Khanza
" Jangan cepat-cepat bu jalannya ketara itu!" goda Miska lagi membuat Khanza kembali menghentikan langkahnya dan menatap kesal pada Miska
" Santai aja kali bu ngeliatinnya!" goda Miska seraya menoel dagu Khanza gemweesss
" Miska ihh" kesal Khanza
" Jadi beneran loe abis ngechas pak Gutami?" bisik Miska seraya menahan tawanya.
" Tau ah!" Khanza melanjutkan langkahnya, menuju kelas
"Deh dia ngambek, Za ih tungguin gue!" Miska mempercepat langkahnya menyusul Khanza
" Nyebelin tau" Khanza pasang wajah memberengut
" Sorry gue cuma bercanda, abisnya jalan loe ada yang beda gimana gitu" Khanza menoleh ke Miska
" Seriusan loe?" tanya Khanza panik takut teman-temannya yang lain mempunyai pemikiran yang sama dengan Miska
" Kenapa muka loe panik gitu?" Miska mengerutkan keningnya
" Gue takut anak-anak yang lain juga berpikir sama seperti loe. apa benar ya ketara banget?" tanya Khanza yang sedikit khawatir.
" Yaelah santai aja kali, gue tadi cuma nebak doang gak begitu ketara kalau gak terlalu diperhatiin banget mah" ucap Miska sedikit membuat Khanza sedikit lega
" Emangnya loe sama pak Gutami mainnya sampai jam berapa sih, sampai ketara masih capeknya"
" Ah sialan loe, udah ah gak usah bahas itu lagi, nanti loe kepingin berabe urusan" Khanza merangkul leher Miska menggeretnya masuk ke dalam kelas.
" Selamat pagi gaess!" teriak Miska yang langsung ditoyor oleh Khanza
" Huss... beri salam!" tegur Khanza
__ADS_1
" Oiya, lupa!"
" Assalamu'alaikum temen-temen!" ucap Miska
" Wa'alaikum salam!" sahut semua teman-teman mereka serempak
" Khanza loe kenapa, sakit?" teriak Billy yang melihat Khanza tidak secerah biasanya
" Ya?" Khanza spontan memegang wajahnya
" Gue enggak apa-apa mungkin karena efek semalam tidur kemalaman kali, emang ketara banget ya masih muka bantalnya?" tanya Khanza seraya memegang wajahnya
" Muka loe sih bukan keliatan muka bantal lagi Za tapi muka kasur, gedean!" sahut Billy mengundang gelak tawa seisi kelas
" Ah sialan loe Bill!" Khanza mengerucutkan bibirnya
" Za kalau lagi enggak enak badan mending loe ke UKS aja gih atau kalau enggak balik aja dari pada loe kenapa-napa!" kali ini Nicko yang ikut komentar
" Iya benar tuh Za apa yang dibilang Nicko, mending loe istirahat aja gih. muka loe tumben gak enak dilihat. pucat!" Hana ikut menambahi
" Enggak tau aja mereka" bisik Miska seraya menahan tawanya
" Apaan sih loe Mis, diam deh!" Khanza menyenggol lengan Miska.
" Za, udah sana!" Nana pun akhirnya angkat suara
" Ih ... kalian ini kenapa sih? gue itu enggak kenapa-napa juga, gue sehat-sehat aja kok!" kesal Khanza walaupun niat teman-temannya itu baik perhatian.
" Tapi loe_!" belum selesai Nicko bicara pintu kelas terbuka.
"Assalamu'alaikum, selamat pagi anak-anak!" ucap guru yang masuk untuk mengajar kelas mereka.
" Wa'alaikum salam, selamat pagi juga pak guru!" sahut para murid serempak
" Oke, hari ini buka buku kalian dan kerjakan latihan soal halaman 175 jika ada yang tidak mengerti kalian boleh tanyakan" ucap Aldy seraya duduk di kursi kebesarannya lalu mengoreksi tugas kelas sebelah.
" Pak guru!" teriak salah satu murid yang kesulitan mengerjakan soal
" Iya ada apa Melan?" tanya Aldy
" Maaf pak otak saya mungkin tidak seencer yang lain saya kesulitan mengerjakan soal nomor 12 pak" ucap Melan
Aldy beranjak dari duduknya dan berdiri di tengah para muridnya
"Emmmm.... apa ada lagi yang ingin bertanya, biar nanti bapak jelasin sekalian!"
