Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Akhir Bahagia


__ADS_3

Kebahagiaan yang dinanti-nanti kini akhirnya tercapai, pernikahan yang berawal dari sebuah keterpaksaan kini diliputi dengan kebahagiaan.


Bersyukur itulah yang selalu Zaira rasakan, do'a dan restu dari kedua orangtuanya membawa Zaira pada kebahagiaan yang luar biasa dalam rumah tangganya. Azka suami yang selalu mencintainya dan begitu melimpahkan kasih sayang yang tulus untuknya.


Zaira merasa sangat bahagia dan juga bangga menjadi isteri dari seorang Bagazkara Afraza Dinata yang berstatus guru di sekolahnya sendiri. rasa bahagia itupun lebih sempurna setelah memiliki buah hati tercinta yaitu Kenzia Cyara Bagazkara. putri kecil yang imut dan sangat menggemaskan.


Ujian sekolah sudah selesai, saat ini Zaira tengah duduk di taman belakang bersama baby Zia dan juga para sahabatnya, tawa canda mereka pecah saat melihat tingkah baby Zia yang lucu dan menggemaskan.


Bi Ningsih menghampiri mereka sambil membawa nampan berisi cemilan, buah yang sudah dipotong-potong dan minuman dingin.


" Silahkan diminum non yang cantik-cantik, biar seger nih bibi bawain cemilan, buah dan juga minuman dingin!" ucap bi Ningsih seraya meletakkan nampan yang dibawanya ke atas meja


"Wah bibi tau aja yang aku mau!" ucap Mona


" Soal makan aja cepat, tapi kalau ngerjain soal paling akhir terus" celetuk Indah


" Wah parah loe Ndah, kalau ngomong suka tepat" ucap Mona lalu tertawa


" Mantap nih, ada buah mangga" ucap Lia


" Bumil gak jauh ya dari mangga " sahut Mia


" Bi ada yang mengkal gak ?" tanya Lia


" Banyak non, tuh!" bi Ningsih menunjuk ke arah belakang Lia yang terdapat pohon mangga kecil namun buahnya sangat lebat.


Selain buah mangga ditaman belakang rumah Zaira juga terdapat pohon jambu biji, jambu air juga pohon kedondong dan masih banyak pohon lainnya. pohon tersebut pendek-pendek namun saat berbuah pohon tersebut akan berbuah banyak. pak Joko yang selama ini merawat dan menjaga kebersihan dan keindahan taman. pak Joko adalah suami bi Ningsih, ia dipercaya oleh Azka untuk merawat tanaman tersebut.


" Bi banyak banget buahnya" mata Lia begitu berbinar melihat buah mangga yang begitu rindang.


Lia hendak beranjak dari duduknya namun Zaira mencegahnya " Mau kemana ?" tanya Zaira


" Mau metik tuh buah, gak boleh emangnya?" tanya Lia


" Nanti saja metiknya suruh Mario pasti rasanya lebih enak!" ucap Zaira membuat Lia sedikit berpikir


" Yang mengkal ada di atas apa loe bisa manjat ?" tanya Zaira


" Bisa" jawab Lia percaya diri


" Bisa? terus perut loe mau taruh dimana?" tanya Mita membuat Lia tertawa sendiri mengingat dirinya dengan perut buncitnya


" Lupa!" sahut Lia cengar-cengir


" Bi sepertinya di depan ada tamu!" ucap Zaira yang sekilas mendengar suara bel berbunyi


" Ah iya mbak, sebentar ya saya lihat dulu". ucap bi Ningsih yang langsung pergi melihat siapa yang datang


" Wahhhh... pantas saja kita datang gak dibukain pintu lagi enak-enakan disini rupanya" ucap Yoga setelah bi Ningsih membukakan pintu dan Dion mengekor dibelakangnya.


" Wah bawa apaan tuh Yo?" tanya Zaira melihat Yoga membawa bungkusan ditangannya.


" Ini kue kering buatan nyokap gue katanya buat calon mantu!" sahut Yoga


" Cie... Mona dapat kiriman tuh dari calon mertua!" goda Mia


" Mantunya bisa masak gak ya buat calon mertua gitu?" goda Indah


" Ah kayak loe bisa aja Ndah!" sahut Mona


" Gue sih santai gue gak bisa masak kak Arta jago masak" ucap Mita


" Iya, tapi kamu juga tetap harus bisa masak yang!" ucap Arta yang tiba-tiba muncul bersama Mario, Sendy dan juga Azka yang mengekor di belakangnya.


" Loh kak kapan datang?" tanya Mita yang sedikit terkejut dengan kemunculan sang pujaan hati


" Baru saja!" sahut Arta lalu duduk di samping Mita.


