Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Turun Sekarang


__ADS_3

" Woyyy.. !" teriak Mia saat melihat Lia sedang berdiri di parkiran.


" Astaghfirullah, Mia ngagetin aja sih loe!" kesal Lia menepuk bahu Mia.


" Makanya neng jangan ngelamun di jalan, di gondol cowok ganteng baru tau rasa loh!" ucap Mia terkekeh


" Mau dong di gondol cowok ganteng!" tantang Lia sambil tertawa


" Oia, Li loe pulang bareng siapa?" tanya Mona


" paling juga bareng Za" sahut Mia


" Gak, gue gak bareng Za. soalnya gue mau ambil mobil gue dulu di bengkel" sahut Lia


Tiddd..


Tidd..


Bunyi klakson mobil yang berhenti tepat di depan mereka.


" Lia, ayok bareng, biar gue antar loe pulang!" ajak seseorang yang tidak lain adalah Rangga.


" Tuh, diajakin bareng sama babang Rangga" Mia menyenggol bahu Lia.


Lia memutar bola matanya malas.


" Gue bareng Mia kak, duluan aja!"


Dari jarak jauh ada sepasang mata yang sedari tadi tengah memperhatikannya.


" Sorry Li, gue mau ke toko kue nyokap gue dulu sama Mona. loe mending balik bareng kak Rangga aja deh Li" sahut Mia sedikit berbohong.


" Yaudah, gue ikut!" ucap Lia


" Apa gak kelamaan, nanti loe bete lagi. udah loe bareng kak Rangga aja, mumpung ada yang nawarin. ganteng lagi!" goda Mia.


Lia sebenarnya ingin menolak tapi saat matanya melihat kesembarang arah dan netranya melihat seseorang yang tengah menatapnya dari kejauhan entah kenapa Lia tiba-tiba jadi semangat untuk menerima ajakan Rangga.


" Yaudah, gue nebeng kak Rangga" ucap Lia dengan tatapan mata yang tidak beralih dari sosok cowok yang menatapnya dari jauh.


" Nah gitu dong" sahut Mia dan Mona bersamaan.


" Kak titip teman gue ya, jagain baik-baik, awas loe macam-macam!" ancam Mia seperti emak-emak yang titip anaknya.


Rangga membuka pintu untuk Lia dan Lia dengan santai masuk ke dalam mobil Rangga, sementara dari kejauhan ada juga seorang gadis yang tersenyum miring melihat Rangga berhasil mendekati Lia.


Sementara Mario yang mengepalkan tangannya kuat dengan tatapan mata yang sulit diartikan.


Putri yang melihat Mario tengah berada di atas motor dengan cepat ia langsung melangkah mendekatinya.


" Rio!" panggil Putri


Mario menoleh sekilas dan sebelum Putri sampai mendekat Mario sudah lebih dulu menarik gas motornya dengan kecepatan tingg.


Mia dan Mona terlonjat kaget saat motor Mario melintas di hadapan mereka. " Wah kumat tuh anak, bawa motor ngebut kayak gitu!" sarkas Mia yang kesal dengan ulah Mario yang ngebut di area kampus.


Sementara di dalam mobil Rangga sesekali melirik ke arah Lia yang tengah melempar pandangannya ke arah jendela.


" Manis!" Batin Rangga.


" Li!" panggil Rangga memecah keheningan


Lia menoleh ke arah Rangga " Iya, kenapa?"


" Apa besok loe ada waktu?" tanya Rangga hati-hati


" Kenapa memangnya?" Lia balik bertanya


" Bagaimana kalau besok kita nonton?" ajak Rangga yang sesekali menoleh ke arahnya lalu kembali fokus menyetir mobilnya.


" Nonton?" Lia menarik alisnya ke atas


" Iya, gue dengar filmnya bagus loh, gimana mau ya?" tanya Rangga dengan tersenyum.


" Ini anak kenapa sih, tiba-tiba berubah gini. pakai acara ngajak nonton segala dan sekarang senyum kayak gitu lagi bikin gue baper aja sih" batin Lia.


" Gimana mau gak?" Rangga menoleh lagi sekilas


" Emm.. gue gak bisa janji" jawab Lia datar.


" Gak apa-apa, kalau bisa hubungi gue ya!" pinta Rangga.


Lia hanya mengangguk pelan dan sedetik kemudian suasana pun menjadi sepi.


Tring


Satu pesan masuk ke ponsel Lia, merasa ponselnya bunyi Lia mengambil ponselnya yang ia taruh di dalam tasnya.


Mata Lia membulat sempurna saat membaca pesan dari nomor yang tidak dikenal.


[ Turun sekarang !" ]


Lia mengerutkan keningnya saat membaca pesan yang masuk ke ponselnya.


