Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Zaira Mual


__ADS_3

Saat ini Azka sedang membujuk sang isteri yang sedang merajuk pasalnya setelah para sahabatnya pulang Zaira merengek ingin tetap bisa ikut acara camping.


Flashback on


"loe beneran ngidam Za?" tanya Mia to the points.


Deg


Zaira seketika menghentikan tangannya yang tengah mencocol sambal rujak dan menoleh kearah Mia dengan raut wajah yang sulit untuk diartikan.


" Za tebakan gue benarkan?" ulang Mia karena Za masih diam


" Udah gak usah pakai loe tutup-tutupin dari kita!" ucap Mita menambahi


Seketika Zaira yang tadinya diam saja malah cengengesan.


" Dih ini anak bukan ngejawab malah cengengesan gitu!" ucap Mia gemes lalu melempar Zaira dengan kulit kacang.


" Gue emang gak bisa bohong ya dari kalian semua" ucap Zaira cengir kuda


" Waahh benar Za loe lagi_?" Mia membulatkan tangan didepan perutnya sendiri.


Zaira hanya mengangguk lalu tersenyum sebagai jawaban dan seketika Mia dan Mona tercengang dan menutup mulutnya bersamaan merasa begitu tidak percaya kalau Sahabatnya kini tengah berbadan dua. Sementara Indah tidak terlalu terkejut dia juga merasa sudah filling dari awal sama seperti Mita


" Berarti loe sama pak Bagaz udah itu..itu.. ya?" tanya Mona yang gesrek


" Ya iyalah udah oneng, kalau belum mana mungkin Za bisa tekdung begitu!" sahut Mita lalu menoyor kepala Mona.


" Tapi Mita, Lia kok loe gak kaget sih loe juga Ndah.. emmm gue tau loe pasti udah tau duluan kan?" tanya Mia yang sedikit curiga dengan ketiga sahabatnya itu.


" Ihhh ini anak ikutan telmi kayak si Mona, ya jelaslah si Lia udah tau duluan, emang loe lupa kalau Lia itu adik iparnya Za?" celetuk Indah.


" iya ya!" Mia cengengesan " Tapi kalau loe berdua?" cecar Mia


" Ya gue sih dari awal juga udah curiga, kalian juga kan tau Za itu paling gak suka yang rasanya asam !" ucap Mita yang memang tau kalau Zaira tidak terlalu suka yang rasanya asam-asam.


" Betul itu, gue juga udah filling dari awal" jawab Indah setuju dengan yang dikatakan Mita


" Iya juga sih!" Mia menimpali


" Berarti kalian aja yang kurang peka!" ucap Lia ikut menyahut.


" Terus besok gimana Za, loe gak bisa ikut dong?" tanya Indah yang tiba-tiba teringat dengan acara Campingnya.


" Menurut gue sih gitu,kak Azka pasti gak akan ngizinin Za ikut" sahut Lia


" Ikut, gue tetap akan ikut" jawab Zaira yang sebenarnya masih ragu takut suaminya tidak akan memberi izin.


" Ya semoga aja loe bisa ikut ya Za!" ucap Mona


" Oia, gaes balik dulu yuk! nanti sore jam 5 kita ketemuan lagi di cafe biasa gimana?" ucap Mia


" Gue setuju!" sahut Indah


" oke kalau begitu, jam 5 harus udah pada kumpul ya, jangan pakai molor" sahut Mita


Setelah semuanya pamit pulang Zaira pergi ke kamarnya untuk menemui Azka meminta izin untuk ikut ke acara camping.


Flashback off


Azka memijat keningnya yang terasa berdenyut memikirkan keinginan sang isteri yang bersikeras ingin tetap ikut acara camping tersebut


Azka hanya khawatir jika dalam kondisi Zaira yang seperti ini tetap ikut camping takutnya akan membahayakan Zaira dan juga kandungannya.


" Ini yang aku gak suka , apa-apa pergerakan aku mulai jadi dibatasi. padahal mas kan tau sendiri aku sangat ingin ikut acara tersebut. mas jahat tau gak!" Rajuk Zaira yang sudah bergelung dalam selimut.


Azka mengacak-acak rambutnya kasar bingung harus bagaimana lagi membujuk istrinya kecilnya untuk tidak mengikuti acara camping besok.


" Sayang bukan mas ingin membatasi ruang gerak kamu dan juga mengekang kamu, bukan itu maksud mas melarang kamu ikut acara tersebut Sayang. kamu kan tahu kondisi kamu saat ini sedang tidak memungkinkan untuk ikut acara tersebut. mas hanya tidak ingin terjadi apa-apa sama kamu dan juga calon bayi kita sayang!" ucap Azka mencoba untuk memberi Zaira pengertian.


