
Brukkk
" Aaaaaaaa....!
Degg
Seketika raut wajah ketiga gadis tersebut nampak pucat dan matanya membulat sempurna melihat sosok pria yang tengah berdiri tepat di belakang Zaira menangkap tubuh mungil sang calon mama mudah dengan sangat cepat dan tepat. hampir saja detak jantung Azka berhenti tatkala melihat istri kecilnya hampir saja tubuhnya terhempas ke lantai untung saja dengan gerakan cepat Azka mampu menangkap tubuh mungil istrinya.
" Mas!" lirih Zaira pelan karena tenaganya seperti sudah terkuras habis.
Mata Azka seperti mengkilat akan kemurkaan yang luar biasa, sakit tentu dia merasakan teramat sakit melihat istrinya dalam keadaan yang menyedihkan. lemah tidak berdaya.
" Kalian sungguh keterlaluan!" bentak Azka dengan suara yang sangat menakutkan, suaranya sampai menggema ke seluruh ruangan.
" Berani-beraninya kalian bertidak sampai sejauh ini?" geram Mario murid yang datang bersama Azka dia juga tidak terima dengan perbuatan putri and the geng.
" Mario gu.. gue enggak melakukan apa-apa, hanya mereka berdua yang menyuruh Viko dan Leo untuk_" putri tidak berani meneruskan kata-katanya.
" Untuk apa hah katakan?" ancam Azka yang sudah sangat murka dan menatap putri dengan tatapan membunuh.
putri yang melihat kilatan api amarah di mata Azka akhirnya dengan terpaksa ia pun pasrah dan mengatakan hal yang sebenarnya.
Mendengar pengakuan Putri api amarah Azka semakin besar. Dia hendak menghampiri Rara dan Angel namun tangan Zaira menghentikannya. " Mas!" lirih Zaira yang semakin lemas. Azka menoleh ke arah Zaira melihat wajah Zaira yang pucat ia sedikit panik dan ia baru teringat dengan Lia yang pasti masih mengkhawatirkan keadaan Zaira dan dengan cepat Azka langsung menghubungi Lia memberitahu keberadaan Zaira dan sedikit menceritakan garis besarnya saja tentang Zaira setelah itu segera membopong tubuh Zaira.
Lia akhirnya merasa lega, dengan cepat ia langsung mencari pak Bambang dan memberitahu perihal keberadaan Zaira.
Pak Bambang dan beberapa guru lainnya pergi ke tempat yang sudah diberitahu Azka kepada Lia.
Irfan dan teman-temannya pun ikut bersama Lia cs ke lokasi yang sudah di beritahukan.
**
Azka yang melihat wajah Zaira yang semakin pucat dengan cepat langsung menggendong Zaira dan membawanya pergi dan sebelum menghubungi Lia dia sudah lebih dulu menghubungi asistennya yaitu Sendy untuk segera menjemputnya jika telat maka akan dipecat.
Sendy dengan keahliannya menyetir mobil, dengan kecepatan kilat ia sudah sampai di lokasi yang ditunjukkan.
" Za, sayang kamu tidak apa-apakan?" tanya Azka yang sudah sangat panik.
" Perutku sakit mas!" pekiknya
" Kita langsung ke rumah sakit terdekat saja Sen!" pinta Azka yang melihat wajah Zaira yang begitu pucat semakin dilanda kepanikan.
Sendy langsung tancap gas dengan keahliannya menyetir membawa Zaira ke rumah sakit terdekat dengan cepat
**
Mario hanya tertawa getir melihat kebodohan Putri dan teman-temannya, dengan perlahan Mario melangkah menghampiri Putri yang berdiri sedikit jauh dari kedua temannya sementara yang laki-laki sudah lari kocar-kacir meninggalkan area tersebut.
" Kalian salah bila mencari masalah dengan mereka, kalian sungguh tidak beruntung. kalian hanya tinggal menunggu kehancuran yang akan kalian terima" ucap Mario menyeringai.
" Apa maksudm loe?" tanya Rara dengan nada tinggi
Mario hanya menyeringai lalu berjalan menuju pintu keluar namun saat berada di ambang pintu ia berpapasan dengan Irfan cs dan juga Lia cs.
" Loe, kenapa loe bisa ada disini hah, dimana Za, cepat katakan?" sargas Lia yang sudah tidak tahan ingin bertemu dengan Zaira.