" Siapa sih?" tanya Lia dalam hati


Saat pandangan Lia mengarah ke kaca spion betapa terkejutnya Lia ketika melihat seorang pengendara motor yang sudah tidak asing lagi dimatanya berada di belakang mobil Rangga.


Lia dengan spontan menoleh ke belakang, Rangga yang melihat tingkah aneh Lia pun sedikit bingung.


" Loe kenapa Li?" tanya Rangga membuat Lia seketika menoleh ke arah Rangga dan sedikit salah tingkah.


" Gue gak kenapa-napa" sahut Lia sedikit gugup.


" Ada apaan sih?" tanya Rangga lagi karena merasa aneh dengan tingkah Lia yang selalu menoleh kebelakang.


" Gak ada apa-apa" sahut Lia kembali menatap ke arah depan.


" Yakin gak ada apa-apa?"


" Iya, beneran gak ada apa-apa"


Lia melirik ke arah spion mobil dan hatinya sedikit lega karena tidak melihat pesepeda motor yang mengikutinya.


" Mungkin dia sudah nyerah, syukur deh kalau dia sudah tidak mengikuti gue lagi!" batin Lia yang merasa sedikit lega.


Ting


Satu pesan masuk dari nomor yang sama.

__ADS_1


[" Turun !" ]


Lia menghela napas panjang, " Apa sih maunya nih orang?" gumam Lia pelan namun samar-samar masih terdengar oleh Rangga


" Loe ngomong apa?" tanya Rangga membuat Lia kalang kabut.


" Gue gak ngomong apa-apa" sahut Lia cepat.


" Loe tanya mau gue apa? gue mau loe Li" batin Rangga. menoleh sekilas lalu tersenyum tipis.


" ini anak gak jelas banget sih senyum-senyum Mulu dari setadi" gumam Lia dalam hati.


Tring


pesan masuk dari grup ❤️ ciwi2 cwantik


📥 Mona : [ " Gaess udah liat IG nya Mario belum?" ]


📥Mia : [ " Ada apaan sih emangnya Mon?"


📥Mona :[ " Loe liat aja sendiri!" ]


📥Mia : [" Ishh, dasar si bege"🤦 ]


📥Mona :[ " Ya loe liat aja sekarang" ]


📥Indah : [ " Wahh.. siapa tuh cewek yang di upload si Mario? gak biasanya tuh anak pasang foto cewek begitu" ]


📥Mia : [" iya ya, mana pernah Mario pasang foto cewek. meskipun dia pacaran gonta ganti Mulu tapi baru kali ini gue liat tuh anak upload foto cewek ".]


📥Mia : [" Gue jadi penasaran, siapa sih tuh cewek yang di upload Mario, spesial banget kayaknya nih?"]


📥Zaira : [ " Kenapa emangnya Mia, kepingin ya?" ]


📥Mia : [ " Penasaran gue Za, Mario upload foto ceweknya yang lagi nungguin dia di rumah sakit, so sweet banget sih. jadi penasaran gue sama cewek yang sudah bikin Mario berubah kayak sekarang" ]


Mario sengaja meng-upload foto Lia yang tengah tertidur di sisi ranjangnya. Foto yang diambil diam-diam saat Lia menemaninya sewaktu di rumah sakit beberapa Minggu yang lalu. Wajah Lia tidak terlihat jelas karena Mario hanya memfoto punggung Lia dari jauh.


📥Mita : [ "pada ributin apaan sih?" ]


📥Zaira : [ " Ributin pacar orang"]


📥Mita : [ " Pacar siapa sih?" ]


📥Mona : [ " Mario, loe liat deh di IG nya dia upload foto cewek loh" ]


📥Mia : [ Iya, tapi sayang gak begitu jelas. siapa sih jadi penasaran gue?"]


📥Indah : [ " Tapi dari baju yang dia pakai sih kayaknya dia satu sekolah deh sama kita"]


📥Mita : [ " Iya Ndah, kok kayak gak asing ya?"]


📥Zaira : [ " Ya positif thinking aja gaess, karena bisa jadikan tuh cewek yang sudah bikin Mario menjadi seperti sekarang. semoga aja kedepannya tuh anak bener-bener berubah menjadi lebih baik. bukan begitu Lia, adik iparku yang cantik?" ]


Deg


Deg


Deg


Lia yang sedang membaca chat teman-temannya tanpa ada niatan untuk ikut bergabung merasa tersentil saat Zaira menyebut namanya.


📥Mia : " [ Adik ipar tersayang loe sekarang lagi sibuk pacaran Za, gak usah loe ganggu-ganggu!" ]


📥Mona : [ "Sama babang Rangga"]


📥Zaira : [ " Kok bisa?"]