" Aku bisa masak kak , tapi kalau dibandingkan kak Arta aku kalah jauh" tutur Mita


" Tenang aja nanti aku ajarin" Arta mengusap lembut pucuk kepala Mita dan Mita hanya tersenyum menyikapi ucapan Arta


" Kayaknya asik deh kalau kita duduk lesehan disana?" ucap Zaira menunjuk ke arah pohon mangga yang tadi di tunjuk bi Ningsih


"Ide bagus tuh yang, sebentar ya aku ambil tikar" ucap Azka yang langsung pergi ke dalam rumah untuk mengambil tikar


🖤

__ADS_1


Saat ini semuanya tengah berkumpul di bawah pohon mangga yang cukup rindang buahnya. baby Zia sudah tertidur dan bi Ningsih membawanya ke dalam rumah untuk ditidurkan dikamar baby Zia.


" Yang mau mangga mengkal dong!" rengek Lia dengan manja.


" Duh yang masa aku harus manjat sih, yang gampang aja ya yang ada dibawah" ucap Mario


" Gak mau yang dibawah masih muda" Lia memberengut.


" Baiklah demi kamu apa sih yang gak!" ucap Mario pasrah dan memilih menuruti keinginan sang isteri


" Duh bucin abis, baru kali ini gue dengar gombalan Mario" ucap Dion


" Gue gak gombal ya!" ucap Mario protes


" Iya yang bucin" ucap Dion


" Ndah hati-hati loe kalau ngidam, kayaknya Dion tipe orang yang ogah ribet deh, bisa gak mau tuh dia nurutin kemauan isterinya" celetuk Lia membuat Indah menatap Dion tajam


" Apaan sih loe Li, ya itu sih kondisinya berbeda kalau isteri hamil mah gak bisa nolak kayak loe Rio" sahut Dion.


Setelah banyak perdebatan dan ocehan yang gak jelas Mario pun akhirnya memanjat pohon mangga dan tidak butuh waktu lama Mario berhasil memetik beberapa buah mangga yang Lia inginkan.


" Mario sekalian petik saja kalau ada yang matang!" teriak Zaira dari bawah


" Oke siap!" sahut Mario


Mario berhasil memetik buah mangga, ada yang mengkal dan ada sebagian yang sudah matang.


" Di bikin jus enak nih" celetuk Mita


" Iya Mit setuju" timpal Mia


" Yaudah yuk ah bikin" ajak Mita


Mita dan Mia pergi kedalam rumah untuk membuat jus mangga tidak lama Indah menyusulnya.


Zaira dan Lia mengupas buah mangga sementara para pria sibuk main basket.


" Za!" panggil Lia


" Iya, kenapa Li?" tanya Zaira


" Gue sudah tahu semuanya Li, loe tenang aja gue gak apa-apa" sahut Zaira yang mengerti arah pembicaraan Lia


" Serius loe Za?" Lia terkejut


" Mama yang sudah memberitahu semuanya Li, gue tahu niat kalian semua baik terlebih mas Azka yang tidak ingin gue semakin terluka dan kembali sedih. dan mama sudah menceritakan semuanya Li, gue sudah ikhlas dan bunda juga sudah tenang disana apalagi pelakunya juga sudah mendapatkan hukuman yang setimpal" sahut Zaira dengan senyum tulus


" Terus bagaimana tanggapan loe tentang pak Aldy?" tanya Lia penasaran


" Gue gak berhak untuk menghakimi seseorang Li, apalagi jelas kita tahu kesalahan itu bukan dia yang melakukannya. dia juga termasuk korban karena paman Doni yang merupakan papa sambungnya juga meninggal dunia setelah tahu isterinya melakukan kejahatan terhadap adik iparnya sendiri" tutur Zaira


" Loe gak benci dengan pak Aldy?" Zaira menggeleng dan tersenyum tipis


" Selama dia tidak pernah melakukan hal buruk kenapa juga gue harus membencinya" sahut Zaira


" Betul itu, setiap kejadian pasti ada hikmahnya. dan kita bukan tuhan yang bisa menghakimi seseorang dengan seenaknya, tuhan saja maha pemaaf masa kita sebagai manusia berlaku sombong" timpal Mita yang tiba-tiba datang dan duduk di antara mereka berdua seraya meletakkan nampan yang berisi jus.


" Semoga loe dan pak Azka selalu hidup bahagia ya Za, dan baby Zia cepat dapat adik" ucap Mita


"Amin, tapi soal adik buat baby Zia nanti dulu deh. parah loe Mit rasanya aja masih berasa banget" ucap Zaira lalu mengerucutkan bibirnya


" Gak apa-apa kali Za biar bisa nemenin gue homeschooling" ucap Lia


" Ishh.... gak gue gak mau jangan dulu lah. adik baby nanti ada anak loe Li kalau udah lahiran" protes Zaira


" Loe aja deh Mit!" ucap Lia


" Ih enak aja gue nikah aja belum" sahut Mita


" Ya makanya cepat minta kak Arta buat segera nikahin loe" timpal Mia yang baru ikut bergabung


" Iya betul tuh" Sahut Mona


" Lanjut deh Mit!" goda Indah


" Kalian ini pandai ngatain orang tapi sendirinya juga sama" ucap Mita

__ADS_1


" Yaudah kalian nikah masal aja, seru tuh!" celetuk Lia yang langsung mengundang gelak tawa


" Wah parah si Lia,tapi boleh juga si Lia dan loe Za yang jadi endorse nya ya!" sahut Mona membuat Indah dan Mia tertawa ngakak.