" Li tenangin diri loe,!" pinta Mita
" Tenang aja, teman kalian sudah aman gue rasa dia sudah berada di tangan orang yang tepat dan saat ini mereka pasti sedang menuju ke rumah sakit!" ucap Mario dengan sangat santai.
" Apa yang loe lakuin ke Za, bereng*ek !" ucap Lia yang tidak dapat dipungkiri perbuatan Mario beberapa tempo lalu yang berani berbuat jahat ke pada Zaira.
Mario hanya tersenyum miring menatap Lia dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
" Urusan gue udah selesai, sekarang tugas kalian urus mereka yang ada didalam!" ucap Mario menyeringai pada Lia dengan dagu menunjuk kearah dalam bangunan kosong tepat dibelakangnya.
__ADS_1
" Mereka yang sudah membawa Zaira ke tempat ini!" lanjutnya lagi.
Yoga dan Rangga langsung menerobos masuk melewati Mario begitu saja. karena merasa tugasnya sudah selesai Mario akhirnya memutuskan untuk pergi tanpa menghiraukan ocehan Mona, Mita,Indah dan Mia serta teriakan Lia.
Mendengar suara Lia cs Angel, Putri dan Rara berusaha untuk kabur mereka hendak mencari jalan keluar lain melalui jendela tapi sayang nasib mereka kurang beruntung baru saja melangkah satu kaki, mereka sudah di kejutkan dengan sosok tiga orang pria dewasa yang bertubuh besar dan bringas alhasil Rara dan Angel yang kebetulan hendak keluar lebih dulu ditarik paksa oleh mereka, sementara Putri berusaha untuk melarikan diri menjauh dari ketiga preman yang memang selalu bermarkas di tempat itu.
Mau tidak mau Putri berlari mengarah ke pintu keluar yang sudah dipastikan ada Lia dan teman-temannya .
" Loe?" pekik Irfan saat melihat Putri berlari ketakutan kearahnya.
" To .. tolong mereka!" ucap Putri ditengah ketakutannya.
" Mereka siapa?" tanya Yoga
" Rara dan Angel, Mereka dibawa paksa oleh tiga orang preman yang sangat menyeramkan " ucap Putri bergidik ngeri membayangkan ketiga preman yang sudah membawa kedua sahabatnya.
" Dimana mereka?" tanya Yoga antusias karena memang sudah lama Yoga menyukai Angel namun selalu ditolak.
" Mereka disana!" ucap Putri menunjuk ke arah tempat dia dan kedua sahabatnya ingin melarikan diri.
Yoga langsung berlari ke arah yang Putri tunjukkan, Rangga yang mengkhawatirkan Yoga ikut menyusul sementara Irfan menjaga Putri.
" Dimana Zaira?" tanya Irfan ditengah kesunyian mereka.
" Za.. Zaira tidak ada di sini" ucap Putri dengan gugup.
" Siapa yang sudah berani-beraninya membawa Zaira ke tempat ini, hah?" tanya seseorang yang baru saja datang menghampiri mereka.
" Ka... kalian?" ucap Putri gugup
" Cepat katakan!" paksa Lia yang sudah geram dan menahan emosinya yang hampir meledak.
" Dimana Za? cepat katakan! dan apa yang sudah kalian lakukan terhadapnya hah?" Lia mencengkram leher baju Putri dengan sangat kuat hingga membuat Putri terasa sesak nafas dan Irfan yang melihat keganasan Lia langsung melerainya.
Lia mendengus dan menghela napasnya kasar " Awas saja kalau sampai terjadi sesuatu dengan Za, gue pastikan hidup loe akan hancur seketika!" ancam Lia dengan tatapan membunuh.
Putri yang memang tahu siapa Lia Langsung bergidik ngeri mendengar ancam Lia dan dia pun teringat dengan ucapan Mario kalau dia salah sudah mencari masalah dengan siapa tapi putri masih bisa bernapas lega karena Za belum sempat diapa-apakan oleh kedua teman laki-laki yang diperintahkan oleh Rara dan Angel untuk merusak Zaira.
Yoga datang menghampiri Irfan dan yang lainnya dengan napas tersengal-sengal.
" Bagaimana?" tanya Irfan
Yoga menggeleng begitu pun Rangga yang baru datang mengekor di belakangnya.
