
Dokter terdiam menatap lekat wajah pria yang nampak begitu gusar menunggu seseorang yang dibilang istrinya.
" Zaira, Alzaira? apa yang bersama dengan pria itu adalah Al tapi dia bilang tadi istri. atau Zaira yang lain gak mungkin jika Al dia itu masih sekolah dan belum menikah?" batin dokter Ariel
" Dokter Ariel!" sapa dokter Dinda saat melintas di depan dokter Ariel yang terlihat sedang melamun
" Eh Iya ada apa dokter Dinda?" tanya dokter Ariel yang terkesiap dari lamunannya
" Dokter sedang apa disini, seperti sedang memikirkan sesuatu?" dokter Dinda balik bertanya.
Dokter Ariel tersenyum , senyum yang membuat dokter Dinda meleleh.
" Ah bukan apa-apa, hanya merasa tidak asing dengan wanita yang baru saja bersama dokter tadi, kalau tidak salah namanya Zaira bukan?"
" Dokter Ariel kenal dengan Zaira?"
" Apa namanya Alzaira Kiana Putri?" terka dokter Ariel
" Dokter tahu?"
" Aku kakaknya dia adik angkatku!" sahut dokter Ariel
" Benarkah?"
" Iya, kami sudah lama berpisah. lalu siapa laki-laki tadi yang bersamanya?"
" Dia pak Bagaz suami Zaira" Deggg
" Dokter Dinda jangan bercanda, adikku masih sekolah mana mungkin sudah menikah?" dokter Ariel tidak percaya dengan ucapan dokter Dinda yang seperti mengada-ada.
"Tapi setahu saya memang seperti itu karena dia adalah salah satu pasien saya!" ucap dokter Dinda
" Maksud dokter Dinda?" tanya dokter Ariel penasaran.
" Saat ini Zaira tengah hamil dan usia kandungannya sudah memasuki trimester kedua" terang dokter Dinda menjelaskan.
" Untung saja kandungan Zaira termasuk kuat, jadi kejadian yang menimpanya tadi tidak membahayakan kandungannya" ucap dokter Dinda lagi.
" Kejadian apa?"
" Tadi Zaira baru saja melakukan pemeriksaan kandungannya dan sesampainya di lobi ada seseorang yang sepertinya dengan sengaja menubruk Zaira hingga membuatnya terjatuh. untung saja Zaira sepertinya dengan cepat menopang badannya dengan tangan sehingga jatuhnya Zaira tidak membahayakan kandungannya tapi tangan Zaira yang justru terkilir." ucap dokter Dinda
Flashback on
Dokter Dinda baru keluar dari ruang pemeriksaan, Azka langsung menghampirinya.
" Dokter bagaimana keadaan Zaira?"
" Alhamdulillah, Zaira dan kandungannya tidak apa-apa pak, sepertinya saat terjatuh tadi Zaira menahan tubuhnya dengan tangannya jadi saat ini tangan Zaira nampaknya terkilir." ucap dokter Dinda menjelaskan
__ADS_1
" Alhamdulillah" ucap Azka merasa lega.
" Apa saya sudah boleh menemui dokter?" tanya Azka
" Tentu saja boleh, silahkan!" dokter Dinda mempersilahkan Azka masuk sementara dia pergi menuju ruangannya.
Saat ia hendak melangkah menuju ruangannya, dokter Dinda melihat dokter Ariel yang nampak tengah termenung. karena merasa sedikit penasaran dokter Dinda memilih untuk menghampiri dokter Ariel terlebih dahulu.
Flashback off
" Mengandung? Al hamil? ini benar-benar tidak masuk di akal, tidak mungkin Al ku hamil dia masih sekolah, bukan...dia pasti bukan Al adikku" dokter Ariel menggeleng menepis semua kenyataan yang didengarnya.
" Dokter Ariel anda kenapa?" tanya dokter Dinda yang khawatir karena melihat perubahan sikap dokter Ariel yang nampak begitu syok.
" Aku tidak apa-apa" sahut dokter Ariel yang kemudian berlalu meninggalkan dokter Dinda begitu saja.
Dokter Ariel pergi keluar dari rumah sakit pikirannya saat tertuju pada satu orang yang harus menjawab segala fakta yang sebenarnya.
Dokter Ariel masuk ke dalam mobilnya dan langsung tancap gas menuju kediaman rumah bunda Aryani.
