Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Aldy mondar mandir di dalam apartemennya, berkali-kali menelpon nomor ponsel Khanza tapi tidak kunjung aktif.


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore tapi Khanza belum juga pulang, bahkan Aldy sudah mencari ke rumah bu Khodijah hasilnya nihil Khanza tidak ada di sana.


Kecemasan dan kekhawatiran menyeruak begitu saja, perkiraan buruk pun ikut menghantuinya.


Aldy pun meminta alamat rumah Miska kepada bu Khodijah dan lagi-lagi saat mendatangi rumah Miska, Khanza juga tidak berada di sana dan yang membuat Aldy tercengang dan mengeraskan rahangnya saat tahu ternyata Khanza pergi bersama Nicko yang Aldy tahu laki-laki itu pernah berniat buruk terhadap isterinya.


Miska yang tahu dari Aldy kalau ternyata Khanza belum juga pulang ikut merasa cemas.


" Pak tolong kalau sudah ada info tentang Khanza kabari saya ya pak!" pinta Miska saat Aldy pamit pulang dan ingin mencari Khanza kembali


Miska sudah menghubungi teman-temannya yang lain dan hasilnya pun sama Khanza tidak ada bersama mereka.


Aldy sudah mencari ke berbagai tempat tapi Khanza belum juga ketemu, ia memukul setir mobilnya berkali-kali, pikirannya kalut takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap Khanza.


Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam tapi Aldy masih belum juga mendapat kabar tentang keberadaan Khanza. Rencana ingin pergi berbelanja dan berkunjung ke rumah ibunya malah gagal total.


Aldy memutuskan untuk kembali ke apartemennya berharap Khanza sudah pulang.


Dengan langkah gontai Aldy melangkah menuju apartemennya.


Ceklekk


Pintu apartemen terbuka hati Aldy mencelos saat ruangan tersebut masih gelap gulita.


Aldy menyalakan lampu lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa dengan kasar.


" Kamu dimana sayang?" gumam Aldy mengusap wajahnya kasar


" Baru pulang mas?" suara lembut yang sangat ia rindukan terdengar jelas di telinganya dan sungguh mengejutkannya


Aldy mendongak dan netranya menangkap sosok wanita yang sedari tadi tengah mengusik hati dan pikirannya seharian.


" Sayang kamu_" Aldy beranjak dari duduknya dan langsung menghampiri Khanza menariknya ke dalam pelukannya.


" Ya ampun sayang kamu kemana saja, aku mencarimu seharian?" tanya Aldy Setelah mengurai pelukannya.


" Maaf!" ucap Khanza lirih


" Apa kamu seharian bersama laki-laki itu?" tanya Aldy penuh selidik


" Apa dia melakukan sesuatu padamu?" Aldy menelisik dan memeriksa keadaan isterinya itu


Khanza menghempaskan tangan Aldy yang berada di pundaknya dengan kasar lalu melangkah mundur


" Apa kamu meragukan aku mas?" tanya Khanza


" Bukan... bukan itu maksudku sayang, aku hanya takut dia sampai menyakiti mu!" ralat Aldy takut Khanza salah paham.


" Aku cemas setengah mati saat tahu kamu pergi bersama anak itu"


" Kenapa kamu begitu ceroboh, kalau dia sampai menyakiti mu bagaimana?"


" Aku mencarimu ke rumah ibu tapi kamu tidak ada, aku kerumah temanmu Miska katanya kamu pergi bersama anak itu. kau membuat ku gila mencari mu kesana-kemari tanpa tujuan yang jelas!" tutur Aldy dengan suara yang meninggi


Khanza menundukkan kepalanya merasa sangat bersalah.

__ADS_1


" Kenapa ponsel mu juga tidak aktif, aku sudah berkali-kali menghubungi mu tapi tidak juga aktif!" kesalnya


" Ponselku baterai nya habis!" jawab Khanza dengan rasa bersalah.


" Kenapa kamu bisa senekat itu sayang, kamu tidak tahu betapa takut dan khawatirnya aku". Aldy kembali menarik Khanza kedalam pelukannya


" Maaf mas" ucap Khanza didalam pelukan Aldy


" Apa dia menyakitimu?" Khanza menggeleng


walau bagaimanapun Nicko pernah menjadi sahabat baiknya. dia tidak ingin Aldy tahu yang nantinya akan berimbas pada masa depan Nicko jika Aldy melaporkan perbuatan Nicko ke pihak yayasan dan bukan tidak mungkin Nicko akan di keluarkan dari sekolah.


Khanza berharap Nicko akan menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulanginya lagi.


Aldy mengurai pelukannya dan menggiring Khanza untuk duduk di sofa.


" Sayang apa sebenarnya yang terjadi antara kamu dan anak itu? kenapa kamu bisa pulang setelat ini hem?" tanya Aldy dengan suara lembut


" Emmmm.... aku pulang telat karena tadi aku berjalan kaki" ucap Khanza sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal


" Jalan kaki?" Khanza mengangguk


" Aku akan mengatakan yang sebenarnya tapi kau harus berjanji dulu!" pinta Khanza takut-takut


"Berjanji apa?" tanya Aldy


" Berjanji setelat aku mengatakannya kamu tidak marah!"


