
Roni ikut pulang bersama papa mertuanya ke rumah, setibanya di sana Roni disambut hangat oleh mama Rika
" Assalamualaikum" ucap Roni lalu menyalami takzim ibu mertuanya itu
"Wa'alaikum salam!" jawab mama Rika
Roni mengedarkan pandangannya mencari sosok wanita yang seharian ini sangat ia rindukan
Mama Rika mengulas senyumnya tahu akan apa yang tengah dicari sang menantu.
" Isteri kamu ada di dalam kamarnya, sepulang dari rumah sakit dia terus mengurung diri di dalam kamar, katanya sih lagi malas keluar" ucap mama Rika memberitahu.
Roni tersenyum kikuk merasa malu dengan kedua mertuanya.
" Sudah jangan merasa sungkan, gih sana temui isterimu. kamarnya ada di lantai atas sebelah kanan" ucap papa Suhendra
" Baik pah, mah. Roni temui Miska dulu" pamit Roni
Kedua sepasang suami istri yang sudah tidak muda lagi itu pun hanya tersenyum melihat kelakuan menantunya yang nampak malu-malu.
Tok
Tok
Tok
Roni mengetuk berkali-kali pintu kamar Miska namun tidak juga mendapat jawaban, akhirnya pemuda itu pun memberanikan diri untuk membuka pintu kamar tersebut.
Ceklek
Roni mengedarkan pandangannya ke dalam ruangan yang luasnya bisa dibilang dua kali lipat luas kamar pribadinya, pandangan Roni pun terhenti saat netranya terpusat pada gundukan besar yang berada di atas tempat tidur.
Dengan langkah perlahan Roni menghampiri gundukan tersebut lalu duduk di tepi kasur seraya memperhatikan wajah ayu nan manis yang sedang tertidur pulas.
" Cantiknya isteriku!" gumamnya
" Sayang!" panggil Roni mengusap lembut pipi Miska namun gadis tersebut bergeming
Roni memberanikan diri untuk mengecup sekilas bibir ranum sang isteri namun lagi-lagi tidak ada reaksi apa-apa. Roni tersenyum tipis lalu dengan gerakan lembut tangan kekarnya masuk ke dalam piayama Miska mengusap lembut perut yang masih terlihat rata.
Miska yang merasakan ada pergerakan di area perutnya langsung membuka kedua kelopak matanya, menatap kaget dan tidak percaya sosok yang ada dihadapannya bahkan tanpa dosa mengulas senyum manisnya
" Elo?" ucapnya spontan lalu bergeser posisi duduk
" Maaf, jadi membangunkan kamu" ucapnya lembut
Miska mengucek matanya masih tidak menyangka jika Roni sudah ada di dalam kamarnya " Kenapa?" tanya Roni
" Tidak ada" jawab Miska cepat.
" Elo_?" Roni menaikkan satu alisnya
" Emm... maksudnya kamu, sejak kapan ada di sini?" tanya Miska yang nampak gerogi
" Belum lama sih tapi ya sempat mendengar kamu mendengkur " jawab Roni
" Cih, mana ada seperti itu" sanggah Miska seraya mengerucutkan bibirnya
" Ada, bahkan sampai ngiler" goda Roni membuat Miska salah tingkah dan langsung mengusap sudut bibirnya.
Roni tergelak dan Miska yang sadar sudah dikerjai oleh Roni langsung memukulnya dengan bantal
" Rese ih, nyebelin" kesal Miska
" Ha... ha... kamu tuh ya gemesin banget sih" tawa Roni membuat Miska semakin cemberut.
" Tau ah" Miska merajuk
" Iya maaf, aku bercanda sayang, jangan marah dong" Roni menggoyangkan lengan Miska seraya membujuknya.
" Gak mau, aku marah. kamu rese!" Miska menyilangkan kedua tangannya di perut.
" Iya maaf sayang, janji deh gak ngulang lagi" Roni memegang kupingnya sendiri sebagai tanda janjinya kepada Miska
Melihat tingkah Roni yang menurutnya konyol akhirnya tersenyum juga.
" Nah gitu dong kalau senyumkan tambah cantik" Roni mencolek dagu Miska
__ADS_1
" Ih siapa suruh colek-colek?" Miska pura-pura marah untuk menutupi rasa malunya karena di goda oleh suaminya sendiri
" Enggak boleh emangnya?"
