
Kondisi Zaira kini sudah pulih dan dokter Dinda pun sudah mengizinkan Zaira dan bayinya untuk pulang.
Zaira pulang ke rumahnya sendiri dia menolak saat Bunda Aryani dan mama Maria memintanya untuk tinggal bersama mereka. Zaira memutuskan untuk tinggal di rumahnya sendiri karena tidak ingin ada yang merasa tersinggung jika dia memilih tinggal di rumah bunda Aryani atau pun di rumah mama Maria.
Di kamar yang kini sudah di sulap menjadi kamar baby girl Zaira menidurkan baby Zia di dalam box bayi dan untuk membantunya merawat baby Zia, Zaira dan Azka sudah mencari baby sitter yang tidak lain adalah anak dari mbok Iyem yaitu mbak Cici.
Bunda Aryani tengah duduk di bangku ruang TV, dia masih merasa bingung dengan hubungan Mita yang akhir-akhir ini nampak begitu dekat dengan Arta sementara hubungannya dengan dokter Ariel saja dia masih belum tahu apa-apa.
" Bunda!" panggil Zaira saat melihat Bunda Aryani duduk sendirian di ruang TV karena mama Maria baru saja pamit untuk pulang, sedangkan Azka tengah pergi mengajar sekolah.
" Sayang!" ucap Bunda Aryani menepuk bangku kosong disebelahnya meminta Zaira untuk duduk.
" Ada apa bund, sepertinya bunda sedang memikirkan sesuatu ya?" tanya Zaira
" Sayang sebenarnya bunda masih penasaran dengan hubungan kakak kamu dengan Mita" ucap Bunda Aryani sendu
" Maaf bund kalau Za dan Mita belum sempat bercerita kepada bunda, sebenarnya Mita juga masih merahasiakannya dari kedua orang tuanya bund" tutur Zaira
" Sebenarnya ada apa? apa karena kakak sepupunya Mario sekarang Mita berubah dan memutuskan pertunangannya?" tanya Bunda Aryani menerka-nerka
" Bukan bund, Za akan ceritakan semuanya tapi bunda janji ya harus tenang" pinta Zaira
" Ada apa sebenarnya? jangan buat bunda semakin penasaran!" bunda menghela napasnya berat.
" Sebenarnya pada saat kak Ariel melamar Mita pada saat itu juga ada yang mengirimkan Mita foto kak Ariel sedang bersama seorang wanita bund. awalnya Mita tidak menghiraukan foto tersebut tapi lama-lama hatinya merasa ragu jadi Mita memilih untuk bertunangan terlebih dahulu dan menunda pernikahannya dengan alasan ingin menikah setelah lulus. Mita sudah berusaha untuk bersabar menunggu kak Ariel menjelaskan foto tersebut tapi kak Ariel selalu bilang belum siap membuat Mita menjadi benar-benar menaruh curiga dengan kebenaran foto tersebut. dan beberapa Minggu yang lalu Mita dan Lia tidak sengaja bertemu dengan kak Ariel dengan wanita yang berada di foto tersebut dan Za juga baru tau disitu karena saat itu juga Za berada di kedai tempat mereka bertemu. awalnya Za bertemu dengan dua anak kecil bernama Alifa dan Aliya meraka sebelumnya pernah bertemu dengan Za sewaktu sarapan di kedai bubur, pada saat itu Za ingin mengajak mereka makan tapi mereka tidak berani karena belum izin dengan orangtuanya, Za mengajak mereka untuk pamit terlebih dahulu kepada kedua orangtuanya dan bunda tahu siapa orang tuanya?" tanya Zaira disela ceritanya itu dan bunda Aryani menggeleng.
" Kak Ariel bund!" ucap Zaira membuat Bunda tersentak kaget.
" Ariel?" beo bunda Aryani dengan tatapan tidak percaya
" Iya, bund Za juga sempat terkejut dan merasa tidak percaya. memang Alifa dan Aliya bukan anak kandung kak Ariel tapi saat itu Za melihat isteri kak Ariel juga tengah hamil bund dan Mita sudah tahu hal itu." terang Zaira menceritakan tentang kandasnya hubungan Mita dengan dokter Ariel.
" Jadi Ariel sudah menikah dan isterinya tengah hamil?" tanya Bunda Aryani
" Iya bund dan yang lebih parahnya lagi kak Ariel bersikeras ingin bercerai dengan istrinya itu dan tetap ingin menikah dengan Mita"
" Apa, bercerai?"
__ADS_1
" Iya bund, Mita sempat stres dan karena itulah Mario dan Lia meminta Mita untuk tinggal bersama mereka dengan alasan agar Mita bisa menemani Lia bahkan Mita sempat pingsan di rumah Lia bund karena terlalu lama berada di guyuran air keran sewaktu di rumah Mario dan pada saat itu ada kak Arta bund." lanjut Zaira menceritakan kisah Mita
" Jadi disitu mereka saling mengenal?" tanya bunda Aryani
" Bukan bund ceritanya panjang bund tapi pada intinya ternyata Mita itu adalah gadis kecil yang selama ini kak Arta cari selama bertahun-tahun bund. kisah mereka itu sudah seperti cerita dalam novel aja deh bund, mengharukan dan juga bikin tegang" lanjut Zaira
" Maksud kamu mereka itu pernah bertemu sebelumnya?" tanya Bunda Aryani yang menjadi penasaran dengan kelanjutan kisah Mita dan Arta
" iya bund, dulu sewaktu kecil Mita pernah menembak kak Arta yang anak SMA untuk jadi pacarnya loh bund" tutur Zaira
" Masa sih?"
