
Hari menjelang sore Aldy yang sudah selesai dengan tugasnya bergegas menuju rumah sakit untuk menjemput Khanza.
Sekitar kurang lebih 30 menit perjalanan Aldy sampai di area parkir rumah sakit tersebut karena jalan yang dilaluinya cukup macet.
Aldy berjalan di koridor rumah sakit saat hendak masuk ke dalam lift tiba-tiba seorang pemuda dengan tangan memegang kantong kresek melesak masuk dengan tergesa-gesa.
" Huhhh" pemuda tersebut menghela napas panjang, berjibaku dengan jalan yang macet belum lagi mengantri membeli makanan untuk pujaan hati membuat peluh bercucuran di keningnya.
" Capek banget ya, sampai keringetan gitu?" tegur Aldy membuat pemuda tersebut terjingkrak kaget dan menoleh ke sumber suara.
" Eh ada pak Aldy!" sapanya
" Kamu dari mana, keliatan capek banget?" tanya Aldy
" Biasa pak, mencari sesuap nasi buat isteri!" jawab Roni pemuda yang berada satu lift dengan Aldy itu santai.
" Maksudnya kamu kerja?" tanya Aldy memastikan
" Iya pak, setelah menikah kita itu kan harus mandiri pak, supaya anak dan isteri bangga" jawabnya semangat
" Terus sekolah kamu bagaimana, apa enggak terganggu?"
" Tenang aja pak, aman. disela waktu senggang saya luangkan waktu untuk belajar. saya juga kan enggak mau pak membuat isteri saya kecewa dan ujung-ujungnya marah sama saya kalau sekolah saya terlantar." jawab Roni
" Kerja jalan ya sekolah juga tetap harus berjalan pak" lanjutnya
" Kamu benar-benar sudah banyak berubah rupanya!" ucap Aldy bangga
" Semua berkat Miska pak, dia yang membawa pengaruh positif dalam hidup saya, karena itulah saya tidak mau membuatnya kecewa untuk kesekian kalinya"
" Bagus itu, terus semangat ya. meskipun kamu menikah di usia yang terbilang masih sangat muda tetap harus berusaha untuk memikul tanggung jawab terhadap isteri kamu dengan baik. Miska sudah menjadi tanggung jawab kamu seutuhnya sekarang apalagi kelak jika kalian punya anak tanggung jawab kamu semakin besar, ya sebaiknya sih ditunda aja dulu tanggung kan tinggal satu bulan lagi" Roni senyam senyum sendiri
" Kenapa?"
" Telat pak, wejangan bapak telat karena kecebong saya sudah membuahkan hasil pak!" tawa Roni
" Maksudnya Miska hamil?" Aldy terkejut tapi sedetik kemudian bersikap biasa.
" Tokcer kan pak?" Roni menaik turunkan alisnya.
Aldy tersenyum seraya geleng-geleng kepala
" Kamu ini"
" Saya bersyukur pak karena Miska akhirnya mengandung benih saya, dengan begitu tidak ada lagi alasan untuk dia meminta pisah dengan saya pak" curhat Roni sendu
" Pisah bagaimana?"
" Karena kenakalan saya dulu Miska dan daddy membuat perjanjian, jika Miska sudah tidak sanggup maka dia boleh mengajukan pisah"
" Oh ya ampun, sampai segitunya. jadi karena itu kamu berubah?"
" Saya berubah bukan karena hal itu pak tapi karena saya memang tulus mencintai Miska. itulah sebabnya saya memutuskan keluar dari rumah dan bekerja di sebuah bengkel milik teman saya pak untuk membuktikan kesungguhan cinta saya kepada Miska" jawab Roni penuh semangat
" Sungguh luar biasa kamu Ron, pemuda seusia kamu sudah berani mengambil keputusan yang cukup berat."
" Salut saya sama kamu!" puji Aldy
" Jangan terlalu memuji pak, apa yang saya lakukan tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang Miska lakukan pak saat mengambil keputusan menerima saya sebagai suaminya padahal dia tahu saya ini cowok berengsek yang suka mempermainkan cewek" tutur Roni
Aldy hanya tersenyum dan menepuk bahu Roni sebagai isyarat Roni memang hebat menurutnya.