" Enggak" jawab ketus Miska
" Kalau cuma mencolek dagu isteri tercinta aja enggak boleh ya udah deh aku pulang aja" Roni gantian mode merajuk
" Dih?" Miska mengerutkan keningnya
Roni yang tengah duduk di tepi tempat tidur pun beranjak dari duduknya.
" Aku pulang dan akan kembali tinggal di bengkel" ucap Roni datar
" Apaan sih ni orang tiba-tiba ngambek gitu, gak asik banget sih" gumam Miska dalam hati
" Ish... apaan sih enggak lucu tau" kesal Miska
" Ya emang gak lucu aku kan enggak sedang melawak" jawab Roni santai
" Ngeselin banget sih" Miska kembali merajuk dan pasang wajah cemberut dan sontak saja hal itu membuat Roni mengulum senyum
"Ngeselin apa ngangenin?" Roni kembali menggoda Miska
" Tau amat"
" Ha....Ha..." Roni tertawa
...Sedetik kemudian...
" Kukkk..KRuuukkuuukkk..."
Miska menoleh dan Roni tersenyum malu seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
" Kamu belum makan?" tanya Miska setelah mendengar perut Roni yang bunyi
Roni menggeleng, karena kesibukannya di bengkel pemuda yang akan jadi calon ayah itupun sampai lupa waktu dan lupa untuk makan siang.
" Ini sudah malam tapi kamu belum makan?" Miska melirik ke jam yang bertengger di atas dinding
" Tadi banyak pekerjaan jadi aku sampai lupa waktu eh tau-tau sudah sore terus ada papa juga yang tiba-tiba datang ke bengkel jadi aku benar-benar lupa apalagi setelah bertemu sama kamu rasa lapar akupun hilang begitu saja" jawab Roni dengan tersenyum genit
" Kamu mau kemana?" tanya Roni yang memperhatikan pergerakan Miska yang turun dari tempat tidur.
" Aku akan turun ke bawah menyiapkan makan malam untuk mu" sahut Miska
" Tidak perlu aku bisa cari sendiri jika aku merasa lapar" tolak Roni halus mencekal pergelangan tangan Miska
" Apa kamu tidak menganggap aku ini isteri mu?" tanya Miska ketus
Glek
Roni sulit menelan salivanya, niat hati agar isterinya itu tidak capek-capek hanya sekedar mengurusnya tapi ternyata tanggapan wanita hamil ini berbeda
" Bukan... bukan begitu maksudku, aku hanya tidak ingin kamu lelah apalagi kamu kan baru pulang dari rumah sakit"
" Aku ini wanita hamil bukan wanita sakit" jawab Miska datar.
Roni menghembuskan napasnya kasar
" Iya aku tau, yaudah kita turun bersama ya, aku yakin kamu juga pasti belum makan, iyakan?" Roni menatap lekat wajah Miska membuat gadis itu pun menundukkan wajahnya karena merasa malu ditatap lekat oleh laki-laki yang berstatus suaminya itu.
" Ayok!" Roni meraih tangan Miska lalu menggandengnya berjalan keluar kamar.
Miska pun tidak menolak setiap bersentuhan dengan Roni ada perasaan yang aneh yang menjalar keseluruh tubuhnya, ada rasa nyaman dan hangat.
" Sayang!" sapa mama Rika saat keduanya sedang berjalan menuju dapur membuat Miska menoleh dan terkejut.
