Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Tragedi


__ADS_3

Pagi ini Lia berangkat ke sekolah dijemput oleh Mario. Mama Maria dan papa Sam pergi ikut ke desa bersama bunda Aryani. Sementara Azka hari ini libur mengajar karena harus menggantikan papa Sam rapat dadakan dewan direksi yang akan membahas proyek kerjasama dengan PT. Alexander Grup tepatnya perusahaan milik papanya Mario.


Setelah mengantarkan Zaira kesekolah Azka langsung berangkat ke kantor, dan pada saat Zaira berada di koridor sekolah langkah Zaira dihadang oleh Irfan.


" Zaira!" Irfan berdiri tepat di hadapan Zaira


" Kak Irfan" pekik Zaira merasa sedikit gusar


" Za gue mau bicara sama loe!" ucap Irfan


" Sorry kak gue gak bisa!" tolak Zaira dengan halus


" Sebentar aja!" Irfan tanpa menunggu jawaban dari Zaira langsung menarik tangan Zaira dengan kasar.


" Kak lepasin tangan gue, udah gue bilang gue gak bisa, jangan paksa gue dong kak!" teriak Zaira dengan berusaha memberontak.


Irfan seperti tuli ia terus menarik tangan Zaira menuju belakang sekolah.


" Kak loe udah gi*a ya, jangan paksa gue seperti ini!" teriak Zaira lagi namun tetap tidak digubris oleh Irfan.


Sementara di dalam kelas Lia sedikit merasa cemas karena kata Azka Zaira sudah sampai di sekolah tapi sampai saat ini belum juga muncul ke kelas.


" Ini anak kemana sih?" gumam Lia


" Selamat pagi Lia ku sayang!" sapa Indah yang masuk ke dalam kelas bersama Mia.


" Pagi!" sahut Lia ngasal


" Loe kenapa sih Li pagi-pagi muka udah ditekuk kayak gitu?" tanya Mia seraya mendaratkan bokongnya di bangkunya


" loe berdua pada ngeliat Zaira gak?" tanya Lia antusias


" Gak liat, emangnya kenapa loe nanyain Zaira?" Mia berdiri dan menghampiri meja Lia diikuti oleh Indah


" Tadi kak Azka bilang hari ini dia gak ngajar dan hanya mengantar Zaira kesekolah. sekitar hampir 20 menit yang lalu dia bilang Zaira sudah disekolah tapi dari tadi tuh anak gak datang- datang." jawab Lia.


" Ke toilet kali dia" sahut Indah


" Bisa jadi!" jawab Mia


" Yaudah yuk kita samperin, perasaan gue gak tenang kalau belum liat tuh anak!" ajak Lia seraya melangkah keluar kelas di ikuti oleh Mia dan Indah.


Sementara di belakang sekolah Irfan tengah menarik Zaira dan mengukungnya di tembok.


Zaira berusaha mendorong tubuh Irfan namun kekuatannya kalah kuat oleh Irfan.


melihat Zaira yang ketakutan Irfan menyeringai licik. " Kak loe jangan kayak gini sadar kak !" ucap Zaira sedikit ketakutan.


" Loe kenapa sih Za lebih memilih pria tua itu?" tanya Irfan dengan nada sedikit meninggi


Zaira mengerutkan keningnya mendengar kata pria tua, maksudnya Irfan apa pria tua, siapa? Azka? aduh Irfan meskipun tua tapi tingkat ketampanan Azka jauh lebih tinggi dibandingkan loe yang muda tapi masih bau kencur.


" Kak mau loe sebenarnya apa sih?" tanya Zaira yang berusaha menjauh dari Irfan


" Mau gue loe jauhi pak Bagaz dan loe menjadi milik gue seutuhnya. lagipula loe tuh jadi cewek tau diri sedikit lah. pak Bagaz itu pacar kakak sepupu gue kak Kelin kalau loe lupa. mereka sudah lama pacaran dan loe seenaknya datang menjadi penghancur hubungan mereka. loe itu sama-sama wanita kenapa loe tega sama kak Kelin Za? loe bisa cari laki-laki lain contohnya gue , kenapa harus pak Bagaz kekasih kakak sepupu gue?" sentak Irfan yang berpikir Zaira adalah penghancur hubungan antara Kelin dan sang guru.


