Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa sebelum berangkat ke sekolah Khanza menyempatkan diri untuk membantu bu Khodijah menyiapkan barang dagangannya yang akan dibawa ke kantin sekolah.


" Bu, pak Rahmatnya sudah datang!" ucap Khanza memberitahu ibunya kalau pak Rahmat tetangga sebelah yang biasa membantu membawa barang dagangan bu Khodijah dengan motornya.


" Iya, ini tolong bantu ibu membawanya!" Bu Khodijah menyerahkan kantong besar yang berisi barang dagangannya


Khanza meraih kantong tersebut dan membawanya ke depan rumah dimana pak Rahmat tengah menunggunya


" Pak Rahmat ini !" ucap Khanza seraya menyerahkan barang tersebut


Pak Rahmat menaruh kantong tersebut ke dalam keranjang besar yang ada di motornya, setelah semua sudah siap pak Rahmat pamit pergi lebih dulu ke kantin sekolah.


Khanza, bu Khodijah dan Izan berangkat menaiki angkutan umum, mereka berangkat lebih awal dari para pelajar sekolah lainnya.


Sesampainya di sekolah Khanza dan Izan tidak langsung ke kelas mereka tapi membantu ibunya terlebih dulu menyiapkan barang dagangan.


" Bu pesan soto ya!" ucap Miska sahabat Khanza yang kebetulan datang lebih awal dari biasanya.


" Tumben nak Miska sudah datang?" tanya bu Khodijah


" Iya bu tadi habis mengantar papah sama mamah ke bandara jadi langsung kesini aja deh dari pada kesiangan" jawab Miska


" Khanza kemana bu kok gak kelihatan?" tanya Miska seraya mengedarkan pandangannya mencari sahabatnya itu


"Khanza ada tuh di dalam sedang memanaskan kuah bakso" Miska mengangguk mengerti


" Eh tumben nih tuan putri sudah nongol aja dimari?" ucap seorang siswa yang tiba-tiba langsung duduk di bangku depan Miska


" Apaan sih loe rese banget, main duduk aja lagi!" sungut Miska


" Dih pagi-pagi udah nyolot habis sarapan apa loe ?" tanya Nicko yang merupakan teman sekelasnya


" Habis makan orang puas loe!" ketus Miska


" Ish, pagi-pagi udah pada ribut gak baik tau" ucap Khanza sambil membawa semangkok soto pesanan Miska.


" Tau nih anak pagi-pagi udah nyolot gitu, lagi PMS kali tuh" Tebak Nicko


" Sok tau loe!" ucap Miska


" Udah ih, nih cepat makan sotonya keburu dingin" ucap Khanza menyodorkan soto tersebut ke hadapan Miska


" Thanks ya Za!" ucap Miska seraya meraih mangkoknya dan menikmati soto bu Khodijah yang terkenal paling enak di kantin sekolah tersebut


"Sama-sama" Khanza pun ikut duduk di bangku sebelah Miska


" Nicko loe kok tumben datang pagi?" tanya Khanza


"Gue ada urusan sama Bayu si ketos, katanya kemarin mau ada rapat OSIS gitu" jawab Nicko


" Rapat apaan kok gue gak tau?" tanya Miska yang merupakan salah satu anggota OSIS juga


" Tau tuh gue juga belum tau apa yang mau dirapatin tuh anak" sahut Nicko


" Lah elo itukan wakilnya Ko, masa gak tau sih" ucap Khanza


"Gue memang wakilnya tapi tuh anak suka ngambil jalan sendiri" sahut Nicko


" Iya benar, tuh anak gak asik. loe sih Za gak mau jadi ketos padahal anak-anak berharap loe yang kepilih" ucap Miska disela makannya


"Kalian itu juga kan tau gue mana ada waktu untuk hal seperti itu. waktu gue padat " jawab Khanza cengar-cengir.


" Gaya loe Za!" Miska mendorong bahu Khanza dengan bahunya


" Oiya Za loe kata Bela udah gak kerja di cafe lagi ya?" tanya Nicko yang langsung membuat Miska menoleh ke arah Khanza


" Loe udah berhenti kerja ?" kali ini Miska yang ikut bertanya


" Iya, gue udah gak kerja di cafe" jawab Khanza tersenyum getir


" Kenapa?" tanya Miska yang memang tahu kalau Khanza kerja part time setiap pulang sekolah


" Gak ada apa-apa, cuma mau fokus belajar aja" jawab Khanza berbohong


" Oh gitu" Miska manggut-manggut


suasana kantin mulai sedikit ramai Khanza beranjak dari duduknya dan pergi membantu ibunya


" Gue bantu ibu gue dulu ya!" ucap Khanza yang sudah beranjak dari duduknya


"iya Za gue tunggu sini ya!" ucap Miska


" Ko loe gak sarapan?" tanya Miska membuat Nicko yang sedari tadi memperhatikan kepergian Khanza terkesiap.


