
Khanza dengan wajah cerah berjalan menghampiri sahabat-sahabatnya.
" Mak loe dari mana sih lama banget baru nongol?" tanya Hana mendumel
Khanza menyengir tanpa dosa " He...he... sorry gaes gue baru selesai makan soto bareng pak Gutami"
" Wah parah loe Mak kita disini nungguin loe malah enak-enakan makan soto berduaan" oceh Hana
" Udah yuk ke kelas udah mau masuk nih!" ujar Nicko seraya berdiri
" Tumben banget loe semangat masuk ke kelas, kesambet apa loe?" ucap Billy
" Ya sekali-kali gue mau jadi siswa yang baik, enggak boleh apa" sahut Nicko menaik turunkan alisnya
" Dih gaya, biasanya juga suka bolos!" timpal Hana
" Enak aja, enggak lah ya gue mah mana suka bolos"
" Bolos mah enggak nyari masalah iya" sahut Khanza
" Ya elah Mak udah napa mak jangan di ingat lagi yang itu mah, gue udah tobat ini Mak" Nicko seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
" Dih emak? emangnya siapa yang mau punya anak kayak loe, tobat juga tobat apaan loe mah besok juga kumat lagi!"
" Paling juga tobat sambel dia mah Mak, udah tau pedas masih aja di cocol " sahut Hana menimpali
" Wah setuju gue, loe kalau ngomong emang kadang tepat sasaran Han!" Billy mengacungkan ibu jarinya
" Si*lan loe berdua!" Nicko menggeret leher Billy dan menariknya meninggalkan kantin sementara yang lain tertawa melihat tingkah mereka seraya mengekor di belakangnya
Miska nampak termenung, tidak fokus dengan pelajaran yang sedang diterangkan oleh gurunya di depan.
Sampai pelajaran usai pun Miska terlihat tidak berkonsentrasi sampai akhirnya ia dikejutkan oleh tepukan bahu yang dilakukan oleh Khanza yang duduk tepat di sampingnya
" Elo kenapa sih Mis hari ini loe tuh gak kayak biasanya tau gak?" tanya Khanza saat guru yang mengajar di kelasnya sudah pergi meninggalkan kelas
"Gue enggak kenapa-napa" sahut Miska tersenyum dipaksakan
" Apa gue ini sebegitu enggak pantasnya ya untuk Loe percaya?"tanya Khanza terlihat raut sedih diwajah gemoynya
Miska menggeleng pelan " Bukan begitu Za, gue juga enggak tahu harus ngomong dari mana sama loe, ini tuh masih terasa berat banget buat gue" ucap Miska sendu lalu menarik napasnya berat
" Loe sebenarnya ada masalah apa sih Ka, ya barangkali aja dengan bercerita beban loe bisa sedikit berkurang. tapi kalau loe memang masih belum siap untuk cerita juga enggak apa-apa gue percaya kok loe punya alasan tersendiri untuk itu" ucap Khanza seraya mengusap punggung Miska lalu tersenyum
" Thanks ya Za!" Miska pun ikut tersenyum
"Sama-sama"
" Loe itu sahabat gue Mis, loe selalu ada di setiap kali gue punya masalah, loe sahabat gue yang selalu menjadi orang pertama yang ada di samping gue tapi disaat loe sendiri yang punya masalah gue malah gak bisa berbuat apa-apa untuk Loe, gue memang sahabat yang enggak berguna ya Mis?." Khanza tersenyum kecut
" Loe jangan bicara seperti itu dong Za, loe itu sahabat terbaik gue, saat ini gue belum bisa bercerita karena gue juga masih bingung dengan takdir masa depan gue " ucap Miska lirih
" Loe kok ngomongnya kayak gitu, seakan loe itu sedang putus asa banget Ka?" ucap Khanza yang dapat turut merasakan kesedihan yang Miska alami
__ADS_1
" Nanti gue ceritain, pulang sekolah gue boleh ya mampir ke rumah loe?"
" Boleh aja sih tapi nanti pulang sekolah gue mau ke rumah ibu gue. bagaimana kalau loe ikut aja sekalian ke rumah ibu gue?" tawar Khanza
" Emmmm... boleh juga, loe kesana bareng pak Aldy?" tanya Miska yang merasa enggak enak jika ada gurunya disana meskipun suami dari sahabatnya sendiri.
" Enggak, gue pulang bareng ibu, laki gue masih ada urusan katanya"
" Yaudah loe bareng gue aja kalau gitu!"
