Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

" Kalian_?" tanya Khanza dan teman-temannya yang nampak terkejut dengan ucapan Billy


Deg


Hana tercekat dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" Siapa yang mau menjelaskan?" tanya Khanza menunjuk Hana dan Billy bergantian dengan ekor matanya


" Emmm..." Hana nampak salah tingkah


" Gue sama Hana sudah jadian, ya sekitar 3 Minggu yang lalu" jawab Billy dengan santai tapi tidak dengan Hana yang nampak malu-malu


" Oh jadi pacar yang loe maksud itu Billy?" Miska menatap ke arah Hana


" He... he... iya" Hana menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" Pandai ya kalian menyembunyikan hal ini" Khanza geleng-geleng kepala


" Ah enggak setia kawan loe Bill , pacaran diam-diam " ucap Nicko menepuk pundak Billy


" Justru gue kasihan sama elo Ko, biar loe enggak ngenes banget jomblonya" seloroh Billy


" Sialan loe Bill" Nicko melingkarkan tangannya di leher Billy, mereka pun tertawa bersama


Tinggal satu mata pelajaran lagi, setelah ini mereka selesai mengerjakan UAN dan tinggal menunggu hasil kelulusan.


Khanza dan kawan-kawan sekarang bisa bernafas lega, walaupun ada rasa cemas menunggu hasil kelulusan nanti tapi untuk saat ini mereka memilih untuk bersenang-senang menghilangkan rasa suntuk dan lelah setelah beberapa hari menjalani test.


" Kita ke cafe biasa yuk!" ajak Nicko saat mereka sedang berjalan di koridor sekolah


" Gue sih oke aja, kalau kamu gimana yang?" sahut Billy yang kemudian beralih bertanya kepada Hana


" Aku sih terserah kamu aja " jawab Hana


" Kalau loe Za?" kini Hana yang beralih bertanya kepada Khanza


" Gue tanya paksu dulu" jawab Khanza lalu tertawa


" Iya, isterinya pak guru mah lain mau kemana-mana ya harus izin dulu" ucap Hana


" Harus dong"


" Kalau loe gimana Ka?" tanya Hana pada Miska yang sedang bersandar pada bahu Roni


" Kalau gue sih ikut apa kata dia aja!" Miska menunjuk Roni dengan ekor matanya


" Ron?"


" Iya kita ikut!"


" Na loe mau ikut gak?" tanya Nicko pada Nana yang sejak tadi diam saja


" Gue sih terserah aja deh" jawab Nana sedikit lemas


" Enggak usah lesu gitu Na, siapa tau nanti di cafe loe ketemu jodoh kalau enggak sama Nicko juga boleh tuh!" goda Khanza pada Nana


" Ya semoga aja dijalan gue ketemu jodoh, tapi kalau sama Nicko enggak deh cari yang lain aja" ucap Nana mengundang tawa para sahabatnya


" Wah parah loe Na, belum apa-apa Nicko udah main loe tolak aja, awas loe Na si Nicko nangis kejer-kejer" seloroh Billy


" Biarin aja dia nangis nanti tinggal gue cariin tukang balon" timpal Nana


°°°


Setelah Khanza mendapat izin dari suaminya mereka kini sedang menuju cafe tempat biasa mereka kumpul.

__ADS_1


Sesampainya di cafe mereka seperti biasa memesan menu yang biasa mereka pesan ketika sedang kumpul bersama.


" Sayang kamu enggak boleh minum ini!" Roni menarik gelas yang sedang Miska pegang.


" Eh sorry gue lupa, biasanya Miska dan Khanza pesan itu, gue lupa kalau sekarang mereka sedang isi" ucap Nicko yang merasa tidak enak pada Miska dan juga Khanza yang sudah memesankan minuman bersoda


" Maaf yang, aku lupa pih!" ucap Miska sendu


" Yaudah enggak apa-apa lagi pula juga belum diminum" kata Roni seraya mengusap lembut kepala Miska


" Duh romantis banget deh, bikin baper loe berdua" celetuk Hana


" Makanya halalin, ya enggak pih? pacaran setelah nikah lebih romantis tau gak" ucap Miska memanasi


" Iya... iya.. yang udah halal dan udah cinta mah lain, kemarin-kemarin mah udah kaya tom and Jerry" Balas Hana


" Ya enggak apa-apa yang penting sekarang udah cinta" jawab Miska berani sudah terang-terangan hingga ia langsung di hadiahi kecupan manis di keningnya.


" Aww.. Aww.. Roni jiwa para jomblo loe bikin meronta" ucap Billy meledek Nana dan Nicko


" Ha... ha..!" ucapan Billy membuat yang lain tertawa kecuali Nana dan Nicko


" Udah kalian jadian aja daripada enggak ada" Hana menyenggol bahu Nana


" Iya Na, sama-sama jomblo ini lumayan lah buat cadangan kalau ada yang baru loe lepas dah" usul Khanza dengan gelak tawa


"Wah parah loe ngajarinnya, loe kira gue ban mobil apa buat serepan doang" sahut Nicko


" Ya loe juga sama Ko, kalau udah dapet yang baru ya loe lepas aja si Nana" kali ini Hana yang menimpali Nicko bicara


" Yeee... emangnya gue cewek apakah? ogah banget gue jadi pacarnya dia!" tolak Nana


" Hana!" panggil seseorang dari belakang yang jaraknya sedikit jauh dari tempat mereka duduk


Pasalnya sudah 2 Minggu kakaknya pergi ke Malaysia dan pulang tidak memberi kabar terlebih dahulu padanya.