" Iya apa?" tanya Nicko yang langsung menoleh ke arah Miska


" Loe gak sarapan terus loe ngapain ke sini?" tanya Miska


" Ya gue cuma mau kesini aja memangnya gak boleh?" ucap Nicko datar


" Wah kalian udah disini aja, ayo ngapain ?" ledek salah satu gadis yang datang mendekati meja mereka


" Apaan sih loe Han datang-datang gak jelas gitu?"


" Ya habis tumben aja liat loe berdua datang lebih awal" cerocos Hani salah satu sahabat mereka


" Nana mana Han tumben loe sendirian?" tanya Miska yang tidak melihat keberadaan Nana


" Lagi ke toilet" sahut Hani yang sudah duduk di samping Miska


" Khanza mana?" tanya Hani yang tidak melihat Khanza


" Itu Khanza lagi sibuk bantu ibunya" tunjuk Nicko ke arah Khanza yang terhalangi seorang siswi


" Udah mau bel kalian masih mau disini?" tanya Nana yang baru saja datang


" wah iya hampir jam 7" Miska melirik jam ditangannya


" Khanza!" teriak Miska seraya mengangkat tangannya menunjuk ke arah jam tangannya.


Khanza menoleh dan langsung melihat ke arah jam yang menempel di dinding.


" Sudah sana, biar ini ibu yang beresin!" ucap bu Khodijah


Khanza langsung meraih tasnya dan menyusul teman-temannya yang sudah beranjak dari duduknya


Saat hendak menyusul teman-temannya Khanza yang setengah berlari tidak sengaja menubruk seseorang, karena tidak seimbang Khanza pun akhirnya terhempas ke lantai


" Aww!" pekik Khanza

__ADS_1


" Sakit ? " tanya pria yang ditubruk oleh Khanza


Mendengar suara yang tidak asing lagi ditelinganya Khanza pun langsung mendongak dan seketia Khanza menghembuskan nafasnya kasar.


Bukan menjawab Khanza langsung beranjak berdiri dan menatap kesal kearah pria yang ada di hadapannya.


" Apa setiap hari kerjamu selalu menubruk orang? makanya kalau jalan itu pakai mata dasar ceroboh!" umpat pria tersebut membuat Khanza mendengus kesal


" Maaf ya pak saya itu kalau jalan pakai kaki bukan pakai mata" sungut Khanza ketus lalu pergi begitu saja meninggalkan Aldy yang hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah calon isterinya itu.


" Khanza loe kok lama banget sih, untung gurunya belum datang" ucap Miska saat Khanza baru mendudukkan dirinya di kursinya.


" Gue tadi ada insiden sedikit" jawab Khanza


" Insiden apa?" tanya Nicko yang ikut nimbrung


" Bukan apa-apa" sahut Khanza malas


" Hari ini pak Bagaz gak masuk loh" ucap Hani memberitahu


" Terus?" tanya Khanza


" Pak Aldy si guru baru yang gantiin katanya" jawab Hani


" Apa, pak Aldy bukannya dia guru matematika ya?" tanya Khanza yang nampak terkejut


" Untuk sementara katanya sih sampai pak Bagaz dapat penggantinya" sahut Nana


" Sial benar nasib gue?" gumam Khanza pelan namun masih dapat di dengar oleh Miska


" Sial kenapa Za?" tanya Miska yang aneh mendengar gumaman sahabatnya itu


"Ya? eh gak Kenapa-napa" jawab Khanza cepat


Aldy masuk ke dalam kelas, semua murid langsung memberi salam termasuk Khanza setelah mengabsen murid-muridnya Aldy langsung memberikan tugas, hari ini adalah jam olahraga yang biasanya di isi oleh Azka tapi karena waktunya sekarang mulai disibukkan dengan urusan kantor maka Aldy yang menggantikannya untuk sementara waktu sampai Azka mendapatkan guru pengganti


Hari ini tidak ada praktek olahraga tapi Aldy memberi tugas menulis materi dan beberapa soal latihan untuk mereka pelajari menjelang menghadapi PTS nanti.


