Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

" Mas Aldy" wanita itu menghampiri meja Aldy dan Khanza


" Apa kabar mas, sudah lama ya kita tidak bertemu?" sapa wanita yang tidak lain adalah Mila.


" Baik" jawab Aldy singkat. karena merasakan aura tidak nyaman pada isterinya dengan santai Aldy meraih tangan Khanza lalu menyematkan jari-jari mereka.


Khanza menoleh ke arah tangannya yang sudah berada di dalam genggaman tangan Aldy, Khanza ingin melepaskannya tapi Aldy semakin kuat menggenggamnya.


" Boleh aku gabung di sini mas?" tanya Mila yang sudah mendudukkan dirinya di samping Aldy.


Khanza hanya bisa menghela napas panjang dan meliriknya sekilas lalu menyibukkan tangannya yang bebas dengan ponselnya.


Sebenarnya ingin rasanya ia beranjak dari duduknya dan meninggalkan mereka berdua namun hatinya tidak terima jika suaminya berdekatan dengan rubah betina yang ada di hadapannya saat ini.


Belum reda amarah Khanza mengenai kebersamaannya bersama Mila sewaktu hamil dulu tau-tau yang dibicarakan malah ada di depan mata, Aldy dapat merasakan kemarahan Khanza yang berlipat ganda dan juga ketidak nyamanannya dengan kehadiran Mila yang sudah duduk di antara mereka.


"Mas kamu kesini pasti karena teringat waktu kita dulu sering kesini kan?" tanya Mila dengan wajah yang berseri


" Terima kasih banyak loh mas, dulu sewaktu aku hamil Nino kamu sering menemani aku kesini" ceritanya dengan semangat


Mila dengan antusias menceritakan tentang kebersamaannya dengan Aldy dulu sewaktu mengandung Nino dan mendengar hal itu jelas membuat Khanza memutar bola matanya malas.


Aldy tidak menghiraukan ucapan Mila tapi matanya terus menatap lekat wajah Khanza yang sedari tadi diam saja yang sok menyibukkan dirinya sendiri.


Tring


Pesan masuk ke ponsel Khanza, dengan malas Khanza membuka pesan tersebut.


" Tidak usah menghiraukan ucapannya sayang, mas melakukan itu hanya atas dasar kasihan dan memenuhi permintaan Toni untuk menjaganya, tidak lebih dari itu sayang, percaya sama mas"


" Jangan terpancing dengan ucapannya mas cuma cinta dan sayang sama isteri mas seorang"


Khanza mendongak dan menatap ke arah Aldy yang sedang mengulas senyum kepadanya.


Aldy dengan sengaja mengangkat tangan Khanza yang berada di dalam genggamannya lalu mengecupnya dengan lembut.


"Sayang kamu kenapa diam saja hem?" tanya Aldy kepada Khanza membuat Mila yang tengah asik bercerita langsung diam seketika.


" Aku sudah lapar banget mas" sahut Khanza dengan manja


Dan tidak lama berselang pesanan mereka pun tiba " Silahkan mbak , mas.. "


"Terima kasih ya Bu!" ucap Khanza seraya menarik piring yang berisi lontong sayur tersebut.

__ADS_1


Khanza dan Aldy menikmati makanan mereka dengan santai bahkan sesekali mereka saling menyuapi satu sama lain, mereka bersikap cuek tanpa menghiraukan keberadaan Mila yang tengah mendengus kesal karena merasa di abaikan.


" Mas Aldy!" panggil Mila dengan wajah kesal


Aldy menoleh " Mas kok jahat banget sih nyuekin Mila kayak gini" ucap Mila mendengus kesal


" Maaf Mila aku lupa kalau masih ada kamu kirain sudah pergi" jawab Aldy santai


" Mas kenapa sih nyuekin Mila hanya karena wa_" belum selesai dengan ucapannya Aldy sudah lebih dulu memotong ucapannya.


" Ayok sayang kita pergi dari sini, mas tidak mau kamu merasa tidak nyaman disini!" ucap Aldy yang sudah beranjak dari duduknya seraya mengulurkan tangannya kepada Khanza dan tidak lupa juga ia mengeluarkan uang berwarna merah dari dompetnya lalu meletakkannya di atas meja.


" Bu maaf uangnya saya letakkan di atas meja ya!" ucap Aldy kepada pemilik kedai


" Iya mas tapi kembaliannya?" seru ibu penjual lontong sayur tersebut saat melihat uang seratus ribuan.


" Ambil saja Bu" ucap Aldy yang sudah keluar dari kedai tersebut bersama Khanza


" Mas Aldy tunggu!" teriak Mila


" Mas sebaiknya selesaikan dulu urusan mas dengannya!" titah Khanza dengan nada ketus


" Urusan apa? mas dengan dia tidak ada urusan apa-apa dia saja yang tidak tahu malu" kesal Aldy


" Mas Aldy kenapa sikap mas Aldy semakin dingin sih pada Mila?"


" Apa karena dia?" tunjuk Mila kepada Khanza membuat Khanza yang ditunjuk oleh Mila merasa geram dan ingin melepaskan tangannya yang digenggam Aldy lalu memberinya pelajaran.


" Jangan terpancing emosi olehnya sayang, ingat dengan kandungan kamu!" bisik Aldy


pada Khanza


" Dedek enggak mau bundanya bergulat dengan wanita itu lebih baik bergulat dengan ayahnya di atas ranjang" bisiknya lagi


Mendengar bisikkan yang terakhir Khanza langsung menoleh dan melotot tapi Aldy malah tersenyum tipis.