📥Mia : [ " Iya tadi babang Rangga ngajak dia pulang bareng "]


📥Zaira : [ " Tumben tuh anak mau " ]


📤Lia : [ " Udah deh Mona, Mia loe jangan banyak bac*t, loe yang gak ngasih gue tumpangan juga" ]


📥Mia : [ " Eh si neng Lia nongol, gimana jalan bareng babang Rangga, asik dong ya?"]


📤Lia : [ " Rese loh, berisik tau gak!" ]


📥Mia :[ " Cih, dia marah😀" ]


📥Mona : [ " Li, loe udah liat IG nya Mario belum?"]


📤Lia : [ " Belum, kenapa emangnya?" ]


📥Mia : [ " Ya kali loe tahu gitu foto yang di pasang di IG nya Mario?"]


Deg


Deg


Deg


📤Lia : [ " Gak jelas fotonya"]


" Awas aja Mario, kok sempat-sempatnya dia ngambil foto gue?" batin Lia


📥Mona : [ " Pasti besok bakal jadi tranding topik nih di sekolah" ]


📥Indah : [ "Rame deh besok disekolah, jadi penasaran juga siapa ya?" ]


📥Mona : [ " Coba foto gue ya yang di pasang Mario " ]


📥Mita : [ " Halu aja Loe terussss!"]


📥Mona : [ " Ya ngarep mah gak apa-apa kali Mit, hehe.." ]


📥Mita : [ " Serah loe aja dah!" ]


📥Mia : [ " Tapi kalau dari seragamnya sih benar kata indah, kayaknya dia satu sekolah deh sama kita" ]


📤Lia : [ " Ya biarin aja kalau memang satu sekolah, emangnya kenapa. ribet banget sih ngurusin orang?" ]


📥Mia : [ " Ya gue penasaran bege!" ]


📤Lia : [ penasaran? tanya aja langsung sama orangnya!" ]


📥Mia : [ " ishh, ini anak. iya kali gitu gue tiba-tiba nanyain sama Mario si muka datar siapa cewek yang dia upload. males gila dijawab gak di cuekin iya! "]


📤Lia : [ " Ha.. ha...ha.." ]

__ADS_1


📥Mia : [ " Tawa lagi loe, muntang-muntang lagi asik jalan sama babang Rangga!" ]


📤Lia :[ " Ah, berisik loe!" ]


tutt satu pesan masuk dari nomor yang sama


📩[ Turun sekarang atau loe mau jadi tranding topik besok pagi di sekolah]


" Ish ini anak kenapa sih, gak jelas banget. tapi kalau gue gak turun sekarang bisa jadi tuh anak bilang di IG nya itu foto gue" gumam Lia dalam hati


" Gak boleh, bisa gawat kalau anak - anak sampai tau kalau itu foto gue, apalagi kak Rangga" batin Lia gelisah.


Lia nampak bingung dan gelisah antara mau lanjut atau turun. Rangga yang melihat Lia nampak gelisah pun langsung angkat suara.


" Loe kenapa sih dari tadi kelihatan gelisah gitu, apa loe gak nyaman pulang bareng gue?" tanya Rangga


" Ah, kenapa loe ngomong apa barusan? sorry kak gue gak fokus!" ucap Lia yang memang tidak mendengar ucapan Rangga


" Loe kenapa?" tanya Rangga menyipitkan matanya


" Gue... gue gak apa-apa kak, tapi_" Lia menggantukan omongannya


" Tapi kenapa?"


" Sorry kak, bisa gak loe turunin gue sekarang?" tanya Lia hati-hati


" Turun? loh kenapa memangnya? rumah loe bukannya masih jauh ya? apa loe beneran gak nyaman pulang bareng gue?"


" Bukan.... bukan begitu kak, gue tadi lupa bokap gue nyuruh gue ke kantornya karena nyokap gue sedang di sana sekarang!" Lia memberi alasan sedikit berbohong


" Yaudah gue antar aja sekalian ke kantor bokap loe!" tawar Rangga


" Gak usah kak, kantor bokap gue kan lumayan jauh dari sini. nanti sopir bokap gue yang jemput, nih udah mau dekat. gue tadi bilangnya tunggu di dekat cafe triple S"


" Cafe itu ?" tunjuk Rangga ke arah depan.


" Iya kak, gue turun di sini aja!" pinta Lia dan Rangga pun menepikan mobilnya


" Yaudah gue temenin loe nunggu sampai sopir bokap loe datang ya?" ucap Rangga yang hendak membuka seatbelt.


" Gak usah kak, gue juga mau ke toilet dulu. udah loe jalan aja duluan kak. " tolak Lia secara halus


" Beneran gak apa-apa gue tinggal?" tanya Rangga memastikan


" Iya kak, tenang aja. thanks ya tumpangannya!" ucap Lia sebelum turun dari mobil Rangga.