" Khanza loe kenapa sih dari tadi gue perhatiin gak semangat gitu?" tanya Nicko setengah berbisik.


" Gue gak Kenapa-napa, udah lanjutin nulisnya nanti kena marah loe sama tuh guru!" bisik Khanza seraya menunjuk ke arah pak Aldy dengan ekor matanya.


Aldy diam-diam memperhatikan gerak gerik Khanza yang terlihat sedang berbisik dengan Nicko.


"Huss.... jangan ngobrol, tuh liat pak Aldy sedang memperhatikan kalian tau!" tegur Miska


" Tau tuh Nicko berisik banget dari tadi" keluh Khanza


" Nicko please deh loe jangan gangguin Khanza terus bisa gak sih?" bisik Miska ketus


" Nyerah gue kalau udah ada bodyguard nya" ucap Nicko pelan tapi masih bisa di dengar oleh Miska.


Miska dan Khanza kembali fokus dengan pelajaran hari ini tapi tidak dengan Nicko yang entah kenapa akhir-akhir ini jadi sering diam-diam memperhatikan Khanza.


Jam sekolah selesai seperti biasanya Khanza langsung bergegas pergi ke kantin tapi lagi-lagi kesialan datang lagi pada Khanza yang kali ini dia yang tengah berjalan santai di tabrak seseorang yang berjalan tergesa-gesa.


Brukk


" Ish sial banget sih gue hari ini!" keluh Khanza tanpa melihat siapa yang telah menabraknya


" Apes banget gue, tadi ketabrak si guru sombong sekarang siapa lagi sih_!" gerutu Khanza seraya beranjak berdiri dengan tangan yang menepuk-nepuk rok dan bajunya. saat Khanza mengarahkan pandangannya ke wajah yang ada di hadapannya seketika matanya membulat sempurna.


" Kamu lagi.. kamu lagi" Aldy bertolak pinggang menatap sinis kepada Khanza


" Apes saya ketemu bapak terus!" ucap Khanza yang langsung berlalu begitu saja, namun baru saja berjalan beberapa langkah tangannya di tarik oleh Aldy sampai membuat langkah Khanza pun terhenti.


" Tolong ya pak jaga sikap anda apalagi ini disekolah!" dengus Khanza yang langsung menghempaskan tangannya kasar yang digenggam oleh Aldy


" Kamu tadi bilang apa? apes ketemu saya terus?" ucap Aldy sinis " Kamu kira kamu aja yang apes, aku juga sama apes sudah ketemu kamu" ketus Aldy membuat Khanza semakin tersulut emosi


" Ya udah kalau begitu jaga jarak setiap kali bapak melihat saya!" sulut Khanza


" Kamu_!" ucap Aldy terhenti saat teringat ada hal yang jauh lebih penting dari pada meladeni gadis yang ada di hadapannya itu.


" Aaaah .. sudahlah!" Aldy menghempaskan tangannya ke udara dan pergi begitu saja melewati Khanza yang masih berdiri mematung


" Ish, tuh orang kenapa bikin kesal aja sih, oh ya tuhan bagaimana bisa aku melewati hari-hari ku nanti bersama orang sepertinya!" keluh Khanza dalam hati lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju kantin


" Khanza!" teriak Nicko yang setengah berlari menghampiri Khanza yang tengah menoleh sebentar ke arah Nicko lalu kembali melanjutkan langkahnya


" Khanza tunggu dulu dong!" pinta Nicko seraya mengikuti langkah Khanza


" Ngapain sih loe ngikutin gue?" tanya Khanza masih tetap berjalan


" Pulang bareng gue ya!" tawar Nicko


" Sorry Nick gue gak bisa, loe juga kan tau gue pulang bareng nyokap gue" tolak Khanza halus sesuai fakta yang ada


" Ya gak apa-apa Za, loe sama ibu loe bisa pulang bareng gue,hari ini gue bawa mobil ko " ucap Nicko tetap membujuk Khanza


" Terima kasih Nicko tapi lain kali aja ya , gue sekarang buru-buru!" ucap Khanza yang langsung meninggalkan Nicko begitu saja dengan langkah kakinya yang semakin cepat


πŸ–€


" Ma... mama kenapa?" tanya pria disela Isak tangisnya melihat sang mama yang berbaring lemah dengan mata yang terpejam di brankar rumah sakit dengan selang infus yang tertancap di tangannya.


