
Setelah terjadi ketegangan di apartemen Khanza dan Aldy, suasana justru berbanding terbalik dengan keadaan di dalam mobil Roni saat ini karena keduanya terlihat saling melempar senyum.
" Terima kasih ya sayang" ucap Roni seraya meraih tangan Miska lalu di kecupannya berkali-kali
" Kamu ini lagi nyetir juga masih sempat-sempatnya mesum" dumel Miska
" Apa sih sayang, cuma ngecup tangan doang masa di bilang mesum sih bagaimana kalau ngecup yang lain" Roni mengerlingkan mata
" Ih apaan sih, genit gitu. awas aja tuh mata kalau genit sama cewek lain" omel Miska menarik tangannya yang digenggam oleh Roni lalu mendaratkan satu cubitan di pinggangnya
" Awww...sakit yang" Roni meringis kesakitan
" Ya abisnya kamu tuh genit" Miska pasang wajah cemberut
" Ya ampun sayang aku kan genitnya sama kamu isteri aku sendiri, masa enggak boleh" ucap Roni
" Iya sekarang sama aku entah kalau di luaran"
" Duh ceritanya isteri aku ini sedang cemburu, iya?" Roni terkekeh
" Siapa yang cemburu, ihhh.... ge'er " cibik Miska
" Dedek mami kalau lagi cemburu bikin gemwees" Roni mengelus perut Miska membuat Miska terkejut
" Ihh... geli papi" Miska memekik kegelian karena elusan tangan Roni di perutnya
" Sayang, kapan jadwal kamu cek kandungan?" tanya Roni saat teringat jadwal cek kandungan isterinya
" Lusa, kenapa memangnya?"
" Ya enggak kenapa-napa, kamu ingatkan aku ya kalau lupa. nanti kita pergi sama-sama untuk mengecek kandungan mu" jawab Roni
" Memangnya kamu ada waktu? bukannya akhir-akhir ini kamu sibuk di bengkel?" tanya Miska
" Kalau soal itu bisa diatur, tapi untuk masalah cek kandungan kamu itu jauh lebih penting dari apapun" jawab Roni
" Masa?"
" Iya dong, karena kamu dan calon anak kita itu dua hal yang paling berharga dalam hidup aku" jawab Roni dengan senyum tampannya
" Kamu itu dari tadi gombalin aku terus, apa udah jadi kebiasaan kamu ya ngegombal?"
" Dih ngomongnya, kayak pernah denger aja aku gombalin cewek!" ledek Roni
" Kalau kamu gak gombalin mana mungkin pacar-pacar kamu pada nempel terus"
" Mereka sih enggak perlu di gombalin juga udah pada menyerahkan diri sendiri buat jadi pacar aku" ucap Roni jumawa
" Pede banget" cibir Miska
" Bukan pede tapi itu nyata" sahut Roni
" Buktinya enggak aku gombalin aja pada susah move on dari aku" tambahnya
" Percaya diri anda terlalu besar tuan"
" Percaya diri itu harus nyonya Roni Aryandra"
" Ya terserahlah" jawab Miska pasrah membuat Roni tertawa
Tidak terasa mobil yang mereka tumpangi kini sudah terparkir di halaman rumah.
" Ayok turun" Roni membukakan pintu untuk Miska
" Duh sweet banget sih suami aku" ucap Miska
" Ini belum seberapa" balas Roni
" Jangan terlalu manis aku tidak suka" timpal Miska seraya berjalan masuk ke dalam rumah
" Kenapa?" Roni mengerutkan keningnya
" Karena kalau perlakuan mu terlalu manis bisa-bisa aku diabetes" seloroh Miska membuat Roni tertawa terbahak
" Kamu itu bisa aja sih yang" Roni yang gemas mencubit pipi Miska yang mulai terlihat cabi.
" Aww... sakit tau" Miska menepuk tangan Roni
" Maaf sayang, abis gemes sih. duh makin cinta kalau begini" Roni menyandarkan kepalanya di bahu Miska
__ADS_1
" Mulai deh!"
" Mulai apa sih sayang?"
" Mulai gombalnya"
" Aku bukan ngegombal tapi menyatakan perasaan sayang" Roni mendusel-dusel kepalanya pada leher Miska
" Roni ih jangan kayak gini, nanti di liat bibi malu tau" Miska mendorong kepala Roni
" Enggak apa-apa kok sayang, bibi juga pasti ngertiin kok maklum pengantin baru yang tertunda" ledek mommy Sarah yang baru keluar dari arah dapur
" Iya saking mesranya mereka bahkan sampai lupa mom buat ngucapin salam" timpal Bambang yang beranjak dari duduknya karena saat ini Roni dan Miska sudah berdiri di ruang keluarga dan tidak menyadari keberadaan Bambang sang daddy.