" Loe tau apa kak tentang gue? loe tau apa hah? loe jangan asal bicara kalau loe gak tau hal yang sebenarnya. dan loe sebaiknya tanya yang jelas sama kakak loe itu siapa yang salah disini gue apa dia? siapa yang menjadi perusak? jadi kalau loe gak tau apa-apa kak sebaiknya loe diam aja deh!" sahut Zaira dengan ketus.


" Loe itu yang sudah menggoda pak Bagaz kan,? gue tau loe itu sedang hamil anaknya pak Bagaz"

__ADS_1


Deg


Zaira melotot mendengar kata-kata Irfan " Pantas aja loe menolak gue Za, karena ternyata loe memilih pacaran dengan yang lebih dewasa agar loe bisa melakukan hubungan terlarang itu? ternyata loe itu munafik Za!" ucap Irfan mencemooh Zaira membuat Zaira geram dan secara refleks tangannya terangkat dan mendarat mulus tepat di pipi Irfan.


" Cih!" Irfan meludah lalu tersenyum getir.


" Dasar munafik, kalau hanya hal kayak gitu gue dengan senang hati bisa memuaskan loe Za!" ucap Irfan kembali membuat gejolak api amarah Zaira kembali memuncak.


Plak


satu tamparan kembali mendarat di pipi Irfan dan kali ini tamparan Zaira lebih kuat dari yang tadi. panas dan nyeri itu pasti dirasakan oleh Irfan, mendapatkan dua tamparan dari Zaira membuat Irfan menyeringai lalu menjambak Zaira dengan kasar.


" Dasar wanita jal*Ng, loe berani menampar gue !" geram Irfan menarik rambut Zaira membuat Zaira meringis kesakitan.


" Auww..., Irfan loe udah gak waras, lepasin gue!" teriak Zaira membuat Irfan tertawa penuh kemenangan.


" Gue akan membuat loe selalu teringat dengan kejadian ini dan loe akan merasa tidak pantas hidup bersama pak Bagaz!" ucap Irfan dengan tatapan liciknya membuat Zaira bergidik ngeri.


" Fan, sadar loe Fan ini semua salah jika loe teruskan pak Bagaz dan keluarga Dinata tidak akan tinggal diam. ingat kak masa depan loe masih panjang!" ucap Zaira yang sudah menitikkan air mata karena merasa takut jika Irfan berbuat nekad dan menyakiti bayi yang ada di dalam kandungannya.


" Kakak gue sudah kalian buat sakit hati dan kali ini gue akan bikin pak Bagaz jauh lebih sakit lagi!" ucap Irfan yang mengunci tubuh Zaira terpojok ke tembok. Irfan perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Zaira dan dengan buas dia mencium pipi Zaira karena pada saat hendak mencium bibirnya Zaira terus menghindar. Irfan lepas kendali ia sudah seperti orang kesetanan, dengan kasar ia menarik baju Zaira hingga kancing seragam yang Zaira kenakan berhambur ke tanah.


Zaira hendak berteriak minta tolong namun mulutnya langsung di bekap oleh Irfan.


" Tolong... tol.. emmm!" teriak Zaira yang langsung dibekap oleh Irfan.


Zaira meringis dan terisak berusaha memberontak namun Irfan yang sudah lepas kendali membuat Zaira tidak bisa melawannya. Zaira hanya bisa menangis dan menangis ia sangat mengkhawatirkan keadaan bayi yang ada di dalam kandungannya dan pada saat Irfan kembali ingin menjamahnya tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang dengan kasar menarik kerah baju Irfan hingga tersungkur.


Bugg


Bugg


Bugg


Pria yang tidak lain adalah Mario sudah menghajar Irfan habis-habisan, wajah Irfan babak belur luka lebam di mana-mana membuat Irfan meringis kesakitan.


