Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Rencana Camping


__ADS_3

pagi ini Zaira bangun seperti biasanya, sebelum berangkat ke sekolah ia menyempatkan membuat sarapan terlebih dahulu ya walaupun saat ini ia bukan berada di rumah suaminya tapi tidak ingin kebiasaan barunya yang selalu menyempatkan diri untuk membuat sarapan terlupakan.


Setelah menyiapkan sarapan Zaira kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap berangkat ke sekolah dan sebelum berangkat tadi selepas shalat subuh ia menelpon Lia memintanya untuk membawakan tas sekolah sekaligus menjemputnya.


" Bunda!" sapa Zaira saat berada di meja makan


" Putri bunda sudah banyak berubah ya!" ucap bunda Aryani tersenyum tipis


" Berubah apa sih bunda?" tanya Zaira yang nampak bingung


" Ini!" tunjuk bunda ke meja makan. " kata bi Minah kamu yang masak semuanya" lanjut bunda Aryani


" Ah bi Minah bohong bund, Za cuma sekedar bantuin bi Minah aja Kok bund" sanggah Zaira


" Iya juga gak apa-apa Sayang, bunda malah bangga sama putri bunda yang ternyata sudah pandai memasak" ucap bunda Aryani tersenyum bahagia.


" Terima kasih bunda, yaudah sekarang bunda cicipi ya masakan Za, enak atau tidak?" ucap Zaira seraya menyendokkan nasi dan lauk pauknya ke atas piring bunda Aryani.


" Terima kasih sayang" ucap bunda Aryani lalu menyantap sarapan paginya dengan senang.


" Emmm.. ini sangat enak sayang" puji bunda Aryani setelah mencicipi masakan Zaira.


" Bunda jangan bohong ya!" ucap Zaira yang merasa kurang percaya diri dengan pujian Bundanya.


" Bunda gak bohong sayang ini benar-benar enak, kamu belajar memasak di mana sayang?" ucap bunda Aryani yang sangat bangga dengan masakan putrinya yang menurutnya sangat enak.


" Za belajar sendiri bund, ya awalnya si sama mama Maria tapi karena mama Maria lebih sering pergi ke luar kota jadi Za belajar sendiri lewat Mbah Google!" sahut Zaira dengan tersenyum malu.


" Hebat kamu sayang!" pujinya lagi.


" Udah dong bund, jangan memuji Za terus nanti Za bisa terbang ni"


" Emang kamu burung bisa terbang" ucap bunda seraya tertawa


" Assalamu'alaikum!" ucap Seseorang yang sedang berjalan menghampiri mereka.


" Wa'alaikum salam!" sahut keduanya bersamaan


" Hai Li baru sampai?" tanya Zaira


" Iya, tas loe di mobil ya malas gue bawa-bawa" ucap Lia yang datang menjemput Zaira


Flashback on


Azka setelah selesai mandi dan berpakaian rapi bersiap untuk berangkat mengajar tiba-tiba saat membuka pintu kamarnya dikejutkan dengan seseorang yang dengan melipat kedua tangannya di dada berdiri di depan pintu kamarnya.


" Ada apa?" tanya Azka jutek


" Mau ngambil tas Za" Sahut Lia


" Biar kakak aja yang bawa!" ucap Azka tegas. Azka berharap dengan membawakan tas Zaira dan menjemputnya untuk berangkat ke sekolah bareng bisa membuat Zaira mau memaafkannya tapi rasanya niatnya itu tidak berjalan mulus.


" Za tadi menelpon dan meminta dibawakan tasnya ke rumah bunda, Za ingin aku yang menjemputnya kak" ucap Lia memberitahu Azka


Dengan dongkol akhirnya Azka menyerahkan tas Zara kepada Lia.


" Kak yakin kalian tidak sedang lagi bermasalah?" tanya Lia menyelidik


" Apa Za tidak mengatakan apa-apa sama kam" tanya Azka balik


Lia hanya menggunakan kepalanya sebagai Jawaban.


" Ya sudah sana berangkat nanti kesiangan, Za pasti sudah menunggu kamu!" pinta Azka


" Iya" ucap Lia lalu beranjak pergi meninggalkan Azka yang masih berdiri mematung di depan kamarnya.


Flashback off


" Selamat pagi bunda!" sapa Lia saat melihat bunda Aryani


" Selamat pagi sayang!" ucap bunda Aryani.


Ya sejak Zaira menikah dengan Azka bunda Aryani juga meminta Lia untuk memanggilnya bunda dan karena yang merasa iri akhirnya semua sahabat Zaira memanggilnya bunda juga.

__ADS_1


" Sini sayang duduk kita sarapan sama-sama!" ajak bunda Aryani dengan lembut


" Terima kasih bunda" sahut Lia dengan sopan


" Bagaimana kabar kamu sayang?" tanya bunda Aryani pada Lia


" Alhamdulillah baik bund, bunda sendiri bagaimana kabarnya, kapan sampai bund, kok gak kasih kabar?" ucap Lia yang balik bertanya kepada Bunda Aryani


" Alhamdulillah kabar bunda juga baik, bunda baru sampai kemarin sore, awalnya mau kasih kejutan untuk Za eh malah bunda yang dikejutkan oleh Za!" ucap bunda Aryani seraya melirik ke arah Zaira dengan senyum tipisnya.


