Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Kegiatan demi kegiatan sudah dijalani, semua peserta camping merasa sangat senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Dan kini saatnya mereka pulang.


Setelah kejadian waktu itu Khanza mulai menjaga jarak dengan Nicko selain karena merasa kecewa dengan sikap Nicko yang ternyata diam-diam mempunyai niat buruk terhadapnya itu juga Khanza lakukan karena ada hati yang harus ia jaga.


" Khanza loe pulang bareng gue aja, naik mobil gue, tadi gue sengaja nyuruh anak buah bokap gue buat bawa mobil kesini!" tawar Nicko yang belum tahu kalau Khanza sebenarnya sudah mengetahui niat buruknya.


" Sorry Nicko gue lebih nyaman bareng yang lain lebih seru naik bus!" Tolak Khanza halus


" Kenapa sih Za kok akhir-akhir ini loe itu kayak jaga jarak gitu sama gue?" tanya Nicko yang merasa sedikit ada jarak dengan Khanza


" Ah itu cuma perasaan loe aja kali, gue merasa biasa aja deh" jawab Khanza santai


" Tapi loe selalu menolak kalau gue ajak pergi bareng?" keluhnya


" Ya karena gue emang lagi malas aja, gue itu cuma ingin cepat-cepat pulang terus Istirahat" sahutnya.


" Yaudah kalau loe ingin cepat sampai rumah mending loe bareng gue aja pulangnya dijamin deh gue antar loe sampai depan rumah!" rayu Nicko supaya Khanza mau ikut bersamanya


"Yang ada Loe bukan bawa gue pulang ke rumah!" batin Khanza


" Bagaimana Za loe mau kan pulang bareng gue?" tanya Nicko meyakinkan Khanza agar mau ikut bersamanya


" Aduh Nicko harus berapa kali sih gue bilang, kalau gue itu mau naik bus aja lebih seru bareng-bareng teman yang lainnya, lagian elo apa-apaan coba masa pulangnya malah pakai mobil sendiri gitu, enggak asik itu namanya!" ujar Khanza


" Betul itu Za gue setuju sama loe, ini anak sebagai wakil ketua OSIS masa malah sibuk sendiri terus dari kemarin dengan urusan pribadinya dan sekarang dengan seenaknya juga mau pulang naik mobil pribadi " keluh Billy yang tiba-tiba sudah muncul di antara mereka.


" Apaan sih loe Bill protes aja loe!" kesal Nicko


" Ya elonya aja gak asik banget dari kemarin tuh" Billy pun ikut kesal


" Sudah Bill sebaiknya loe masuk mobil aja gih gak asik dong kalau kalian ribut disini !" titah Khanza yang tidak mau mereka berujung keributan


" Iya Za, loe urus deh tuh anak!" ucap Billy yang berlalu naik ke dalam bus.


" Billy loe lihat Khanza gak?" tanya Miska yang celingukan sedari tadi mencari Khanza saat Billy baru saja masuk ke dalam bus


" Khanza ada tuh masih di bawah sama Nicko, tadi Nicko ngajakin dia pulang bareng naik mobil pribadinya" jawab Billy yang langsung mendudukkan dirinya di samping Nana tepatnya di belakang Miska


" Terus Khanza nya mau Billy pulang bareng Nicko?" tanya Miska lagi


" Sepertinya sih enggak mau tapi Nicko nya dari maksa gitu" jawab Billy


Miska kesal dengan Nicko yang hobby banget maksa-maksa orang.


Miska beranjak dari tempat duduknya hendak turun kembali menghampiri Khanza.


" Loe mau ke mana Miska?" tanya Billy


" Ya turunlah, gue mau panggil Khanza" sahutnya seraya berjalan turun dari dalam mobil


" Mau kemana lagi tuh anak?" tanya Hana yang melihat Miska pergi turun kembali dari bus karena tadi sibuk dengan gawainya jadi tidak begitu mendengar pembicaraan Khanza dan Billy.


" Mau panggil Khanza" jawab Billy seraya memejamkan matanya


" Memangnya Khanza kemana?"


" Ada di bawah lagi sama Nicko" jawabnya


Miska turun dari mobil bus tersebut lalu mencari keberadaan Khanza, matanya melotot sempurna tatkala netranya menangkap sosok cowok yang selalu membuatnya kesal tengah memaksa Khanza untuk ikut naik mobilnya.


" Nicko udah gue bilang kan gue enggak mau, loe jangan maksa gitu dong!" kesal Khanza saat Nicko meraih tas ransel milik Khanza.


" Nicko!" teriak Miska membuat yang punya nama berdecak kesal bukan main


Miska dengan kasar menarik tas ransel Khanza yang berada di tangan Nicko.


" Ayok Za kita naik ke bus!" tanpa banyak kata lagi Miska menarik pergelangan tangan Khanza


" Za jangan begitu dong, pulang bareng gue aja lebih nyaman" teriaknya namun Khanza enggan menoleh karena dia benar-benar jengah dengan sikap Nicko.