Mario ada di tempat itu karena dia dari setadi mendengar Lia yang tengah gelisah mencari keberadaan Zaira yang tidak juga kunjung masuk ke kelas, kecemasan Lia membuat Mario ikut merasakan hal yang sama yang dirasakan kekasih hatinya itu.


Mario lalu membantu Lia mencari keberadaan Zaira dan pada saat ia melewati taman belakang samar-samar Mario seperti mendengar suara jeritan orang minta tolong dari arah belakang sekolah, Mario langsung bergegas mencari sumber suara dan betapa terkejutnya dia saat melihat apa yang tengah Irfan lakukan kepada Zaira.


Mario tersulut emosi karena melihat orang yang sangat disayangi kekasihnya dalam keadaan yang sangat memperihatinkan. Mario pun teringat dengan kondisi Zaira yang tengah hamil jadi dengan langkah cepat ia langsung berlari menghampiri Irfan lalu menariknya kasar dan menghujami berkali-kali hantaman keras diwajah Irfan.


...💫...


Yoga sudah berhasil menghentikan Mario yang hampir saja khilaf dan bisa saja membunuh Irfan jika tidak dihentikan oleh Yoga.


Setelah Mario menghentikannya menghajar Irfan Mario langsung menghampiri Zaira yang tengah memeluk lututnya sambil terisak ketakutan.


Mario melepaskan jaket yang biasa ia kenakan lalu memakaikannya kepada Zaira. Mario langsung menghubungi Lia dan memberitahu perihal kejadian yang menimpa Zaira.


Lia terkejut dan langsung berlari keluar kelas mengabaikan pertanyaan sahabat-sahabatnya bahkan guru yang tengah mengajarnya.


Lia berlari menuju ruang UKS karena setelah menghubungi Lia, Mario mengatakan akan membawa Zaira ke ruang UKS terlebih dahulu sedangkan Irfan tengah dibawa oleh Yoga ke ruangan Bu Mayang selaku guru BP.


Bu Mayang tidak sepenuhnya percaya dengan apa yang dikatakan oleh Yoga karena yang Bu Mayang tau kalau selama ini Irfan adalah siswa yang teladan, ketua OSIS yang sangat bertanggung jawab, murid yang cukup berprestasi jadi itu sesuatu hal yang tidak mungkin dilakukan oleh siswa seperti Irfan, Bu Mayang justru mencurigai Mario yang memang selalu menjadi biang masalah dan diapun pernah mengalami kejadian yang sama beberapa bulan yang lalu dan bersama dengan Zaira juga. jadi Bu Mayang berpikir kalau ini adalah hanya akal-akalan Mario dan Zaira saja.


Yoga tidak bisa menjadi saksi karena dia tidak memiliki bukti yang kuat atas apa yang tengah dilihatnya. Catatan buruk Mario disekolah membuat Bu Mayang tidak bisa dengan mudah mempercayai dirinya yang sudah berubah menjadi lebih baik.


Irfan tersenyum penuh kemenangan ketika Bu Mayang lebih mempercayai dirinya dibandingkan dengan penuturan yang diungkapkan oleh Mario.

__ADS_1


Irfan diizinkan pulang oleh Bu Mayang untuk menyembuhkan luka lebam yang ada diwajahnya. sementara Lia tengah berlari menuju ruang UKS, dan pada saat sampai di ruang UKS tersebut Lia terperanjat kaget melihat Zaira yang berada di dalam pelukan Mario.


" Gak semudah itu Mario move on dari Zaira, loe liat itukan?" ucap seseorang yang kini tengah berada di samping Lia dengan tersenyum picik.


Lia menatap tajam ke arah Rangga yang saat ini tengah berdiri di sampingnya.setelah itu menoleh kembali ke arah Mario yang tengah memeluk Zaira yang masih berada dalam ketakutan.


" Ka... kalian!" ucap Lia dengan terbata-bata.


Mario melepaskan pelukannya dan meminta Lia untuk mendekat tapi karena hasutan dan cemburu butanya membuat Lia hanya diam ditempat.