Tring
__ADS_1
Pintu lift pun terbuka mereka pun keluar bersama.
" Pak Aldy kesini mau jenguk siapa pak?" tanya Roni ketika mereka melangkah menuju ruangan yang sama
" Ya murid saya siapa lagi" jawab Aldy
" Miska?"
" Iya, isteri kamu, sekalian menjemput Khanza tadi sepulang sekolah langsung kesini"
" Oh"
Ceklek
Pintu ruangan nampak sepi hanya ada mama Rika yang tengah membujuk Miska untuk makan.
" Mah nanti aja Miska makannya masih belum lapar" tolaknya
" Tapi kamu harus makan sayang, kamu itu dari siang belum makan apa-apa loh" bujuk mama Rika
" Tapi mah_"
" Assalamualaikum!" ucap Aldy dan Roni bersamaan
" Wa'alaikum salam" jawab mama Rika dan Miska
" Ini_?" mama Rika nampak bingung saat melihat Aldy yang datang bersama Roni
" Ini guru Miska mah, pak Aldy!" jawab Miska yang tahu kebingungan mamanya
" Oh pak Aldy ini guru kamu!"
" Iya bu, saya Aldy guru sekolahnya Miska dan Roni" ucap Aldy memperkenalkan diri
" Terima kasih pak sudah datang menjenguk putri saya. maaf ya pak mungkin untuk beberapa hari ini Miska izin dulu belum bisa masuk sekolah" ucap mama Rika
" Baik pak guru"
" Bagaimana keadaan kamu sekarang Miska?" tanya Aldy
" Sudah lebih baik pak" jawab Miska
" Syukurlah kalau begitu, semoga cepat sembuh ya!"
" Terima kasih pak!" jawab Miska
Mama Rika kembali membujuk Miska makan tapi gadis tersebut tetap saja menolak dengan alasan masih kenyang.
Sementara Roni yang melihat wajah Miska memberengut tersenyum tipis seraya meletakkan kantong kresek yang dibawanya ke atas nakas.
" Kenapa mah?" Tanya Roni yang melihat wajah kesal mamanya karena tidak berhasil membujuk putrinya untuk makan
" Enggak mau makan katanya masih kenyang, padahal sejak siang dia belum makan, kasihan ba-" adu mama Rika yang langsung di potong oleh Miska
" Apa sih mah, Miska belum lapar lagi pula makanan rumah sakit itu enggak enak Miska maunya makan_"
" SOP iga sapi yang ada di jalan pertigaan rumah kamu?" tebak Roni membuat Miska membulatkan matanya.
" Kenapa nih orang bisa tahu, udah kaya cenayang aja!" batin Miska
" Yaudah kalau gitu kamu harus makan sekarang ya, aku udah bawain sup iga sapi tanpa daun bawang" Miska hampir tersedak salivanya sendiri karena Roni bisa tahu sedetil itu.
" Kamu_" belum selesai dengan ucapannya Roni sudah menyodorkan sesuap nasi hangat yang dikuah dengan sup iga sapi kedepan mulutnya
__ADS_1
" Ayo aaa....!" pinta Roni
Miska dengan patuh membuka mulutnya dan benar saja Miska pun makan dengan lahap, mama Rika tersenyum ternyata menantunya benar-benar tahu apa yang diinginkan putrinya tidak salah ia menerima Roni sebagai menantu.
" Makan yang banyak ya, biar cepat sembuh" ucap Roni dengan telaten menyuapi Miska makan dan tanpa terasa piring yang dipegangnya pun bersih.
" Alhamdulillah!" Roni tersenyum lalu meletakkan piring kotornya di atas nakas dan mengambilkan Miska air minum.
" Minum dulu!" Miska pun meraih gelas yang ada di tangan Roni dan meminumnya hingga setengahnya.
Aldy yang melihat ketelatenan Roni memperlakukan sang isteri dengan lembut merasa salut tapi tidak dengan seseorang yang duduk di sofa pojok yang ada di ruangan itu.
Nicko nampak terkejut dengan ke uwuwan sikap Roni terhadap Miska, dia sungguh tidak menyangka jika Miska bisa dengan mudahnya menerima Roni yang bahkan sudah melecehkannya, sikapnya justru berbanding terbalik terhadap Bayu yang sebelumnya dikira orang yang sudah melecehkannya.