" Daddy!" pekik Miska dan Roni saat melihat keberadaan daddy-nya
Miska yang merasa kangen langsung menghampirinya dan memeluknya
" Duh menantu kesayangan daddy" ucap Bambang seraya memeluk Miska
" Kapan daddy pulang, kok enggak kasih kabar dulu sih?" cerocos Miska setelah mengurai pelukannya
" Tadi pagi, sengaja enggak ngasih kabar buat kejutan" Bambang mengusap sayang kepada Miska
" Daddy cuma kangen sama isteri aku doang nih sama anaknya enggak" ucap Roni pura-pura merajuk
" Eh sejak kapan nih udah ngaku-ngaku isteri kamu?" goda Bambang
" Ya sejak dinyatakan Sah dia itu emang isteri aku dad" jawab Roni seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
" Masa? bukannya waktu itu_" jawab Miska yang langsung dipotong oleh Roni
" Udah dong mih yang lalu jangan dibahas lagi" Miska dan Bambang tertawa melihat sikap Roni yang terlihat malu begitu juga dengan mommy Sarah yang merasa bahagia karena pernikahan putranya kini dalam keadaan baik-baik saja bahkan mereka terlihat semakin mesra
" Mommy senang banget melihat kalian seperti ini, semoga kedepannya rumah tangga kalian semakin harmonis dan bertambah mesra" ucap mommy Sarah
" Amin" ucap Bambang, Miska dan Roni bersamaan
" Oiya, bagaimana keadaan cucu opa?" tanya Bambang
" Alhamdulillah baik dad" jawab Miska seraya mengelus perutnya yang masih rata
" Maksudnya?"
" Miska itu enggak bisa jauh dari aku dad, kalau jauh mualnya pasti kambuh, makanya Roni suruh pakai ini" Roni memperlihatkan jaketnya
" Serius?" tanya daddy seakan tak percaya dan Miska mengangguk dengan rona merah menghiasi pipinya
" Cucu opa memang luar biasa, pandai menyatukan kedua orangtuanya" Bambang terkekeh
" Siapa dulu dong papinya" ucap Roni dengan bangga
" Siapa memang papinya?" ledek Bambang
" Ya Roni Aryandra lah" Roni dengan jumawanya
Miska dan Bambang hanya menimpali dengan mencibikkan bibirnya
Sementara mommy Sarah geleng-geleng kepala melihat suami, anak dan menantunya
" Sudah... sudah... kalian pasti capek sebaiknya kalian sekarang bersih-bersih dulu gih setelah itu istirahat, nanti kita makan malam bersama ya mommy sudah menyiapkan masakan kesukaan kalian berdua"
Miska langsung menghampiri mommy Sarah dan memeluknya " Terima kasih ya mom, Miska bahagia banget punya mertua seperti mommy dan daddy yang sangat baik dan sayang sama Miska" ucap Miska berada dalam pelukan mommy Sarah
" Sama-sama sayang, mommy yang justru harus berterima kasih sama kamu, karena menantu mommy yang satu ini putra mommy sekarang sudah banyak banget berubah. mommy bangga banget sama kamu sayang" mommy Sarah membalas pelukan Miska
"Mom, Roni itu bukan berubah karena Miska tapi itu karena kemauan dari diri Roni sendiri, Miska mah tidak melakukan apa-apa" ucap Miska saat sudah mengurai pelukannya
" Kamu ini selalu saja merendah, kalau bukan karena kamu mana mungkin Roni mau kumpul sama mommy dan daddy begini, yang ada dia tuh udah pergi sama teman-temannya entah kemana" mommy Sarah menatap tajam ke arah putranya yang sedang cengengesan
" Mommy bisa aja" ucap Roni
" Memang iyakan begitu?"