Khanza dan Miska kini sudah berada di dalam bus, mata Khanza diam-diam sedari tadi menatap lekat pintu bus tersebut seperti sedang menunggu seseorang.


Khanza mengerutkan keningnya dan bertanya-tanya dalam hati saat pintu mobil sudah tertutup rapat namun orang yang ditunggunya belum masuk ke dalam bus tersebut.


" Kenapa? loe lagi nyariin pak Gutami ya?" tanya Miska yang tahu kegelisahan sahabatnya itu

__ADS_1


" Kok pak Aldy belum masuk, mobilnya udah jalan aja sih?" gumam Khanza yang entah kenapa jadi cemas sendiri apalagi saat salah satu guru sudah berdiri memimpin doa dan mobil beranjak pergi meninggalkan lokasi tersebut


" Loe sedari tadi liatnya ke pintu mobil terus Za, nyari siapa hem?" tanya Miska geleng-geleng kepala melihat tingkah sabatnya yang bisa dibilang menggemaskan


" Enggak sedang cari siapa-siapa kok" jawab Khanza yang entah kenapa nampak seperti orang bodoh.


" Orang yang elo cari ada di belakang tuh!" tunjuk Miska seraya berdiri dan diikuti begitu saja oleh Khanza.


Seketika pandangan Khanza dan Aldy bertemu


Deg


Khanza langsung duduk kembali sambil memegang dadanya yang terasa ada sedikit rasa yang aneh.


" Elo kenapa Za?" tanya Miska


" Eng... enggak kenapa-napa" jawab Khanza cepat dan berusaha menetralkan detak jantungnya.


" Za gue duduk disitu dong, gue ngantuk nih pingin sandaran biar bisa tidur" pinta Miska karena Khanza duduk di pojok dekat jendela.


" Yaudah sini!" Khanza beranjak dari duduknya dan bergeser dengan Miska.


Mobil sudah jalan cukup jauh meninggalkan area perkemahan.


Khanza ikut memejamkan matanya dan tanpa sadar ia pun ikut tertidur.


Entah kenapa Khanza merasa sangat nyaman tidur bersandarkan bahu orang yang tengah duduk di sampingnya.


Rasa dingin AC mobil pun tidak sedingin kemarin saat berangkat. Hangat itulah yang Khanza rasakan dan semakin membuat tidurnya semakin nyenyak.


Hana yang melihat pemandangan yang ada di depannya hanya tersenyum tipis lalu ikut memejamkan matanya sementara Nana sudah tertidur sejak tadi.


Aldy tersenyum tipis melihat sang isterinya begitu nyenyak walaupun tidur dalam keadaan duduk dan hanya bersandar bahunya.


Billy yang duduk tepat di belakang Aldy dan Khanza mengerutkan keningnya merasa aneh dengan sikap Khanza yang begitu santai tidur di bahu sang guru yang terkenal jutek dan tegas bila mengajar.


Bahkan murid-murid yang tidak sengaja menangkap pemandangan itupun nampak berbisik-bisik melihat Khanza tidur dibahu Aldy dan Aldy pun memejamkan matanya seraya melipat tangan didadanya.


Terlihat seperti pasangan yang sangat romantis.


" Tadi pas pak Aldy ke situ Khanza sedang tidur gue yakin dia gak tahu kalau yang disandari bahu pak Aldy" ucap Maya teman sebelahnya.


" Ya kali aja pura-pura" ucap Luna mencibir.


" Yaudah sih biarin aja kenapa loe yang sewot gitu sih " Maya malas meladeni Luna dan membuang pandangannya ke jalan.


Luna mendengus kesal bisa-bisanya Khanza duduk sedekat itu dengan Aldy membuatnya merasa iri dan tersaingi.


Luna pernah berniat untuk menakhlukkan hati seorang Aldiansyah karena selama ini tidak ada yang bisa menolaknya kecuali yang berhubungan dengan keluarga Dinata dia tidak berani mengambil resiko.


Melihat Khanza bisa sedekat itu dengan Aldy membuat Luna yakin dia pasti bisa membuat Aldy jatuh hati kepada dirinya.


Khanza terjaga dari tidurnya dan merasa sedikit heran dengan pemilik bahu yang dia jadikan sandaran kepalanya.


" Nicko? ah tidak mungkin tadi dia sudah pulang dengan mobil pribadinya lalu ini siapa?" batin Khanza bertanya-tanya.


Khanza menggeser duduknya dan pelan-pelan ia menoleh ke samping kirinya dan betapa terkejutnya Khanza saat mendapati sang suami lah yang ternyata duduk di sampingnya.


Khanza menoleh ke kanan dan ke kiri ke depan dan kebelakang melihat keadaan sekitarnya takut semua jadi curiga.


