Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Kecemasan Zaira


__ADS_3

Hari sudah larut malam untuk saat ini Mona, Mia dan indah memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Mereka sebenarnya merasa sedikit kecewa karena disaat ingin melihat keadaan Zaira, Lia melarangnya bukan tanpa alasan karena mengingat pesan dari kakaknya yang mengatakan Zaira butuh istirahat dan takut teman-temannya bertanya yang macam-macam jadi Azka memilih melarang dulu teman-teman Zaira menemuinya sampai Zaira dinyatakan benar-benar sehat oleh Dokter.


Di dalam ruangan rawat inap Mita hanya ditemani oleh sang mama karena papanya tadi mengatakan kepada mamanya tidak bisa kembali ke rumah sakit karena masih ada pekerjaan. Sebenarnya Rosa tahu itu hanyalah alasan belaka tapi Rosa tidak mau mengambil pusing kesehatan dan kebahagiaan putrinya kini yang akan menjadi prioritas utamanya. Rosa pun sudah memutuskan untuk mengambil langkah tegas kepada Andy yang masih berstatus suaminya. Setelah mendengar dari cerita Lia tentang penyebab Mita mengalami kecelakaan membuat dirinya sudah tidak sanggup lagi kalau masih terus bertahan. Dengan hati yang mantap Rosa sudah memutuskan jika Mita sudah sembuh dia akan berpisah dengan suaminya. Awalnya dia terus bertahan dengan sang suami itu tidak lain demi Mita putri mereka satu-satunya, dia tidak mau Mita sedih dan mengalami dampak negatif akibat perpisahan kedua orangtuanya, namun ternyata keputusannya selama ini yang memilih untuk bertahan pun salah, putrinya tetap saja terluka akibat ulah papanya sendiri.


Setelah keluar dari ruangan Mita, Lia pergi menuju ruangan dimana Zaira dirawat. Saat memasuki ruangan, Lia melihat Mama Maria tengah duduk di samping brankar Zaira, sementara Azka sedang keluar bersama Sendy.


" Ma, Za!" panggil Lia setelah membuka pintu.


" Sayang!" sahut mama Maria tersenyum melihat kedatangan putrinya.


" Kakak kemana ma?" tanya Lia kepada mamanya dan melangkah mendekati brankar Zaira.


" Kakakmu tadi pergi sama Sendy, mungkin ada urusan kantor" jawab Mama Maria dan Lia manggut-manggut.


" Za, gimana keadaan Loe?" Lia beralih ke Zaira.


" Alhamdulillah udah baikan, besok juga sudah di perbolehkan pulang" sahut Zaira.


" Oia, Li gimana keadaan Mita?" tanya Zaira yang teringat dengan sahabatnya itu.


" Alhamdulillah, Mita sudah melewati masa kritisnya tapi masih belum sadar" jawab Lia yang berusaha bersikap tenang agar tidak menambah kecemasan Zaira.


" Belum sadar, maksudnya Mita koma?" tanya Zaira dengan keterkejutannya dan mata yang sudah berkaca-kaca dan membuat Lia menghela napas panjang.


" Za loe jangan banyak berpikir yang macam-macam deh, Lia itu cuma tidur saking asiknya tidur sampai belum mau bangun mungkin sedang bertemu dengan pangerannya kali" sahut Lia sambil terkekeh berusaha untuk menghibur sahabatnya yang satu ini.


" Mita gak koma Za, Kita do'akan saja untuk kebaikan dan kesembuhan Mita. loe juga kan baru mendingan Za, kalau Mita sudah sadar dan tau loe sakit dia juga pasti sedih Za. Anggap saja Mita itu sedang tidur gue yakin besok juga dia sudah bangun" lanjutnya.


" Semoga saja ya Li" ucap Zaira mencoba untuk bersikap tenang pasalnya kejadian seperti ini seperti membawa kenangan buruk untuk Zaira dimana ayahnya berbaring koma dan setelah sadar tidak lama setelah menikahkan dirinya dengan Azka ternyata operasi yang dijalani gagal membuat ayahnya meninggal dunia.