" Iya mom, tapi sekarang Roni enggak akan kayak gitu lagi kan udah ada pawangnya" Roni terkekeh sendiri
" Pawang apa? pawang hujan" timpal Bambang
" Ha..ha.." Roni tertawa
__ADS_1
" Udah ah dad, mom.. Roni mau ke kamar dulu" pamit Roni
" Yuk sayang!" Roni mengulurkan tangannya pada Miska yang langsung disambutnya
" Mom, dad... Miska ke kamar dulu ya!" ucap Miska berpamitan
" Iya sayang" sahut mommy Sarah
Ceklek
Roni dan Miska masuk ke dalam kamarnya ada sedikit rasa canggung pada keduanya setelah berada di dalam kamar apalagi sekarang hanya ada satu tempat tidur di dalam kamar tersebut
" Sayang kamu mandi duluan aja gih, aku mau ngecek pekerjaan aku dulu sebentar" ucap Roni seraya berjalan ke arah sofa yang berada di dalam kamar mereka
" Yaudah aku mandi duluan, udah lengket juga" Miska yang berjalan ke arah kamar mandi setelah meletakkan tas sekolahnya
Sekitar 20 menit Miska merampungkan kegiatan mandinya
" Ron... Roni!" panggil Miska yang sudah keluar dari kamar mandi namun Roni masih bergeming didepan laptopnya
" Ish, ini orang serius banget sih" kesal Miska
" Roni" panggilnya lagi namun tetap masih belum ada sahutan
" Papi sayang!" panggil Miska dan kali ini Roni dengan cepat langsung menoleh
" Ih ngeselin banget" Miska cemberut tapi Roni malah tertawa geli
" Pura-pura doang" ketusnya
" Ha..Ha.. Ha.. Maaf sayang tapi aku suka panggilan yang terakhir" Roni menutup laptopnya dan beranjak dari duduknya
" Udah dong jangan cemberut gitu, aku cuma bercanda abisnya kamu tuh gemesin banget" Roni menarik Miska ke dalam pelukannya
" Nyebelin" Miska mencubit perut Roni
" Ha... Ha.... sakit sayang"
" Udah gih sana mandi, bau!" Miska menjepit hidungnya sendiri
" Bau enggak ah wangi gini" Roni mencium ketiaknya sendiri
" Cepat sana mandi!" Miska mendorong Roni ke arah kamar mandi
" Mandi bareng ya!" goda Roni
" Enggak, aku udah mandi kamu aja sana mandi sendiri" Miska memilih mundur saat Roni ingin menarik tangannya
" Aku bilang aku udah mandi, sana mandi sendiri aja!" Miska terus menghindari Roni setiap kali Roni berusaha mendekatinya
" Yaudah aku enggak mau mandi" Roni malah berjalan ke arah tempat tidur lalu duduk di tepi kasur
" Dih kok malah duduk sih, cepat sana mandi" Miska menarik tangan Roni tapi justru dia sendiri yang ketarik oleh Roni sehingga membuat Miska duduk di pangkuannya
" Eh?" Miska bergeming dan kedua mata mereka bertemu saling bersirobok
Deg
Jantung keduanya berpacu sangat cepat, Miska memutus tatapannya lebih dulu dengan wajah yang sudah bersemu merah Miska menundukkan wajahnya
Roni menarik dagu Miska hingga kedua mata mereka kembali bertemu, pandangan mata Roni beralih pada bibir Miska yang pink
" Apa boleh aku_?" tanya Roni dengan tatapan mendamba
Jlep
Pertanyaan Roni yang Miska tau kearah mana membuat jantungnya semakin berpacu dengan cepat, Miska pun nampak tegang ada rasa belum siap namun juga tidak tega bila menolak
Miska menghela nafasnya panjang setelah itu menganggukkan kepalanya pelan
Mendapat lampu hijau Roni pun tidak mau membuang-buang kesempatan dengan gerakan cepat Roni pun menarik tengkuk Miska dan memperlakukannya dengan sangat lembut. Roni tidak ingin Miska merasa disamakan dengan mantan-mantannya, karena itu Roni memperlakukan Miska dengan sangat lembut dan penuh dengan cinta
" Jika kamu belum siap tidak apa-apa sayang, aku akan menunggu sampai kamu benar-benar merasa siap!" ucap Roni setelah melepas pangutannya dan mengusap bibir Miska yang basah akan ulahnya. Roni tidak tega karena Miska terlihat sangat tegang.
Miska menggeleng pelan lalu tersenyum " Siap tidak siap itu sudah menjadi kewajiban ku sebagai seorang isteri, jadi kalau kamu memang ingin meminta hak maka lakukanlah tapi pelan-pelan ya!" ucap Miska dengan wajah yang sudah merah bak kepiting rebus.
" Apa kamu yakin?" Roni berbinar dan Miska mengangguk dengan senyum malu-malu
Roni tersenyum bahagia dan tanpa menunggu lama-lama Roni pun mengambil haknya yang sudah lama dinantikannya
__ADS_1
Akhirnya sore itu kegiatan suami isteri pun terjadi