Khanza menghela napasnya berat kesal dengan sikap suaminya yang sembarangan duduk di sampingnya.


" Kenapa wajahnya ditekuk seperti itu?" tanya Aldy membuat Khanza berjingkrak kaget


" Astaghfirullah, bapak ngagetin saya aja sih" Khanza mengusap dadanya karena terkejut


" Kenapa bapak duduk di sini?" tanya Khanza ketus


" Kenapa? kamu keberatan saya duduk di sini. bangku ini kosong jadi apa salahnya saya duduk di sini?" tanya Aldy tegas dan bisa di dengar oleh Luna dan Maya


" Tuh loe dengar sendiri kan?" ucap Maya kepada Luna


Aldy memasang wajah dingin dan datar. membuat siapapun yang melihatnya merasa enggan walaupun hanya sekedar menyapanya.


Bus yang mereka tumpangi tiba-tiba berhenti mendadak mogok, para penumpang di minta untuk segera turun karena mobil tersebut hendak diperbaiki.

__ADS_1


Sebagian siswa dan siswi ada yang memilih berfoto-foto untuk menghilangkan kejenuhan ada yang diam saja ada juga yang mencari penjual makanan atau minuman.


" Za kita cari makan yuk!" ajak Miska


" Ayok kebetulan gue juga lapar nih" sahut Khanza


" Cus lah!" ucap Nana seraya menaik tangan Hana


Khanza beranjak dari duduknya dan ikut bersama mereka. baru berjalan beberapa langkah ponsel Khanza berdering.


" Assalamu'alaikum!"


..." Wa'alaikum salam, mau kemana kamu?"...


" Mau cari makan dengan Miska, kenapa?"


..." Ini tempat asing kamu harus berhati-hati"...


" Iya bawel banget sih, makanya ikut buat jagain aku!" goda Khanza


" Khanza ayok!" teriak Hana


" Sudah ya, gak enak sama mereka"


" Iya"


" Loe telponan sama siapa?" tanya Nana


" Dengan calon ayah dari anak-anak gue kelak" jawab Khanza sekenanya namun membuat Nana bingung


" Gak usah bingung loe, kayak gak tahu Khanza aja sih kalau ngomong suka ngawur bin ngaco" ucap Miska


" Ha .. ha ...!" Khanza terbahak


" Sialan loe gue kira serius!"


" Lagian kepo aja" ucap Hana


" Penasaran aja gak boleh ya?


" Jangan penasaran nanti loe baper!"


" Enggak ya, ngapain juga gue pakai baper segala"


" Bagus deh Nana ku sayang" Khanza menoel dagu Nana


" Ih apaan sih loe jijay tau gak"


" Ha... ha..." Khanza tergelak dan diikuti Hana dan Miska mereka tertawa melihat wajah Nana yang lucu dan menggemaskan menurut mereka.


Setelah beberapa lama pergi mencari makanan dan minuman Khanza dan teman-temannya kini sudah kembali ke tempat mobil bus tersebut yang sedang di perbaiki.


Aldy nampak tengah membantu sang supir memperbaiki mobil tersebut yang ternyata rusaknya tidak main-main karena sudah hampir satu jam mereka perbaiki tetap saja mobil belum bisa beroperasi.


" Bagaimana ini pak, seperti rusaknya parah apa sebaiknya saya panggil mobil bus yang lain saja ya pak?" tanya pak supir kepada Aldy dan pak Ridwan sebagai penanggung jawab


" Ya sebaiknya seperti itu saja pak, kasihan murid-murid jika terlalu lama menunggu" ucap pak Ridwan


" Bagaimana menurut pak Aldy?" tanya pak Ridwan


" Iya pak, saya setuju" jawab pak Aldy


Pak supir segera menghubungi penanggung jawab dari bus tersebut dan meminta dikirimkan mobil ke tempat mereka berada.


Khanza yang melihat Aldy nampak kelelahan dengan keringat yang mengucur di keningnya langsung menghampirinya begitu saja dengan sebotol air mineral ditangannya namun saat ia hendak memberikan botol tersebut seorang wanita yang seumuran dengan pak Aldy sudah lebih dulu menghampirinya dan memberikannya air minum bahkan dengan lancangnya ia mengelap keringat di kening Aldy dengan saputangannya.


Aldy yang kedua tangannya kotor memang tidak bisa menolak saat tangan halus mengusap keringat di keningnya.


" Oh astaga...!" ucap Hana spontan yang terkejut saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya.


Khanza membuang pandangannya dan tersenyum getir, Miska mengusap punggungnya mencoba menenangkan Khanza sementara Nana tengah berpikir lain.


Aldy yang mendengar suara Hana menoleh ke arahnya begitu juga dengan wanita yang berada di samping Aldy.


Deg

__ADS_1


Aldy terkejut bukan main saat melihat Khanza berbalik badan dan pergi begitu saja dan di ikuti oleh ke tiga sahabatnya.


__ADS_2