" Mama!" ucap Miska
" Kalian sedang apa?" tanya mama Rika
" Roni belum makan mah, malah dari siang. " adu Miska sementara Roni hanya tersenyum malu dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
" Ya ampun Roni kenapa belum makan? kerja boleh tapi harus ingat makan juga dong nak" ucap mama Rika
" Iya mah, maaf tadi tuh lagi banyak kerjaan jadi lupa"
__ADS_1
" Yaudah, tapi lain kali enggak boleh di ulangi ya, waktunya makan harus makan sesibuk apapun itu. utamakan kesehatan" pesan mama Rika perhatian
" Iya mah" sahut Roni
" Tuh dengerin kata-kata mama, kerja sih kerja tapi ingat juga kesehatan. bagaimana bisa ngurus anak isteri kalau ngurus diri sendiri aja enggak bisa" cerocos Miska
" Ya sebagai isteri kamu juga berkewajiban sayang untuk mengingatkan suami kamu, mengingatkan makan dan juga yang lainnya ya setidaknya saling mengingatkan." tutur mama Rika
" Mama.....!" keluh Miska
" Ya udah sekarang jangan kebanyakan ngomong terus, sana siapkan suami kamu makan, sekalian kamu sendiri juga belum makan kan?" Miska mengangguk pelan
" Iya mah"
" Minta bibi untuk menghangatkannya dulu sana!" titah mama Rika
" Tidak usah mah biar Miska sendiri aja!" jawab Miska
" Tapi kamu kan tidak boleh capek-capek sayang" ucap mama Rika
" Nanti biar Roni yang bantu mah" usul Roni
" Kasihan bibi mah, pasti sedang istirahat" lanjut Miska
" Yaudah terserah kalian saja" sahut mama Rika
Roni dan Miska pun masuk ke dapur dan memanaskan lauk-pauknya terlebih dahulu
" Sudah kamu duduk aja ya biar aku aja yang memanaskan semuanya" Roni menggiring Miska untuk duduk di kursi meja makan
" Tapi aku_"
" Sudah, tidak ada bantahan. kamu duduk aja ya tunggu aku sebentar" Roni menekan pelan bahu Miska yang hendak beranjak dari duduknya.
Setelah 15 menit Roni kembali seraya membawa berbagai masakan yang baru saja ia panaskan dan meletakkannya di atas meja makan.
" Ayo makan!" Miska bergeming tidak menyangka perlakuan Roni begitu manis kepadanya.
" Kenapa kok diam aja?"
" Apa mau aku suapin?" tawar Roni dan Miska menggeleng
" Terus kenapa enggak dimakan, hem?" Roni mengambil piring yang tadi sudah ia isi untuk Miska
" Aaaaaa...!" Roni menyodorkan satu suapan ke depan mulut Miska
" Aku bisa sendiri" tolak Miska
" Aku tahu, tapi malam ini biarkanlah suami mu ini memanjakan mu duhai calon ibu dari anak-anakku" ucap Roni lembut
Wajah Miska seketika memerah, kata-kata Roni membuatnya terharu.
" Ayok buka mulutnya!" pinta Roni
Miska akhirnya menurut dan menerima suapan demi suapan yang Roni berikan dan tanpa terasa piring yang berada di tangan Roni pun kosong.
" Alhamdulillah!" ucap Roni tersenyum senang
" Tuh kan jadi aku yang makan, piring kamu malah masih utuh" oceh Miska
" Enggak apa-apa yang penting isteri dan calon anakku sudah kenyang" jawab Roni dengan senyum yang selalu mengembang
" Sekarang gantian kamu yang harus makan" Miska menarik piring Roni dan bergantian dia kali ini yang menyuapi Roni
Roni tersenyum bahagia, untuk pertama kalinya ia makan dari tangan seorang wanita selain mommy Sarah tentunya.
" Ada apa?" tanya Miska karena Roni menatapnya begitu dalam
Roni tersenyum " Terima kasih!" ucapnya
" Untuk?" tanya Miska bingung
" Terima kasih karena sudah menerima ku dan mau memaafkan laki-laki bereng**K seperti aku" jawabnya sendu
" Jangan bicara sesuatu yang bisa merusak mood aku, sebaiknya diam dan habiskan ini!" Miska melesatkan satu suapan kedalam mulut Roni
" Baiklah" sahut Roni sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya
__ADS_1
Akhirnya mereka makan dalam keadaan hening tepatnya Roni yang makan disuapin oleh Miska, makan dalam keadaan diam tidak boleh bicara, sampai akhirnya tanpa terasa piring yang Miska pegang bersih tanpa tersisa.
Dan ke uwuwan sikap keduanya tidak lepas dari perhatian kedua orang tua Miska yang tengah tersenyum bahagia. Papa Suhendra pun tidak mau kehilangan momen langka tersebut sehingga ia mengabadikannya dengan ponsel miliknya lalu mengirimkan hasil bidikannya itu kepada seseorang diseberang sana.