" iya bund" Zaira pun menceritakan semuanya kepada bunda Aryani tentang Mita dan Arta kecil yang dia sendiri juga tahu pada saat pesta perayaan keberhasilan Mario dan Arta.
Bunda Aryani merasa bersalah karena sempat salah paham kepada Mita dan Arta, dia pun merasa sangat kecewa dengan sikap dokter Ariel yang tidak jujur kepada mereka semua terutama kepada Mita.
Setelah lama mereka mengobrol terdengar suara ketukan pintu dari luar, bunda Aryani beranjak dari duduknya dan berjalan untuk membukakan pintu sementara Zaira sudah kembali ke kamar baby Zia karena tadi sempat terdengar suara tangis dari baby Zia yang mungkin merasa haus.
Ceklekk
Pintu terbuka bunda Aryani terdiam sejenak saat melihat Mita yang datang bersama Arta.
" Mari masuk!" ucap bunda Aryani mempersilahkan Mita dan Arta untuk masuk ke dalam rumah Zaira.
" Silahkan duduk !" ucapnya lagi membuat Mita sedikit gugup dan canggung.
" Bunda Za mana?" tanya Mita dengan sedikit gugup
" Ada sedang menyusui baby Zia tadi menangis" sahut bunda Aryani
" Pak Bagaz belum pulang ya bund?" tanya Mita lagi ingin mencairkan suasana yang sedikit terasa tegang.
" Belum kata Za suaminya mau ke kantor papanya selepas mengajar" jawab bunda Aryani.
" Nak Mita!" panggil bunda Aryani saat tadi sempat terdiam semuanya.
" Iya bund!" jawab Mita
__ADS_1
" Maafin bunda ya!" ucap Bunda Aryani yang merasa tidak enak dengan sahabat baik dari putrinya itu.
" Maaf? maaf untuk apa bund, bunda kan gak punya salah apa-apa sama Mita tapi justru Mita lah yang punya salah sama bunda" ucap Mita yang tidak bisa lagi menahan tangisnya membuat bunda Aryani langsung pindah duduknya dan menghampiri Mita.
" Sayang, kenapa menangis bunda minta maaf karena bunda sempat salah paham sama kamu dan nak Arta" ucap bunda Aryani yang menoleh ke arah Arta .
" Gak apa-apa bund, bunda gak salah. wajar kalau bunda salah paham" ucap Mita
" Bunda tidak tahu kalau ternyata kamu dan Ariel ternyata _" ucap bunda Aryani menggantung.
" Bunda jangan bahas itu lagi ya bund, Mita sudah gak apa-apa kok bund, mungkin kami memang tidak berjodoh bund" ucap Mita
" Iya bunda, dari kejadian ini banyak hikmah yang dapat kita petik bund. jika bukan karena kejadian ini aku juga tidak tahu bund sampai kapan bisa menemukan gadis kecil yang selama ini aku cari bund. dan aku bersyukur karena Mita dan dokter itu tidak jadi menikah" ucap Arta dengan jujur membuat bunda Aryani mengulas senyumnya, sedangkan Mita mengerucutkan bibirnya.
" Bunda do'ain ya bund, semoga gadis yang berada di samping bunda itu mau menerima lamaran aku ya bund!" ucap Arta memelas
" Ih apa-apaan sih kak!" ucap Mita mendengus kesal
Zaira datang dengan baby Zia berada dalam gendongannya.
" Baby Zia" Mita beranjak dari duduknya dan menghampiri Zaira yang tengah menggendong baby Zia.
" Za mau dong gendong!" ucap Mita dengan wajah berbinar.
" Nih hati-hati ya sekalian belajar jadi kalau sudah sah langsung bikin juga gak apa-apa" goda Zaira seraya memberikan baby Zia kepada Mita.
Mita nampak begitu senang menggendong baby Zia yang ternyata begitu nyaman berada di dalam gendongan Mita.
" Sepertinya baby Zia begitu nyaman berada di gendongan Mita, sudah cocok ini sih" goda bunda Aryani membuat wajah Mita bersemu merah.
Arta menghampiri Mita dan ikut menegori bayi mungil nan cantik dan menggemaskan itu.
" Cantik banget sih, kalau kita nanti punya anak aku ingin yang seperti baby Zia cantik, secantik bunda Mita " bisik Arta membuat Mita merona.
" Apaan sih!" Mita melotot ke arah Arta yang malah membuat Arta tertawa melihat Mita yang menggemaskan.
Mita dan Arta begitu asik dengan baby Zia sementara bunda Aryani sedang pergi ke dapur membantu mbok Iyem memasak untuk makan malam.
__ADS_1
Zaira mendengar suara pintu diketuk lalu meminta tolong kepada mbak Cici untuk membukakan pintu.
Seketika mata Zaira membulat sempurna tatkala netranya melihat seseorang yang baru saja melangkahkan kakinya masuk dengan wajah yang nampak terkejut dengan pemandangan yang ada.