" Ada apa sebenarnya om dengan mamaku?" tanya Aldy pria yang tengah menggenggam erat tangan mamanya kepada tuan Sam yang tadi memberitahu keadaan mamanya kepada Aldy


" Semenjak mamamu tahu kalau papamu sudah meninggal dunia, mamamu menyesali perbuatannya dan merasa bersalah dengan papamu. akibatnya mamamu yang dihantui rasa bersalah sering kali tidak mau makan dan hal itu yang membuat mamamu terkena asam lambung akut dan jadi seperti ini" tutur tuan Sam menjelaskan semuanya yang dia tahu dari asistennya.


" Mah, walau bagaimanapun mama adalah mamaku, aku sayang mama tolong bangun mah!" ucap Aldy lirih dengan air mata yang sudah mengalir begitu saja


" Sabar nak Aldy, mama percaya mama kamu pasti akan segera sadar!" ucap mama Maria yang sengaja datang untuk memberi dukungan kepada Aldy yang sudah dia anggap seperti putranya sendiri.


" Terima kasih ma!" ucap Aldy seraya tersenyum dipaksakan


Mama Aldy tiba-tiba mengerjapkan matanya dan perlahan mata itupun terbuka sempurna


" Mah, syukur Alhamdulillah mama sudah sadar" ucap Aldy tersenyum bahagia


" Al.. Aldy!" suara mama Aldy terdengar lemah


" Iya mah" Aldy mendekatkan wajahnya ke wajah mamanya


" Mama jangan banyak bicara dulu ya biar dokter periksa keadaan mama dulu!" ucap Aldy dengan mata yang masih berkaca-kaca


Tidak lama tuan Sam masuk ke dalam ruangan mama Aldy bersama seorang dokter.


Dokter Malik saat ini tengah memeriksa kondisi kesehatan mama Aldy.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan mama saya dok?" tanya Aldy Setelah dokter Malik memeriksa kondisi kesehatan mamanya


" Alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik tapi tolong di jaga emosinya jangan sampai membuat pasien mengalami stres atau banyak pikiran" terang dokter Malik menjelaskan


" Baik dok!" sahut Aldy


" Kalau begitu saya permisi dulu, mari tuan Sam!" ucap dokter Malik pamit undur diri


" Kamu seperti orang asing saja Malik!" ucap tuan Sam


" Kita memang orang asing yang tidak saling mengenal sejak kau terlalu sibuk dengan waktumu tuan" sindir dokter Malik


" Dasar dokter baperan!" ucap tuan Sam tergelak


" Sudahlah ayok ikut aku, nyonya pinjam suamimu!" seloroh dokter Malik


" Bawa saja tapi kembalikan tanpa kurang satu apapun" ucap mama Maria ikut menimpali


" Soal itu aku tidak janji!" ucap dokter Malik tergelak


" Dasar dokter tengil" ucap mama Maria membuat dokter Malik semakin tergelak


" Aku pergi dulu!" pamit tuan Sam pada sang isteri


" Iya pergilah!" ucap mama Maria


" Bagaimana keadaanmu Bu Titin?" tanya mama Maria


Bukan menjawab mama Aldy justru semakin terisak


" Mah... mama kenapa?" tanya Aldy cemas


" Ma.. mama tidak apa.. apa, mama mau min..ta maaf kepada Al...zaira dan juga keluarganya" ucap mama Aldy dengan suara terbata-bata.


" Mah!" lirih Aldy menoleh ke arah mama Maria


" Bu, jangan pikirkan hal itu dulu, aku yakin Za sudah memaafkan anda jauh sebelum anda meminta maaf karena hati menantuku itu begitu mulia jadi aku yakin dia pasti sudah memaafkan anda" ucap mama Maria memberi ketenangan untuk mama Aldy


" Tidak nyonya, Al Zaira tidak mungkin memaafkan kesalahan ku yang sangat fatal, aku sudah merenggut nyawa bundanya, dia pasti membenciku" ucap mama Aldy disela Isak tangisnya


" Ma... mama jangan pikirkan hal itu dulu, mama harus cepat sembuh dan bertemu dengan Alzaira untuk meminta maaf langsung!" ucap Aldy memberi semangat


" Mama tidak tau apa mama masih bisa bertemu dengan Alzaira atau tidak, mama ingin minta maaf" ucapnya dengan napas yang tersengal-sengal


" Mah, sudah ya mah. mama istirahat dulu ya. saat ini Alzaira tidak mungkin datang ke kota ini mah, dia tengah hamil muda mah tidak mungkin suaminya mengizinkan dia datang ke sini jadi mamah harus cepat sembuh untuk meminta maaf secara langsung kepadanya ya mah!"