" Billy, loe enggak panas ngeliat Hana dipeluk gitu sama cowok lain?" Nicko menyenggol bahu Billy


" Gila tuh cowok cakep juga, si Hana bisa banget cari cowok?" ucap Miska sambil menatap Haris yang sedang berbicara dengan Hana tanpa sadar ucapan Miska membuat Roni yang tengah duduk di sampingnya memasang wajah datar dan dingin.


" Miska,itu.. tuh!" tunjuk Khanza ke arah Roni yang memasang wajah datarnya.


Miska menoleh ke arah Roni dan melihat wajah Roni yang nampak sedang cemburu, Miska yang sadar pun hanya terkekeh dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" Papi marah?" tanya Miska tanpa dosa


" Menurut kamu?" Roni malah balik bertanya


" Enggak, papi kan lebih tampan dari dia dan papi juga kan paling baik hati" puji Miska membuat teman-temannya muntah udara


..." Uwekk"...


" Kalian kenapa?" tanya Miska pada teman-temannya tanpa dosa


" Gue heran sama loe Ka, kenapa sekarang loe jadi lebay gini ya!" ucap Nana yang disetujui oleh Nicko.


" Gue juga enggak nyangka Miska sekarang bisa bucin gitu" timpal Nicko


" Eh enak aja enggak ya, bukan gue yang bucin tapi Roni" protes Miska yang enggak mau dibilang bucin


" Iya sayang iya, aku yang bucin sama kamu. udah tau aku bucin tapi masih aja memuji pria lain bikin kesel aja" keluh Roni


" Cuma muji sedikit yang, kan masih banyakkan kamu gantengnya" Goda Miska yang langsung mendapat pelukan hangat oleh Roni.


" Kamu tuh ya pintar banget sih ngegombal, bikin aku gemes aja" Roni mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


" Dih dia malah mesra-mesraan enggak tau tempat banget sih loe berdua, tuh liat Billy lagi galau tuh anak ceweknya lagi mesra-mesraan sama cowok lain" ucap Nicko yang geregetan sendiri karena melihat Billy malah diam saja pacarnya di peluk laki-laki lain.


" Billy loe enggak marah?" tanya Nicko


Billy yang masih santai meminum minumannya hanya tersenyum tipis


" Deh ini anak malah senyam-senyum enggak jelas gitu!" ucap Nicko


" Tapi kok gue enggak asing ya sama tuh cowok, kayak pernah liat" gumam Nana sambil menatap ke arah Haris


" Hai Bill!" ucap Haris yang menghampiri mereka bersama Hana


" Eh Bang Haris, kapan pulang dari Malaysia bang?" tanya Billy seraya bersalaman ala pria.


" Tadi pagi" jawabnya


" Loh loe udah kenal Bill?" Nicko nampak bingung melihat Billy yang nampak akrab dengan Haris


" Ya kenalah masa enggak" jawab Billy


" Bang Haris ini kakaknya Hana" lanjut Billy


" Apa kakaknya Hana?" Nicko terkejut sama halnya dengan Nana yang sedari tadi diam saja dan nampak sedikit terkejut setengah teringat dengan wajah pria yang kini sudah berada di hadapannya


" Iya, dia Abang gue" jawab Hana lalu memperkenalkan temannya satu persatu


" Hai, kita bertemu lagi?" ucap Haris saat hendak bersalaman dengan Nana


Deg


Nana diam mematung saat Haris tengah mengulurkan tangannya untuk berkenalan


" Abang sama Nana sudah saling kenal?" tanya Hana yang nampak bingung


" Sudah" Haris


" Belum " Nana


Hana menatap keduanya bergantian " Yang benar yang mana ini?" tanya Hana


Nana membuang pandangannya ke sembarang arah sementara Haris mengulum senyumnya


" Abang beneran udah kenal Nana?" Hana yang penasaran pun kembali bertanya kepada sang kakak


" Belum kenal nama sih, tapi sudah bertemu beberapa kali" Jawab Haris apa adanya


Nana membulatkan matanya dan takut Haris menceritakan dimana mereka bertemu


" Di mana bang?" Hana semakin penasaran


" Di_" belum sempat menjawab Nana langsung memotong pembicaraan


" Han, loe enggak mau pesenin abang loe makan atau minum gitu?' tanya Nana yang mengalihkan pembicaraan


Haris yang mengerti pun tidak melanjutkan kata-katanya.


" Iya Han Abang haus nih" ucap Haris yang mengikuti alur kata-kata Nana


" Yasudah abang mau pesan apa?" bukan Nana tapi Billy yang bertanya


" coffee latte aja "


Billy pun memesankan coffee latte pesanan Haris.


Mereka semua lalu mengobrol santai sesekali melempar canda dan tawa tapi tidak dengan seorang gadis yang sejak tadi hanya diam dan sesekali mencuri pandang pada laki-laki yang merupakan kakak dari sahabatnya sendiri

__ADS_1


__ADS_2