Aldy berpikir sejenak dan pada akhirnya mengangguk pasrah


" Iya aku janji!" jawab Aldy lalu mengacak-acak rambut Khanza


" Nicko memang sempat membawaku ke sebuah rumah yang aku juga tidak tahu itu rumah siapa, letaknya di pinggir kota dan masih terbilang sepi."


" Apa jadi anak itu membawamu ke daerah sepi?" Khanza mengangguk Aldy sudah merah padam menahan amarahnya


" Dia memang mempunyai niat buruk aku sudah tahu itu tapi aku ingin dia sadar kalau perbuatannya itu salah dan berharap dia bisa kembali menjadi Nicko sahabat yang aku kenal tapi ternyata hasutan Bayu sudah termakan olehnya sehingga apapun yang Bayu katakan dia menurut begitu saja!" tutur Khanza menceritakan


" Tapi kamu tidak apa-apa kan, mereka tidak melakukan hal-hal buruk ke kamu kan?" tanya Aldy begitu khawatir


" Alhamdulillah aku baik-baik saja mas"


" Tapi apa yang akan mas lakukan jika hal buruk menimpaku? apa mas akan pergi meninggalkan ku?" tanya Khanza ingin tahu


" Iya, mas akan pergi meninggalkan mu sekarang juga jika mereka berani melakukan hal buruk padamu"


Jlepp


" Mas akan pergi meninggalkan ku dan membuang ku?" air mata Khanza menggenang begitu saja


" Iya mas akan pergi meninggalkan mu dan mencari mereka, mas akan habisi mereka dengan tangan mas sendiri" lanjutnya


" Mas tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mu " lanjutnya dengan gemuruh di dada


" Jika sampai hal itu terjadi apa mas akan pergi?"


" Jangan bicara seperti itu mas tidak akan membiarkan hal itu terjadi"

__ADS_1


" Seandainya mas?"


" Tidak akan ada kata seandainya, mulai sekarang mas akan menjagamu dan mas tidak akan mengizinkan kamu pergi lagi tanpa mas"


" Tapi ini kalau seandainya?"


" Tidak ada satupun yang bisa merubah perasaan mas ke kamu sayang. kamu hanyalah Korba dan mas hanya akan membenci diri mas sendiri"


" Kenapa begitu?"


" Karena mas sudah gagal menjaga dan melindungi kamu isteri mas " Khanza sangat terharu dan langsung berhambur ke dalam pelukan sang suami


" Terima kasih mas, maaf kalau aku sudah membuat mas khawatir." ucap Khanza dalam pelukan Aldy


" Tidak apa-apa sayang, yang terpenting sekarang kamu dalam keadaan baik-baik saja"


Khanza mengurai pelukannya dan tersenyum lalu menghapus jejak sisa air matanya.


" Apa kamu menghajarnya?" tanya Aldy setelah kondisi lebih tenang dan Khanza mengangguk


" Iya, sepertinya mereka syok melihatku mas" Sahut Khanza


" Syok kenapa?" Aldy menaikkan satu alisnya


" Nicko selama ini tidak tahu kalau aku bisa ilmu bela diri dan dia terlihat syok saat aku memberinya pelajaran dan bertambah syok saat aku menghajar semua anak buah Bayu yang mencoba menghalangi aku pergi" cerita Khanza


" Oh ya ampun sayang, kamu menghajar mereka semua sendiri?" Khanza mengangguk


" Sebenarnya bukan hanya anak itu yang syok sayang, suami mu ini juga syok kalau kamu ini ternyata sangat jago ilmu bela diri, ya mas takut aja saat mas minta hak mas yang ada kamu menghajar mas babak belur lagi!" sahut Aldy membuat Khanza seketika tergelak tawa.


" Ya ampun mas ada-ada saja, iya aku akan menghajar mas kalau mas berani memaksa aku!" sahut Khanza seraya tertawa geli


" Terus bagaimana kamu berjalan kaki?" tanya Aldy yang masih penasaran


" Ya akukan datangnya bersama Nicko, sementara dia sudah aku hajar sampai babak belur masa aku minta anterin pulang sama dia" sahut Khanza


" Kenapa tidak pesan ojol atau naik taksi?"


" Apa mas lupa kalau ponselku mati?'


" Oh iya"


"Oiya, apa kamu yakin tidak ingin pihak sekolah tahu tentang hal ini?"tanya Aldy yang langsung membuat Khanza terdiam sesaat lalu menggeleng


" Walau bagaimanapun Nicko adalah sahabat baikku dulu, sekarang biarkan saja dia mengintropeksi diri. Jika dia masih berani melakukan hal negatif lagi baru kira bertindak mas" Aldy tersenyum bangga terhadap isteri kecilnya itu.


" Kamu memang gadis yang baik hati, sungguh beruntung aku memiliki isteri seperti mu!" ucap Aldy bangga


" Tentu saja mas harus bangga, aku ini limited edition" sahut Khanza lalu tertawa


" Ya ... ya... kamu memang limited edition, unik dan patut di musiumkan"


" Ishh.... memangnya aku benda purbakala apa?" Khanza pasang wajah memberengut


" Lebih dari itu!" ledek Aldy


" Mas.....!"

__ADS_1


" Ha..ha....!"


Pasangan suami istri itu tertawa bersama hilang sudah rasa tegang yang sedari tadi menyelimuti hati keduanya


__ADS_2