Tidak butuh waktu lama mobil dokter Ariel kini sudah terparkir di depan rumah Bunda Aryani.
Dokter Ariel dengan bergegas masuk ke dalam rumah bunda, ia harus tahu jawaban yang sebenarnya. selama ini bunda maupun Zaira tidak pernah mengatakan apa-apa perihal tentang pernikahan Alzaira adik yang sangat ia cintai.
Besar harapan dokter Ariel jika apa yang ia dengar dari dokter Dinda tidaklah benar adanya. semoga itu adalah Alzaira yang lain bukan Alzaira adik tercintanya.
ia sangat takut apa yang didengarnya benar-benar nyata adanya, dokter Ariel dengan sekuat tenaga menepis semua kenyataan yang akan didengarnya.
Tokkkk.. tokkkk...tokk...
Dokter Ariel mengetuk pintu rumah bunda Aryani, dan tidak lama mengetuk pintu keluar seorang wanita paruh baya membuka pintu untuk dokter Ariel.
" Assalamu'alaikum!" ucap dokter Ariel
" Wa'alaikum salam!" sahut bi Minah menjawab salam dokter Ariel.
" Maaf den cari siapa ya?" tanya bi Minah
" Bi, bunda ada?" tanya dokter Ariel terus terang
" Ada den, mari masuk den biar nanti bibi panggilkan dulu sebentar!" ucap bi Minah sopan.
" Iya bi, terima kasih!" ucap dokter Ariel
Semakin kesini jantung dokter Ariel semakin meronta-ronta. rasanya ini sungguh terlalu aneh degup jantungnya berpacu semakin cepat.
" Semoga bukan Alzaira adik kesayanganku?" ucap dokter Ariel pelan menenangkan dirinya sendiri
Tidak lama bunda Aryani datang menghampiri dokter Ariel, sementara bi Minah diminta untuk membuatnya minuman.
__ADS_1
" Sayang, tumben jam segini kesini? apa ada masalah?" tanya bunda Aryani saat melihat putra angkatnya berdiri saat tahu ia datang.
" Bunda!" ucap dokter Ariel setelah itu menyalami punggung tangan Zaira.
" Ada apa hem?" tanya bunda Aryani selembut mungkin.
Bunda Aryani mencium aroma kesalahpahaman dan ketegangan pasti akan terjadi.
" Bunda!" panggil dokter Ariel lirih.
" Ada apa sayang, cerita sama bunda, apa ada sesuatu yang sudah mengganggu pikiranmu saat ini?" tanya bunda dan perasaan yang sudah tidak enak.
" Bunda!" Isak tangis dokter Ariel pun pecah.
" Sayang ada apa, cerita sama bunda, ada apa hem?" tanya bunda Aryani cemas.
Batin bunda mulai tidak tenang, pasti akan ada sesuatu yang tidak akan mengenakan tapi ini adalah resiko yang tetap harus di hadapi.
" Bunda dimana Al?" tanya dokter Ariel penasaran
Bunda Aryani tercekat lidahnya nampak sulit untuk hanya sekedar menjawab keberadaan Zaira.
" Nak," ucap bunda Aryani lirih
" Bunda ini tidak benarkan bund?" tanya dokter Ariel dengan gejolak hati yang penasaran.
" Benar soal apa sayang?" tanya bunda Aryani lagi
" Bunda, Alzaira ap... apa benar dia su...su.. sudah menikah!"
Deggg
Bunda Aryani tersentak kaget tentang apa yang baru saja didengarnya. Putra angkatnya ternyata sudah tahu jika putri satu-satunya kini sudah menikah.
" Ariel ka.. kamu tahu ini semua dari mana?" tanya bunda Aryani terbata.
" Bunda, tolong jelaskan semuanya padaku bund.?" ucap dokter Ariel lirih.
" Kamu sudah tahu tentang Za?" tanya bunda Aryani
Dokter Ariel mengangguk pelan, air matanya sudah menganak sungai di pelupuk matanya takutnya apa yang dia dengar dari dokter Dinda adalah fakta yang sama.
Dokter Ariel menarik napas dalam-dalam, .mempersiapkan mental dan hatinya.
" Sayang!"
Deg
Deru napas dokter Ariel semakin tidak beraturan menunggu jawaban yang akan diberikan Bunda Aryani
__ADS_1