" Mas aku bisa jaga diri aku sendiri, aku sudah besar mas. ini terjadi cuma sekali mas dan aku gak mau kehilangan masa-masa remaja aku di sekolah bersama teman-teman aku mas, apalagi jika perutku sudah terlihat besar mana mungkin aku bisa ikut kegiatan sekolah lagi" ucap Zaira lirih yang merasa tidak ingin kehilangan masa mudanya. katakanlah saat ini Zaira egois.


Azka termenung dan mencerna ucapan yang Zaira lontarkan kepadanya. Ia merasa egois jika melarang Zaira untuk ikut acara tersebut dimana kelak kebebasannya yang akan benar-benar terenggut jika usia kandungannya sudah mulai membesar. Azka menarik napasnya dalam-dalam memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk kebaikan istrinya.


Setelah lama berpikir akhirnya Azka mengizinkan Zaira tetap ikut acara Camping tersebut dengan satu syarat Zaira harus berhati-hati dan jangan ceroboh.


Zaira yang sudah mendapatkan izin dari suaminya tentu saja merasa sangat senang, Zaira langsung memeluk Azka dengan erat.


" Terima kasih sayang!" ucap Zaira menenggelamkan wajahnya di dada bidang Azka.


" Sama-sama sayang, tapi kamu harus janji untuk menjaga diri kamu dan calon bayi kita ini dengan baik" ucap Azka mengelus perut Zaira dengan lembut.


" Iya mas aku janji"


" Ya sudah sekarang istirahatlah!" pinta Azka mengecup kening Zaira


" Tapi mas aku harus mempersiapkan keperluan untuk acara camping besok" tolak Zaira yang ingin turun dari tempat tidur.


Azka menahan Zaira yang hendak turun dari tempat tidur, " kamu mau kemana?" tanya Azka

__ADS_1


" Mas aku ingin nyiapin buat besok!" Zaira menyingkirkan tangan Azka yang menahan tubuhnya.


" Gak usah biar mas saja yang nyiapin semuanya dan nanti mas juga akan minta tolong sama adik ipar kamu yang bawel itu untuk membelikan beberapa keperluan kamu yang lainnya. jadi kamu gak usah khawatir ya sayang!" ucap Azka menenangkan Zaira yang dengan penuh perhatian Azka menyuruh Zaira untuk tidur.


" mas terima kasih ya!" ucap Zaira dengan senyum manisnya.


Azka hanya tersenyum tipis lalu mendaratkan kecupan singkat di kening Zaira.


" Istirahatlah!" ucapnya


Azka keluar dari kamar dan membiarkan Zaira untuk istirahat.


Azka berjalan ke arah kamar Lia yang letaknya di seberang kamarnya.


Tokkkk


Tokkkk


Tokkkk


" Mel... Meliani!" panggil Azka mengetuk pintu kamar Lia


Ceklekk


" Iya ada apa Kak?" tanya Lia yang melihat raut wajah muram sang kakak


" Kamu mau kemana Mel?" tanya Azka yang melihat Lia sudah rapih dengan celana jins dan kaos oblong dibalut jaket jins yang warnanya senada dengan celana.


"Aku mau ke mall sama anak-anak, kenapa memangnya kak?" tanya Lia


Azka masuk ke dalam kamar Lia dan mendudukkan dirinya di sofa yang ada di dalam kamar Lia.


" Za tetap kekeh ingin ikut" ucap Azka melas


" Owh, terus kakak izinin Zaira ikut acara camping besok?" tanya Lia sambil mengikat rambutnya ke atas.


" Kakak sudah berusaha membujuknya tapi Za tetap ingin ikut ya dengan terpaksa kakak izinin." Azka menyandarkan tubuhnya ke badan sofa lalu memejamkan matanya.


" Kakak tidak mau egois Mel merenggut masa remajanya karena bagaimanapun kakak sudah terlalu membatasi ruang gerak Za selama ini apalagi kelak mungkin dia tidak akan bisa lagi berkumpul dengan kalian seperti biasa di sekolah!" curhat Azka kepada adik perempuannya.


" Kakak nitip sama kamu belikan semua keperluan yang Zaira butuhkan untuk acara camping besok ya Mel!" pinta Azka


"Iya kak!" ucap Zaira " Dan kakak juga tidak perlu khawatir besok aku sama anak-anak yang lainnya pasti dengan siaga akan menjaga Zaira dengan hati-hati kok." janji Lia kepada sang kakak


" Baiklah kalau begitu kakak sedikit lega karena ada kalian disana. jika kalian bisa menjaga istri dan juga calon bayi kakak dengan baik. kakak janji selesai acara kakak akan kasih kalian uang saku, bagaimana?" ucap Azka menawarkan


" Baiklah kalau begitu, ini ambil!" Azka memberikan kartu kredit miliknya kepada Lia.


