Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Jeritan hati Mona


__ADS_3

Flashback on


" Yoga.....!" teriak gadis SMA yang tengah berdiri di dekat tepi jurang yang nampak cukup curam dengan airmata yang sudah membasahi pipinya sedari tadi


" Yoga, kenapa penyesalan selalu saja datang belakangan, kenapa justru gue baru menyadari perasaan gue kalau loe ternyata begitu berarti di dalam hidup gue setelah gue kehilangan loe Yo, kenapa Yo kenapa?" tangis gadis itupun pecah begitu saja.


Gadis itu tidak lain adalah Mona, dengan tangisnya yang semakin pecah tubuhnya kini memberingsut kebawah, Mona terus menerus memukul-mukul dadanya yang terasa sangat sesak setiap kali teringat tentang Yoga dan sejuta rasa sesalnya


" Yo, gue sudah berusaha untuk melupakan semuanya tentang loe tapi gue gak bisa Yo, gue gak bisa " ucap Mona dengan berderai air mata.


"Sepertinya loe memang sengaja melakukan ini semua iyakan Yo,? loe sengaja mengungkapkan janji-janji loe terus dengan seenaknya loe mengingkarinya begitu saja agar gue terus menerus hidup dalam penyesalan iyakan Yo?"


" Loe sudah berhasil Yo, loe sudah menang karena loe sudah membuat hati gue porak poranda Yo."


" Karena keegoisan gue, karena ambisi gue karena keserakahan gue sampai gue tidak bisa melihat ketulusan loe dan semua perhatian loe ke gue Yo, gue memang orang yang paling bodoh sedunia Yo, gue benar-benar bodoh!" Mona beranjak berdiri dan berjalan semakin mendekati tepian jurang.


" Gue gak sanggup Yo hidup seperti ini terus, tanpa loe semua terasa sepi. gue kangen sama loe Yo. loe yang selalu mewarnai hari-hari gue selama ini meskipun gue telat menyadarinya. gue ingin kita bersama seperti dulu lagi Yo. loe tunggu gue ya, gue sayang loe Yo." Mona tersenyum getir seseorang yang sedari tadi memperhatikan Mona dari balik pohon dengan mata yang sudah berkaca-kaca nampak sangat khawatir karena Mona berdiri tepat sekali di pinggiran jurang, tersandung sedikit saja maka Mona bisa terhempas jatuh kedalamnya.


Melihat pergerakan Mona yang sedikit mencurigakan putra alias Yoga yang sedari tadi tengah memperhatikan Mona langsung berlari sekencang-kencangnya dan menarik tangan Mona tepat pada saat Mona ingin melompat.


Brukk


Mona dan Yoga jatuh bersamaan. Mona membulatkan matanya saat melihat putra alias Yoga berada di bawah tubuhnya. mata mereka saling bertemu dan saling mengunci ada getaran perasaan aneh yang tiba-tiba Mona rasakan dan sedetik kemudian Mona terkesiap dari keterkejutannya dan langsung beranjak berdiri begitu juga dengan Yoga yang dianggapnya Putra.


" Bodoh, mau apa loe berdiri di situ? mau melompat? sudah merasa hebat sampai ingin mendahului takdir?" omel Yoga membuat Mona malah terpancing emosi


" Loe kenapa sih selalu saja ikut campur urusan gue, loe itu gak tahu apa-apa tentang gue jadi jangan menjadi orang yang sok tahu deh loe" kesal Mona mendorong keras dada Yoga sampai melangkah mundur.


" Jangan campuri urusan gue, sebaiknya loe pergi!" perintah Mona tegas


" Gak akan!" teriak Putra alias Yoga


" Sudah sebaiknya mending loe pergi aja deh dari sini, kasihan juga Mia kalau loe disini nanti dia salah paham dan baper karena semua yang ada di sana berpasangan dan loe malah disini sok nolongin gue lagi, sudah sana pergi!" ucap Mona seraya marah-marah.


" Loe ngomong apa sih gak jelas tahu gak, loe mau gue pergi karena setelah gue pergi loe mau melompat lagi begitu?" tanya Yoga dengan tatapan marah.


" Kenapa sih loe selalu ikut campur urusan gue, mending loe temani Mia aja sana, kasihan dia jomblo sendirian!" ucap Mona mendengus kesal


" Kenapa sih setiap kali kita bicara loe selalu saja bawa-bawa Mia yang gak ada sangkut pautnya dengan kita?" tanya Yoga dengan tegas


Mona menoleh ke arah Yoga dan menatapnya dengan tatapan aneh.