" Pak saya tidak mengerti soal nomor 5" ucap Lia
" Saya juga enggak ngerti pak soal nomor 2" ucap Beni.
" Oke kalau begitu kalian perhatikan baik-baik ya!" ucap Aldy yang sedetik kemudian langsung menjelaskan dan menerangkan soal yang murid-muridnya tidak mengerti
" Bagaimana, apa kalian sudah mengerti?" tanya Aldy datar
" Sudah pak!" Teriak Melan dan yang lainnya
" Khanza Az-Zahra!" panggil Aldy membuat Khanza yang sedang tidak fokus terkejut karena disenggol oleh Miska
" Ngapain sih pakai manggil-manggil segala!"
Gumam Khanza mendengus kesal
"Khanza Az-Zahra silahkan Maju ke depan dan kerjakan soal nomor 5 dan 12 !" titah Aldy yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Khanza
" Kamu kenapa?" tanya Aldy sedikit berbisik
" Tanya kenapa, tanpa dosa" gumam Khanza
" Apa karena_!" belum sempat bertanya Khanza langsung mengalihkan ucapan Aldy
" Pak, maaf saya tidak bisa mengerjakannya pak, saya mau izin ke toilet tiba-tiba ada panggilan alam ini!" Khanza memegangi perutnya
" Kamu sakit?"
" Jangan banyak tanya pak, saya harus ke toilet sekarang. maaf pak permisi!" Khanza yang sudah tidak tahan akhirnya keluar kelas begitu saja meskipun belum ada izin dari Aldy.
" Pak maaf saya juga permisi, saya takut Khanza kenapa-napa pak di toilet. dari tadi mukanya pucat" Miska berdiri dan meminta izin untuk menyusul Khanza
" Ya sudah sana!" Aldy juga sebenarnya khawatir dan ingin mengejar isteri kecilnya itu namun apalah daya gak mungkin dia meninggalkan kelas hanya untuk mengejar Khanza, apa kata muridnya nanti.
" Waww.... ada siapa nih?" Luna yang baru keluar toilet berpapasan dengan Khanza yang hendak masuk.
" Minggir gak!" kesal Khanza karena Luna menghalangi jalannya
" Mau masuk, jangan harap!" Luna tertawa sinis diikuti oleh Kiki temannya.
" Ki enaknya kita apain ya?" tanya Luna dengan senyum jahatnya
" Terserah loe mau ngapain, sekarang gue bilang minggir ya minggir" geram Khanza lalu menarik tangan Luna dengan kasar.
" Eh sialan loe ya!" Luna hendak membalas namun Khanza sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar mandi tersebut.
" Lun kita kunciin aja dia di toilet" bisik Kiki dan langsung diangguki oleh Luna
" Rencana bagus!"
Luna dan Kiki menarik tong sampah besar lalu menaruhnya di depan toilet yang Khanza gunakan setelah itu ia tambahi dengan kayu besar membuat Khanza kesulitan untuk membuka pintu toiletnya.
" Khanza!" teriak Miska
" Gue disini Mis" sahut Khanza dari dalam kamar mandi
" Ya ampun, Za loe di dalam!"
" Iya Mis, pintu kamar mandinya gak bisa gue buka" teriak Khanza dari dalam
" Ada yang ngerjain loe, nih depan pintu kamar mandi ada tong sampah besar dan ada balok besar juga. gue enggak bisa mindahin sendiri gue minta tolong Billy kalau enggak Nicko ya soalnya gue enggak punya nomor laki loe"
__ADS_1
" Yaudah iya, gue juga gak bawa hp"
" Gue telpon dulu ya!"
" Iya"
Miska menghubungi Nicko karena nomor Billy sedang tidak aktif.
Nicko tidak kunjung mengangkat telponnya akhirnya Miska menelpon Hana
" Hallo Han!"
" Iya Hallo Mis kenapa?" tanya Hana berbisik
" Han tolong loe bilangin ke pak Gutami kalau Khanza dalam masalah besar ada yang mengunci dia di toilet"
" Apa?" Hana yang terkejut mendengar ucapan Miska spontan berdiri dari duduknya
" Hana kamu bertelponan di jam belajar" tegur Aldy tegas
Hana menciut langsung duduk hampir saja melupakan keadaan Khanza untung saja Miska belum mematikan ponselnya.
" Han... Hana... cepetan loe kenapa malah diam!"