" Pakai ini untuk membeli keperluan kamu dan juga Zaira!" ucap Azka seraya menyodorkan kartu kredit tersebut.


" Oke kak!" ucap Lia dengan penuh semangat. lumayan uang sakunya utuh batinnya.


Setelah selesai dengan Lia, Azka kembali ke kamarnya.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Acara Camping.


Semua siswa dan siswi sekolah SMA Darma Bangsa sedang bersiap-siap memasuki mobil bus yang akan membawa mereka ke area perkemahan tepatnya di daerah puncak.


Sebelum berangkat Azka tidak henti-hentinya mengingatkan Zaira untuk berhati-hati dan tidak boleh jauh-jauh dari Lia dan juga teman-temannya.


Zaira masuk ke dalam bus dan duduk di bangku paling depan bersama Lia dan juga teman-temannya yang duduk di bangku samping dan belakang Zaira dan tentu saja itu sudah di atur oleh Azka sebelumnya apalagi semua juga tahu siapa Lia jadi tidak ada yang berani protes.


Mobil bus yang mereka tumpangi sudah melaju meninggalkan area sekolah menuju tempat tujuan. para siswa dan siswi nampak begitu gembira dan selama perjalanan ada sebagian murid yang memilih bernyanyi, ada yang mengobrol dengan teman sebangkunya dan ada pula yang memilih tidur.


Azka yang memang memilih satu mobil dengan sang istri tidak henti-hentinya terus memperhatikan kondisi Zaira yang nampak diam saja dengan wajah yang sedikit pucat.


" Za loe gak apa-apa?" tanya Lia yang nampak sedikit khawatir dengan keadaan Zaira saat ini


" Za kenapa?" tanya Mita dari belakang


Lia hanya menggidikan bahunya sebagai jawaban.


" Za loe mual?" tanya Mita yang sudah berdiri di samping kursi Lia karena Zaira duduk di pojok dekat kaca jendela.


Zaira hanya menoleh sebentar lalu membekap mulutnya. Mita yang tahu jika Zaira hendak muntah hendak menghampiri Azka meminta kantong plastik tapi sebelum Mita beranjak Azka sudah lebih dulu menghampirinya.


" Pak minta kantong plastik, Zaira sepertinya mau muntah!" ucap Mita


Azka yang mendengar Zaira mau muntah langsung menghampiri Zaira dan memberikannya kantong plastik.


" Kamu tidak apa-apa?" tanya Azka cemas


Zaira tidak menjawab dan langsung mengambil kantong plastik dari tangan Azka dan mengeluarkan seluruh isi perutnya yang bergolak minta dikeluarkan.


" Huekkk.... huekkk...!"


para siswa dan siswi yang mendengar Zaira muntah ada yang merasa kasihan, ada yang merasa cuek ada pula yang merasa jijik dan mengumpat Zaira dalam hati.

__ADS_1


Bu Mayang yang kebetulan satu mobil dengan mereka, berjalan menghampiri Zaira dan mengira Zaira hanya berpura-pura demi mendapatkan perhatian dari Azka.


" Akh.. paling juga cuma pura-pura!" gumam Bu Mayang pelan setelah berada di dekat Zaira dan teman-temannya namun masih bisa terdengar oleh Mita dan juga Azka yang kebetulan berdiri didekatnya.


" Maaf, Bu Mayang tadi ngomong apa ya?" tanya Mita yang mendengar gumaman Bu Mayang dengan masih nada sopan.


" Ngomong apa,saya tidak ngomong apa-apa kok" elak Bu Mayang


" Benarkah?" tanya Mita memincingkan alisnya sementara Azka sudah merasa geram dengan keberadaan Bu Mayang yang bukannya membantu malah membuat kesal.


" Bu Mayang, saya minta tolong ya Bu Mayang urus Alzaira, kasihan dia mabuk Bu, muntah-muntah terus dari tadi !" ucap Azka yang sebenarnya sangat tidak tega melihat Zaira yang terus saja muntah.


Lia dengan telaten dan sabar memijat tengkuk leher Zaira dan sesekali mengusap punggungnya.


" Maaf pak Bagaz saya tidak bisa kalau disuruh mengurus murid yang mabok begini, lagian nyusahin banget sih pakai mabok segala!" ucap Bu Mayang mencibir.


" Bu Mayang kok ngomongnya gitu, emang Zaira mau apa mabok kayak gini!" ucap Lia yang sudah kesal dengan ucapan Bu Mayang.


Bu Mayang diam dan memutar bola matanya malas


" Bu Mayang maaf, jika ibu tidak bisa membantu, sebaiknya ibu kembali ke kursi ibu saja ya,!" ucap Lia berusaha sabar menghadapi orang seperti Bu Mayang.