" Dasar si Mona maunya gretongan mulu" ucap Indah


" Tau loe Mon bikin malu aja nikah kok minta endorse sama Lia dan Za kalau kayak gitu gue juga kan mau" ucap Mia seraya tertawa


" Itu sih loe samanya dengan Mona, Mince" Indah menoyor Mia


Lia, Zaira dan Mita tertawa melihat Indah, Mona dan Mia yang saling melempar kata-kata konyol yang mengundang gelak tawa.


" Wah ada apa nih seru banget kayaknya?" tanya Azka seraya duduk di samping Zaira dengan menggendong baby Zia yang sudah terjaga dari tidurnya.


" Hai sayang sudah bangun!" ucap Zaira mengambil alih baby Zia dari gendongan Azka


" Mas Mereka minta endorse buat nikah!" ucap Zaira polos


" Zaaaaa!" teriak Mona, Mia dan Indah bersamaan


Mita dan Lia tertawa geli melihat wajah lucu ketiga sahabatnya yang nampak merah karena malu.


" Endorse apaan yang?" tanya Azka memastikan


" Endorse buat nikah mas, mereka sudah kebelet kawin" sahut Zaira seraya tertawa menatap ketiga sahabatnya


" Nikah dulu Za baru kawin" protes Mia


" Nah itu, nikah dulu Mon baru kawin. enak loh Mon" goda Zaira


" Iya Mon pacaran setelah halal itu lebih enak loh Mon" lanjut Lia


" Waduh ada kompor nih" ucap Yoga geleng-geleng kepala


" Enak aja loe kompor gue cuma ngasut" ucap Lia seraya tertawa.


" Enaknya dimana Li?" tanya Mona yang jadi penasaran


" Yang udah jangan didengerin, nanti kalau kepingin repot loh" ucap Yoga membuat semua yang ada disana tertawa


" Kepingin apaan si Yo?"tanya Mona dengan polosnya


" Sudah-sudah, dek mereka masih dibawah umur jangan bicara hal-hal yang aneh" ucap Azka menegur sang adik


" Ish, kak mereka sama Mel itu seumuran kalau kakak lupa ya" sungut Lia lalu memanyunkan bibirnya


" Iya seumuran tapi otaknya sama pikirannya gak seumuran, kamu dewasa lebih dulu kalau kamu lupa" ucap Azka membalikkan ucapan Lia lalu tergelak


" Ish kak Azka mah gitu" Lia memberengut


" Ha ..ha ... " Azka malah tertawa begitu juga dengan yang lain nampak lucu melihat Lia yang cemberut dengan pipi cabinya.


Mereka tertawa bersama dan baby Zia yang tidak tahu apa-apa pun ikut tertawa membuat gemas yang melihatnya.


Dion merangkul bahu Indah, Mia dan Sendy saling menyematkan jari mereka, Mona merangkul lengan Yoga posesif, Mario mengelus lembut perut buncit Lia lalu saling melempar senyum, dan Mita menyandarkan kepalanya di bahu sang pujaan hati siapa lagi kalau bukan Arta. Mereka lalu saling memeluk pasangan masing-masing dengan perasaan bahagia begitu juga dengan Zaira dan Azka setelah melewati berbagai rintangan dan perjalanan cinta yang cukup banyak aral dan rintangan akhirnya cinta mereka bersatu dengan bahagia.


" Guruku suamiku" ucap Zaira lalu tersenyum bahagia


" Isteri kecilku" ucap Azka


" Bucinkuuuuu!" Teriak semuanya serempak lalu tertawa.


{ Sejauh mana kau melangkah cinta pasti akan menemukan jalannya bersatu untuk **bahagia. Dan sesulit jalan yang ditempuh tidak akan ada artinya tanpa** sahabat sejati yang selalu setia menemani }


......


Mohon maaf jika akhirnya kurang memuaskan 🙏


Dan pada intinya Zaira kini sudah hidup bahagia menjadi isteri kecil dari seorang Bagazkara Afraza Dinata dan memiliki putri yang cantik Kenzia Cyara Bagazkara.


Author hanyalah penulis amatir yang dalam penulisan maupun alur cerita terkadang masih berantakan. jika ada kesalahan pengetikan nama atau kata-kata yang salah dan mungkin tidak pantas mohon maaf yang sebesar-besarnya.🙏 karena author hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan


yang ada.


Terima kasih untuk yang setia dengan cerita


" Guruku Suamiku " Terima kasih untuk Like dan komennya para readers yang sudah banyak membantu author dalam melanjutkan setiap penulisan cerita Guruku Suamiku, tanpa dukungannya author bukanlah apa-apa dan tidak mungkin cerita sampai 227 part.

__ADS_1


Tetap dukung author agar bisa membuat cerita selanjutnya. jangan lupa like, komen dan vote nya ya!


🥰🥰🥰🥰


__ADS_2