" Eh iya sorry gue kaget aja tadi pak Aldy negur gue" sahut Hana
" Hana!" Aldy kembali menegur Hana yang masih saja gugup
" Ma... maaf pak ini Miska yang menelpon dia bilang Khanza berada dalam masalah di toilet. ada yang menguncinya dari luar Miska tidak bisa membukakannya" ucap Hana sedikit gugup
" Apa dikunci di kamar mandi?"
" Iya pak!"
Aldy langsung beranjak dari duduknya, Nicko dan Billy yang mendengar apa yang Hana katakan pun langsung bergegas menyusul Aldy
Brukk
Aldy membuka pintu dengan kasar membuat Miska terperanjat kaget.
" Dimana Khanza?" tanya Aldy cemas
" Itu pak di dalam!" Miska menunjuk salah satu toilet yang di depannya ada tong sampah besar dan juga kayu
" Apa-apaan ini, siapa yang berani melakukan hal seperti ini?" geram Aldy yang langsung dengan cepat memindahkan tong sampah tersebut dan juga kayu yang mengganjal pintu tersebut
" siapa yang berani melakukan hal konyol seperti ini?" ucap Nicko yang baru sampai dan melihat ada tong besar di dalam toilet
"Gue juga enggak tahu, pas gue masuk Khanza sudah terkurung"
" Udah yuk pindahin ini dulu keluar" ucap Billy menarik tangan Nicko
Sementara Aldy langsung membuka pintu kamar mandinya." Khanza!" panggil Aldy
Brak
" Mas!" ucap Khanza yang langsung berhambur memeluk Aldy
" Kamu enggak apa-apa?" tanya Aldy cemas
" Aku tidak apa-apa mas cuma kepalaku sedikit pusing" keluh Khanza
" Yaudah ayok kita ke ruang UKS!" Aldy mengangkat Khanza ala bridal style membuat Nicko dan Miska geleng-geleng kepala namun tidak dengan Billy yang tersedikit syok dan membulatkan matanya melihat sikap sang guru yang begitu perhatian terhadap Khanza.
" Mas turunkan aku, jangan seperti ini takut ada yang lihat!" protes Khanza berontak untuk turun
" Biarkan saja, mas tidak peduli!"
" Mas jangan gini dong bagaimana dengan sekolah ku jika mereka semua tahu ?" Khanza sudah mulai berkaca-kaca.
Aldy menghentikan langkahnya dan menurunkan Khanza dari gendongannya.
" Aku bisa pergi sendiri mas ke ruang UKS biar Miska yang menemani aku mas!" pinta Khanza
Aldy menghela napasnya panjang dan sedetik kemudian mengangguk pelan
" Tapi kamu yakin enggak apa-apa?"
" Iya aku enggak apa-apa cuma pusing sedikit aja kok, istirahat sebentar juga akan baikkan"
" Yaudah, kalau begitu kamu pulang saja ya biar nanti mas antar dan sekalian izin ke guru piket!"
" Enggak usah mas, istirahat di UKS aja sebentar nanti juga baikkan" tolak Khanza
" Yaudah, tapi kalau ada apa-apa langsung hubungi mas ya!"
" Iya tapi ponsel aku di kelas"
" Biar nanti gue yang ambilin Za!" sahut Nicko
" Tidak usah,biar nanti saya yang ambil" Khanza menghela napas berat lagi-lagi suaminya menunjukkan rasa cemburu tidak jelasnya.
" Mas ih!" Khanza menarik-narik baju Aldy gemes dengan sikap posesif suaminya itu
" Kenapa?"
" Udah biar Nicko aja yang ambil kalau kamu yang ambil apa kata murid yang lain!" bisik Khanza
" Maunya kamu itu sih bisa bersama dia, iya kan?"
" Oh ya ampun mas, mulai deh enggak jelasnya bikin kepala aku tambah pusing tau gak!" Khanza menghampiri Miska yang masih diam memperhatikan interaksi keduanya
" Miska yuk anterin gue ke ruang UKS dan loe Ko, tolong ya minta Hana buat anterin ponsel gue ke ruang UKS"
" Oke Za, tenang aja nanti gue bilangin!"
" Thanks ya Ko!"
__ADS_1
" Santai Za"
Khanza dan Miska langsung pergi menuju ruang UKS begitu juga dengan Nicko dan Billy yang pergi menuju kelasnya sedangkan Aldy memilih ke ruang cctv untuk mengecek apa sebenarnya yang terjadi dengan isterinya itu.