" Kenapa loe bisa bicara seperti itu?" tanya Mona dengan pikirannya yang penuh tanda tanya dan sejenak Mona melihat akan sosok Yoga pada diri Putra


" Ya karena gue gak suka setiap kali kita bertengkar pasti ujung-ujungnya loe selalu bilang seperti itu, loe selalu bawa-bawa nama Mia dan selalu menyuruh gue bersama Mia. kalau loe memang gak suka sama gue ya gak apa-apa Mon tapi jangan ikut sertakan orang lain dalam permasalahan kita. hati memang gak bisa dipaksakan gue tau itu Mon tapi loe gak bisa seenaknya mengoper alih perasaan orang yang suka sama loe ke orang lain" tutur Yoga.


" Apa maksud loe?" Mona nampak tertegun dengan ucapan Yoga


" Gue akan tetap selalu sayang dan mencintai loe dengan cara gue sendiri Mona meskipun loe menolak gue berkali-kali gue gak akan menyerah sampai hati loe luluh. walaupun jika nanti tetap kita tidak berjodoh gue gak akan pernah menyesal karena pernah suka dan sayang sama loe Monalisa!" ucap Yoga panjang lebar membuat Mona seketika mematung mendengar penuturan seorang cowok yang Mona kenal sebagai Putra itu

__ADS_1


" Apa maksud ucapan loe, kenapa loe bicara seperti itu hah? apa loe sengaja bicara seperti itu menganggap perasaan gue ini sebagai lelucon, iya?" teriak Mona.


" Loe keterlaluan Putra, gue gak nyangka ya loe bisa seenaknya bicara seperti itu ke gue. punya dendam apa loe sama gue?" lanjut Mona dengan terisak


" Loe sebenarnya siapa sih dan apa mau loe dari gue? kenapa kata-kata loe_?" Mona tidak melanjutkan kata-katanya lagi karena rasa sesak di dadanya semakin memuncak.


" Gue hanya orang yang tidak sanggup loe seperti sekarang ini Mona, yang gue kenal Mona adalah gadis yang selalu ceria dan penuh semangat. walaupun berkali-kali terluka tapi loe selalu kuat dan bersikap seolah-olah gak pernah terjadi apa-apa dengan diri loe" sahut Putra membuat Mona menatap Yoga penuh tanda tanya.


" Loe Putra tapi kenapa kata-kata loe barusan seperti kata-kata_?" Tanya Mona menggantung


" Seperti kata-kata siapa? Prayoga putra Pratama?" tanya Yoga membuat Mona tertegun


" Loe..loe mengenalnya?" tanya Mona sedikit gugup.


" Gue sangat mengenal Yoga lebih dari siapapun, tapi dia hanyalah seorang laki-laki, berengsek, pengecut yang tidak berani mengatakan perasaannya dan bodohnya lagi dia masih saja menyukai gadis yang sama sekali tidak pernah melihat keberadaannya" sahut Yoga


" Jaga ucapan loe! Yoga bukanlah orang seperti itu, siapa bilang dia bodoh, Yoga adalah cowok hebat yang pernah gue kenal, dia memiliki hati yang mulia dan sangat tulus. gue sayang sama dia tapi sayangnya gue terlambat menyadarinya karena dia sudah pergi meninggalkan gue dengan rasa sesal yang begitu dalam!" tutur Mona tertawa palsu


" Kalau loe sayang sama dia gak mungkin loe meminta dia pergi dan menemui sahabat loe Mia!" ucap Yoga penasaran dengan jawaban Mona


" Karena Mia lebih pantas untuknya karena gue hanyalah orang yang gak bisa menghargai perasaannya. gue takut membuatnya kecewa dan terluka" ucap Mona sendu.


" Dan gue juga tahu kalau sebenarnya Mia selama ini menyukai Yoga, gue gak mau selalu menjadi orang ketiga di setiap kisah cinta sahabat-sahabat gue jadi karena itu gue berusaha untuk bersikap keras dan berusaha untuk membuat Yoga membenci gue!" lanjut Mona yang berusaha untuk tersenyum walaupun matanya terus menitikkan airmatanya.