" Oke kalau begitu"
" Pada ngomongin apaan sih serius banget?" tanya Hana yang tiba-tiba sudah menghampiri mereka bersama Nana
" Enggak ngomongin apa-apa, Miska cuma nanya gue pulang sama laki gue apa enggak" terang Khanza
" Terus?" tanya Hana lagi super kepo
" Ya enggak, karena Pak Gutami sedang ada tugas yang harus di selesaikan hari ini" jawab Khanza jujur
" Terus loe pulang bareng siapa?" tanya Nana
" Gue tadinya mau pulang bareng ibu karena memang mau mampir dulu ke sana tapi Miska nawarin bareng, dia mau nganterin gue pulang katanya" sahut Khanza
" Loe mau mampir ke rumah bu Khodijah Mis?" tanya Hana
" Iya, udah lama gue enggak kesana" jawab Miska
" Urusan gaya loe Han" Khanza menyenggol lengan Hana yang bertumpu di mejanya
" Iya nih tumben banget kakak gue yang tinggal di Bali mau pulang dan minta di jemput' jawab Hana
" Kalau loe Na?" tanya Hana ke Nana
" Gue juga enggak bisa, nyokap gue ngajakin gue ke rumah bibi gue yang baru aja habis lahiran" sahut Nana
" Ya udahlah kalau memang enggak pada bisa mah." ucap Miska
" Sorry ya Mak, Mis!" ucap Hana dan juga Nana
" Iya santai aja, kita masih bisa kumpul di lain waktu kok" ucap Miska
Jam pulang sekolah tiba, para siswa dan siswi SMA Darma Bangsa tengah bergegas meninggalkan sekolah tapi tidak dengan Khanza dan teman-temannya mereka lebih memilih berjalan santai setelah kondisi sekolah nampak mulai lengang.
" Woyyy pada mau kemana nih hari ini?" tanya Billy yang sudah gabung dengan Khanza cs
" Mau pulang babang, emangnya mau kemana lagi?" sahut Hana ketus
" Mak anak loe yang satu kenapa sih bawaannya sewotan mulu ni hari,abis makan oseng tawon apa ?" Nicko mencibikkan bibirnya ke arah Hana
" Wah nih anak ngajakin duel kayaknya!" kesal Hana
" Jangan duel disini Ko ajak duel di ranjang sono" Khanza seketika melotot ke arah Billy begitu juga dengan Miska, Nana dan Hana mereka tidak menyangka Billy akan bicara sefulgar itu apalagi mereka masih dilingkungan sekolah
__ADS_1
" Rasain loe, ngomong gak disaring dulu sih loe enggak tau aja loe Bill, kalau si emak udah marah sampai gak bisa lihat kupingnya sendir" oceh Nicko
" Ya iyalah enggak bisa liat, jangankan si emak gue juga sama enggak bisa lihat kuping gue sendiri onta!" dengus Billy
" Wah somplak ya loe pada, ngomong asal nyerocos doang gak tau tempat dan enggak mutu!" oceh Khanza pasang wajah garang
" Nah loe si emak ngamuk kan, loe sih !" Billy menoyor kepala Nicko
" Eh oncom, loe yang asal ngejeblak gak pake dipikir lagi. emang gue cowok apakah?" Nicko melenturkan tangannya bergaya seperti perempuan membuat Khanza tidak henti-hentinya mengucap istighfar dan amit-amit melihat tingkah Nicko yang konyol
" Nicko, ih amit-amit loe ya, jangan mencemari pertumbuhan calon ponakan gue loe !" kesal Miska yang langsung memukul Nicko dengan tas ranselnya
" Ampun Mis loe mah gitu sadis" kesal Nicko mengerucutkan bibirnya
" Kenapa lagi tuh bibir? pingin gue kuncir sekalian?" Miska hendak mendekati Nicko namun dengan cepat Nicko mengambil langkah seribu dan Billy dengan cepat langsung menyusulnya dia juga enggak mau terkena amukan Miska.
Khanza dan Miska berpencar dengan Hana dan juga Nana setelah sampai di parkiran sekolah.
Hari ini mereka memang membawa kendaraan masing-masing kecuali Khanza yang berangkat sekolah bareng Aldy sang suami.
Disepanjang perjalanan pulang menuju rumah bu Khodijah Khanza dan Miska hanya saling diam dengan pikiran mereka masing-masing.
Dan tanpa terasa mereka pun sudah sampai di depan halaman rumah bu Khodijah.
" Yuk masuk!" ajak Khanza saat mereka sudah berada di depan rumah bu Khodijah
" Gak usah Za disitu aja kayaknya lebih enak" tunjuk Miska ke bangku yang berada di bawah pohon Cherry
" Yaudah loe duduk dulu aja disana gue buatin minuman"Khanza masuk ke dalam rumah masuk ke kamarnya sebentar menaruh tas ranselnya lalu keluar lagi menuju dapur.
Khanza membuat minuman untuk Miska dan dirinya dan membawa sedikit cemilan serta buah yang ada di dalam kulkas.
Bu Khodijah yang sudah pulang lebih dulu saat ini tengah berada di belakang rumah bersama bi Ratna.
Ia tahu Khanza akan datang karena itu ia menyetok buah dan beberapa cemilan untuk putrinya yang tengah berbadan dua.
" Ibu kemana Za?" tanya Miska saat Khanza menghampirinya dengan tangan yang membawa nampan berisi jus jeruk untuk Miska dan dirinya.
" Ada lagi dibelakang" sahut Khanza
" Di minum Ka!"
" Iya kebetulan gue haus" Miska langsung meraih jus jeruk dan meneguknya hingga setengah
" Sebenarnya apa sih yang membuat Loe galau seharian?" tanya Khanza saat melihat Miska kembali termenung
" Gue di jodohin!"
Byuuurrr
Khanza yang sedang meminum jusnya pun sampai menyembur mendengar ucapan Miska
" Di jodohin?" tanya Khanza antara percaya dan tidak percaya
__ADS_1