" Oia, bund kabar kakek bagaimana?" kali ini Zaira yang bertanya ya karena masalah dirinya dan Azka sampai lupa menanyakan keadaan kakeknya yang berada di desa.


" Alhamdulillah keadaan kakek sudah membaik makanya bunda beranikan diri untuk pulang melihat keadaan putri mama" sahut bunda Aryani mengusap lembut pucuk kepala Zaira.


" Syukurlah bund!" ucap Zaira


Setelah usai sarapan Zaira dan Lia berangkat ke sekolah sementara bunda Aryani pergi ke suatu tempat ditemani supir pribadinya.


*


*


*


Disekolah Zaira sudah di tunggu oleh ke empat sahabatnya siapa lagi kalau bukan Mona, Mia, Mita dan juga Indah.


" Zaaaaaa!" teriak Mia saat melihat Za dan Lia masuk ke dalam kelas.


" Woyyy Mia berisik loe tau gak!" kesal seorang murid yang berada tidak jauh dari Mia


" Tau loe Mi, lebay banget sih!" ujar Mita


" Sorry!" ucap Mia yang mendadak tidak enak hati


" Za gimana kemarin, lancar?" tanya Mona dengan antusias.


" Ada hal apa nih kok gue gak tau ya?" tanya Mita yang nampak bingung dengan pertanyaan Mona kepada Zaira


" Udah Mit gak usah di bahas gak penting juga" ucap Zaira seraya mendaratkan bokongnya di kursi kebanggaannya.


" Sok tau loe!" ucap Mia seraya mendorong bahu Indah


" Ya gue kan asal tebak aja, liat aja tuh muka Za ditekuk gitu" sahut Indah


" Za ayo dong cerita gimana kemarin?" tanya Mia yang masih penasaran.


" Semua berjalan baik kok!" jawab Zaira berbohong.


" Tapi mata loe gak bicara seperti itu Za!" ucap Mita membuat Za langsung menoleh ke arahnya


" Gue gak boh_" ucapan Zaira terpotong.


" Gue kenal loe bukan baru kemarin Za, jadi gue tau kapan loe bohong dan kapan loe jujur" sahut Mita mengingatkan Zaira


" Tapi gue sungguh ba_" lagi-lagi Mita memotong ucapan Zaira


" baik-baik saja di luar tapi tidak dengan hati loe, iyakan?" tebak Mita membuat Zaira terdiam. Ah sungguh sulit rasanya berbohong dengan kedua sahabatnya ini yaitu Lia dan Mita yang selalu saja bisa menebak isi hatinya.


" Gue_" Zaira menggantung ucapannya.


" Sudah ada Bu Siska " ucap Zaira menunjuk ke arah luar melihat Bu Siska sedang berjalan menghampiri kelas mereka.


Pelajaran di mulai, Bu Siska memberi beberapa materi pelajaran dan menerangkannya.Dan usai mengajar Bu Siska memberitahu kepada murid-muridnya kalau sebentar lagi sekolah mereka akan berencana mengadakan kegiatan camping dan tentu saja kabar tersebut disambut dengan gembira oleh mereka semua.


Bel istirahat berbunyi Zaira dan ke lima sahabatnya pergi ke kantin dan gerak gerik Zaira saat ini tidak lepas dari tatapan Seseorang.


Zaira dan teman-temannya sudah berada di kantin dan dengan sigap seperti biasanya Mona dan Indah yang berperan sebagai pemesan makanan dan juga minuman untuk mereka.


" Za loe belum cerita Za soal yang kemarin loe sama pak Ba_" ucapan Mia terhenti karena tangan Lia lebih cepat untuk segera membungkam mulut Mia yang dengan ceroboh hendak menyebut nama Bagaz yang merupakan guru mereka saat ini.


" Udah deh Mi jangan bahas itu gue lagi males nih jangan bikin mood gue jelek deh" sahut Zaira yang merasa sedikit kesal


" iya sorry deh" ucap Mia lalu diam

__ADS_1


" Nanti kalau udah siap gue pasti cerita kok cuma untuk saat ini gue lagi males aja bawaannya, sorry ya gaess" ucap Zaira sendu


" Santai aja Za!" ucap Mita memahami.


Mona dan Indah sudah datang membawa pesanan mereka semuanya dan dengan santai Zaira dan kelima sahabatnya menikmati makanannya masing-masing. namun saat sedang asyik-asyiknya makan tiba-tiba suara seseorang mengejutkan mereka.


" Hai Za!" sapanya yang tanpa permisi lagi duduk di samping Zaira yang memang masih menyisakan tempat kosong.


" Loe" ucap Zaira memincingkan alisnya.