" My Lily, kamu kenapa?" tanya Mario bingung


" Loe pakai tanya lagi, loe itu sebenarnya cuma mau manfaatin Lia doang kan biar loe bisa dekat kembali dengan Zaira!" sarkas Rangga


" Owh, jadi karena itu masalahnya jadi kamu lebih percaya sama omongan laki-laki macam dia bahkan mengabaikan kondisi sahabat kamu yang dalam keadaan seperti ini!" ucap Mario merasa kecewa.


" Percuma aku menunggu kamu disini kalau ternyata kamu masih meragukan aku!" kesal Mario yang langsung mengangkat tubuh Zaira dan membawanya pergi.


" Mario!" lirih Zaira menggeleng lemah.


" Sorry Za gue udah terlanjur janji dengan pak Bagaz untuk mengawasi dan menjaga loe. gue gak mau mengecewakannya!" ucap Mario tepat di hadapan Lia berdiri.


Mario melewati Lia begitu saja membuat ada rasa sesak di dadanya dan tidak lama Mia, Mona dan Indah datang.


" Lia loe kenapa, mana Za?" tanya Mia membuat Lia menoleh dan kembali teringat dengan awal tujuannya yang datang mencari Zaira. karena cemburu Lia sampai lupa Zaira adalah sahabat dan kakak iparnya yang tidak akan mungkin menikungnya dari belakang.


" Memangnya ada apa sih ini?" tanya indah yang merasa penasaran.


" Zaira hampir di lecehkan oleh ketua OSIS untung ada Mario yang datang tepat waktu. hampir saja Mario khilaf kalau gue gak ada di situ mungkin Irfan sudah mati ditangan Mario.!" ucap Yoga yang tiba-tiba datang.


" Tapi sayang Bu Mayang gak percaya dan malah menuduh Mario dan Zaira yang sengaja berbuat hal yang tidak senonoh mengingat kejadian yang pernah terjadi beberapa bulan yang lalu!" lanjut Yoga memberitahu.


" Kalau bukan karena loe Mario sebenarnya malas untuk berkelahi lagi Li, dia bilang Zaira adalah orang yang paling penting buat loe jadi dia ngelakuin ini demi loe !" Yoga menepuk bahu Lia membuat Lia menunduk dan merasa sangat bersalah.


" Tapi gue tadi udah_!" ucapan Lia terpotong


" Jangan bilang kalau loe cemburu dengan Zaira, loe gi*a dia kakak ipar loe!" sentak Mia membuat Yoga terkejut dan Lia mengangguk pelan.


" Parah loe!" Mia lalu pergi meninggalkan Lia. mona dan Indah langsung menyusul Mario diikuti oleh Yoga.


Rangga tersenyum mencoba mendekati Lia namun dengan kasar Lia mendorong Rangga dengan kencang sampai Rangga terjungkal.


" Semua gara-gara loe!" bentak Lia dan pergi begitu saja.


Mario membawa Zaira ke rumah sakit sebelumnya dia sudah menghubungi Azka yang berada di kantor.


Azka terkejut dan langsung pergi dari kantor menuju rumah sakit mengabaikan rapat pentingnya dan meminta Sendy yang menggantikannya.


Saat Mario mau menjalankan mobilnya Mia buru-buru menghampirinya.


" Gue ikut!" teriak Mia sambil mengetuk kaca mobil.


Mia ikut dan masuk ke dalam mobil Mario, setelah itu mobil Mario melesat meninggalkan sekolah menuju rumah sakit terdekat karena pada saat ini Zaira tengah dalam keadaan tidak sadarkan diri.


" Za kenapa sih nasib loe jadi kayak gini?" gumam Mia dengan menitikkan air mata.


" Udah berapa kali loe mengalami kayak gini, loe sih cantiknya kebangetan!" ucap Mia.


Mario menggelengkan kepalanya " Loe itu dari pada ngoceh gak jelas mending loe banyak-banyak berdoa!" pinta Mario.

__ADS_1


Mobil Mario pun melesat menuju rumah sakit dengan kecepatan tinggi.


__ADS_2