" Ja...jadi mereka telah membawa Rara dan Angel pergi?" tanya Putri yang seketika tubuhnya menjadi lemas.
Rangga yang melihat putri hampir memberingsut ke lantai dengan gerakan cepat ia langsung menopang tubuh Putri hingga Putri berada dalam dekapannya.
Lia yang melihat sikap dan sorot mata Rangga yang begitu mengkhawatirkan Putri langsung membuang pandangannya ke sembarang arah. ada desiran rasa panas di hatinya namun sebisa mungkin dia berusaha untuk tidak menghiraukannya.
Lia lebih fokus dengan keadaan Zaira saat ini.
Saat mereka hendak pergi, langkah mereka terhenti dengan kehadiran pak Bambang dan timnya .
" Kalian tidak apa-apa?" tanya pak Bambang cemas
" Tidak pak kami baik-baik saja" sahut Irfan.
" Lalu dimana Zairanya?" tanya pak Bambang yang tidak melihat keberadaan Zaira.
" Zaira sepertinya sudah di bawa pergi pak!"
" Dibawa, oleh siapa?" tanya pak Bambang
" Entahlah pak kami juga tidak tahu!" sahut Irfan
__ADS_1
pak Bambang menoleh ke arah putri yang ternyata sudah pingsan di dalam dekapan Rangga.
" Kenapa dia?"tanya pak Bambang menunjuk ke arah Putri yang kini sudah berada di punggung Rangga.
" Dia pingsan pak!" ucap Rangga
" Cepat bawa dia ke bagian tim medis untuk diperiksa!" ucap pak Bambang
" Baik pak!" ucap Yoga yang langsung pergi meninggalkan tempat tersebut diikuti oleh salah satu tim yang datang bersama pak Bambang.
" Kenapa putri pingsan, sebenarnya apa yang terjadi disini? dan juga siapa yang sudah berani membawa Zaira pergi tanpa pamit?" tanya pak Bambang bingung dan juga khawatir dengan keadaan murid-muridnya.
" Dia pingsan karena Rara dan Angel tidak ada pak kata Putri tadi mereka tertangkap oleh tiga preman yang ada ditempat ini" Sahut Irfan memberitahu.
" Di bawa para preman?" tanya pak Bambang di sela-sela kekhawatirannya.
" Memangnya untuk apa mereka berada ditempat ini dan juga Zaira_?" tanya pak Bambang disela kebimbangannya.
" Putri dan teman-temannyalah yang sudah membawa Zaira ke tempat ini pak!" sahut Mona memberitahu.
" Iya dan mereka sendiri yang kena batunya!" sinis Mia
" mereka sungguh sudah di luar batas!" geram pak Bambang.
Tapi walau bagaimanapun pak Bambang khawatir dengan nasib Rara dan Angel.
Pak Bambang langsung menyuruh timnya untuk mencari Rara dan Angel.
Sementara Lia dan teman-temannya memilih untuk kembali ke tendanya. diikuti juga oleh Irfan dan juga Yoga.
Lia langsung merogoh kocek jaketnya dan mengambil ponsel dari saku jaketnya.
Lia mencari nomor kakaknya dan mendial nomor tersebut dengan harapan tembakkannya tidak meleset.
Meli
" Hallo Assalamu'alaikum!"
Kak Azka
" wa'alaikum salam, maaf kakak tadi lupa kasih tau ke kamu Li, Zaira sudah sama kakak di rumah sakit terdekat. dan jika besok Za sudah membaik kakak langsung membawa Zaira pulang saja dengan Sendy. tolong nanti kamu urus barang-barang Za dan juga kakak ya minta tolong sama pak Bambang!" ucap Azka panjang lebar
Meli
" Lalu bagaimana keadaannya kak?"
kak Azka
" Kakak juga belum tau, karena Za masih dalam pemeriksaan medis!" ucap Azka
Meli
" Ya, Allah semoga Za tidak kenapa-kenapa ya kak!"
Kak Azka
"Amin, yaudah ya Mel dokternya sudah keluar!" ucap Azka memutuskan sambungan teleponnya.
" Gimana Li?" tanya Mia penasaran.
" Za sudah berada di rumah sakit terdekat dengan kak Azka dan kak Sendy" sahut Lia
" Syukurlah kalau begitu, semoga Za tidak kenapa-napa ya!" ucap Mita.
" Amin!" ucapnya serempak.
__ADS_1