Nicko menatap dengan tatapan tajam hatinya bergemuruh hebat tidak pernah menyaka Miska akan bersikap manja dan semanis itu terhadap Roni.
Billy yang melihat Nicko nampak cemburu menepuk pundaknya. " Ikhlaskan!" ucapnya
Nicko menoleh ke arah Billy yang sedang tersenyum tipis kepadanya.
" Apa semudah itu dia menerima laki-laki bajin**n dan sebe****sek Roni" geram Nicko
" Loe liat kan perlakuan Roni begitu lembut terhadap Miska, mungkin dia sudah berubah" sahut Billy
" Gue enggak yakin dia bisa berubah secepat itu, pasti ini hanya akal-akalan dia aja supaya Miska mau menerimanya dan tidak menuntutnya kejalur hukum" oceh Nicko
" Perbuatan Roni sudah termasuk perbuatan melanggar hukum, tindakan pemerkosaan yang dilakukan secara berencana" lanjutnya
" Roni pasti punya rencana licik" tuduhnya
" Jangan sembarang menyimpulkan sesuatu yang elo sendiri enggak tahu kebenarannya nanti jatuhnya itu fitnah" ucap Hana membuat kedua pemuda itu terkejut bukan main karena ternyata pembicaraannya terdengar oleh Hana.
Saat itu mereka memang tengah duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut, mama Rika yang baru kembali setelah tadi sempat pergi keluar bersama mommy Sarah membawa banyak makanan untuk mereka karena mama Rika tahu mereka datang sepulang sekolah jadi bisa dipastikan belum sempat makan siang.
Mama Rika meminta mereka untuk makan terlebih dahulu sebelum pulang dan disaat mereka tengah makan Roni dan Aldy datang, karena letak sofa terhalang sedikit dinding pemisah membuat Roni dan Aldy tidak mengetahui keberadaan mereka dan rupanya Aldy pun sempat lupa menanyakan keberadaan sang isteri karena dibuat tersentuh dengan kelembutan sikap Roni kepada Miska.
" Mas!" panggil Khanza yang berjalan menghampirinya dan dibelakangnya ada Hana, Nana , Billy dan juga Nicko
" Sayang!" balas Aldy
" Kalian_?" Mama Rika terkejut dengan panggilan sayang Aldy ke Khanza
" Mereka sudah menikah mah, dan Khanza saat ini sedang hamil" jawab Miska menjelaskan
" Menikah? hamil?" tanya mama Rika
" Iya, Khanza ini isteri saya kami sudah menikah sekitar 8 bulan yang lalu dan saat ini isteri saya sedang hamil 5 bulan" jawab Aldy membuat mama Rika menatap tak percaya begitu juga dengan Roni yang baru tahu kalau ternyata Khanza sedang hamil anak gurunya sendiri.
" Jadi kalian menikah diam-diam?" tanya Roni
Khanza mengangguk
" Pantas saja waktu itu loe membela pak Aldy sewaktu gue_" ucapannya terhenti dia sadar ucapannya pasti akan menyakiti hati Miska jika ia teruskan apalagi di situ ada Nana yang notabene adalah mantannya
Wajah Miska sudah berubah keruh hatinya bergemuruh hebat rupanya ucapan Roni kembali mengingatkan Miska akan peristiwa tersebut, hormon kehamilannya membuat gadis tersebut mudah baper dan cemburu tanpa alasan.
Roni yang melihat tangan Miska yang tengah meremas selimutnya sedikit terkejut dan juga takut Miska akan marah dan membencinya.
" Sa.. sayang, maaf bukan maksud aku_!" bisik Roni dengan ketakutan yang luar biasa
Miska bergeming dan tersenyum terpaksa pura-pura bersikap biasa padahal di dalam hatinya ada perasaan yang teramat sakit.
" Sudahlah, jangan diingatkan lagi sesuatu yang hanya bisa merusak suasana!" ucap Miska datar
__ADS_1
Deg
Ucapan Miska membuat Roni bergeming dan menatapnya penuh rasa bersalah.