Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan baik Miska, Nana dan Hana hanya saling diam. Hana diam karena memang sudah mengantuk dan memilih memejamkan mata sedangkan Miska dan Nana diam dengan pikiran mereka masing-masing.


Nana sesekali melirik ke arah Miska yang duduk di kursi kemudi. ada perasaan malu yang menghinggapi pikirannya karena tertangkap basah oleh Miska mengagumi suami sahabatnya sendiri.


" Kenapa?" tanya Miska tanpa menoleh membuat Nana terjingkrak kaget karena Miska memecah keheningan.


" Ya?" Nana menoleh ke arah Miska


" Kenapa dari tadi gue perhatiin loe kayak orang gelisah gitu?" tanya Miska


" Enggak Kenapa-napa" sahut Nana sedikit salah tingkah


" Terkadang apa yang kita lihat indah belum tentu seindah seperti apa yang ada di dalam pikiran kita, ya seperti ibarat kata rumput tetangga terlihat lebih indah padahal belum tentu kenyataannya.Karena seindah apapun rumput tetangga akan lebih indah lagi rumput yang kita tanam sendiri di halaman rumah"


Deg


Nana menoleh sekilas ada perasaan tidak enak yang menyelimuti hatinya


" Rumput yang ditanam sendiri lalu di beri pupuk kesabaran disirami air kasih sayang hingga tumbuh subur dengan kesetiaan akan jauh lebih kokoh berdiri dari pada rumput tetangga yang dicabut paksa ditanam kembali pun akan percuma yang ada akan layu lalu mati dengan sendiri." lanjut Miska


Nana terdiam sejenak otaknya seakan memaksanya untuk mengerti apa yang Miska katakan.


" Miska omongan loe terlalu bagus gue enggak bisa mikir!" ucap Nana membuat Miska seketika menepuk keningnya sendiri.


" Intinya loe jangan mengusik rumah tangga Khanza, dia sahabat kita dan tentu saja gue akan menjadi garda terdepan untuk melindungi rumah tangga sahabat gue walaupun gue harus berhadapan dengan Loe yang juga sahabat gue." ucap Miska langsung pada intinya


" Miska elo_?" Nana terkejut dengan apa yang dikatakan Miska kepadanya. Nana tidak menyangka Miska tahu perasaannya terhadap Aldy


" Sorry Na, loe memang sahabat gue dan gue mengatakan ini semua bukan gue memihak Khanza tapi memang apa yang terjadi pada loe itu memang salah, ini demi kebaikan diri loe sendiri Na jangan loe teruskan perasaan loe yang salah itu. bukan Khanza saja yang akan loe sakiti Na karena perasaan loe itu tapi juga bayi yang ada di dalam kandungan Khanza. Apa loe tega Na berkhianat kepada sahabat loe sendiri yang saat ini bahkan mereka tengah memperjuangkan nama baik loe di sekolah!" tegas Miska


Nana terdiam kata-kata Miska benar-benar seperti hantaman besar, Nana menundukkan wajahnya dia tahu apa yang dilakukannya adalah salah tapi entah kenapa dia merasa sulit untuk melupakan wajah Aldy saat menolongnya dari Roni.

__ADS_1


" Gu... gue" Nana terbata dan bingung harus berkata apa. Nana sungguh tidak menyangka Miska sampai tahu sejauh itu akan perasaannya pada guru mereka sendiri


" Kenapa loe bisa bicara seperti itu Mis?" tanya Nana lirih


" Loe mungkin bisa membohongi semua orang tapi loe enggak bisa bohong dari gue Na, dari mata loe gue bisa melihat dengan jelas kalau loe itu suka sama pak Aldy dan bodohnya loe udah suka sama pria yang berstatus suami dari sahabat loe sendiri dan loe enggak mikir apa Na bagaimana jika Khanza sampai tahu ternyata sahabat yang sangat dia percaya itu sudah berkhianat ?" sahut Miska tegas


" Gue juga enggak tahu kenapa perasaan ini muncul begitu aja Mis!" ucap Nana sendu


" Tapi perasaan loe itu salah Na" tegas Miska sedikit meninggikan suaranya


" Gue tahu gue salah Mis, tapi gue juga enggak bisa mengelak disaat perasaan itu muncul dengan sendirinya"


" Elo pasti bisa Na, apa loe mau merusak persahabatan kita hanya karena perasaan loe yang salah tempat itu, loe yang nantinya akan terluka sendiri Na. bukan hanya Khanza yang benci sama loe dan marah sama loe tapi pak Aldy juga pasti akan membenci loe Na!"