Dan disaat dua wanita dihadapannya tengah terbakar emosi bisa-bisanya ia malah dengan santai mengecup kening Khanza.


" Mas tidak mau si dedek merasa terganggu sayang dengan emosi dan juga kekesalan yang dirasakan bundanya" ucap Aldy mengelus lembut pipi Khanza.


Mila yang melihat perlakuan lembut Aldy kepada Khanza semakin geram dan tersungut emosi, ia lalu menghampiri Khanza dan hendak menjambak rambut Khanza.


Aldy yang mengetahui pergerakan Mila dengan cepat langsung mencekalnya dan menghempaskannya dengan kasar.

__ADS_1


" Berani kamu menyentuhnya aku patahkan tanganmu !" bentak Aldy dengan raut wajah yang cukup menyeramkan hingga beberapa orang yang berada di sekitar parkiran kedai tersebut menoleh ke arah mereka merasa terkejut mendengar bentakan Aldy.


Mila yang tidak pernah melihat Aldy sampai semarah itu pun bergidik ngeri dengan wajahnya yang pias dan gemetar karena ketakutan dengan aura dingin Aldy yang mencekam.


" Mas!" Khanza pun merasa terkejut karena ini adalah kali pertama Khanza melihat kemarahan Aldy


Aldy menoleh dan seketika Khanza dibuat heran karena saat menoleh ke arahnya wajah Aldy yang menurut Khanza sangat menyeramkan ketika menatap Mila berubah sangat manis dan tampan dengan senyum tipis yang menghiasi wajahnya.


" Kita pulang sekarang sayang!" ucapnya lembut dan Khanza mengangguk pelan dan membalas senyumannya.


" Ingat satu hal Mila aku tidak akan membiarkan kamu menyentuhnya, sedikit saja kamu berani menyentuhnya walau hanya sehelai rambutnya sekalipun aku pastikan kamu akan mendapatkan 100 kali lipat dari itu, aku tidak akan pernah main-main dengan ucapan ku!" ancam Aldy sebelum beranjak pergi


Mila berusaha melawan rasa ketakutannya lalu tersenyum miring saat Aldy dan Khanza hendak pergi meninggalkannya " Kalian adalah guru dan murid jika aku jadikan skandal pasti kalian akan di depak dari sekolah SMA Darma Bangsa" Ancam Mila balik


Aldy yang mendengar ucapan Mila malah tertawa dan Khanza pun hanya mengerutkan keningnya


" Kamu mengancam ku?" Aldy menyeringai


" Skandal mu diluaran lebih banyak dan itupun sungguh sangat menjijikkan, jika kau menyebarkan berita tentang hubungan ku dengan isteriku yang sudah sah dimata hukum dan agama paling-paling aku dikeluarkan dari sekolah dan aku masih bisa bekerja di perusahaan papa ku sedangkan isteriku masih bisa homeschooling" ucap Aldy dengan santai


" Lalu bagaimana dengan nasibmu? semua orang pasti akan menatap mu dengan jijik dan aku yakin Toni pun akan segera menceraikan mu !" Mila seketika diam


" Ap... apa maksudmu?" ucap Mila dengan sedikit gugup


" Kau lupa Khanza dan teman-temannya memiliki beberapa bukti video perselingkuhan mu dari Toni dan bukti tersebut kini sudah berada di tangan ku, awalnya aku diam dan tidak ingin membahas tentang hal ini tapi kamu sendiri yang berani memulainya, jadi berani kamu mengusik isteriku maka bersiaplah aku akan membalasnya lebih dari itu!"


Mila seakan sulit menelan salivanya kata isteri yang berkali-kali Aldy ucapkan seperti sebuah belati yang langsung menancap ke jantung


Deg


" Isteri? jadi ucapan waktu itu mas bilang sudah menikah dia adalah isteri yang kamu maksud?" tanya Mila


" Iya benar, dia adalah isteriku isteri yang sangat aku cintai. awalnya aku tidak ingin mengatakannya tapi kau terus saja mengganggunya jadi mulai sekarang berhentilah mengganggu ku dan juga isteriku!"


" Jalanilah hidupmu dengan baik bersama Toni, kalian sudah punya Nino dan juga adiknya yang masih bayi, kasihan mereka jika kamu masih bersikap seperti ini!" pesan Aldy


" Ta..tapi aku mencintaimu mas!" ucap Mila tiba-tiba membuat Khanza membulatkan matanya


" Itu bukan cinta tapi obsesi... sadarlah Mila kamu adalah seorang ibu limpahkan lah cinta dan kasih sayang mu untuk anak-anak mu!" Mila hanya bisa menangis


" Mbak Mila maaf jika aku lancang tapi satu hal yang harus mbak Mila ingat apa yang mbak Mila tanam itulah yang akan mbak Mila tuai nantinya"


" Jika yang mbak tanam sebuah kebaikan maka kebahagiaan lah yang mbak Mila tuai nantinya "

__ADS_1


" Tapi jika yang mbak tanam kebencian dan keburukan maka kehancuran lah yang mbak Mila tuai dengan penyesalan yang akan berakhir dengan sia-sia" pesan Khanza yang langsung membuat Mila menoleh ke arahnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Ayok sayang!" Aldy pun langsung mengajak Khanza pergi dan masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Mila yang masih diam membeku di tempat menatap miris mobil Aldy yang pergi semakin menjauh dan menghilang dari pandangan mata.


__ADS_2