" Kamu!" kesal Bu Mayang menatap sini Lia dan Zaira


" Bu Mayang!" ucap Azka menengahi


Bu Mayang akhirnya dengan raut wajah kesal pergi kembali ke kursinya


Setelah Bu Mayang pergi Azka meminta Lia untuk bergeser duduknya pindah ke kursi sebelah.


Azka dengan lembut memijat tengkuk leher Zaira " bagaimana sudah baikkan?" tanya Azka dan Zaira hanya mengangguk.


Zaira duduk bersandar dan memejamkan matanya " Apa masih mual?" tanya Azka lagi dan Zaira lagi-lagi hanya mengangguk pelan.


" Pulang saja ya?" tawar Azka karena merasa sangat khawatir dengan kondisi Zaira saat ini dan Zaira menggeleng.


Azka menghela napasnya kasar dan menghempaskan punggungnya dengan kasar ke kursi mobil.


Zaira tahu Azka pasti kesal dengan dirinya tapi dia benar-benar ingin ikut acara camping kali ini yang sejak dulu tidak pernah mendapat izin ikut oleh ayahnya.


" Saya tidak apa-apa pak!" ucap Zaira pelan karena tahu Azka pasti sangat mengkhawatirkan dirinya.


" Tidurlah!" ucap Azka tanpa menoleh.


Zaira mendengus kesal dengan sikap dingin suaminya yang tiba-tiba.


Azka yang baru saja akan memejamkan mata tiba-tiba dikejutkan dengan suara siswi di sampingnya yang kembali memuntahkan isi perutnya.


" Dasar keras kepala!" umpat Azka kesal karena sikap keras kepalanya Zaira.


Dengan telaten Azka memijat dan mengusap punggung Zaira. memberinya minyak angin dan membuatkannya teh hangat.


Zaira nampak berbinar tatkala Azka mengeluarkan kotak kecil dari dalam tasnya.


" Pak suami tahu aja yang aku mau!" bisik Zaira pelan


Azka tersenyum lalu menggelengkan kepalanya merasa gemas dengan tingkah istri kecilnya.


Zaira dengan lahap memakan rujak mangga yang suaminya bawakan untuknya.


" makannya jangan banyak-banyak nanti mual lagi" ucap Azka mengingatkan


"ini seger banget, rasa mualnya malah sedikit berkurang." sahut Zaira sambil mengunyah rujak mangga mudanya.


" Pelan-pelan saja makannya!" ucap Azka lagi yang melihat Zaira begitu semangat makan rujaknya.


" Iya..iya..!" Zaira mengerucutkan bibirnya merasa kesal dengan kebawelan sang suami.


Setelah selesai makan rujak mangganya Zaira terlihat lebih membaik dan rasa ngantuk tiba-tiba menyerangnya sehingga membuat Zaira tanpa sadar sudah tertidur pulas di bahu Azka.


Azka hanya tersenyum walaupun sebenarnya hatinya kesal dengan sikap keras kepala sang istri tapi mau bagaimana pun dia harus ektra sabar menghadapi bumil yang satu ini.


Azka membiarkan Zaira tidur di bahunya dan tanpa ia sadari kebersamaannya dengan Zaira tidak luput dari pengawasan seorang wanita dewasa yang nampak mengepalkan tangannya.


Bu Mayang nampak geram dengan Zaira yang dengan mudahnya mendapatkan perhatian dari Azka pria yang selama ini di sukainya.


Karena merasa tidak terima dengan kedekatan Azka dan Zaira, Bu Mayang langsung berjalan dan menghampiri Azka dan Zaira.


" Pak Bagaz apa yang sedang anda lakukan di sini. kursi anda disana kenapa bapak ada disini?" tanya Bu Mayang dengan raut wajah kesal.


" Bu Mayang bisa pelankan suara ibu. kasihan Zaira Bu, dia baru saja tertidur!" ucap Azka pelan.


" Cihh, pandai sekali dia merayu bapak, sampai pak Bagaz begitu perhatiannya padanya!" ucap Bu Mayang memincingkan bibirnya.


" Pak Bagaz tidak baik dilihat murid-murid yang lain jika pak Bagaz bersikap seperti ini terhadap Alzaira, nanti yang lain bisa salah paham!" Bu Mayang menunjuk ke arah kursi dibelakang.


" Bu Mayang Zaira itu sedang sakit dan saya sebagai guru yang mendampingi murid-murid di mobil ini sudah menjadi tanggung jawab saya mengurusnya. dan tadi bukannya saya sudah meminta tolong pada Bu Mayang ya tapi Bu Mayang sendiri yang menolaknya" sahut Azka panjang lebar membuat Bu Mayang tidak bisa lagi berkata apa-apa.


" Terserah pak Bagaz saja, saya hanya mengingatkan!" Bu Mayang mendengus kesal lalu kembali ke kursinya.

__ADS_1


__ADS_2