" Loe tahu dari mana kalau Mia suka sama Yoga dan kalau pun itu benar lalu loe anggap apa perasaan Yoga yang bisa loe alihkan begitu saja ke sahabat loe tanpa memikirkan perasaannya" tutur Yoga


" Lalu apa loe bisa melihat apakah Yoga bahagia? loe terlalu egois Mona!" ucap Yoga


" Iya gue tahu itu dan sekarang gue menyesal, gue sangat menyesal gue memang pengecut gue gak berani menyatakan perasaan gue sendiri sampai akhirnya perasaan gue sendiri yang sudah membunuhnya" Mona memberingsut kembali ke aspal dan tangisnya pun pecah


" Karena itu gue ingin bertemu dengan Yoga, jadi jangan halangi gue !" Mona dengan perasaannya yang sudah kacau dan rasa bersalahnya yang terlalu besar membuat dia khilaf dan langsung berdiri berusaha untuk kembali melompat tapi dengan cepat Yoga menarik tangan Mona dan membawanya ke dalam pelukannya.


Mona semakin histeris dan berusaha untuk memberontak membuat Yoga mengeratkan pelukannya.


" Lepasin gue Putra, gue mohon jangan halangi gue bertemu dengan Yoga. lepas !" Teriak Mona histeris.


" Jangan bodoh Mona, apa sedikitpun loe gak bisa merasakan kehadiran Yoga, apa loe mau membuat Yoga kembali terluka dan menderita dengan cara loe yang ingin mengakhiri hidup loe!" Teriak Yoga seraya mengeratkan pelukannya


Deg


Pelukan Yoga yang semakin kuat membuat Mona tidak kuasa lagi melawan dan memberontak, tubuhnya seketika melemas dan tiba-tiba jatuh pingsan namun sebelum pingsan Mona menatap lekat wajah Yoga yang dianggapnya sebagai Putra


" Yo... Yoga, loe Yoga?" tanya Mona dengan suara yang sangat parau. Yoga mengangguk pelan dan seketika Mona pingsan, Yoga panik dan khawatir dengan keadaan Mona lalu dengan cepat ia pun langsung membawa Mona ke rumah sakit karena dia juga tidak ingin terjadi apa-apa kepada wanita yang masih sangat ia sayangi.


Flashback off


" Jadi Mona berusaha untuk bunuh diri lagi?" tanya Indah.


" Apa dia pernah seperti ini sebelumnya?" tanya Yoga.

__ADS_1


Lia, Mita dan Indah mengangguk sementara Mia masih diam dengan keterkejutannya.


" Apa Mona sudah tahu kalau loe itu Yoga?" tanya Indah


" Seharusnya sudah" sahut Yoga


" Maksudnya?" kali ini Mia yang bertanya


" Sebelum pingsan Mona sempat bertanya apakah gue Yoga dan gue mengangguk Iya" jawab Yoga


Dret


Dret


Ponsel Lia berdering


" Siapa?" tanya Mario


" Za" jawab Lia


" Sebaiknya jangan katakan apa-apa dulu tentang keadaan Mona saat ini kepada Za, takutnya dia panik dan khawatir dengan Mona" ucap Mario


" Iya benar itu apa yang dikatakan Mario" timpal Mita


" Lalu bagaimana ini?" tanya Lia karena ponselnya kembali berdering.


" Bilang saja, tidak jadi kumpul karena aku dan kak Arta ada urusan kantor mendadak dan lupa mengabari" ucap Mario


" Baiklah" ucap Lia


Lia mengangkat telpon dari Zaira dan mengatakan apa yang Mario katakan untung saja Zaira percaya dan Zaira bersama Azka memilih untuk pergi ke rumah bunda Aryani karena memang sudah lama juga mereka tidak berkunjung ke rumah orang tua Zaira satu-satunya itu.


Semua nampak tegang menunggu Mona yang masih berada di ruang UGD.


Yoga merasa sangat menyesal karena tidak mengatakannya dengan jujur kalau sebenarnya dia adalah Yoga kepada Mona.


Ceklekk


Pintu ruang UGD terbuka dan keluarlah dokter dari ruangan tersebut.


Yoga beranjak dari duduknya dan langsung menghampiri dokter tersebut.


" Dokter bagaimana keadaan teman kami Mona?" tanya Yoga dengan cemas


"Keadaan pasien saat ini tidak stabil sepertinya pasien mengalami guncangan yang cukup hebat" ucap dokter Malik


Deg


Yoga terhuyung ke belakang mendengar penuturan dokter Malik untung ada Mario yang berada di belakangnya jadi dengan refleks Mario memegang tubuh Yoga.

__ADS_1


__ADS_2