" Buang perasaan loe itu jauh-jauh Na, loe tahu sendiri kan Khanza itu sudah dianggap anak sendiri oleh tuan Samuel apa loe mau di depak dari sekolah ini dan loe tahu akibatnya kan orang tua loe juga yang akan kena dampaknya dari kebodohan loe itu!" Miska berusaha untuk menyadarkan kesalahan Nana


Nana terdiam mendengarkan ucapan Miska yang panjang lebar. setetes air mata kini telah meluncur begitu saja.


" Jangan egois Na, jangan balas susu dengan air tuba!" ketus Hana yang ternyata diam-diam mendengarkan pembicaraan Nana dan Miska


" Hana!" beo Nana yang merasa terkejut mendengar ucapan Hana. Nana kira Hana tertidur karena dari setadi mereka bicara Hana nampak anteng dan tenang memejamkan matanya.


" Gue udah dengar semuanya, dan kalau loe masih bertindak bodoh dan tidak tahu arti berterima kasih gue akan menjadi orang pertama yang bertepuk tangan saat loe melihat sendiri kehancuran hidup loe dan juga keluarga loe akibat ke egois loe itu!" ucap Hana sinis


" Han loe_!"


" Gue benci sama orang yang berani menusuk sahabatnya sendiri dari belakang. apalagi orang tersebut punya hutang budi yang tidak akan terlupakan seumur hidup tanpa orang tersebut gue yakin hari ini loe gak akan ada di sini bersama kita. loe pasti sedang berada di dalam kamar mengurung diri bahkan bisa saja bunuh diri!" ucap Hana tanpa disaring


" Hana!" sentak Miska yang tidak suka cara bicara Hana yang begitu blak-blakan.


" Gue bicara apa adanya Ka, loe tahu orang macam dia ini harus di ketok dulu kepalanya baru sadar!" umpat Hana menatap sinis ke Nana.

__ADS_1


" Gue enggak mau berteman dengan pengkhianat!" lanjutnya yang langsung membuat Nana menangis sesenggukan.


" Na!" ucap Miska lirih


" Ma..maafin gue teman-teman. apa sebegitu hinanya gue dimata kalian?" tanya Nana disela Isak tangisnya


" Loe pikir aja sendiri, seorang pelakor menurut loe bagaimana, mulia gitu?" sahut Hana ketus


" Hana!" Miska menggeleng dan Hana berdecak kesal


" Bukan begitu Na, kita itu cuma mau mengingatkan sebelum terlalu jauh melangkah sebaiknya loe hentikan perasaan loe itu." ucap Miska pelan


" Gue akan berusaha, tapi gue mohon jangan benci gue Miska, Hana!" ucapnya sendu


" Gue gak akan membenci loe kalau loe tidak menjadi diri dalam daging rumah tangga sahabat kita sendiri Khanza tapi kalau loe sampai bertindak bodoh mengedepankan nafsu, ambisi dan ego loe maka gue yang akan menjadi orang pertama yang akan menghancurkan hidup loe!" ucap Hana tegas


" Apa segitunya loe membela Khanza?" tanya Nana seraya menghapus air matanya, ada perasaan iri didalam hatinya karena kedua sahabatnya itu sangat membela dan melindungi Khanza.


" Iya, gue akan membela sahabat gue sebisa yang gue mampu bukan hanya Khanza dan Miska tapi juga loe Na kalau loe berada di posisi Khanza!" ucap Hana yang langsung membuat Nana merasa mencelos.


" Kalau loe yang berada di posisi Khanza gue juga akan menjadi orang pertama yang akan membela dan melindungi loe karena loe sahabat gue"


" Gue bukan terlalu membela Khanza dan sinis sama loe tapi karena disini posisi loe yang jelas-jelas salah Na!" ucap Hana sedikit pelan.


" Terima kasih Han, Miska karena kalian sudah mengingatkan!" ucap Nana lirih


" Gue gak mau kalian membenci gue, mulai sekarang gue akan mengubur perasaan gue yang salah tempat itu" lanjutnya


" Bagus itu, loe itu harus percaya Na diluar sana pasti ada satu laki-laki yang kelak akan sayang dan mencintai loe dengan tulus!" ucap Hana


" Benar apa yang dikatakan Hana, loe harus semangat dan move-on!" seru Miska seraya tertawa

__ADS_1


" Setuju!" Hana pun ikut tertawa dan mereka tertawa bersama, sampai tanpa terasa mereka sudah sampai di halaman rumah Miska


__ADS_2