" Lia tunggu!" panggil Rangga sebelum Lia membuka pintu mobilnya


Lia menoleh, "ada apa kak? "


" Besok gue jemput ya?" tanya Rangga ragu-ragu


" Jemput? tapi gue gak janji ya kak!" sahut Lia sambil tersenyum.


Jlepp


" Senyumnya, manis banget!" batin Rangga.


" Kak!" panggil Lia membuat Rangga terkesiap.


Rangga lalu mengangguk pelan dan tersenyum tipis.


" Yaudah gue turun ya, sekali lagi thanks ya!" ucap Lia seraya membuka pintu mobil.


" Hati-hati!" ucap Rangga sebelum melajukan kembali mobilnya.


Setelah Lia turun dari mobil, Lia menoleh ke kiri dan kekanan. " Gila, gara-gara tuh foto gue terdampar di jalan kayak gini. panas lagi!" gumam Lia kesal.


" Baru kali ini ada yang berani kayak gini sama gue. sial banget sih gue!" umpat Lia


" Awas aja loe kalau ketemu gue pites tuh anak, pakai acara upload foto gue segala lagi di IGnya, maunya apa sih tuh anak?" ucap Lia menggerutu sendiri di pinggir jalan tanpa dia sadari ada seseorang yang sedari tadi tengah menahan tawanya melihat tingkah lucu dan menggemaskan seorang Farisa Meliani Dinata.


" Sudah ngedumelnya, panas nih?" Lia yang sedang mengumpat langsung menoleh ke sumber suara. matanya melotot tatkala melihat orang yang baru saja diumpatnya tanpa berdosa malah senyam-senyum ke arah Lia.


" Loe!" kesal Lia.


" Kelamaan!" Mario turun dari motornya langsung memasangkan helm di kepala Lia setelah itu menarik tangan Lia ikut ke motornya.


Lia yang mendapat perlakuan manis seketika bungkam, kata-kata yang sudah di siapkan untuk memarahi Mario pun sirna begitu saja.


" Ish, ini anak malah bengong, tadi aja nyerocos panjang lebar sekarang malah diam begini" ucap Mario yang melihat Lia masih tidak bergeming berdiri belum naik ke atas motor Mario.


Mario menyentil hidung Lia pelan hingga membuat Lia tersadar dari lamunannya.


" Ihh, apaan sih?" kesal Lia memegang hidungnya yang disentil Mario.


" Cepat naik, kalau gak gue tinggal biar preman sini datang gangguin loe, mau?" ancam Mario tapi tidak mempan buat seorang Farisa Meliani Dinata


" Gue gak takut, kalau loe lupa" Sahut Lia jutek.


" Iya.. iya.. gue lupa kalau loe jago masalah banting preman!" ucap Mario geleng-geleng kepala.


" loe kenapa?" tanya Lia karena Mario menggelengkan kepalanya.


" Gak kenapa-napa, udah buruan naik!" Mario menarik tangan Lia untuk segera naik ke atas motornya.


" Tunggu sebentar!" cegah Mario saat Lia hendak naik ke atas motor.


" Apa lagi sih?" kesal Lia dengan wajah cemberut.


Mario tidak menggubris ucapan Lia, dia langsung membuka jaket yang ia kenakan dan memindahkan jaketnya ke tubuh mungil Lia.


Deg


Deg


Deg


" Jantung gue?" pekik Lia dalam hati.


" Pakai ini, kalau loe gak pakai jaket nanti loe masuk angin lagi!" ucap Mario seraya memakaikan jaketnya ke Lia.


" Gak usah, loe aja yang pakai!" tolak Lia tapi percuma saja karena Mario sudah memaksanya memakai jaket tersebut.


" Jangan banyak membantah. ayok cepat naik!" ucap Mario saat Lia hendak bicara.


Lia pun hanya mendengus kesal baru kali ini ada orang yang seenak jidat mengatur dirinya.


Lia naik ke atas motor Mario, senyum pun mengembang di sudut bibir Mario dan tentu saja itu tanpa sepengetahuan Lia yang berada di balik punggungnya.

__ADS_1


Mario menghidupkan mesin motornya dan sedetik kemudian motor pun sudah melaju dengan kecepatan diatas rata-rata. lagi-lagi Lia hanya bisa mengumpat di balik punggung Mario dan dengan terpaksa Lia pun melingkarkan tangannya di perut Mario karena dia tidak mau sampai mencium aspal gara-gara ulah Mario.


Lia tidak tahu saja jika degup jantung Mario kini sedang berbalapan dengan kecepatan motornya sendiri. merasakan tangan Lia yang lembut kini melingkar di perutnya membuat Mario tersenyum penuh kemenangan.


__ADS_2