__ADS_1


Zaira sangat takut hal itu juga menimpa sang sahabat.


Zaira berusaha untuk tenang dan mengendalikan kesedihannya dan berdoa semoga sahabatnya cepat sadar dan bisa kembali sehat.


Ceklekk


Pintu kembali terbuka dan menyembulah sosok pria bertubuh tegap tinggi dan berwajah datar.


" Assalamu'alaikum!" ucapnya


" Wa'alaikum salam" jawab Mama Maria, Lia dan Zaira bersamaan.


" Kok belum tidur?" tanya Azka pada Zaira seraya meletakkan bungkusan berisi buah.


" Tadi sudah" sahut Zaira tersenyum tipis


" Iya Za, gue juga pulang dulu ya. sorry besok gue gak bisa ikut jemput loe. " pamit Lia pada Zaira.


" Iya, mama sama Lia pulang aja istirahat, lagi pula Za juga sudah tidak apa-apa. maaf ya ma kalau Za sudah bikin Mama khawatir tadi" ucap Zaira yang merasa tidak enak dengan mama mertuanya. " Loe besok izinin gue ya Li gak masuk sekolah" pinta Zaira beralih pada Lia.


" Iya loe tenang aja" sahut Lia


" Iya sayang, gak apa-apa . yang penting kamu cepat sembuh" mama Maria mengelus rambut Zaira lembut lalu mencium keningnya.


" Makasih ya mah, Li!" ucap Zaira yang dijawab dengan senyuman hangat oleh Mama Maria dan juga Lia.


" Ka, jaga isteri kamu dengan baik ya, mama pamit pulang dulu!" ucap sang mama


" Iya ma tenang aja, Azka pasti akan menjaga Zaira dengan baik kok ma" sahutnya

__ADS_1


" Jangan bikin Za nangis ya kak, kalau Za sudah nangis pasti susah mendiamkannya" Lia pun tidak mau kalah dengan sang mama yang ikutan memberi pesan untuk kakaknya.


" Tenang saja kakak punya banyak cara mendiamkan Zaira kalau dia sampai menangis" ucap Azka dengan kedipan mata genit ke arah Zaira.


" Sudah ayok nanti keburu malam dan papa kamu juga keburu pulang dari kota X" ajak Mama Maria kepada Lia.


*


*


*


Di dalam kamar inap Zaira hanya tinggal dirinya dan Azka.


" Yang kamu benar sudah tidak apa-apa?" tanya Azka dengan tangan mengusap pipi mulus Zaira.


" Aku sudah tidak apa-apa kok mas tapi,_" kata-kata Zaira terhenti wajahnya berubah sedih.


" Kamu kenapa, hemmm?" tanya Azka melihat raut wajah Zaira yang berubah sendu.


" Mas, apa Mita benar akan baik-baik saja, dia sudah sadar belum ya mas?" tanya Zaira lirih menatap lekat mata sang suami mencemaskan keadaan Mita.


" Sayang, kita berdoa saja ya, semoga Mita tidak apa-apa dan cepat kembali sehat. kamu jangan mikir yang macam-macam ya, Mita pasti bisa melewati semua ini dengan baik. kamu harus yakin dan percaya kalau Mita itu sahabat kamu yang kuat sayang." ucap Azka merebahkan diri di atas tempat tidur yang Zaira tempati , untung saja mereka berada di kamar VVIP yang memang di khususkan untuk keluarga pemilik rumah sakit tersebut jadi tempat tidurnya muat jika ditempati dua orang.


" Sudah, jangan banyak berpikir. sekarang kamu istirahat ya sayang!" Azka menarik Zaira ke dalam pelukannya. " Besok jika dokter sudah mengizinkan kamu pulang, kita akan menjenguk sahabat kamu itu, bagaimana?." lanjutnya lagi.


" Iya mas" sahut Zaira tersenyum lalu menenggelamkan wajahnya di curuk leher jenjang Azka.


Karena waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 dua insan manusia yang saling memberi kehangatan dan kenyamanan satu sama lain itu pun akhirnya sudah tertidur dengan lelap.

__ADS_1


__ADS_2