" Kenapa kok gitu ngeliatinnya, santai aja kali Za" ucapnya dengan sok akrab


" Pulang sekolah gue yang anter lagi ya, gimana?" tanyanya yang sontak hal itu membuat kelima sahabat Zaira menatap Zaira serempak.


" Ka.. kalian kenapa liatin gue kaya gitu?" tanya Zaira yang merasa risih mendapat tatapan tajam oleh kelimanya


" Sorry ya kak gue pulang sekolah sudah janji bareng Lia" jawab Zaira menolak ajakan cowok yang tidak lain adalah Irfan sang ketua OSIS.


" Za loe bisa pulang sama kak Irfan kok kalau loe mau " ucap Lia yang sok santai padahal hatinya begitu bergemuruh merasa kesal karena ada hal yang terlewat mengenai Zaira dan Irfan kakak kelasnya itu.


" Tuh Lia udah ngizinin jadi loe pulang bareng gue oke!" paksanya


" Gue gak bisa kak, sorry ya" ucap Zaira dengan tersenyum tipis berusaha menolak dengan baik dan sopan.


" Oke deh kalau gitu tapi lain kali jangan nolak lagi ya Za" pinta Irfan penuh harap.


" Gak janji ya kak" sahut Zaira yang kemudian kembali memakan makanannya.


" Yaudah gue balik ke kelas duluan ya. bye!" ucap Irfan dengan seulas senyum diwajahnya.


Zaira hanya membalas dengan tersenyum juga dan tanpa di sadari ada seseorang yang tengah bergemuruh hatinya dan menatap tajam dengan mengepalkan tangannya kuat.


" Awas saja kamu ya" kesalnya


Zaira dan kelima sahabatnya hendak pergi dari kantin namun baru beberapa langkah tiba-tiba jalannya dihalangi oleh tiga orang gadis yang sok dan angkuh siapa lagi kalau bukan Putri, Angel dan Rara.


" Cihh ada pelakor" cibir Putri menatap lekat ke arah Zaira.


" Tunggu-tunggu loe bilang tadi apa pelakor? apa gue gak salah dengar ya" ucap Zaira yang merasa aneh dengan ucapan Putri.


" Apa loe budek hah sampai gak bisa dengar, hah?" sarkas putri dengan nada tinggi


" Biar gue perjelas ya dasar loe PELAKOR" ucap putri menekan kata-katanya menegaskan ucapannya.


" Gue gak budek ya cuma yang bikin gue gak bisa dengar adalah kata PELAKOR, Hello laki yang mana nih yang gue rebut? Coba bisa lebih jelas lagi laki yang mana ya?"ucap Zaira yang berpura-pura bingung.


" PELAKOR, Perebut Laki Orang duh jadi bingung ini laki siapa ya yang di rebut?" tanya Zaira berlagak memikir.


" Apa loe diam-diam udah nikah ya?" tanya Mona kali ini yang langsung membuat Zaira membulatkan mata begitu juga dengan teman-temannya yang lain.


" Loe PELAKOR Karena sudah merebut Irfan dan Mario. Gue juga tahu loe bahkan masih belum cukup dengan keduanya bahkan loe dengan berani-beraninya mendekati guru sendiri" ucap putri dengan kata-katanya yang penuh hinaan.


" Bukan urusan loe ya!" sahut Zaira " Kalau loe emang suka yaudah loe kejar aja tuh cintanya tapi kalau loe gak bisa mendapatkan hatinya stop buat ngejelek-jelekin orang dan satu lagi ini bukan urusan loe" lanjutnya lagi.


" Ayok Za gak usah meladeni ucapan yang tidak bermutu itu. yuk kita pergi gaes!" ucap Mita yang merasa muak berhadapan dengan kunbi.


Zaira dan kawan-kawanya sudah melesat kembali ke kelasnya. dan hari ini semua murid di perbolehkan untuk pulang lebih awal karena para guru dan kepala sekolah akan mengadakan rapat untuk membahas mengenai kegiatan camping yang akan diselenggarakan beberapa hari lagi.


" Za loe mau pulang ke mana?" tanya Lia saat sudah berada di dalam mobil Lia.


" ke rumah bunda saja ya Li!" ucap Zaira yang merasa sedikit tidak enak dengan Lia.


" Oke kalau gitu" ucap Lia santai.


Disepanjang perjalanan mereka saling diam bahkan sampai tidak terasa mereka sudah sampai di depan rumah bunda Aryani.


Zaira sudah turun dari dalam mobil dan disusul oleh Lia namun saat hendak melangkah masuk ke dalam rumah tiba-tiba langkahnya terhenti karena panggilan seseorang yang sangat dikenalnya.


" Za!" panggilnya


Zaira hanya menoleh sekilas lalu melanjutkan langkahnya kembali.


Lia hanya menatap horor pria yang kini berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri.

__ADS_1


Pria itu hanya menghela napasnya berat dan mengusap wajahnya kasar.


__ADS_2