" Hamil?"


" Iya mah, Alzaira hamil anak keduanya" ucap Aldy memberitahu.


" Bagaimana dengan mu?" tanya mamanya membuat Aldy menautkan kedua alisnya


" Maksud mama?" tanya Aldy


" Mama ingin sebelum mama meninggal mama bisa melihat kamu menikah!" ucap mama Aldy sendu


" Tenang saja Bu Titin, sebentar lagi putramu akan segera menikah. Minggu depan Aldy akan menikah dengan seorang gadis yang sangat cantik dan baik hati!" ucap mama Maria memberitahu membuat mama Aldy seketika tersenyum lebar menatap ke arah putranya


" Apa itu benar Aldy?" tanya mama Aldy


" Iya mah Minggu depan Aldy akan menikah, mohon doanya mah!" ucap Aldy dengan mata yang sudah berkaca-kaca


" Alhamdulillah, mama bisa pergi dengan tenang jika begitu!" ucap mama Aldy


" Mah, kenapa mama berkata seperti itu?" tanya Aldy yang merasa sedih mendengar ucapan mamahnya


" Minggu depan terlalu lama, mama takut tidak kuat sampai hari itu tiba!" lirihnya


" Mamah bicara apa sih mah, Aldy mohon jangan berkata seperti itu mah" Aldy tidak kuasa lagi menahan tangisnya


" Boleh mama meminta sesuatu?" tanya mamanya sendu


" Apa mah?"


" Mama ingin kamu menikah besok" ucapnya membuat Aldy melotot lalu menoleh ke arah mama Maria


" Mah!"


" Turuti saja!" ucap mama Maria


" Bagaimana dengan Khanza?" tanya Aldy


" Dia gadis yang baik, mama yakin dia tidak akan menolak" jawab mama Maria yakin


" kamu tenang saja nanti mama yang akan menemuinya, sebaiknya kamu disini saja temani mamamu!" lanjutnya


" Terima kasih mah!" ucap Aldy merasa sedikit lega


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


...Assalamu'alaikum.......


Hai....hai....


Jumpa lagi semuanya πŸ–οΈπŸ–οΈπŸ–οΈπŸ–οΈπŸ€—πŸ€—


Kakak - kakak readers yang cantik-cantik, yang ganteng-ganteng dan yang baik hati. sebelumnya author mau minta maaf ya


πŸ™πŸ™πŸ™


Maaf nih ya kalau edisi season ke 2 ini ceritanya mungkin rada membingungkan dan mungkin juga sedikit berantakanπŸ₯Ί ya mohon dimaklum saja, author yang amatiran ini masih dalam tahap belajar dan terus belajar.


Dan author ucapkan banyak-banyak terima kasih buat yang sudah meninggalkan jejak like dan komentarnya yaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Komentar sekecil apapun itu sudah menjadi masukan dan memberi bantuan untuk author agar bisa mengkoreksi lagi cerita-cerita selanjutnya agar lebih baik dari sebelumnya 🀭


Dan buat yang merasa aneh dengan alur ceritanya sebenarnya sih author cuma menyelipkan bagaimana pertemuan pertama Khanza dengan pak Aldy saat season Zaira dan kawan-kawannya semasa masih sekolah, dan untuk cerita selanjutnya Zaira sudah lulus dan Azka pun sudah tidak mengajar lagi di SMA Darma Bangsa jadi fokus cerita kali ini kisah Khanza dan Aldy aja ya. ☺️


Mungkin Za akan muncul sebagai selingan aja 🀭


Jika ada yang mengatakan ceritanya terlalu memaksakan, ya gak apa-apa... atau alur ceritanya berantakan, ya dimaklum saja πŸ€—β˜ΊοΈ


Author tetap ucapkan terima kasih banyak karena dengan komentar-komentar tersebut membuat author semakin semangat dan belajar lebih banyak lagi dan mengoreksi kesalahan author😍 pokoknya terima kasih untuk kalian semua yang masih setia dengan karya ku yang satu ini


😘😘😘😘😘😘😘.


...Terima kasih...


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


__ADS_2